Posted in the Malaysia Forum
Comments
|
Jakarta, Indonesia |
Indonesia looks set to retain trophy
Taking aim:(Top) A participant takes aim at the 9th Bisam 2008. Picture: Courtesy of MinDef Hadi DP Mahmud BRUNEI-MUARA Thursday, November 6, 2008 THE 9th Brunei International Skill at Arms Meet (Bisam) officially ends today with title holders Indonesia looking set to retain the championship trophy previously won in 2005. The Indonesian National Armed Forces (TNI) produced fine displays of marksmanship throughout the Sultanate's premier regional shooting competition and left the competition trailing by a considerable margin, courtesy of its sharpshooters who managed to bag first place in eight out of 11 matches that have taken place so far. The Royal Brunei Armed Forces (RBAF) team "B" was the best performing team out of the three representatives for the Sultanate, bagging first place in two matches and the second spot in five matches (including stage two of the Pistol Match). RBAF team "A" managed to finish top of the table in stage one of the Pistol Match and bagged second and third place in five matches. The Royal Brunei Police Force, however, has not finished in the top three in any of the matches as yet and will be hoping to do so in today's final of the Rifle Falling Plate Solidarity Competition. Pvt Sugiono of Indonesia, LCPL Rosmandi of RBAF team "B" and SLD Herman of RBAF team "A" finished first, second and third respectively in the individual category of the Pistol Match, while Pvt Trisnarmanto and Sgt Saeful Bahri of Indonesia and WO2 Ibrahim of RBAF team "B" bagged first, second and third spot respectively in the individual category of the Rifle Match. The winners will be receiving their prizes in the presence of His Majesty Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah, the Sultan and Yang Di-Pertuan of Brunei Darussalam, the Minister of Defence and Supreme Commander of the RBAF, who is expected to attend today's closing ceremony. This year's Bisam was officially opened by His Royal Highness Prince Haji Al-Muhtadee Billah, the Crown Prince and Senior Minister at the Prime Minister's Office, and General of the RBAF, on October 29. His Royal Highness participated in a novelty pistol shoot event during the opening ceremony, where his Team Alpha won. Bisam, held every three years, first started in 1985. Seven countries participated in this year's competition, namely Cambodia, Australia, United Kingdom, Singapore, Indonesia, Malaysia and Brunei. The contingent composition were as follows: British Armed Forces: 22 Indonesian National Armed Forces: 32 Royal Cambodian Armed Forces: 9 Australian Defence Forces: 13 Singapore Armed Forces: 22 Malaysian Armed Forces: 22 An amendment made to this year's Bisam is a "slightly-leaner" composition of each participating team, said 9th Bisam co-chairman Colonel Pehin Datu Pekerma Jaya Mohd Tawih Abdullah, adding that, however, it will not in any way "affect the spirit of the competition for all participants to produce their finest efforts". The Royal Jordanian Armed Forces (RJAF) sent two of its personnel as observers to this year's meet. A member of the Jordanian contingent, Major Mousa Al-Nasrat, said that the RJAF was invited by the RBAF Commander to participate this year but was unable to attend the 9th Bisam coordination meeting last August and hence could not join. Major Mousa Al-Nasrat said that the Jordanian military has a shooting meet of its own but that Bisam is different in many ways in terms of weapons used, range and distance of targets. Colonel Pehin Datu Pekerma Jaya Mohd Tawih Abdullah has expressed his aspiration for future Bisams to be participated by all Asean nations and in turn make it one of the biggest events of this kind in the region. The Brunei Times |
|
Jakarta, Indonesia |
pake senapan SS2 buatan Indonesia, M4 Malaysia buatan US terbukti tidak menang :)
