Gadis China Tak Boleh Kawin sama Lelaki Melayu

Posted in the Malaysia Forum

First Prev
of 9
Next Last
Cina Malaysia

United States

#1 Jan 12, 2013
tak boleh
karna lelaki melayu stupid2.
mata duitan
Cina Malaysia

United States

#2 Jan 12, 2013
nak kawin sama lelaki melayu
nak bikin sial 7 turunan.
Cina Malaysia

United States

#3 Jan 13, 2013
lelaki melayu low clas

“Urip iku Urup”

Since: Nov 12

Lodoyo, Jawa Timur, Indonesia

#4 Jan 13, 2013
ya bgitulah,,...
Hahaha,,..
Cina Malaysia

United States

#5 Jan 13, 2013
Ki Ageng Rafa Daniswara wrote:
ya bgitulah,,...
Hahaha,,..
saye tak Bela Indonesia.
tapi saye benci melayu malaysia
kelembai

United States

#6 Jan 13, 2013
Cina Malaysia wrote:
<quoted text>
saye tak Bela Indonesia.
tapi saye benci melayu malaysia
Indon nyamar jadi cina,g perlu mas,org mlysia lebih pinter ngomong bhs indon ketimbang indon omg melayu,jgn jadi batu api ya don g baik

“Urip iku Urup”

Since: Nov 12

Lodoyo, Jawa Timur, Indonesia

#7 Jan 13, 2013
Cina Malaysia wrote:
<quoted text>
saye tak Bela Indonesia.
tapi saye benci melayu malaysia
Cina Malaysia

Saya jga tidak membela Warga keturunan tionghoa,,..
Ane cman ktawa aja liat bangsa Melayu yang cman gaya-gayaan, suka hoax,,...
Hehehe
umngok

United States

#8 Jan 13, 2013
laku melayu pondan sume bor....
umngok

United States

#9 Jan 13, 2013
laki*
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#10 Jan 13, 2013
Maoisme dan Revolusi Budaya Mencegah Kawin Campur Amoi dan Lelaki Non-Tionghoa

Pada dasarnya ada tiga faktor utama penyebab asimilasi wanita Amoi dengan lelaki Fankui (non-Tionghoa), yaitu :

1. Pengaruh NASIONALISME BANGSA RAS LAIN, misal cekokan ideologi Sumpah Pemuda, dimana Tionghoa dikategorikan “satu bangsa” dengan Fankui.

2. Pengaruh AGAMA SAMAWI, prinsip menikah asal “seiman” tak masalah beda ras, lalu pembodohan “semua manusia sama di mata (si fiktif) Tuhan”. Inilah yang menutupi fakta kecabulan para Fankui.

3. Pengaruh KAPITALISME, dimana ajaran mendewakan uang ini membuat Amoi mau kawin dengan lelaki ras mana saja asal punya banyak uang.

Bila kita hendak mengajak saudari-saudari Amoi kita menghindari asimilasi kawin campur dengan lelaki Fankui secara maksimal, setidaknya para Amoi di Indonesia harus diberi pengarahan untuk melawan dan menolak tiga poin berbahaya tersebut. Caranya itu dengan pendidikan moral pemikiran “great revolution” ketua Mao Zedong, terutama nilai-nilai moral dari Revolusi Budaya Tiongkok yang membuat para Amoi bisa berpikir logis tentang bahaya pembodohan lewat cekokan agama (terutama doktrin Samawi “saudara seiman”) dan pembodohan ideologi demokrasi oleh antek-antek kapitalis Qiaosheng yang pro-asimilasi dengan Fankui. Memang bisa kita lihat moral para Amoi di Indonesia sangat jatuh, mudah terjebak asimilasi dengan lelaki Fankui (atau non-Tionghoa lain). Ini memang pengaruh saat era Orde Baru si rasis-fasis Suharto membendung ajaran komunisme Tionghoa (Maoisme) menyebar ke kalangan Tionghoa di Indonesia. Padahal apa yang dipikirkan ketua Mao itu untuk kebaikan orang Tionghoa juga dimanapun itu, bukan sekedar Tionghoa di daratan Tiongkok, namun termasuk kita para Tionghoa overseas.

