Comments
1 - 20 of 140 Comments Last updated Dec 31, 2013
First Prev
of 7
Next Last
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
May 8, 2011
 
MUQADDDIMAH

Segala puji hanya milik Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya serta orang yang berwala’ kepadanya. Amma ba’du.

Ini adalah kajian singkat yang menjelaskan tentang beberapa indikasi destruktif dan bahaya yang ditimbulkan akibat terjun dan berkiprah dalam kancah demokrasi yang banyak orang tertipu dengannya dan menggantungkan harapan mereka kepadanya meskipun hal ini jelas-jelas bertentangan dengan manhaj Allah sebagaimana yang akan dijelaskan dalam kajian yang singkat ini, apalagi banyak sudah pengalaman pahit yang didapat oleh orang yang tertipu dengan permainan ini dan ditampakkan sisi penyimpangan dan kesesatannya.

50 Indikasi Destruktif Demokrasi Pancasila

1. Demokrasi Pancasila dan hal-hal yang berkaitan dengannya berupa partai-partai dan pemilihan umum merupakan manhaj jahiliyah yang bertentangan dengan Islam, maka tidak mungkin sistem ini dipadukan dengan Islam karena Islam adalah cahaya sedangkan demokrasi Pancasila adalah kegelapan.

2. Terjun ke dalam kancah demokrasi Pancasila mengandung unsur ketaatan kepada orang-orang kafir baik itu orang Yahudi, Nasrani atau yang lainnya, padahal kita telah dilarang untuk menaati mereka dan diperintahkan untuk menyelisihi mereka, sebagaimana hal ini telah diketahui secara lugas dan gamblang dalam dien.

3. Sistem demokrasi Pancasila memisahkan antara dien dan kehidupan, yakni dengan mengesampingkan syari’at Allah dari berbagai lini kehidupan dan menyandarkan hukum kepada rakyat agar mereka dapat menyalurkan hak demokrasi mereka –seperti yang mereka katakan– melalui kotak-kotak pemilu atau melalui wakil-wakil mereka yang duduk di Majelis Perwakilan.

4. Sistem demokrasi Pancasila membuka lebar-lebar pintu kemurtadan dan zindiq, karena di bawah naungan sistem thaghut ini memungkinkan bagi setiap pemeluk agama, madzhab atau aliran tertentu untuk membentuk sebuah partai dan menerbitkan mass media untuk menyebarkan ajaran mereka yang menyimpang dari dienullah dengan dalih toleransi dalam mengeluarkan pendapat.

5. Sistem demokrasi Pancasila membuka pintu syahwat dan sikap permissivisme (menghalalkan segala cara) seperti minum arak, mabuk-mabukan, bermain musik, berbuat kefasikan, berzina, menjamurnya gedung bioskop dan hal-hal lainnya yang melanggar aturan Allah di bawah semboyan demokrasi yang populer,”Biarkan dia berbuat semaunya, biarkan dia lewat dari mana saja ia mau,” juga di bawah semboyan “menjaga kebebasan individu.”

6. Sistem demokrasi Pancasila membuka pintu perpecahan dan perselisihan, mendukung program-program kolonialisme yang bertujuan memecah-belah dunia Islam ke dalam sukuisme, nasionalisme, negara-negara kecil, fanatisme golongan dan kepartaian.

7. Sesungguhnya orang yang bergelut dengan sistem demokrasi Pancasila harus mengakui institusi-institusi dan prinsip-prinsip kekafiran, seperti piagam PBB, deklarasi Dewan Keamanan, undang-undang kepartaian dan ikatan-ikatan lainnya yang menyelisihi syari’at Islam. Jika ia tidak mau mengakuinya, maka ia dilarang untuk melaksanakan aktivitas kepartaiannya dan dituduh sebagai seorang ekstrim dan teroris, tidak mendukung terciptanya perdamaian dunia dan kehidupan yang aman.

8. Sistem demokrasi Pancasila memvakumkan hukum-hukum syar’i seperti jihad, hisbah, amar ma’ruf nahi munkar, hukum terhadap orang yang murtad, pembayaran jizyah, perbudakan dan hukum-hukum lainnya.

9. Orang-orang murtad dan munafiq dalam naungan sistem demokrasi Pancasila dikategorikan ke dalam warga negara yang potensial, baik dan mukhlis, padahal dalam tinjauan syar’i mereka tidak seperti itu.

