|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Gw...ngerasa ada yang aneh dengan masuknya UGM dalam peringkat Universitas Terbaik.
Dengan 75% kursi penerimaan Mahasiswa Baru melalui jalur seleksi mandiri (UM) dan Jalur Khusus (Uang bukan Otak). Sedangkan yang melalui jalur SPMB hanya 25% saja.
Dilihat dari Mahasiswa yang kena DO pun relatif lebih sedikit dibandingkan ITB, UI, serta IPB. ITB tahun ini men-DO 174 orang Mahasiswanya, sebagian besar Mahasiswa yang kena DO adalah Mahasiswa yang masuk melalui jalur seleksi mandiri (USM). Apakah UGM juga berani men-DO Mahasiswanya sebanyak itu, terutama Mahasiswa yang masuk melalui jalur khusus?
Dilihat dari Passing Grade SPMB tahun 2006 pun. Passing Grade Mahasiswa yang diterima di UGM ga ada yang masuk 10 beasr passing grade tertinggi. ITB (5 orang), UI (4 orang), dan Unand (1 orang).
Jika dilihat komposisi Mahasiswa UGM seperti itu, gw jadi sangsi akan predikat UGM sebagai salah satu Universitas Terbaik di dunia bahkan di Indonesia sendiri.
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Bisa aja UGM cuma dimasuk-masukin dalam peringkat dunia.
Caranya: - beri bonus pada penilai.(Bisa aja donk...kan sebagian besar pejabat Indonesia adalah Jawa. Mereka ga mau kehilangan muka sebagai bangsa terbesar di Indonesia)
-Peace ^_^ cuma terkaan-
|
|
mawar
Surabaya, Indonesia
|
Amien Rais wrote: Bisa aja UGM cuma dimasuk-masukin dalam peringkat dunia. Caranya: - beri bonus pada penilai.(Bisa aja donk...kan sebagian besar pejabat Indonesia adalah Jawa. Mereka ga mau kehilangan muka sebagai bangsa terbesar di Indonesia) -Peace ^_^ cuma terkaan- Bang Cara menilaimu mirip Malon tanpa dukungan data hanya halusinasimu saja
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
mawar wrote: <quoted text> Bang Cara menilaimu mirip Malon tanpa dukungan data hanya halusinasimu saja Jangan marah donk...mbak, kalo mbak ga ngerasa sebagai oknumnya.^_^ Oya...sedikit koreksi aja, bahwa orang Jawa yang dimaksud disini adalah hanya sebagian aja kok (Oknum2`y yang ada di pemerintahan aja). Gw sadar kok banyak jg orang Jawa yang baik2. Gw punya banyak temen orang Jawa.
|
|
Since: Nov 07
Jakarta, Indonesia
|
Please wait...
Amien Rais wrote: <quoted text> Jangan marah donk...mbak, kalo mbak ga ngerasa sebagai oknumnya.^_^ Oya...sedikit koreksi aja, bahwa orang Jawa yang dimaksud disini adalah hanya sebagian aja kok (Oknum2`y yang ada di pemerintahan aja). Gw sadar kok banyak jg orang Jawa yang baik2. Gw punya banyak temen orang Jawa. oo kamu ketahuan kau ini malon ga salah lagi....
|
|
BAHLUL
Surabaya, Indonesia
|
TAK APALAH sdr AR, posting anda bagus kok. teruslah, tapi mohon dukungan data yg valid.
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Konfirmasi: Postingan gw yang ke-2 emang asal alias terkaan doank, tapi posting yang pertama betulan loooh.
Jangan marah lagi ya...kan forumer Indonesia suka ngomong, "Disini forum bebas u/ mengeluarkan pendapat bro."
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Oya...pernah nonton The Scholar Indonesia pertama ga? Itu tuh acara yang ada di Metro TV.
Gw ga nyangka kalo perwakilan UGM tersisih di babak2 awal. Gw jadi semakin sangsi sama predikat UGM, sebagai salah satu Universitas terrbaik.
|
|
|
Dexter aka Wekz
Norway
|
Halo Mas Amien,,selamat datang di forum ini,,^_^ Yup,setiap orang berhak berpendapat...dan kami juga sangat menghargai pendapat-pendapat bagus yang memberi kontribusi,dan beserta bukti... Terimakasih atas postingan-nya yg no. 1.. Saya penasaran neyh,,boleh tau gak siapa2 saja (nama) 10 calon mhs yg berpassing grade terbaik thn 2006 itu?? erm,,jika Anda tidak keberatan,dimana saya bisa mengakses informasi ini? Thx ya...:) Amien Rais wrote: ...