Berbicara soal Tionghoa yang fanatik brutal pada mitos deity agama tertentu, bisa kita analisa lagi sebenarnya agama itu sendiri hanya sejenis ilmu ajaran moral, bukan sesuatu yang harus dipercaya mitosnya. Makanya saya selalu katakan, saya bisa sejalan dengan Tionghoa agama manapun, kecuali dengan Tionghoa Muallaf (yang rata-rata sudah memuja negeri Arab) dan Tionghoa yang anti Revolusi Budaya Tiongkok, juga anti Partai Komunis Tiongkok. Biasanya Tionghoa yang anti Revolusi Budaya adalah mereka yang bermental pesakitan mirip Fankui, selalu berharap ingin dapat rejeki pemberian mahluk gaib tanpa mau bekerja keras. Biasanya juga Tionghoa bodoh yang anti Revolusi Budaya adalah mereka yang tak bisa diatur, liar, dan brutal. Menginginkan demokrasi liar untuk melakukan tindakan memalukan negeri leluhur Tiongkok dan martabat bangsa Tionghoa, misal seperti asimilasi kawin campur Amoi dengan lelaki non-Tionghoa. Jelas sekali, dari percobaan statistik saya, mayoritas dari Tionghoa bodoh yang anti Revolusi Budaya adalah mereka yang pro asimilasi kawin campur, terutama demi menyebarkan ajaran agama asing yang baru mereka adopsi.

Bukan Kristen atau Katolik saja, saya katakan Tionghoa penganut Falun Gong, Yi Guan Dao, Theravada, maupun Konghucu versi Indonesia (yang sudah tercampur Khua Mia mistik), dan lainnya, mereka semua sama brengseknya dengan Qiaosheng Kristen, bila sudah membenci pemerintahan resmi Republik Rakyat Tiongkok. Kita fair saja, kalau Jesus dibilang fiktif, produk Tiongkok purba yang memunculkan banyak dewa pun harus dikategorikan fiktif semua. Tinggal bagaimana kita memandang, mau dianggap kekayaan budaya atau tahayul pelampiasan stess.
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#11 Jan 13, 2013
Kejahatan Asimilasi Kawin Campur Melalui Pembodohan Muallafisasi
Saya akan kisahkan dengan lebih rapi, dan strutural, agar timeline-nya cukup jelas.

Semuanya dimulai dari perjalanan kerja, kami bertiga (saya, rekan tionghua saya, dan asisten huana yang baru bekerja sekitar 2 bulan). Disaster pertama seakan seperti hadiah, diberikan oleh huana baru itu. Dikarenakan dia lupa mengirim email permintaan data, akibatnya kunjungan kami ke klien menjadi sia-sia. Dan kami harus menghabiskan 2 hari tanpa hasil yang bisa didapat, ini jelas membebani budget operasi perusahaan.

Asisten huana itu (sebagai deskripsi, huana itu cukup cantik, sexy, dan putih. Menarik? Tapi otaknya tidak lebih pintar dari babi. Kerjaan sehari-hari sewaktu di kantor pusat tidak lebih dari bengong sepanjang waktu, tergesa-gesa ketika disuruh, mendengus keluh setiap saat, dan menatap foto artis Korea), dicela oleh rekan saya, karena ia sangat kesal.
"Heh! Kalau perusahaan ini yang dibutuhkan yang punya otak, kalau kamu cuma punya kecantikan, lebih baik di panti pijat."

Proses berpikir huana cukup unik, ia malah seakan tidak bersalah, dan mempersalahkan kami karena tidak mengingatkan dia bila tugas itu penting. Lalu dia malah berkata, saya banyak kerjaan juga dikantor.(Sepanjang pengetahuan saya, kerjaan huana itu tidak lebih dari bengong, menantap foto artis, bikin kopi, ke WC, fotokopi dokumen, antar dokumen, dan Sholat!!) Amazing.....

Saya dan rekan saya tidak terlalu hobi ketempat hiburan atau menghamburkan uang secara tidak bermakna. Maka kami duduk-duduk di Lobi untuk menghilangkan penat dan stress akan deadline.

Waktu saat itu sudah cukup malam, dan kami duduk diam cukup lama, dan ada seorang pegawai Hotel tersebut yang menyapa kami. Dengan alasan etika kami meladeninya, dari perbincangan singkat itu kami menjadi tahu bahwa dia adalah pegawai magang asal Indonesia kota Bandung (ibukota Jawa Barat).

Seperti biasa, pembicaraan awal dengan fankui gaul selalu asik dan banyak ketawa. Rekan saya dengan iseng mengajukan pertanyaan-pertanyaan personal, dan itu membuat fankui tersebut semakin bersemangat, dia mulai menceritakan pengalaman hidup dia selama disana, cita-cita dia, hingga berbagai hal lain. Mendengarkan memang keahlian para konsultan.

Akhirnya, tiba pada topik yang paling tidak ingin saya dengar. Pacar, tanpa disangka dengan nada bangga ia berkata, "Saya sangat familiar dengan tionghua, pacar saya orang tionghua juga. Dan kami sudah sangat dekat."