10. Demokrasi Pancasila dan pemilu bertumpu kepada suara mayoritas tanpa tolak ukur yang syar’i.
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
May 8, 2011
 
11. Sistem Pancasila ini membuat kita lengah akan tabiat pergolakan antara jahiliyah dan Islam, antara haq dan batil, karena keberadaan salah satu di antara keduanya mengharuskan lenyapnya yang lain, selamanya tidak mungkin keduanya akan bersatu. Barangsiapa mengira bahwa dengan melalui pemilihan umum fraksi-fraksi jahiliyah akan menyerahkan semua institusi-institusi mereka kepada Islam, ini jelas bertentangan dengan rasio, nash dan sunah (keputusan Allah) yang telah berlaku atas umat-umat terdahulu.

12. Sistem demokrasi Pancasila ini akan menyebabkan terkikisnya nilai-nilai aqidah yang benar yang diyakini dan diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya yang mulia, akan menyebabkan tersebarnya bid’ah, tidak dipelajari dan disebarkannya aqidah yang benar ini kepada manusia, karena ajaran-ajarannya menyebabkan terjadi perpecahan di kalangan anggota partai, bahkan dapat menyebabkan seseorang keluar dari partai tersebut sehingga dapat mengurangi jumlah perolehan suara dan pemilihnya.

13. Sistem demokrasi Pancasila tidak membedakan antara orang yang alim dengan orang yang jahil, antara orang yang mukmin dengan orang kafir, dan antara laki-laki dengan perempuan, karena mereka semuanya memiliki hak suara yang sama, tanpa dilihat kelebihannya dari sisi syar’i.

14. Sistem Pancasila ini menyebabkan terjadinya perpecahan di kalangan para aktivis dakwah dan jamaah-jamaah Islamiyah, karena terjun dan berkiprahnya sebagian dari mereka ke dalam sistem ini (mau tidak mau) akan membuat mereka mendukung dan membelanya serta berusaha untuk mengharumkan nama baiknya yang pada gilirannya akan memusuhi siapa yang dimusuhi oleh sistem ini dan mendukung serta membela siapa yang didukung dan dibela oleh sistem ini, maka ujung-ujungnya fatwa pun akan simpang-siur tidak memiliki kepastian antara yang membolehkan dan yang melarang, antara yang memuji dan yang mencela.

15. Di bawah naungan sistem demokrasi Pancasila permasalahan wala’ dan bara’ menjadi tidak jelas dan samar, oleh karenanya ada sebagian orang yang berkecimpung dan menggeluti sistem ini menegaskan bahwa perselisihan mereka dengan partai sosialis, partai baath dan partai-partai sekuler lainnya hanya sebatas perselisihan di bidang program saja bukan perselisihan di bidang manhaj dan tak lain seperti perselisihan yang terjadi antara empat madzhab, dan mereka mengadakan ikatan perjanjian dan konfederasi untuk tidak mengkafirkan satu sama lain dan tidak mengkhianati satu sama lain, oleh karenanya mereka mengatakan adanya perselisihan jangan sampai merusakkan kasih sayang antar sesama!!

16. Sistem Pancasila ini akan mengarah pada tegaknya konfederasi semu dengan partai-partai sekuler, sebagai telah terjadi pada hari ini.

17. Sangat dominan bagi orang yang berkiprah dalam kancah demokrasi Pancasila akan rusak niatnya, karena setiap partai berusaha dan berambisi untuk membela partainya serta memanfaatkan semua fasilitas dan sarana yang ada untuk menghimpun dan menggalang massa yang ada di sekitarnya, khususnya sarana yang bernuansa religius seperti ceramah, pemberian nasehat, ta’lim, shadaqah dan lain-lain.

18.(Terjun ke dalam kancah demokrasi Pancasila) juga akan mengakibatkan rusaknya nilai-nilai akhlaq yang mulia seperti kejujuran, transparansi (keterusterangan) dan memenuhi janji, dan menjamurnya kedustaan, berpura-pura (basa-basi) dan ingkar janji.

19. Demikian pula akan melahirkan sifat sombong dan meremehkan orang lain serta bangga dengan pendapatnya masing-masing karena yang menjadi ini permasalahan adalah mempertahankan pendapat.
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
May 8, 2011
 
20. Kalau kita mau mencermati dan meneliti dengan seksama, berikrar dan mengakui demokrasi berarti menikam (menghujat) para Rasul dan risalah (misi kerasulan) mereka, karena al-haq (kebenaran) kalau diketahui melalui suara yang terbanyak dari rakyat, maka tidak ada artinya diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab, apalagi biasanya ajaran yang dibawa oleh para Rasul banyak menyelisihi mayoritas manusia yang menganut aqidah yang sesat dan menyimpang dan memiliki tradisi-tradisi jahiliyah.

