indonesia hati hatilah kerjasama dalam pembuatan alutsista

Posted in the Malaysia Forum

Comments
1 - 20 of 75 Comments Last updated Mar 28, 2013
First Prev
of 4
Next Last
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
Jul 25, 2012
 
Kesalahan Akuisisi Alutsista: KF-X, Elang Salah Asuhan
==========

PROYEK KF-X
==========
KF-X adalah proyek Korea Selatan membuat fighter baru pengganti F-4, F-5, dan F-16. KF-X yang diharapkan beroperasi tahun 2021 ini direncanakan memiliki keunggulan:

Spesifikasi lebih baik daripada F-16
Jet twin engine dengan thrust vectoring (arah jet bisa diatur sehingga gerak pesawat lebih lincah)
Semi-stealth, dengan rudal di dalam body pesawat
Jika terwujud, maka KF-X akan diberi nama F-33, yaitu pesawat dengan kemampuan diatas F-16, tetapi masih dibawah F-35. Mengikuti penamaan AS sebagai sumber teknologi utama Korea Selatan.

Korea Selatan merencanakan biaya pengembangan adalah USD 5 miliar, dengan 40% ditanggung oleh 2 negara lain. Disini rencananya Indonesia dan Turki ikut serta, masing-masing menanggung 20%, yaitu USD 1,8 miliar.

Rencananya, Indonesia akan mendapat imbalan berupa 50 pesawat KF-X, yang rencananya cukup canggih:

Disain KF-X sendiri masih di pertandingkan antara Boeing, Lockhead Martin, dan Eurofighter.
Mesin jet: EJ200 dari Eurojet atau F414 dari General Electric
Radar AESA (Active Electronically Scanned Array).
Targeting system, infrared search and track sensor.
Formula material serap radar.
Conformal weapons bay: rudal disimpan di dalam tubuh pesawat. Teknologi ini sudah dimiliki Korea Selatan dengan keterlibatan merakit komponen F-15 Silent Eagle.
Persenjataan pun rencananya akan di buat sendiri:

Rudal udara ke udara jarak pendek akan dikembangkan dari LIG Nex1 Shin-Gung, rudal SAM panggul
Rudal udara ke udara jarak menengah
Rudal udara ke permukaan
Rudal kendali presisi
Rudal kendali GPS (KGGB) 226kg, dikembangkan dari Boeing JDAM

(bag1)
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
Jul 25, 2012
 
Bagaimana cara Korea Selatan membangun fighter begitu canggih ?

Begini. Korea Selatan sudah lama mendapat kontrak ikut membangun F-16, sehingga teknologinya sudah dikuasai. Bahkan Korea Selatan sudah membangun jet tempur latih, yang antara lain dibeli Indonesia.

DAPA (Defense Acquisition Program Administration) Korea mengadakan tender pembelian 60 fighter baru. Menggantikan skuadron F-4 Phantom lama. Beda dengan di Indonesia, dimana pembelian mendadak terjadi, dan biasanya dengan alasan hibah, atau perintah bapak, atau big-sale dari negara penjual, di Korea, DAPA menyusun 4 kriteria utama, dan 150 kriteria pendukung. Nama proyeknya F-X III.

Yang memenuhi adalah F-15 Silent Eagle dari Boeing, F-35 Lightning2 dari Lockheed Martin, dan Eurofighter Typhoon. Nah, disini dipercaya Korea Selatan akan menuntut agar si pemenang memberikan transfer teknologi stealth-nya untuk fighter KF-X.

Tentu masih banyak faktor lain yang perlu ditangani oleh Korea Selatan, seperti izin dari US dan Eropa untuk ekspor teknologi sensitif, dan bagaimana mengembangkan sendiri teknologi yang tidak bisa diperoleh.

Keraguan juga muncul mengenai berbagai teknologi canggih yang dijanjikan ikut serta. Radar AESA, misalnya, dikembangkan AS selama 10 tahun dengan biaya miliaran USD. Belum lagi sistem targeting, pengunci, penjejak infra merah, materi anti radar, sistem navigasi, dan lain sebagainya. Apalagi DAPA menjanjikan adanya riset persenjataan baru. Semua akan diwujudkan dalam waktu 7 tahun. Apakah rencana itu realistis ?