Well... seiring akrabnya pembicaraan kami, fankui itu pun semakin terbuka, dan semakin lepas mengeluarkan isi pikirannya.(Yang sering berhubungan dengan fankui pasti tahu mengenai hal ini) Dari bagaimana betapa intimnya dia dengan kekasih amoynya itu, dari bagaimana hati amoy itu telah ditaklukan dengan sempurna. Dan berbagai hal yang menyenangkan bagi fankui tersebut, tapi sangat mengerikan bagi kami. Jujur, andai saya memilki perekam, saya ingin sekali merekam pembicaraan itu dan diperdengarkan pada amoy bodoh itu.

Ia pun tidak lupa menceritakan betapa amoy itu dengan pelan-pelan sudah berganti keyakinan, mulai mengakui Muhammad sebagai nabi, tidak makan babi, puasa, belajar ngaji dan sholat! Mantap....
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#12 Jan 13, 2013
Rekan saya seakan tidak puas, dengan nada bercanda ia berusaha menarik informasi lebih dari fankui itu, "Bagaimana tanggapan keluarga pacar anda ngomong-ngomong?". Saya pikir, akan mendengar jawaban yang melegakan. Ternyata saya malah mendengar suara sumbang lainnya. Dari kisah fankui tersebut, keluarga amoy memang tidak setuju, tapi amoy itu membela mati-mati fankui itu. Dan amoy itu dengan bersemangatnya mencaci dan menasehati ibunya. Wow....

Fankui itu seakan tidak mau berhenti dia memperlihatkan blackberrynya dan memperlihatkan twittetan dari amoy tersebut. Saya berkata pada fankui itu, "Romantis sekali pacar anda." Dan dalam hati saya merasa jijik.

Karena sudah tidak tahan dengan ocehan fankui itu, kami berpamit kembali ke kamar. Lalu bertukar id Facebook dengan alasan keramahan. Lalu kami mengumpat sejadi-jadinya di kamar.

FYI, amoy ini ex-beragama budha, sekarang ia sudah beragama islam dengan diam-diam.(Tujuannya jelas untuk mencegah keluarga tahu, sekaligus sebagai surprise untuk keluarganya nanti, lumayan bila bapaknya jantungan, langsung mati bisa langsung dapat warisan.... mungkin)

Jadikan kasus ini sebagai pelajaran, bahwa seganteng apapun fankui, mereka tetap fankui... cinta fankui buta tidak akan membawa pada kebahagian. Pada akhirnya amoy ini akan sadar saat sudah sangat terlambat.

Kita tidak mungkin bisa menyadarkan fankui dari tabiat buruknya itu, sebab mereka adalah makluk dengan seribu satu pembenaran. Kalimat legenda mereka, "Insya Allah kalau ingat"
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#13 Jan 13, 2013
Sifat Dasar Fankui
“Ga semua Fankui jahat! Ga semua Fankui brengsek! Fankui ini dari keluarga baik-baik dan berada, ga mungkin gitu! Jangan RASIS please, Tuhan menciptakan manusia semua sederajat!”

Huaaaahhh… Klise…

Klise? Yup, itu jawaban yang berdengung sumbang setiap saya menasehati cenes (chinese) yang terlena dalam cinta fankui buta atau cinta huana buta atau sejenisnya. Ini bukan karena saya Rasis, namun pengalaman hidup membuat saya berkata lain. Sebagai konsultan, saya harus bersosialisasi dengan siapapun, tak terkecuali huana, pribumi, dan fankui (sejenis). Saya bergaul dengan mereka, bertukar pikiran, memahami pola pikir mereka. Dan menjadi sadar, perbedaan dalam jiwa dan pemikiran lebih menjadi alasan kenapa kita tidak mungkin cocok ketimbang perbedaan fisik. Tentu, kita masih bisa bergaul dengan fankui, tapi sampai batas tertentu saja, sekedar rekan. Saya tidak bisa menganggap mereka teman, karena mereka mudah menusuk dari belakang.
(RED: Jiwa dan Pemikiran itu lebih dari sekedar pembicaraan asik dan nyambung saat ngobrol santai sehari-hari.)

PROLOG
Ada seribu satu alasan untuk menolak asimilasi. Dan ada satu miliar satu alasan untuk menolak asimilasi dengan fankui. Saya akan menjelaskan dengan alasan yang paling logika, jadi semestinya anak TK pun memiliki kesadaran menolak asimilasi.