21. Sistem demokrasi Pancasila membuka pintu keraguan dan syubhat serta menggoncangkan aqidah umat Islam, terlebih lagi kita hidup di masa dimana ulama robbaninya sangat sedikit sedang kebodohan tersebar dimana-mana. Maka lantaran terbatasnya ilmu, banyak orang-orang awam yang jiwanya down dan goncang dalam menghadapi gelombang besar dan arus deras dari berbagai partai, surat kabar, dan pemikiran-pemikiran yang destruktif.

22. Melalui dewan-dewan perwakilan dapat diketahui bahwa sesungguhnya sistem demokrasi berdiri di atas asas tidak mengakui adanya Al-Hakimiyah Lillah (hak pemilikian hukum bagi Allah), maka terjun ke dalam sistem demokrasi kalau bertujuan untuk menegakkan argumen-argumen dari Al-Quran dan Sunnah maka hal ini tidak mungkin diterima oleh anggota dewan karena yang dijadikan hujjah oleh mereka adalah suara mayoritas dan andapun mau tidak mau harus mengakui suara mayoritas tersebut, maka bagaimana anda akan menegakkan hujjah dengan Al-Quran dan Sunnah sedangkan mereka tidak mengakui keduanya. Meskipun anda menguatkan (argumen anda) dengan berbagai dalil-dalil syar’i maka dalam pandangan mereka hal itu tidak lebih dari sekedar pendapat anda saja, bagi mereka dalil-dalil tersebut tidak memiliki nilai sakral sedikitpun karena mereka menginginkan –seperti yang mereka katakan– untuk membebaskan diri dari hukum ghaib yang tidak bersumber dari suara mayoritas dan pertama kali yang mereka tentang adalah hukum Allah dan Rasul-Nya. Maka pengakuan anda terhadap prinsip thaghut ini –yakni kebijakan hukum di tangan suara mayoritas dan pengakuan anda akan hal itu demi memenuhi tuntutan massamu– berarti meruntuhkan prinsip “hak pemilikan dan penentuan hukum mutlaq bagi Allah semata.” Dan manakala anda menyepakati bahwa suara mayoritas merupakan hujjah yang dapat menyelesaikan perselisihan maka tidak ada gunanya lagi anda membaca Al-Quran dan hadits karena keduanya bukan hujjah yang disepakati di antara kalian.

23. Kita tanyakan kepada para aktivis dakwah yang tertipu dengan sistem ini: Jika kalian sudah sampai pada tampuk kekuasaan apakah kalian akan menghapuskan demokrasi dan melarang eksisnya partai-partai sekuler? Padahal kalian telah sepakat dengan partai-partai lain sesuai dengan undang-undang kepartaian bahwa pemerintahan akan dilaksanakan secara demokrasi dengan memberi kesempatan kepada seluruh partai untuk berpartisipasi aktif. Jika kalian mengatakan bahwa sistem demokrasi ini akan dihapus dan partai-partai sekuler dilarang untuk eksis berarti kalian berkhianat dan mengingkari perjanjian kalian merkipun perjanjian tersebut (pada hakekatnya) adalah bathil.
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
May 8, 2011
 
24. Sistem demokrasi Pancasila bertentangan dengan prinsip taghyir (perubahan) dalam Islam yang dimulai dari mencabut segala yang berbau jahiliyah dari akar-akarnya lalu mengishlah (memperbaiki) jiwa-jiwa manusia.

25. Sistem Pancasila ini bertentangan dengan nash-nash yang qath’i yang mengharamkan menyerupai orang-orang kafir baik dalam akhlaq, gaya hidup, tradisi ataupun sistem dan perundang-undangan mereka.

26. Dan yang sangat membahayakan, sistem demokrasi Pancasila dan pemilu dapat mengestablishkan (mengukuhkan posisi) orang-orang kafir dan munafiq untuk memegang kendali kekuasaan atas kaum muslimin –dengan cara yang syar’i– menurut perkiraan sebagian orang-orang yang jahil.