Dilihat dari Passing Grade SPMB tahun 2006 pun. Passing Grade Mahasiswa yang diterima di UGM ga ada yang masuk 10 beasr passing grade tertinggi. ITB (5 orang), UI (4 orang), dan Unand (1 orang).
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Oya...gw punya dukungan atas postingan yang ke-2
Amien Rais adalah Guru Besar, sekaligus Alumni UGM. Dia pernah ngaku kalo dia pernah dapet yang namanya Bonus dari Departemen Kelautan Indonesia.
Kamu tau itu kan? Itu tu yang jadi masalah Amien Rais vs SBY beberapa bulan lalu.
Terus Dana`y kemana? KPK bilang sih buat kampanye 2004 lalu. Tapi media di Indonesia bilang dana yang dijadiin sebagai dana kampanye itu cuma 65%-nya aja.
Loh kalo gitu kemanain sisa`y ya?
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Dexter aka Wekz wrote: Halo Mas Amien,,selamat datang di forum ini,,^_^ Yup,setiap orang berhak berpendapat...dan kami juga sangat menghargai pendapat-pendapat bagus yang memberi kontribusi,dan beserta bukti... Terimakasih atas postingan-nya yg no. 1.. Saya penasaran neyh,,boleh tau gak siapa2 saja (nama) 10 calon mhs yg berpassing grade terbaik thn 2006 itu?? erm,,jika Anda tidak keberatan,dimana saya bisa mengakses informasi ini? Thx ya...:)<quoted text> Boleh, tentu saja pak!! silakan bapak liat di Bimbel2 yang ada di Indonesia. Bimbel=Bimbingan Belajar Jika saya harus sebutkan namanya satu2, saya lupa pak. Maaf ya pak. Terima Kasih ^_^
|
|
Sony
Jakarta, Indonesia
|
Amien Rais wrote: Oya...gw punya dukungan atas postingan yang ke-2 Amien Rais adalah Guru Besar, sekaligus Alumni UGM. Dia pernah ngaku kalo dia pernah dapet yang namanya Bonus dari Departemen Kelautan Indonesia. Kamu tau itu kan? Itu tu yang jadi masalah Amien Rais vs SBY beberapa bulan lalu. Terus Dana`y kemana? KPK bilang sih buat kampanye 2004 lalu. Tapi media di Indonesia bilang dana yang dijadiin sebagai dana kampanye itu cuma 65%-nya aja. Loh kalo gitu kemanain sisa`y ya? Lha tauuuuk....., emangnya gue pikirin. Tanya sama diri sendiri aja. Bego lu? Di sini selain kamu sendiri siapa juga yg tahu. Nanya aja sama diri sendiri, kan elo yg AR. Kurang kerjaan nih. Jgn ganggu orang lagi mau maki-makin maling nih.
|
|
Since: Nov 07
Jakarta, Indonesia
|
Please wait...
pejuh badawi wrote: <quoted text> oo kamu ketahuan kau ini malon ga salah lagi.... musang bebulu babi ...????
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Pokoknya salah satu`y bernama Fatwati Okty Hapsari (STEI-ITB), alumnus SMAN 1 Serang.
Chayoo Okty!! Kamu selalu cantik hari ini ^_^
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Ralat Posting yang atas.
Kamu selalu cantik tiap hari.
|
|
Fu Lie
Jakarta, Indonesia
|
Amien Rais wrote: <quoted text> Boleh, tentu saja pak!! silakan bapak liat di Bimbel2 yang ada di Indonesia. Bimbel=Bimbingan Belajar Jika saya harus sebutkan namanya satu2, saya lupa pak. Maaf ya pak. Terima Kasih ^_^ Kamu mahasiswa dari malingsia yang kuliah kedokteran di YK kan? Gue tahu, kamu kan termasuk yang seharusnya masuk daftar DO kan? Ngapain kamu di JKT? Oh, malu balik ke malingsia karena udah di-DO ya. Mulutmua bau!!!
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Fu Lie wrote: <quoted text> Kamu mahasiswa dari malingsia yang kuliah kedokteran di YK kan? Gue tahu, kamu kan termasuk yang seharusnya masuk daftar DO kan? Ngapain kamu di JKT? Oh, malu balik ke malingsia karena udah di-DO ya. Mulutmua bau!!! Sok tau looo!! Gw di Bandung ontohoooood!!
|
|
“Headless-Lineles s”
Since: Dec 07
Kuta, Lombok
|
Please wait...