http://www.mindef.gov.bn/bisam2008/components... baju lusuh karena sering latihan terbukti meningkatkan skill TNI http://www.mindef.gov.bn/bisam2008/components... semua medal dibawa pulang. mana ATM?? Mana??? http://www.mindef.gov.bn/bisam2008/components... |
|
Kubang Kerian, Malaysia |
Yusron Ihza Mahendra: TNI Bisa Terancam Tak Punya Alutsista
Rabu, 06 Februari 2008 09:34 Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Yusron Ihza Mahendra, berpendapat, jika usulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengandangkan semua Alutsista tua jadi kenyataan, TNI terancam bisa tak punya persenjataan strategis, dan ini amat berbahaya bilamana mendadak negara menghadapi keadaan darurat. "Soalnya, lebih separuh bahkan hampir semua dari Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) milik TNI itu sudah tua. Tetapi, saya menghargai ide presiden untuk melakukan larangan itu. Idenya amat bagus dan saya pun setuju. Tetapi, ide bagus bukan berarti ide itu bisa diterapkan sekonyong-konyong, tanpa perhatikan timing dan situasi," katanya. Ia mengatakan itu, merespons pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya yang mengusulkan, Alutsista berusia lanjut harus dikandangkan, demi keamanan dan keselamatan. Presiden RI mengungkapkan itu, menanggapi kecelakaan yang dialami sejumlah kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena masih menggunakan Alutsista tua, terakhir menimpa pasukan Marinir TNI AL di Jawa Timur. Untuk upaya ke depan, Presiden Yudhoyono menambahkan, perlu pengadaan (Alutsista) dengan misalnya harus mengutamakan (produk industri) dalam negeri, atau dari negara yang tidak memberi syarat ketat. Lebih Separuh Tua Yusron Ihza Mahendra dari Fraksi Gabungan Bintang Pelopor Demokrasi itu berulang kali meyakinkan, lebih separuh Alutsista milik TNI berusia teknis sudah sangat tua. "Karenanya, penerapan ide itu, via larangan Presiden RI, membuat saya bingung. Maksud saya, karena lebih separuh Alutsista tua, maka sekarang ini kita mau pakai Alutsista apa," tanyanya. Dalam hal tank amfibi yang naas (milik Marinir TNI-AL) itu, menurut Yusron Ihza Mahendra, kita punya jenis sedemikian sekitar 60 buah lagi (buatan Rusia tahun 1962). "Nah, karena terlanjur dilarang, padahal kita belum punya pengganti, maka, apakah marinir-marinir kita tadi akan `nganggur` dan tidak latihan," tanyanya lagi. Hal seperti ini, demikian Yusron Ihza Mahendra, tentu akan dialami oleh angkatan lain (Angkatan Darat dan Angkatan Udara). "Saya lalu berpikir, kalau negara kita tiba-tiba dalam bahaya, lalu dengan apa kita mempertahankannya," katanya mengingatkan. Selanjutnya, menurutnya, untuk sekadar mengganti 60 buah tank tadi pun, tidaklah mudah, belum lagi jika memikirkan dananya. "Cari Alutsista murah, syarat ringan dan ready stock bukan urusan mudah. Jika mudah, tentu sudah lama dilakukan. Ide bikin senjata dalam negeri tentu bagus, tapi kita tidak bisa bangun dalam satu hari. Makanya, perlu pertimbangan dan perencanaan matang. Itulah sebanyak kami di DPR RI terus menagih janji pemerintah menyodorkan Rencana Strategi Pertahanan Negara," kata Yusron Ihza Mahendra.(*/cax) |
|
Jakarta, Indonesia |
Tentara Malaysia pakai rifle secanggih apapun tetap tidak bisa nembak ayam tidur :)
|
|
Melaka, Malaysia |
WAKAKAKAKAKA....UDAH TUA ALATANYA...BETUL LAA SEPERTI AKU KATA BESI BURUK UDAH PEROI..."menanggapi kecelakaan yang dialami sejumlah kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena masih menggunakan Alutsista tua, terakhir menimpa pasukan Marinir TNI AL di Jawa Timur." UDAH ADA YG KONYOL KERNA TENGGELAM....KALAU ATM HANYA PAKE PISAU AJA KASI RODOK ITU KAPAL KASI TENGGELAM.....BUAHAHAHAHA..... BETUL2 INDON GUBLOK....BAGUS BRO MAKLUMAT YG MEMALUKAN INDON NICHHH.... |
|
Pekanbaru, Indonesia |
Champion Yet To Be Revealed