HUKUM DASAR

Terdapat kisah nyata tentang anak kembar yang terpisah dari kecil, ternyata memiliki kehidupan, kepribadian, sifat, preferensi, yang benar-benar indentik. Padahal keduanya dibesarkan dil ingkungan yang berbeda. Dan tidak pernah berhubungan, hingga dipertemukan kembali. Coba lihat kasus ini :“Two Ohio Strangers Find They're Twins at 39 and a Dream to Psychologists”, juga artikel ini :“How Twins Work”.

Apa yang bisa kita petik dari pelajaran ini? Simpel, tapi penting. Bahwa genetik berperan sangat besar terhadap prilaku. Anak penjahat lebih berpeluang jadi penjahat kembali, anak pemerkosa sangat berpeluang menjadi pemerkosa kembali. Warisan yang diturunkan oleh fankui ke anak cucu mereka tidak lebih dari warisan sifat buruk.

Dalam dunia konsultan management, saat kita masuk kedalam bidang Management Human Resource, ada satu hukum yang tidak boleh diacuhkan. Hukum ini digaungkan dan harus diingat oleh para Manager lebih dari cara bernafas. Hukum Sifat Dasar.

Hukum itu sebenernya simpel sekali, mungkin beberapa dari kalian pernah mendengarnya, atau mengaplikasikannya, bahkan orang tua kalian mempraktekannya saat memilih pasangan hidup. Betul! Hukum Sifat Dasar tidak lain "Bibit, Bebet, Bobot". Itu mencangkup lingkungan, keluarga, pendidikan, pergaulan. Dalam Management/HRD kita akan menambahkan hobi, pola pikir, tingkat kecerdasan, vision, paradigma dasar, dsb. Satu hal yang menarik, aspek keluarga memiliki lingkup prioritas pertimbangan tertinggi, bahkan melebihi pendidikan. Keluarga disini, bisa mencangkup hingga nenek moyangnya. Sesuatu yang diwariskan dari generasi ke generasi, mengalir dalam setiap denyut nadi, darah, membentuk tulang, rambut, hingga pola pikir anda sekalian.
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#14 Jan 13, 2013
CONTOH 1 :
Ada satu sifat dasar yang mengalir dalam setiap fankui. Sifat yang sangat menarik, dan bisa anda saksikan dalam berita setiap hari. Membuat anda tak pernah berhenti tercengang. Ambil contoh Darsem, seorang muslim yang menurut keluarganya taat agama, rajin ibadah 5 waktu, melafalkan kitab sucinya tak henti-henti. Dan hidup dalam cita-cita ingin ke tanah suci, menjalankan ibadah sambil menjadi pembantu dewa-dewa arab. Lalu disana dia membunuh nenek arab yang tak berdaya. Lucunya, saat ia akan dihukum pancung, kesetiakawanan fankui yang tak mengenal benar salah, adil tidak adil, dengan sekuat tenaga membantu membebaskan Darsem. Tak ayal, Darsem bebas tanpa syarat, pulang ke tanah air bagai pahlawan, dan dilimpahkan harta bagai pahlawan. Lihat hidupnya sekarang? Sombong dan arogan. Ironis? Lihat juga briptu Norman. Perhatikan kehidupan fankui-fankui disekitar anda, itu hanya akan menambah panjang bukti kebenaran hukum ini.

CONTOH 2 :
Kenyataan lain, beberapa diantara anda pasti ada yang pernah ikut pemilu atau pilkada. Atau setidaknya menjadi penonton ditengah riuhnya pemilu/pilkada. Anda pun tentu tahu kekecewaan yang muncul dari janji-jani palsu. Apa anda pernah melihat orasi pra-pemilu? Saat fankui-fankui yang dicalonkan itu tampak begitu cinta pada masyarakat, seolah mengerti dan akan berjuang demi bangsa dan negara. Seolah berpacaran, partai-partai memberi bermacam-macam tanda cinta, dari nasi bungkus, baju, hingga atribut tanda cinta. Betapa indah dan memikat, ROMANTIS!
Lalu, waktu pun tiba, anda yang sudah jatuh cinta, memilih sang kekasih, untuk menjadi pendamping daerah anda, negeri anda saat ini (tidak seumur hidup namun cukup lama). Kemudian masa-masa romantis itu berubah. Sang fankui penjabat itu menjadi berkuasa, perilakunya pun berubah, tidak ada romantisme manis seperti dulu. Dia membuka form aslinya, fankui picik, jahat, dan buas.. Kecewa? Sudah terlambat.