Keraguan Turki

Keterlibatan Turki dalam konsorsium KF-X masih menjadi tanda tanya besar. Turki menuntut kemitraan setara dengan Korea Selatan, yaitu 40%- 40%(dengan Indonesia 20%). Namun sejauh ini Korea Selatan menolak. Korea Selatan ingin tetap menjadi pemegang saham mayoritas, yaitu 60%.

Turki bisa saja membatalkan keterlibatan lalu membangun fighter dengan Swedia (tepatnya dengan Saab, produsen JAS 39 Gripen), atau bersama Brazil yang juga bernafsu membangun fighter sendiri, atau bergabung dengan konsorsium Eurofighter Typhoon (Italia, Jerman, Inggris, dan Spanyol), yang fighter-nya sudah jelas sekaliber F-35. Industri Turki cukup maju karena banyak terlibat dalam pembuatan komponen vital F-16, termasuk mesin jet-nya.

Beda dengan di Indonesia, dimana pejabat bisa langsung menentukan pilihan secara “ghoib”, di Turki, 40 staf AU diperintahkan mempelajari pilihan tersebut, dengan kesimpulan yang baru akan diambil tahun 2013.

Turki masih memiliki pilihan meningkatkan order F-35, dari rencana semula 100 pesawat, dan menunda rencana membangun fighter sendiri. Pabrik mesin jet F-35 pun rencananya dibangun di Turki.

(bag2)
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
Jul 25, 2012
 
Perbedaan Fokus Pengembangan

Korea Selatan memiliki fokus pengembangan fighter yang jauh berbeda dibandingkan Indonesia. Perbedaan ini mengakibatkan fighter yang dihasilkan sangat kurang bermanfaat bagi Indonesia. Dalam kondisi dimana KF-X direncanakan menjadi tulang punggung pertahanan udara Indonesia (fighter terbanyak dengan jumlah 50 pesawat) maka yang terjadi adalah musibah.

Dari sisi geografis, Korea Selatan berbentuk satu daratan yang efisien dijaga oleh fighter kecil dengan radius tempur 750km (asumsi peningkatan 50% dari radius tempur F-16). Pada geografis Korea Selatan, fighter tidak perlu membawa terlalu banyak senjata karena bisa kembali ke pangkalannya untuk dipersenjatai kembali.

(bag3)
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
Jul 25, 2012
 
Basic Stealth

Korea Selatan berada dalam status perang dengan Korea Utara sejak genjatan senjata tahun 1953. Postur fighter yang ideal bagi Korea Selatan adalah yang memiliki kemampuan ofensif tinggi, karena itu kemampuan stealth sangat penting bagi Korea Selatan. Korea Utara sendiri tidak memiliki kemampuan tangkal stealth yang memadai karena keterbatasan dana dan teknologi, sehingga fighter stealth akan menjadi keunggulan besar bagi Korea Selatan.

Berbeda dengan Indonesia yang pada dasarnya negara damai, tanpa permusuhan militer. Postur TNI AU adalah postur defensif, untuk mengawal 17.000 kepulauan nusantara dengan alur laut Indonesia dan 200 mil ZEE. Kemampuan yang dibutuhkan oleh fighter kita adalah kemampuan terbang jauh, mengudara dalam waktu lama, dan kemampuan membawa banyak senjata sehingga dengan sedikit lanud militer, fighter bisa beroperasi di wilayah yang luas.

Lagi pula “stealth” dalam konteks KF-X sama sekali tidak bermakna bagi Indonesia, bukan hanya karena postur TNI bersifat defensif. Stealth adalah kemampaun fighter untuk tidak/sulit terlihat di radar yang ada hari ini. Dengan trend stealth, pada 2020, semua radar moderen sudah memiliki kemampuan anti stealth yang dapat melihat dan menembak pesawat tersebut. Lalu apa gunanya membayar lebih untuk kemampuan stealth yang tidak berguna ?