Posted by Syahreen Metassan Wednesday, 05 November 2008 Binturan Range Gallery 1, 4th November 2008 – Standing proudly on the trophy table, the winning trophies shine dazzlingly captivating the attention of excited firers as the winners for yesterday events matches were to be announced. Yang Dimuliakan Pehin Datu Lailaraja Major General Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi bin Haji Md.Yussof, Commander of Royal Brunei Armed Forces was given an honour to present the medals and trophies for the respective matches. Indonesian team became the limelight of the day when they grabbed most of the medals and trophies. The prizes given away were for the overall individual and team categories. Rifle, Pistol, GPMG, Pehin, Dato, Pengiran, Cheteria, GPMG Falling Plate, Pistol Falling Plate, Rifle Falling Plate and Team Snap. Who will be the champion for the 9th BISAM? It will be revealed tomorrow in the closing ceremony. Dato Match - Team 1. Indonesia 2. Brunei B 3. Brunei A Pehin Match - Team 1. Indonesia 2. Brunei A 3. Brunei B Pengiran Match – Team 1. Indonesia 2. Brunei B and Malaysia Cheteria Match- Team 1. Indonesia 2. Singapore 3. United Kingdom GPMG Match – Team 1. Indonesia 2. Malaysia 3. Brunei B Team Snap Match 1. Indonesia 2. Brunei B 3. Brunei A Pistol Falling Plate Match 1. Indonesia 2. Singapore 3. Brunei A Rifle Falling Plate Match 1. Indonesia 2. Brunei B 3. United Kingdom GPMG Falling Plate Match 1. Singapore 2. Brunei B 3. Indonesia Pistol Match – Individual 1. PRVT Sugiono (Indonesia) 2. LCPL Rosmandi (Brunei B) 3. SLD Herman (Brunei A) Pistol Match – Team 1. Brunei B 2. Brunei A 3. Indonesia Rifle Match – Individual 1. PRVT Trisnarmanto (Indonesia) 2. SGT Saeful Bahri (Indonesia) 3. WO2 Ibrahim (Brunei B) Rifle Match – Team 1. Indonesia 2. Brunei B 3. Brunei A hahahaha hahahahha malingsia kalah ama brunei ??? kakakoakokaookakoa kakoakoakoaaakoako ngapain aja tentera dirajam lo tu? ngumpulin ransum ya ...? okaokaokakoakakokaoaokokaokaka o |
|
Melaka, Malaysia |
iyyalah...tp kalau pakai senjata tua, mau tembak ayam pun rasanya ayam itu pun bole elak dari kena peluru TNI muakakakakaka hakhakhakhak |
|
Jakarta, Indonesia |
ya ampun, sama propinsi kecil seperti brunei aja ATM kalah semua :) kemana matanya ???? |
|
Jakarta, Indonesia |
Apa itu ATM ? Anjing Tempur Malaysia ? Hehehe... |
|
Kubang Kerian, Malaysia |
Jumat, 10 Oktober 2008
Yang Ada Uzur, Beruntung Ketahuan Rusak Tiap Mau Terbang Ultah TNI, Danrem Berharap "Kado" Helikopter Panjangnya bentang kawasan perbatasan yang harus dijaga aparat TNI di di wilayah Kaltim, tetap mendapatkan perhatian khusus Komandan Komando Resort Militer (Korem) 091/Aji Surya Nata Kesuma (ASN), Kolonel Inf HA Ibrahim Saleh. Terlebih karena hingga saat ini, sarana dan prasarana penunjang yang dimimiki TNI dimiliki sangat terbatas. Termasuk sarana transportasi seperti helikopter, yang memiliki peranan penting dalam menunjang tugas dan operasional jajaran TNI. Bukan hanya untuk melakukan pengawasan dan penjagaan saja, tapi juga untuk mensuplai logistik dan kebutuhan prajurit TNI. "Ada wilayah yang tak bisa dicapai dengan jalan darat dan harus melalui udara. Kendalanya, helikopter yang kami punya saat ini terbatas dan usianya cukup tua, sering rusak. Untungnya helikopter kita itu selalu rusak saat baru akan terbang, coba bayangkan kalau rusaknya di atas, matilah kita semua," kelakar orang nomor satu di lingkungan Korem 091/ASN ini, usai menjadi Inspektur Upacara HUT ke-63 TNI, yang digelar di Lapangan Makorem 091/ASN, Jl Gadjah Mada, Kamis (9/10) kemarin. |
|
Pekanbaru, Indonesia |
^^
hahahahahah kalah ngomong malingsiaa langsuang alihkan pembicaraan bener2 moron nih negara kakakoaokakakoakoa |
|
Jakarta, Indonesia |
gimana nih kemampuan membidik senapan masih dibawah Brunei ???
|
|
“Malon sila masuk kandang” Since: Jul 08
Peternakan Malon |
Untung Timor Leste gak ikutan.....