PESAN MORAL
Kekuasaan membuat fankui berubah, dalam pernikahan kekuasaan yang didapat fankui saat menikahi amoy meliputi tapi tak terbatas: tubuh amoy yang sudah *maaf* disetubuhi, hak waris amoy tersebut (tak jarang keharmonisan keluarga besar amoy ini rusak gara-gara fankui ini), penghargaan masyarakat fankui, dan masih banyak lagi.
Disisi lain apa yang didapat amoy? kenikmatan *maaf* berSEX? Jangan bercanda... Anda tidak lebih jadi budak bahkan paria bila menikah dengan fankui. Hak amoy tersebut hilang sepenuhnya, kesucian tidak bisa kembali, bahkan tak jarang amoy tersebut dipaksa masuk agama arab. Mengajukan cerai pun tak bisa, ditinggal kawin lagi terkadang masih lebih baik daripada jadi korban KDRT.

NB : sejujurnya, dalam pernikahan pihak wanita lebih banyak dirugikan. karena itu amoy hendaknya lebih berhati-hati dalam urusan pernikahan. bagi pria akew pun menikahi wanita fankui cantik bagai membawa duri dalam daging, anda takkan pernah tahu, kapan fankui itu akan "menusuk anda dari belakang". Sekalipun anda mengira fankui itu sudah cinta mati dengan anda, ada pepatah lama yang anda harus camkan. Dalamnya lautan bisa diukur, tapi dalamnya hati wanita tidak bisa anda ukur.

Lumrah wanita memilih pasangan melalui emosi, dapat dimaklumi pria sering memilih pasangan atas nafsu. Tapi perbedaan kita dan binatang adalah karena kita memiliki otak yang bisa berpikir secara logika, melihat positif dan negatif untuk masa depan serta dampak bagi keluarga kita juga.
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#15 Jan 13, 2013
CERITA :
Saya akan menceritakan cerita favourite para Management dan HRD terbaik di dunia. Cerita ini masih berputar pada Sifat Dasar. Mungkin anda disini pernah mendengarnya. Kisah Kodok dan Kalajengking::

Kisah ini bermula dari seorang kalajengking yang ingin menyebrang sungai. Tapi karena tidak bisa berenang si kalajengking mencoba meminta bantuan mahluk yang lewat disekitarnya. Tiba-tiba saja si kodok lewat dan kalajengking datang menghampirinya dan mencoba untuk bertanya" bisakah kamu menyebrangkan aku ke sebrang" , si kodok kemudian menjawab" Ah tidak, nanti kamu menyengat punggung saya", kemudian si kalajengking menjawab" mana mungkin saya menyengatmu kan saya butuh tunpangan, dan misalnya saya menyengatmu, saya juga akan mati tenggelam" Kemudian si kodok berpikir sejenak dan mengiyakanya. Maka naiklah si kalajengking di punggung si kodok. Namun tidak lama kemudian si kodok merasa ada sesuatu yang menyengatnya dan berkata" katamu tidak akan menyengatku tapi kau tetap menyengatku", kemudian si kalajengking menjawab," maafkan aku, tetapi begitulah SIFATku adalah menyengat". Akhirnya mereka tengelam bersamaan...

VERDICT :
Kalajengking tersebut bisa diibaratkan Fankui. Dan sifat dasar fankui saya kira cukup jelas dari berbagai penjelasan sebelumnya.
Dalam studi management, kisah tersebut ditujukan untuk memberitahu bahwa kita tidak bisa merubah sifat manusia.(Sumber: berbagai buku management terbitan GALLUP)

Dan bila setelah panjang lebar ini anda masih ingin membina hubungan intim dengan fankui kalajeking itu. Saya persilahkan. bagaimana pun saya tidak bisa berbuat apa pun mengenai hidup anda. Hanya kepedulian dari solidaritas sesama chinese.

Dari pengalaman, cinta buta lebih banyak berujung pada tragedi. Nanti beritahu saya, "cinta" itu bertahan berapa lama, saat anda melihat true form dari fankui yang anda cintai itu. Saya selalu ada untuk prihatin kepada anda.
Saya pun memiliki Ii yang menikah dengan fankui atas nama cinta bertasbih, demi cinta sucinya itu dia melawan satu keluarga, masuk agama arab, demi masa depan cinta dia yang indah bersama fankui yang cukup berada, pandai bernyanyi, romantis, dan ganteng. Setelah memiliki 2 anak, kelucuan dan tragedi yang telah diramalkan qogong saya menjadi kenyataan. Lucu sekali, amoy yang berstatus menikah tapi tanpa suami karena fankuinya selingkuh dengan wanita lain, ditambah ia memiliki 2 anak lucu yang satu berkelakuan preman khas fankui, satu lagi seperti pelacur, manis sekali. Keluarga besar kami, sudah tidak mengaku dia, masyarakat fankui pun tidak peduli pada dia. Di dunia yang besar ini, dia sebatang kara.
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#16 Jan 13, 2013
SUGGESTION
So, misalkan anda mengalami tragedi ironis tersebut, jangan menyalahkan fankui apalagi Tuhan. Salahkan diri anda sendiri. Sifat fankui kita semua sudah tahu, dan anda sendiri yang telah memutuskan nasib anda. Seperti kodok lugu dalam cerita tersebut. Saat itu, anda tidak dikenal sebagai sosok pahlawan pemberani pembela asimilasi, tapi tak lebih dari sekedar sosok kodok lugu yang mati bunuh diri demi "cinta" palsu. Setidaknya, anda akan menambah panjang contoh lelucon tersebut.