27. Demokrasi Pancasila mengaburkan dan meruntuhkan pengertian syura yang benar, karena minimal syura itu berbeda dengan demokrasi dalam tiga prinsip dasar:

a. Dalam sistem syura, sebagai pembuat dan penentu hukum adalah Allah sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Menetapkan hukum itu adalah hak Allah.”(Surat Al-An’am: 57)

Sedangkan demokrasi tidak seperti itu karena penentu hukum dan kebijaksanaan berada pada selain Allah (yakni di tangan suara mayoritas).

b. Syura dalam Islam hanya diterapkan dalam masalah-masalah ijtihadi yang tidak ada nashnya ataupun ijma’, sedangkan demokrasi tidaklah demikian.

c. Syura dalam Islam hanya terbatas dilakukan oleh orang-orang yang termasuk dalam Ahlu’l-Halli wa’l-Aqdi, orang-orang yang berpengalaman dan mempunyai spesifikasi tertentu, sedangkan demokrasi tidak seperti itu sebagaimana telah dijelaskan pada point terdahulu.

28.Terjun ke dalam kancah demokrasi Pancasila akan dihadapkan pada perkara-perkara kufur dan menghujat syariat Allah, mengolok-oloknya dan mencemooh orang-orang yang berusaha untuk menegakkannya, karena setiap kali dijelaskan kepada mereka bahwa hukum yang mereka buat bertentangan dengan ajaran Islam, mereka akan mencemooh syariat Islam yang bertentangan dengan undang-undang mereka dan mencemooh orang-orang yang berusaha untuk memperjuangkannya. Maka menutup erat-erat pintu yang menuju ke sana dalam hal ini sangat diperlukan.

29. Masuk ke dalam kancah demokrasi Pancasila dapat menyingkap data-data tentang harakah Islamiyah dan sejauh mana peran dan pengaruhnya terhadap rakyat yang pada gilirannya harakah tersebut akan dihabisi dan dimusnahkan sampai ke markasnya. Maka jelas hal ini sangat merugikan dan membahayakan sekali.

30. Demokrasi Pancasila akan membuat harakah Islamiyah dikendalikan oleh orang-orang yang tidak kufu’(yang tidak memiliki pengetahunan dan pemahaman tentang Dien yang cukup), karena yang menjadi pemimpin harus sesuai dengan hasil partai dalam sistem kerja maupun pelaksanaan programnya harus sesuai dengan asas pemilu.

31. Dari hasil kajian dan pemantauan langsung di lapangan telah terbukti gagal dan tidak ada manfaatnya sistem ini, di mana banyak para aktivis dakwah di pelbagai negara seperti Mesir, Aljazair, Tunisia, Yordania, Yaman, dan lain-lain yang telah ikut berperan dalam pentas demokrasi ini, namun hasilnya sama-sama telah diketahui “hanya sekedar mimpi dan fatamorgana” sampai kapan kita masih akan tertipu?
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
May 8, 2011
 
32. Orang yang mau memperhatikan dan mencermati akan tahu bahwa sistem demokrasi Pancasila akan menyimpangkan alur shahwah Islamiyah (kebangkitan Islam) dari garis perjalanannya, melalaikan akan tujuan dasarnya dan juga akan menjurus kepada perubahan total yang mendasar dan menyeluruh, yang hanya bertumpu pada prediksi dan khayalan belaka.

33.(Diberlakukannya sistem demokrasiPancasila) berarti menafikan peran ulama dan menghilangkan kedudukan mereka di mata masyarakat padahal merekalah yang memiliki ilmu dan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, karena mereka sudah tidak lagi ditaati dan dijadikan sebagai pemimpin lantaran kebijaksanaan hukum berada di tangan mayoritas.

34. Sistem demokrasi Pancasila memupuskan minat dan semangat untuk mendalami ilmu syar’i dan tafaqquh fi’d-dien dan menyibukkan manusia dalam hal-hal yang tidak bermanfaat.

35. Sistem demokrasi Pancasila menyebabkan terhentinya ijtihad, karena tidak ada istilah mujtahid dan muqollid dalam barometer demokrasi, semuanya adalah mujtahid tanpa perlu memiliki perangkat ijtihad atau melihat kepada dalil-dalil syar’i.

36. Sistem Pancasila ini dapat menyebabkan hancur dan binasanya harakah Islamiyah, karena sering kali harakah-harakah ini bertikai dan berkonfrontasi dengan orang-orang yang menyelisihi mereka tanpa mempunyai kemampuan dan persiapan untuk menghadapi musuh.