Bisa dibantai si malon...... |
|
Kuala Lumpur, Malaysia |
he.he.he
tu pun nak bangga jugak ke ? lagaknya macam dah menang olimpik. teriak-teriak macam orang gila. :D BODOH, Askar je ramai. Tapi hampeh. |
|
Jakarta, Indonesia |
kita tidak teriak-teriak, kita menyesal kenapa ATM tidak mahir menembak :) |
|
“Imam Sopingi & Donato Vendemia” Since: Jan 08
Surabaya, Indonesia |
wekekekekekeke
aq tau laah ahli ATM ATM ahli menembak zubur yeerrr |
|
Jakarta, Indonesia |
atm = rela
|
|
Kuala Lumpur, Malaysia |
Ka.ka.ka
Aku kesal kerana Indon hanya sekadar jagoan tempe. Baru menang sikit, sudah ngomong macam TAIK. Sudah kalahkan seluruh negara commonwealth (Padahal berapa kerat je negara anggota commonwealth yang hadir). Kontol la indon wei, Zainal Abidin Juarai Kejohanan Menembak Dunia Di Bisley England Zainal Abidin Juarai Kejohanan Menembak Dunia Di Bisley England ---------- Dikemaskini : 29 Jul 2008 10:22 PM Penembak kebangsaan, Zainal Abidin Mat Zain mencatat sejarah apabila menjuarai acara individu Queen pada Kejohanan Menembak Imperial Meeting Full Bore Rifle Dunia ke-139 di Bisley, England selepas sebelas tahun Malaysia menyertainya. Kejuaraan kejohanan itu sering diungguli penembak dari Eropah sejak ia dipertandingkan pada 1869. "Walaupun menerima tentangan sengit daripada penembak bertaraf dunia, saya bernasib baik apabila bedilan yang dibuat menempati sasaran untuk mengatasi penembak England, James Meessar dengan kelebihan perpuluhan dua sahaja. "Inilah julung kali penembak Asia menggondol kejuaraan ini," katanya kepada pemberita pada majlis sambutan kejayaan skuad menembak negara itu di Lapangan Terbang Antarabangsa Langkawi hari ini. Kira-kira 1,200 penembak dari 12 negara menyertai kejohanannya. Turut bersama dalam skuad Malaysia itu ialah penembak Zulkiflee Hamsen dan penyelaras pasukan Azmi Othman. Zainal Abidin memprolehi 294.36 mata untuk menjuarai acara Queen. Katanya kejayaan itu akan memberi semangat kepada skuad Malaysia dalam persiapan menghadapi Sukan Komenwal 2010 di India. Beliau menyifatkan program latihan intensif di Lapang Sasar Menembak Antarabangsa Langkawi (Lisram) antara faktor kejayaan beliau di England. Pengurus Sukan (Menembak) Majlis Sukan Negara (MSN), Lt Mohd Emran Zakaria berkata, MSN menyanjung tinggi kejayaan skuad Malaysia khususnya kegigihan Zainal Abidin yang mengondol kejuaraan acara individu Queen. MSN sedang menimbang ganjaran yang setimpal dengan kejayaan atlet yang mengharum nama negara di persada dunia, katanya. :D |
|
Since: May 08
|
Malon suka gag terima kalo Msial dikatakan negara Commonwealth. padahal kan bener...
di Asia selain Malon, ada Singap, Brun, Maldives, India, dan Pakistan. negera ini sama2 penyembah ratu elizabeth. mereka rela bayar upeti demi kesetiannya kpd Elizabeth kampret... |
|
“me & myself” Since: Nov 08
Jakarta, Indonesia |
Pistol Match – Individual
1. PRVT Sugiono (Indonesia) 2. LCPL Rosmandi (Brunei B) 3. SLD Herman (Brunei A) Rifle Match – Individual 1. PRVT Trisnarmanto (Indonesia) 2. SGT Saeful Bahri (Indonesia) 3. WO2 Ibrahim (Brunei B) kita turunkan prajurit TNI paling rendah usia & pangkatnyapun masih kalah juga para malon sialan ini...duh malunya...!! |
|
Tell me when this thread is updated: |
|
Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.
| Topic | Updated | Last By | Comments |
|---|---|---|---|
| Dukung! RHOMA IRAMA - ACENG FIKRI UNTUK PILPRES... | 3 min | Sabar Subur | 75 |
|
|
4 min | Wong Jowo | 3,234 |
| trik operamini:/ucweb/bolt maxis celcom (Jan '11) | 5 min | ayie riotz | 46,973 |
| Heboooh! EYANG SUBUR CALONKAN DIRI JADI CAPRES ... | 6 min | Hulubalang Iblis | 25 |
| FORMALAYSIA tak gentar dengan FORINDON | 6 min | lontong_balap | 22 |
| KONTOL PASTUR KATOLIK HARUS DIPOTONG Jamin Tak ... | 8 min | BIKSU BERKEPALA KONTOL | 33 |
| Klewang: RAJA GENG MOTOR BEJAD ASAL BREBES, JAW... | 8 min | Eyang Subur | 32 |
|
|
14 min | Dewi tunas bangsa 1 | 34,175 |
|
|
17 min | Dewi tunas bangsa 1 | 10,684 |
|
|
32 min | giovany | 7,430 |
|
|
34 min | comando | 554 |