CONCLUSION
Saya tidak mendukung RASISme dengan fankui. Bergaul dan bersosialisasi dengan mereka sewajarnya saja, tapi anda harus ingat, mereka itu ibarat kalajengking, memang sifat mereka seperti itu. Bila anda tak waspada, diri anda sendiri yang harus disalahkan. Saat anda bisa memanfaatkan fankui tersebut itu akan menguntungkan anda, tapi tetaplah waspada, "bisa" dari sengatnya amatlah beracun. Terlebih bila anda melakukan kekerasan pada fankui, kita sebagai chinese justru akan mengalami pergolakan diskriminatif yang kejam dari fankui, seperti tragedi 98. Mereka cenderung bergerak berkelompok dan merusak. Saya hanya kasihan bila anda tidak bisa berkaca dari kesalahan saudara-saudari kita yang pernah mengalami tragedi tersebut. Perlu berapa contoh lagi agar anda sadar?

Saya akhiri tulisan saya karena akan terlalu panjang, bila saya membahas semuanya. Masih banyak hal belum saya bahas, seperti histori dari asimilasi, Bitter Truth Fankui, Moral chinese, hingga trend dikalangan fankui untuk mendapatkan amoy dengan cara seperti PUA dan Mistik. Bila anda pengemar dongeng DISNEY, perlu anda ketahui itu cerita fiktif yang bahkan telah direka dari cerita aslinya agar indah menawan. Dalam kehidupan nyata, kebahagiaan/kekayaan tidak datang karena ada pangeran berkuda putih atau karena bertemu someone special. Bila anda ingin bahagia/kaya/terkenal/dll, anda sendiri yang harus berusaha, bukan orang lain.

(RED: pribumi=ingniren=huana=fankui. mereka adalah sebutan berbeda yang mencangkup satu kelas. pegawai ingniren yang awalnya baik-baik pun dalam sekejap mata pun bisa berubah pencuri keji yang berhati lebih keji daripada setan neraka. Tidak ada salahnya waspada. Tapi tidak perlu RASIS, memang itu sifat mereka, terkadang malah lebih parah dari binatang. WASPADA!)

Tidak RASIS dan mendukung asimilasi adalah dua hal yang berbeda. Jangan pernah disamakan, saya menolak rasisme, tapi saya menolak asimilasi. Kedua hal itu seperti jeruk dan kentut sapi, sangat berbeda.

DISCLOSURE
Tulisan ini dibuat sekedar berbagi dengan para chinese/tionghua di group ini. Dan pengetahuan ini untuk kebaikan anda sendiri juga terutama pada qiaosheng/ hollandspeaken/ fankuilover/ huanalover/ asimilasi lover. Penyesalan selalu datang terlambat. Think Forward !!!

LAMPIRAN
Saya lampirkan contoh muka fankui, dan perlu diingat. Tidak semua fankui jelek. Ada juga yang ganteng/cantik, kaya, terkenal, dan ramah serta gaul. Tapi memiliki sifat dasar yang sama.
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#17 Jan 13, 2013
Ideologi Pembauran Sebagai Upaya Pemerintahan Indonesia Memusnahkan Etnik Tionghoa

Beberapa anak Tionghoa kelas Qiaosheng menyuruh setiap komunitas etnis Tionghoa untuk berbaur dengan segala ras yang ada di Indonesia terutama ras mayoritas Fankui, mungkin agar kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran berat HAM seperti aksi Anti-Tionghoa Mei 1998 tidak terjadi. Katanya supaya anak Tionghoa tidak dimaki “DASAR CINA ANJING” atau istilah rasis lainnya. Bahkan yang lebih gila lagi, ada usulan dari anak Tionghoa untuk pindah agama fiktif buatan Arab atau Yahudi dan kawin dengan Fankui dari agama tersebut. Katanya, kalau sudah demikian maka rasisme Anti-Tionghoa niscaya bisa hilang.