37. Menurut sebagian aktivis dakwah, tujuan mereka masuk ke dalam sistem ini adalah untuk menegakkan hukum Allah. Padahal mereka tidak akan mewujudkannya kecuali dengan mengakui bahwa rakyat adalah sebagai penentu dan pembuat hukum, ini berarti ia telah menghancurkan tujuan (yang ingin dicapainya) dengan sarana yang dipergunakannya.

38. Demokrasi Pancasila adalah sebuah sistem yang menipu rakyat pada hari ini, dengan propagandanya hukum berada di tangan rakyat dan rakyatlah sebagai pemegang keputusan, padahal pada hakekatnya tidaklah demikian.

39. Demokrasi Pancasila menyita dan menghabiskan waktu dan tenaga para ulama dan aktivis dakwah, dan membuat mereka lalai dari membina umat dan dari berkonsentrasi untuk mengajarkan dienul Islam kepada manusia.

40. Dalam sistem demokrasi Pancasila kekuasaan dibatasi sampai pada masa tertentu, jika masanya telah berakhir maka ia harus turun untuk digantikan dengan yang lainnya., kalau tidak maka akan terjadi pertikaian dan peperangan, padahal bisa jadi sebenarnya dialah yang paling berhak (karena memiliki kemampuan dan kecakapan yang memenuhi persyaratan sebagai seorang pemimpin) namun karena masa jabatannya telah habis ia diganti oleh orang lain yang tidak memiliki kemampuan seperti dirinya. Maka hal ini akan membuka pintu fitnah dan sikap membelot dari penguasa yang sah, padahal telah diketahui bahwa keluar (membelot) dari penguasa itu tidak boleh kecuali jika penguasa tersebut terlihat melakukan kekafiran yang nyata dan pembelotannya dapat mewujudkan kemaslahatan yang berarti serta memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.

41. Dewan-dewan perwakilan adalah dewan-dewan thaghut yang tidak dapat dipercaya untuk mengakui bahwa pemilik dan penentu hukum secara mutlaq adalah Allah, maka tidak boleh duduk bersama mereka di bawah payung demokrasi.

42. Demokrasi Pancasila pada hakekatnya menikam (menghujat) Allah serta melecehkan hikmah dan syariat-Nya.

43. Di bawah naungan sistem demokrasi Pancasila berbagai bid’ah dan kesesatan dengan berbagai macam pola tumbuh subur dan orang-orang yang menyerukannya dari berbagai thoriqot dan firqoh seperti Syiah, Rafidlah, Sufiah, Mu’tazilah, Kebatinan, dan lain-lainnya pun bermunculan. Bahkan di bawah naungan sistem ini mereka mendapatkan dukungan dan dorongan dari orang-orang munafik yang berada di dalamnya dan juga dari kekuatan-kekuatan yang terselubung dari pihak luar. Dan Allah tetap memiliki urusan terhadap makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
May 8, 2011
 
44. Sebaliknya bertubi-tubi tuduhan dan dakwaan yang ditujukan kepada para aktivis dakwah dengan menjelekkan citra mereka di mata masyarakat umum sehingga mereka dijuluki sebagai pencari kedudukan, harta dan jabatan, dan mereka juga dijuluki sebagai penjilat dan masih banyak lagi julukan-julukan dusta lainnya sebagai akibat diberlakukannya asas bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat serta menghujat harga diri orang lain.

45. Orang yang berada di dalam sistem Pancasila ini dipaksa untuk bergabung dalam satu barisan bersama partai-partai murtad dan zindiq dalam mempertahankan prinsip-prinsip jahiliyah seperti deklarasi-deklarasi internasional, kebebasan pers, kebebasan berpikir, kebebasan etnis Arab,

46. Sistem Pancasila ini akan mengakibatkan hancurnya perekonomian dan disia-siakannya harta rakyat, karena anggaran belanja negara akan dialokasikan oleh partai-partai berkuasa demi memenuhi ambisi mereka dengan membangun gedung-gedung dan menjalankan kampanye pemilihan umum sesuai dengan yang mereka rencanakan dan agar partai-partai tersebut dapat mewujudkan pembelian dukungan (penggalangan dan pengumpulan massa) dengan iming-iming materi yang menggiurkan.