Jawabnya, bagi Korea Selatan tetap berguna, karena radar Korea Utara hari ini sama dengan radar tahun 1953, dan dipastikan tahun 2020 juga masih sama. KF-X akan mampu dengan mudah menyerbu Korea Utara tanpa terdeteksi radar. Berbeda dengan Indonesia, yang dikelilingi radar moderen Australia di Selatan, lalu AEW Singapura, Malaysia, dan Thailand di Utara, AWACS armada Pasifik berkeliaran di alur laut, armada RRC mengancam di Laut Cina Selatan, semua memiliki kemampuan anti-stealth. Untuk ke Timor Leste atau ke Papua Nugini tidak ada gunanya mengirim fighter, harga rudal-nya lebih mahal daripada sasaran yang akan ditembak.

Buat Indonesia mubazir melakukan riset fighter stealth, lebih mubazir lagi membeli 50 fighter dengan kemampuan stealth-basic. Yang dibutuhkan justru riset radar anti fighter stealth sekelas F-35 yang akan menjadi fighter utama Australia dan Singapura dalam waktu dekat.

Ancaman Embargo

Status Korea Selatan sebagai sekutu dekat AS memungkinkan negara tersebut mengandalkan teknologi persenjataan AS dan NATO. Berbeda dengan Indonesia dimana embargo sudah berulang kali mematikan kemampuan tempur alutsista. Hingga hari ini TNI tidak memiliki kemampuan tempur moderen. Independensi alutsista, setidaknya pemeliharaan dan persenjataan (peluru, rudal, update software, dsb) harus menjadi pertimbangan penting dalam setiap akuisisi alutsista. Disain KF-X yang tidak sesuai dengan kepentingan Indonesia dapat mengakibatkan 50 KF-X Indonesia tidak dapat beroperasi seperti F-16 dulu.

Korea Selatan sudah merencanakan pengadaan F-35 sebagai fighter superioritas udara utama. Dengan demikian posisi KF-X dalam AU Korea Selatan adalah sebagai secondary fighter. Berbeda dengan Indonesia, dimana 50 KF-X hanya ditemani Su-27/30, maka KF-X menjadi fighter utama dalam arsenal TNI AU. Perbedaan ini akan menyebabkan disain KF-X tidak sesuai untuk Indonesia.

Korea Selatan dapat bergantung pada rudal standar US seperti AMRAAM, HARM, Harpoon, dsb. Sementara Indonesia harus mencari kemampuan mandiri. Sekalipun proyek KF-X diumumkan akan membangun persenjataan sendiri, namun mengingat sempitnya masa pengembangan (7 tahun), dan kecilnya biaya, mengakibatkan pengembangan senjata sangat mungkin tidak dapat terwujud.

Dalam kasus embargo, Korea Selatan-pun tidak akan bisa mengirimkan alutsista ber-teknologi AS karena terikat dengan perjanjian. Jadi pengembangan bersama Korea Selatan tidak berbeda dengan pengembangan dengan AS.

Kalau keterlibatan dalam proyek KF-X dilanjutkan, sangat disarankan agar Indonesia menjadi sekutu AS, bersama dengan Korea Selatan. Dengan demikian kita bebas dari ancaman embargo.
(bag4)
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
Jul 25, 2012
 
Resiko besar, hasil tidak memadai
==========
Masa pengembangan yang hanya 7 tahun dinilai tidak realistis oleh berbagai pihak. Demikian pula dengan rencana anggaran USD 5 miliar dinilai tidak masuk akal. Setidaknya dibutuhkan dana USD 15 miliar untuk mencapai produksi pada 2020.

Dengan kondisi tersebut, dapat diramalkan produksi akan mundur 10 - 20 tahun, dan biaya akan membengkan 2 - 3x lipat. Belum lagi adanya resiko kegagalan proyek.

Mundurnya proyek 10 - 20 tahun ataupun pembatalan tidak akan berdampak pada AU Korea Selatan yang akan memiliki F-35. Tapi untuk Indonesia, dirgantara kita tidak terjaga karena anggaran 50 fighter terkunci pada riset KF-X. Dan kalau anggaran-nya membengkak, bisa-bisa Indonesia cuma kebagian 10 fighter karena tidak mampu menambah modal. Ingat F-35 yang realisasinya mundur bertahun-tahun, dan biaya per pesawat meningkat drastis ? Itu AS (Lockheed Martin) yang berpengalaman membuat pesawat tempur canggih.