Kata ‘PEMBAURAN’ itu bagi saya bermasalah. Saya ingat komentar dari Sinologi Universitas Indonesia bernama Romo Ignatius Wibowo tentang “Pembauran” ini. Menurut Ignatius Wibowo, dalam kamus Orde Baru, kata “pembauran” itu berarti PEMBERANGUSAN IDENTITAS & BUDAYA TIONGHOA. Maybe you should find another term better than “berbaur”. Saya lebih memilih term:“peaceful co-existence”. Ingat tidak dengan kecaman suku Aborigin baru-baru ini berkaitan dengan program asimilasi White Anglo-Saxon? Program Asimilasi (baca: pembauran) itu ternyata adalah proyek memusnahkan bangsa Aborigin. Sayangnya, program itu juga diadobsi oleh Suharto dan antek-anteknya. Bedanya adalah pemerintah Australia kemudian menyadari hal ini dan meminta maaf secara terbuka untuk bangsa Aborigin. Tetapi pemerintah fasis Republik Indonesia tidak pernah sadar akan aksi rasis terselubung ini. Malah ekstrimnya, kita Tionghoa tetap dipaksa menghargai nama besar bangsa Fankui Pribumi dan pemerintah Republik Indonesia ini yang 99% menyerupai fasisme anti mintoritas versi NAZI Jerman.

Kalau saya berprinsip walau bagaimanapun tak mau kawin dengan lelaki Fankui sekalipun sudah tak ada lelaki Akhew di tempat kita. Bahkan secara ekstrim saya katakan lebih baik saya menjadi lesbi kawin dengan Amoi lagi daripada dipaksa kawin dengan lelaki Fankui. Coba renungkan, selama ini kita sudah baik dan banyak berkorban di Republik fasis ini. Temen saya dari banyak ras, ada turunan Bule, India, Arab dan macam-macam. Tapi kan saya tak perlu merid sama Bule, India, atau Arab. Saya bangga kok dengan ke-Tionghoa’an saya. Perabadaban kita sudah berusia 5000 tahun lebih. Leluhur kita sudah sangat beradab sebelum Inggris memasuki revolusi industri. Empat penemuan besar ditemukan oleh leluhur bangsa kita dan dunia merasakan dampak positifnya. Keempat penemuan itu adalah kertas, kompas, mesin cetak, mesiu.
Fankui Anjing

Jakarta, Indonesia

#18 Jan 13, 2013
Kembali ke topik paksaan pernikahan campur, dulu di awal tahun 50-an ada anjuran agar etnik Tionghoa kawin dengan Fankui, agar Tionghoa menjadi WNI yang baik. Lalu yang jadi korban anjuran kawin campur ini adalah gadis-gadis Tionghoa yang jalan ke pasar dicolek-colek buaya Fankui. Anjuran kawin ini diterjemahkan menjadi sedemikian porno, lantas jika tertatam bibit libido di benak lelaki Fankui itu maka tinggal tunggu momentumnya saja, perempuan Amoi Tionghoa diperkosa rame-rame.

Kisah si Agnes Monica pacaran dengan Fankui Manado saja sudah membuat jijik, karena itu menginspirasi buaya-buaya Fankui lainnya untuk meniduri perempuan Amoi Tionghoa yang katanya putih-putih mulus bikin nafsu itu. Jangan lupakan juga fakta, siapakah yang perkosa perempuan Amoi, jarah toko milik babah Tionghoa, rampok dan bakar rumah warga Tionghoa? Yang gawat itu ada semacam “keharusan” di otak lelaki Fankui bahwa wanita Amoi Tionghoa mesti tak boleh keberatan pacaran dengan Fankui. Contoh kasus Agnes Monica itu memberi citra bahwa wanita Amoi umumnya gampangan di mata mereka.

Mengenai ‘pembauran’ agama juga, coba kamu pergi ke mesjid Karim Oey di Jalan Lautze, Jakarta. Nah disitu terdapat sekelompok “cina-muslim”. Cari yang namanya Haji Junus Jahja alias Lo Chuan To. Dia itu mendirikan Partai Pembauran Indonesia bersama Ali Karim Oey, Verawati Fajrin dan sederet tokoh Qiaosheng lainnya. Dia masih menganjurkan agar Tionghoa ganti nama, masuk agama Arab dan kawin campur. Perlu diperhatikan, kalau pejabat bilang “menganjurkan” artinya “pemaksaaan”. Apalagi yang ngomong itu tentara jenderal. Anjuran kawin campur itu sering tidak secara langsung dan bersifat halus. lewat tayangan-tayangan film dan infotainment. Kasus si Agnes Monica pacaran sama Fankui Manado diblow-up besar-besaran, seakan hendak dijadikan trend buat wanita Tionghoa harus pacaran dengan Fankui. Anjuran semacam ini jelas membunuh satu garis keturunan Tionghoa. Apabila wanita Tionghoa kawin dengan lelaki non-Tionghoa maka keturunan dari si wanita itu jelas bukan Tionghoa lagi, karena tidak punya marga patrilinear yang sah dari garis ayah. Ini mengapa saya katakan “MEMBUNUH SATU GARIS KETURUNAN TIONGHOA”. Sedangkan untuk istilah merusak keturunan secara genetic lebih tepat untuk anak dari ayah Tionghoa dan ibu Fanpoh (non-Tionghoa), dimana anak mereka masih bermarga Tionghoa, namun tak lagi berfisik 100% Tionghoa.