47. Sistem Pancasila ini memadukan antara haq dan bathil, jahiliyah dan Islam, serta antara ilmu dan kebodohan.

48. Demokrasi Pancasila mencabik-cabik jati diri umat Islam dan menjatuhkan kewibawaan mereka melalui penghujatan atas syari’at dan tuduhan bahwa syari’at tersebut sudah tidak relevan lagi dengan kondisi zaman, juga melalui pengebirian sejarah dan hukum Islam dan mengilustrasikan bahwa Islam itu diktator tidak seperti demokrasi. Di samping itu demokrasi berarti meleburkan umat Islam secara membabi buta ke dalam satu wadah bersama orang-orang barat dari golongan Yahudi dan Nasrani yang memendam dendam kesumat kepada umat Islam.

49. Sistem Pancasila ini akan membuat labilnya keamanan suatu negeri dan terjadinya persaingan antar partai yang tidak berujung pangkal, maka manakala sistem ini diterapkan di suatu negara, niscaya akan tersebar rasa takut, cemas, persaingan antar penganut aqidah, aliran, fanatisme golongan dan keturunan, sikap oportunis dan bentuk-bentuk persaingan tidak sehat lainnya.

50. Kalaupun ada kemaslahatan yang dapat dipetik dari berkiprah dalam demokrasi Pancasila dan pemilihan umum, kemaslahatan ini masih bersifat parsial dan masih samar jika dibandingkan dengan sebagian kerusakan besar yang ditimbulkannya apalagi jika dibandingkan dengan keseluruhannya. Dan orang yang mengamati secara obyektif atas sebagian yang telah disebutkan akan menjadi jelas baginya ketimpangan sistem thoghut ini dan jauhnya dari dienullah bahkan sesungguhnya demokrasi adalah aliran dan sistem yang paling berbahaya yang dipraktekkan di dunia saat ini, ia merupakan induk kekafiran, dimana memungkinkan setiap aliran dan agama baik itu Yahudi, Nasrani, Majusi, Budha, Hindu dan Islam untuk hidup di bawah naungannya. Dalam barometer demokrasi semua pendapat mereka dihargai dan didengar, mereka berhak untuk mempraktekkan dan mengamalkan aqidah mereka dengan seluruh sarana dan fasilitas yang ada. Cukuplah hal ini sebagai tanda zindiq dan keluar dari dien Islam, maka bagaimana mungkin setelah ini dikatakan sesungguhnya demokrasi itu sesuai dengan Islam atau Islam itu adalah sistem demokrasi atau demokrasi itu adalah syura sebagaimana dikatakan oleh sejumlah orang yang menggembar-gemborkan sistem ini sebagai sistem Islam.
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
May 8, 2011
 
Hidoep moelia atawa syahid

Allahu Akbar!

Wallahualam
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
May 8, 2011
 
Pembahasan ini adalah untuk menunjukkan kepada kita tentang kemusyrikan yang terang dan kekafiran yang nyata dari Pancasila dan UUD 1945, sehingga tidak ada lagi kesamaran bagi kita untuk mengkafirkan siapa saja yang menerima Pancasila dan UUD 1945, membanggakannya, serta mengamalkannya baik dalam kehidupan pribadi, maupun dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Di dalam Bab XV pasal 36A ; “lambing Negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika”.

Pancasila adalah dasar Negara, sehingga para thaghut (pemerintah) RI dan aparatnya menyatakan bahwa Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar Negara Republik Indonesia, serta merasakan bahwa pancasila adalah sumber kejiwaan masyarakat dan Negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, pengamalannya harus dimulai dari setiap warga Negara Indonesia. Setiap penyelenggara Negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengamalan pancasila oleh setiap lembaga kenergaraan serta lembaga kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah.(lihat PPKn untuk SD dan yang lainnya, bahasan Ekaprasetya Pancakarsa).

Jadi dasar Negara RI, pandangan hidupnya, serta sumber kejiwaannya bukan “Lailahailallah”, tapi falsafah syirik pancasila thaghutiyyah syaithaniyyah yang berasal dari ajaran syaitan manusia, bukan dari wahyu samawi Illahi.
faLm

Mount Morris, MI

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
May 8, 2011
 
Jihadist wrote:
Hidoep moelia atawa syahid
Allahu Akbar!
Wallahualam
nape gan lg stres ke.?NUMPANG TANYA BERAPA HARI MIKIRIN N EDIT COMMENT INI.PANJANG BANGET...SAMPE NGILER N MATA AMPIR KELUAR MELOTOTIN TU LAPTOP..KAKAKAKAKAKAKAKA
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
May 8, 2011
 
Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“itulah Al-Kitab (Al-Qur’an), tidak ada keraguan didalamnya, sebagai petunjuk (pedoman) bagi orang-orang yang bertaqwa”.(QS. Al-Baqarah : 2)

Tapi mereka mengatakan :“ini Pancasila adalah pedoman hidup bagi bangsa dan pemerintah Indonesia”.