Keterlibatan Indonesia dalam proyek KF-X adalah perjudian sembrono, yang tidak mengutamakan kepastian atas kepentingan pertahanan nasional. Korea Selatan adalah negara maju yang berkembang dengan sangat cepat. Indonesia butuh kerjasama militer dan ekonomi dengan Korea Selatan. Hanya saja bukan kerjasama pengembangan fighter. Kita butuh elang yang berbeda. Korea Selatan butuh Silent Eagle, Indonesia butuh Garuda, elang besar.

KF-X adalah fighter kecil sesuai untuk Korea Selatan, kebutuhan Indonesia fighter besar. Apapun hasilnya sudah pasti tidak sesuai dengan kebutuhan. Pembelian fighter kecil mengakibatkan Indonesia terjebak pada AU dengan 2 platform fighter yang diluar kesanggupan ekonomi kita.
Fokus pengembangan Korea Selatan berbeda dibanding kebutuhan Indonesia.
Saham 20% tidak memberikan alih teknologi kepada Indonesia, hanya membeli pesawat. Indonesia bukan partner setara. Ini sebabnya Turki mundur dan mempelajari ulang.
KF-X memiliki 4 kemungkinan hasil:
Jika selesai tepat waktu 7 tahun sesuai anggaran USD 50 mio, berarti hanya rakitan dari teknologi AS. Tidak ada real research yang hasilnya bisa diperoleh Indonesia. Semua teknologi AS subject to peraturan re-export, sehingga alih teknologi harus seizin AS. Artinya kalaupun ada teknologi yang diberikan tidak ada kaitannya dengan KF-X, melainkan semata kebaikan AS. Sewaktu-waktu Indonesia di embargo AS, Korea Selatan tidak akan bisa mengirimkan material.
Jika riset dilakukan serius untuk berbagai teknologi, penyelesaian akan molor, dan anggaran membengkak. Karena tidak mampu menambah modal untuk kepemilikan saham 20%, terpaksa pesawat KF-X yang diterima hanya sedikit.
Jika gagal, misalnya AS menolak memberikan izin ekspor teknologi sensitif karena khawatir, uang hilang dalam jumlah besar.
Hasilnya jet tempur abal-abal, tanpa teknologi yang dijanjikan.
Sedangkan pada saat ini ada beberapa alternatif platform fighter besar, generasi baru, sudah jelas hasilnya, yang bisa di alih-teknologi-kan, dan bisa dimodifikasi dan dikembangkan sendiri (riset) sesuai kebutuhan Indonesia. Jadi pilihan KF-X adalah pilihan yang salah.

Lebih Baik Cerai daripada Aborsi
==========
Melihat perbedaan-perbedaan fokus pengembangan diatas, kalaupun kemudian ke-50 KF-X tersebut datang, dapat dipastikan bukan fighter yang dibutuhkan oleh Indonesia. Dan kembali, pertahanan dirgantara tidak terjaga secara optimal. KF-X yang datang menjadi F-33 Elang Salah Asuhan, dikembangkan bukan untuk kondisi Nusantara.

Dengan kemampuan komitmen dana USD 1,8 miliar, ada banyak cara lain mengembangkan kemandirian alutsista tempur udara Indonesia. Banyak cara yang lebih kreatif, jitu, memberi kepastian, efisien, dan efektif. KF-X adalah cara yang salah.

Mumpung belum jauh melangkah, baru USD 18 juta yang keluar, sebaiknya Indonesia segera keluar dari konsorsium KF-X. Lebih baik cerai daripada aborsi.

(bag5)
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
Jul 25, 2012
 
Catatan revisi
==========
12/07/2012 - Tabel fokus pengembangan di revisi, karena kecepatan maksimum terkait afterburner hanya digunakan untuk:

Menghindari rudal (evasive manuever)
Mengejar fighter lawan
Mencapai posisi dengan cepat (jarang digunakan karena umumnya afterburner sangat tidak efisien)
Analisa sebelumnya terkait poin kedua dan ketiga diatas, dan luas geografi. Namun berdasarkan diskusi, diyakini bahwa faktor kecepatan maksimum tidak menjadi fokus pengembangan.(thanks to Bhaskoro Aji Wibowo).