Untuk melawan kawin-campur ini, kita perlu mengisolasi mereka-mereka yang pacaran dengan non-Tionghoa dari pergaulan sosial. Harusnya, orang-orang yang pacaran dengan non-tionghoa mesti diperlakukan bagai penderita kusta. Ini juga berlaku bagi Tionghoa yang terobsesi kawin dengan bule. Semakin banyak Tionghoa menikah dengan ras non-Tionghoa maka pada akhirnya bisa-bisa Tionghoa musnah dari muka bumi ini. Perempuan Tionghoa yang kawin dengan Fankui dan bangsa asing lainnya itu sama saja memusnahkan ras Tionghoa. Karena yang disebut dengan orang Tionghoa itu adalah mereka yang masih memiliki marga. Julius Chan, Perdana Menteri Papua Nugini, masih bisa dianggap orang Tionghoa. Sekalipun mukanya sangat hitam Papua dengan rambut keriting dangdut. Akan tetapi bapaknya asli Hokien. Sebenarnya, dari ciri-ciri fisik si Chan itu sudah bukan Tionghoa lagi. Inilah yang saya sebut “pengrusakan genetik Tionghoa”. Nah, sedangkan anak-anak dari perempuan Tionghoa yang kawin dengan Fankui (non-Tionghoa lainnya) tidak dapat lagi disebut sebagai Tionghoa walau fisiknya mungkin mirip ras kuning. Karena mereka tetap saja tak punya marga. Terlepas dari selera Amoi autis gila yang doyan kulit gelap itu sendiri, saya sering bertanya mengapa mereka masih mau juga pacaran-pacaran dengan golongan yang memperkosa sedemikian banyak perempuan Tionghoa dan membunuh orang Tionghoa saat insiden rasis Anti Tionghoa Mei 1998? Apa “selera” dan “egoisme pribadi” lebih layak ditempatkan di atas “martabat kehormatan komunitas Tionghoa”?

“TASAWUF itu RUHnya ISLAM”

Since: Jan 12

Location hidden

#20 Jan 13, 2013
Islam mereka serang..

Muhammadiyyah mereka serang...

Muslim dan ulama Indo ..juga mereka serang ...

Ulama malon ..juga di serang ..

Sampai FPI juga mereka serang ...

NU mereka serang ..

Kejawen mereka serang ..

Hindu mereka serang ..

Minang mereka serang ...

Padang mereka serang ..

Aceh mereka serang ...


1001 nick , 1001 karakter , 1001 sandiwara , monolog , 1001 cara-cara licik !

INI CARA LICIK PARA BANGSAT INI , MALAH DI BUKA SENDIRI :

http://m.topix.com/forum/world/malaysia/TCNC9...

*** indog: STRATEGI PERANG DALAM DUNIA TOPIX ***

I
I
I
I
Dari thread ini juga memperjelas , bahwa provokator di forum ini ,pembenci islam ,pembenci jawa dan melayu (pribumi)

ADALAH CINO

PENDATANG HARAM

“Urip iku Urup”

Since: Nov 12

Lodoyo, Jawa Timur, Indonesia

#21 Jan 13, 2013
Panjang amat,,...

Hadewh......

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 9
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
Sriwijaya sudah terbukti berpusat dan bermula d... 5 min Bravoer 1,184
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 11 min oke 99,301
Jokowi PIDATO , Dunia Berdecak KAGUM ada yang I... 13 min kahkahkah 780
AHOK CINA JANGAN COBA2 BUBARKaN FPI 25 min m taufik 53
KESIAN, INDONESIA DIPIMPIN Oleh DEWA BADUT JOKOWI 52 min Garuda atjeh 4,197
Malaysian Chinese HARUS dipanggil TIONGHOA 1 hr HANZIP_RONDA 1
terungkapnya fakta besar kebohongan islam (Jun '12) 1 hr MAULANA 1,481
Saya baby mila , cewek bispak (Apr '08) 4 hr apa lho 13,375
More from around the web