Untuk yang ini saya nggak bisa komen banyak, dan sebelumnya saya juga sudah posting di thread lain tentang adanya berbagai versi mengenai rangking-rangking semacam ini. Mungkin di antara forumer ada yang memiliki data valid tentang hal ini? Sumber-sumber yang memberi peringkat di internet tersebut juga bukan situs dari lembaga-lembaga penelitian mainstream. Satu-satunya pemeringkatan yang bisa dianggap lebih valid adalah yang dibuat oleh Asiaweek pada era '96/97-an. Tapi sayang sekali saya tidak ingat dengan pasti ia ada di peringkat keberapa Asia(antara 35-50) karena waktu itu saya masih belum kuliah. Saat itu hanya ada 3 universitas di Indonesia yang masuk 100 top Asia.
Pada periode itu UGM masih belum berstatus BHMN sehingga hanya menerima mahasiswa melalui SPMB, PBUD, PBAD dan program beasiswa lainnya yang porsinya tidak melebihi 25%(mohon dikoreksi) dengan rasio persaingan di jalur SPMB tidak kurang dari 1:30 (saya tidak tahu apakah ini tergolong lumayan/atau rendah) untuk masing-masing program studi (mohon dioreksi). Setelah 11 tahun berlalu dan dengan status baru yang memberi peluang untuk membuka jalur rekruitmen yang memiliki nilai keuangan, memang sudah dapat diperkirakan akan adanya konsekwensi berupa penurunan kualitas. Tapi penurunan peringkat dari "35-50" ke 95 menurut saya adalah sebuah penurunan yang "masuk akal". Apakah dengan perubahan sistem rekruitment tersebut kita baru akan percaya apabila peringkatnya terjun bebas ke 150?
Lagipula peringkat-peringkat semacam itu tidak dibuat semata-mata berdasarkan performance mahasiswa pada suatu periode penilaian saja (mahasiswa selalu datang dan pergi), tapi juga dengan mempertimbangkan kinerja lembaga tersebut, baik dari segi manajemen yang meliputi SDA (pengajar dan pegawai, fasilitas, rasio dosen dengan mahasiswa, dan lain sebagainya.
Sorry, saya sama sekali bukan ahli pendidikan.
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Elgynn wrote: Untuk yang ini saya nggak bisa komen banyak, dan sebelumnya saya juga sudah posting di thread lain tentang adanya berbagai versi mengenai rangking-rangking semacam ini. Mungkin di antara forumer ada yang memiliki data valid tentang hal ini? Sumber-sumber yang memberi peringkat di internet tersebut juga bukan situs dari lembaga-lembaga penelitian mainstream. Satu-satunya pemeringkatan yang bisa dianggap lebih valid adalah yang dibuat oleh Asiaweek pada era '96/97-an. Tapi sayang sekali saya tidak ingat dengan pasti ia ada di peringkat keberapa Asia(antara 35-50) karena waktu itu saya masih belum kuliah. Saat itu hanya ada 3 universitas di Indonesia yang masuk 100 top Asia. Pada periode itu UGM masih belum berstatus BHMN sehingga hanya menerima mahasiswa melalui SPMB, PBUD, PBAD dan program beasiswa lainnya yang porsinya tidak melebihi 25%(mohon dikoreksi) dengan rasio persaingan di jalur SPMB tidak kurang dari 1:30 (saya tidak tahu apakah ini tergolong lumayan/atau rendah) untuk masing-masing program studi (mohon dioreksi). Setelah 11 tahun berlalu dan dengan status baru yang memberi peluang untuk membuka jalur rekruitmen yang memiliki nilai keuangan, memang sudah dapat diperkirakan akan adanya konsekwensi berupa penurunan kualitas. Tapi penurunan peringkat dari "35-50" ke 95 menurut saya adalah sebuah penurunan yang "masuk akal". Apakah dengan perubahan sistem rekruitment tersebut kita baru akan percaya apabila peringkatnya terjun bebas ke 150? Lagipula peringkat-peringkat semacam itu tidak dibuat semata-mata berdasarkan performance mahasiswa pada suatu periode penilaian saja (mahasiswa selalu datang dan pergi), tapi juga dengan mempertimbangkan kinerja lembaga tersebut, baik dari segi manajemen yang meliputi SDA (pengajar dan pegawai, fasilitas, rasio dosen dengan mahasiswa, dan lain sebagainya. Sorry, saya sama sekali bukan ahli pendidikan. Ya saya setuju dengan kamu, saya kira posting kamu ga ada yang salah.^_^ ITB, UI dan IPB pun memberlakukan jalur seleksi mandiri, tapi 3 perguruan tinggi BHMN ini konsisten dengan tingkat standar kualitasnya. Ga salah kalo rata2 tiap taun Mahasiswa yang kena DO terbilang cukup tinggi.
|
|
Since: Dec 07
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Universitas Andalas (Unand) sedang bersiap-siap menyodok peringkat UGM bro
^_^
Saya sokong Unand sebagai Universitas Terbaik di Indonesia.
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|