Agar pembaca baru tidak bingung membaca diskusi maka aspek yang di revisi tidak dihapus, hanya ditandai untuk diketahui histori nya dan kaitan dengan diskusi

(abis)

*kompasiana*
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
Jul 25, 2012
 
GIMANA KALAU SEWAKTU WAKTU TERJADI PECAH PERANG KOREA UTARA VS KOREA SELATAN......???
URUSANNYA TEKOR DEH DUIT RAKYAT..........he..he..he
Haji Muhammad Abdullah

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
Jul 25, 2012
 
Pemerintah Indonesia sebaiknya bekerja sama dengan Pemerintah IRAN dan Pemerintah Pakistan untuk membuat alat alat militer yang cukup canggih, bukan dengan Korea Selatan
Judas Kiss

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
Jul 25, 2012
 
Nyimak...
rezim najib najis

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
Jul 25, 2012
 
prototipe sudah jadi liat di blog militer indonesia
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
Jul 25, 2012
 
rezim najib najis wrote:
prototipe sudah jadi liat di blog militer indonesia
ia tau.....?? lihat basic stealth bagian 4..........thx
Agent123

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#13
Jul 25, 2012
 
ha ha ha thread mudy kompasiana orang gila dicopy paste untuk Indonesia tidak semua pesawat itu harus heavy fighter (karena indonesialuas )perlu juga yang light dan medium fighter untuk workhorse.
Kasus kfx diposisikan sebagai medium fighter jadi nanti ada heavy fighter kemungkinan su 35 bm Kalau Indonesia diibaratkan sebuah rumah tangga mobil tdk harus semuanya mercy ferrari atau BMW untuk angkut barang mungkin perlu truck kalau pergi kerumah pacar memakai mobil Mercy/BMW kalau ke pasar pakai sepeda motor berolah raga pakai sepeda begitu lah seharusnya.
Kamu hanya copy paste saja ngak pernah bisa analisa
Agent123

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#14
Jul 25, 2012
 
jangan ikut ikuatan malon orang banggang sudah punya meko beli pulak gowind saya ibaratkan sudah beli ferrari ping beli lagi Mercedes kwang kwang kwang buat patroli mana pakai Gowind???? mending indonesia buat patroli pakai fpb 60 m Palindo atau Pal baru kalau untuk berperang yg maju yg kelas berat Sigma
TORA SUDIRO

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#15
Jul 25, 2012
 
NAJWA_ TUKANG BOHONG

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#16
Jul 25, 2012
 
Agent123 wrote:
ha ha ha thread mudy kompasiana orang gila dicopy paste untuk Indonesia tidak semua pesawat itu harus heavy fighter (karena indonesialuas )perlu juga yang light dan medium fighter untuk workhorse.
Kasus kfx diposisikan sebagai medium fighter jadi nanti ada heavy fighter kemungkinan su 35 bm Kalau Indonesia diibaratkan sebuah rumah tangga mobil tdk harus semuanya mercy ferrari atau BMW untuk angkut barang mungkin perlu truck kalau pergi kerumah pacar memakai mobil Mercy/BMW kalau ke pasar pakai sepeda motor berolah raga pakai sepeda begitu lah seharusnya.
Kamu hanya copy paste saja ngak pernah bisa analisa
betul.....kan dibagian akhir sdh di tulis kompasiana,..min sebagai banding dari sini kita bisa didebatkan...contoh..::
anda ngak bisa samakan/ibaratkan rumah tangga,...ini uang rakyat untuk di gunakan seefisien mungkin.....
kita mulai yah..no 1.SANGAT TIDAK TEPAT INDONESIA MEMBUAT KFX DENGAN KOREA SELATAN,,...walau dengan T.O.T.....he..he..he
Future