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia.”(QS. Al-An-am :153).

Tapi mereka menyatakan :“inilah pancasila yang sakti, hiasilah hidupmu dengan moral pancasila”.

Oleh karena itu, dalam rangka menjadikan generasi penerus bangsa ini sebagai orang yang pancasilais (baca : musyrik), dan Thaghut (pemerintah) menjadikan PMP/PPKn sebagai pelajaran wajib di semua lembaga pendidikan mereka.

Sekarang mari kita kupas beberapa butir pancasila:
Dalam sila I butir II :“saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan”.

Pancasila memberikan kebebasan orang untuk memilih jalan hidupnya, dan tidak ada hukum yang melarangnya. Seandainya orang muslim murtad dan masuk nasrani, hindu, atau budha, maka itu adalah kebebasannya dan tidak akan ada hukuman baginya. Sehingga ini membuka pintu lebar-lebar bagi kemurtadan, sedangkan dalam ajaran Tauhid Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

“Siapa yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia”.(HR. Bukhari dan Muslim).

Namun kebebasan ini bukan berarti orang muslim bebas melaksanakan sepenuhnya ajaran islam, tapi ini dibatasi oleh Pancasila, sebagaimana tertera dalam butir I :”menurut dasar kemanusian yang adil dan beradab”. Sehingga bila ada orang murtad dari islam, terus ada orang yang menegakkan terhadapnya hukum Allah subhanahu wata’ala yaitu membunuhnya, maka orang membunuh ini pasti dijerat hukum Thaghut (pemerintah).
faLm

Mount Morris, MI

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#11
May 8, 2011
 
Jihadist wrote:
Hidoep moelia atawa syahid
Allahu Akbar!
Wallahualam
CIMED EMANG GAK ADA KERJAAN LAEN..STRES AMA JAWA Y?BILANG ADA KAU IRI SANGAT KARNA NEGARA KAU TAK ADA IDELOGI SEPERTI PANCASILA..CUMA ADA LAMBANG HARIMAU BERAT JUBOR..KAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAK AKA
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
May 8, 2011
 
Dalam sila II butir I :“Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antar sesama manusia”.

Yaitu bahwa tidak ada perbedaan diantara mereka dalam status itu semua dengan sebab dien (agama), sedangkan Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“katakanlah : tidak sama orang buruk dengan orang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menakjubkan kamu”(QS. Al Maidah : 100).

Dia Ta’ala juga berfirman :

“maka apakah orang yang mukmin (sama) seperti orang yang fasik?(tentu) tidaklah sama”.(QS. As Sajdah : 18).

Sedangkan kaum musyrikin dan Thaghut pancasila mengatakan :“mereka sama”.

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“maka apakah Kami menjadikan orang-orang islam (sama) seperti orang-orang kafir. Mengapa kamu (berbuat demikian), bagaimanakah kamu mengambil keputusan? Atau adakah kamu memiliki sebuah kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu membacanya, bahwa didalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai untukmu”.(QS. Al Qalam : 35-38)

Sedangkan budak berhala pancasila, mereka menyamakan antara orang-orang islam dengan orang-orang kafir. Dan saat ditanya, apakah kalian mempunyai buku yang kalian pelajari tentang itu?, mereka menjawab : ya, kami punya, yaitu PMP/PPKn dan buku lainnya yang dikatakan didalamnya :

“Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan persamaan kewajiban antar sesama manusia”.

Apakah ini Tauhid atau Kekafiran..???

Lalu dinyatakan dalam butir II :“Saling mencintai sesama manusia”.

Pancasila mengajarkan pemeluknya untuk mencintai orang-orang Nasrani, Hindu, Budha, Konghucu, para Demokrat, para Quburiyyun, para Thaghut dan orang-orang kafir lainnya. Sedangkan Allah subhanahu wata’ala mengatakan :

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih saying dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka”.(QS. Al Mujadilah : 22)

Kata pancasila :“harus saling mencintai meskipun dengan orang-orang non muslim”. Namun kata Allah, orang yang saling mencintai dengan mereka bukanlah orang islam.

Allah mengajarkan Tauhid, tapi Pancasila mengajarkan kekafiran.