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#17
Jul 25, 2012
 
Pengamatannya bagus juga bung, tapi ada 1 hal yg tidak nt copy...
Tujuan RI dalam proyek KFX/IFX/F-33, agar industri militer INDONESIA nantinya mampu membuat alutsista dibidang pesawat tempur sendiri.
Itu 1 hal penting yg menjadi tujuan, soal Rudal, Stealth, bla-bla-bla... Itu zi No 2, karena yg namanya kualitas produk itu 'bisa ditingkatkan'.
Yang terpenting,
'bisa tidak kita membuat produknya (pswt tempur)'
Untuk pesawat komersil_ sudah dari dulu...
Untuk pesawat tempur_ ini waktunya, harus kapan lagi...
Jaya TNI
Jaya INDONESIAKU.....
Agent123

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#18
Jul 25, 2012
 
tdk tepatnya darimana indonesia sumbang usd 1,8 billion dapat 50 pesawat ipesawat cuma usd 36 juta setara dengan f16 blok 60 murah sekaliii belum lagi ilmu engineeringnya 1,8 tdk uang semua pengiriman SDM ke korsel juga bagian dari usd 1,8 billion
Kilo - Class

Tulungagung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#19
Jul 25, 2012
 
Maaf bro......Analisa KFX salah asuhan sudah pernah dibahas di forum militer, bahwa analisa dari bro mudhy itu merupakan analisa asal2an.
Kilo - Class

Tulungagung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#20
Jul 25, 2012
 
NAJWA_ TUKANG BOHONG wrote:
<quoted text>
betul.....kan dibagian akhir sdh di tulis kompasiana,..min sebagai banding dari sini kita bisa didebatkan...contoh..::
anda ngak bisa samakan/ibaratkan rumah tangga,...ini uang rakyat untuk di gunakan seefisien mungkin.....
kita mulai yah..no 1.SANGAT TIDAK TEPAT INDONESIA MEMBUAT KFX DENGAN KOREA SELATAN,,...walau dengan T.O.T.....he..he..he
maaf bro....dari analisa bro mudhy beranggapan bahwa KFX itu Fighter utama, sedang pihak pemerintah maupun korsel, KFX itu fighter kedua, bukan Main Fighter. istilahnya workhorse. jadi KFX itu nantinya fungsi di indonesia juga bukan sebagai Fighter Utama
Agent123

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#21
Jul 25, 2012
 
korea selatan cukup maju bro radar avionik buatan L1G nex1 (Aesa) Radome buatan volvo yang masih jadi masalah adalah engine apakah dari uerofighter sedang nego untuk tot 60% engine dari korea nantinya dari segi engine juga mandiri atau f1404 dari amerika tapi diam diam indonesia juga deal dgn france untuk gunakan engine snecma france.
Untuk meminimalisir resiko design menggunakan teknologi yang sudah ada dan dikuasai serta sistemnya modular jadi kalau satu subsistem pengembangannya mandeg masih ada alternatif lain un tuk pengembangan tdk seperti f35 mandeg 1 semuanya tertunda delay. baru nanti kfx batch II fully stealth banyak analisa mudy yang ngak tepat bro

Tell me when this thread is updated: (Registration is not required)

Add to my Tracker Send me an email

First Prev
of 4
Next Last
Type in your comments below
Name
(appears on your post)
Comments
Characters left: 4000

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

366 Users are viewing the Malaysia Forum right now

Search the Malaysia Forum:
Title Updated Last By Comments
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 4 min Firna 66,942
Siapa Saja Calon Menteri Kabinet Jokowi 5 min Rakyat Mengusulkan 2
^_^ YOGYA BUKAN KOTA PELAJAR tapi KOTA PELACUR... (Jul '13) 5 min petruk 175
Fakta:Budha,Kristen,hindu,yahudi curi ilmu islam 11 min Malon 2
Malaysia Airlines flight MH17 shot down over Uk... 11 min The ADELAIDEAN 598
JANGAN BANTAH !!! INI ALASAN KENaPA PRABOWO HA... 16 min TORA SUDIRO 1,757
terungkapnya fakta besar kebohongan islam (Jun '12) 20 min mangap 1,415
KPU telah MENETAPKAN 'BONEKA' sebagai Presiden ... 23 min Jendral Tanpa Kontol 86
FORUM LONTE/GIGOLO (Silakan Isi) (Jul '09) 28 min mDy Bandung 27,090
•••
•••