Allah subhanahu wata’ala juga berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman setia yang kalian menjalin kasih sayang dengan mereka”.(QS. Al Mumtahanah :1)

Dia subhanahu wata’ala berfirman tentang siapa musuh kita itu :

“Sesungguhnya orang-orang kafir adalah musuh yang nyata bagi kalian”.(QS. An Nisa : 101)

Renungi ayat-ayat itu dan amati butir pancasila di atas, yang satu ke timur dan yang satu lagi ke barat, sungguh sangat jauh antara timur dan barat.

Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang ajaran Tauhid yang diserukan para Rasul :

“Serta tampak antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja”.(QS. Al Mumtahanah : 4).

Tapi dalam Thaghut Pancasila :“tidak ada permusuhan dan kebencian, tapi harus toleran dan tenggang rasa”.

Apakah ini Tauhid atau Syirik..???, ya, tauhid.., tapi bukan Tauhidullah, namun Tauhid (penyatuan) kaum musyrikin dan Tauhiduth Thawaaghit.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa :“ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah”. Namun kalau kamu iman kepada pancasila, maka cintailah orang karena dasar ini dan bencilah dia karenanya. Kalau demikian berarti adalah orang beriman, tapi bukan kepada Allah, namun beriman kepada Thaghut Pancasila. Inilah yang dimaksud dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Yang esa itu bukanlah Allah dalam agama pancasila ini, tapi itulah berhala garuda pancasila.
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#13
May 8, 2011
 
Enyahlah Tuhan yang seperti itu…!!!
Dan enyahlah para pemujanya…!!!

Dalam sila III butir I :“Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan”.

Inilah yang dinamakan dien (agama) Nasionalisme yang merupakan ajaran syirik. Dalam butir di atas, kepentingan Nasional harus lebih didahulukan di atas kepentingan golongan (baca : agama). Apabila Tauhid atau ajaran islam bertentangan dengan kepentingan syirik atau kufur Negara, maka Tauhid harus mengalah. Sedangkan Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya”.(QS. Al Hujurat : 1).

Oleh sebab itu, nasionalisme adalah segalanya, maka hukum-hukum yang dibuat dan diterapkan adalah hukum yang disetujui oleh orang-orang kafir asli dan kafir murtad, karena hukum Allah sangat-sangat menghancurkan tatanan Nasionalisme, ini kata Musyrikun Pancasila.

Sebenarnya kalau dijabarkan setiap butir dari pancasila itu dan di timbang dengan Tauhid, tentulah membutuhkan waktu dan lembaran yang banyak. Namun disini kita mengisyaratkan sebagiannya saja. Kekafiran, kemusyrikan, dan kezindiqan Pancasila adalah banyak sekali, sekiranya uraian di atas cukuplah sebagai hujjah bagi pembangkang dan sebagai cahaya bagi yang mengharapkan hidayah.

Setelah mengetahui kekafiran pancasila ini, apakah mungkin orang muslim masih mau melagukan :“Garuda pancasila, akulah pendukungmu…”. Tidak ada yang melantunkannya kecuali orang kafir mulhid atau orang jahil yang sesat, yang tidak tahu hakikat Pancasila.

Sedangkam di dalam UUD 1945 babII pasal 3 ayat (1):“MPR berwenang mengubah dan menetap Undang-Undang Dasar”. Sudah kita ketahui bahwa hak menentukan hukum / aturan / undang-undang adalah hak khusus Allah subhanahu wata’ala, dan bila itu dipalingkan kepada selain Allah, maka itu adalah syirik akbar.

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“Dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu bagi-Nya dalam menetapkan hukum”(QS.Al Kahfi : 26).

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“Hak hukum (putusan) hanyalah milik Allah”.(QS. Yusuf :40).

Tasyri’(pembuatan hukum) adalah hak khusus Allah subhanahu wata’ala, ini artinya MPR adalah arbab (tuhan-tuhan) selain Allah, dan orang-orang yang duduk sebagai anggota MPR adalah orang-orang yang mengaku sebagai Rabb (Tuhan), sedangkan orang-orang yang memilihnya adalah orang-orang yang mengangkat ilah (tuhan) yang mereka ibadahi, sehingga ucapan setiap anggota MPR :“saya adalah anggota MPR”, artinya adalah:“saya adalah Tuhan selain Allah”.

UUD 1945 bab VII pasal 20 ayat (1):“Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang”. Padahal dalam Tauhid, yang memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang / hukum / aturan, tak lain hanyalah Allah subhanahu wata’ala.

Dalam pasal 21 ayat (1):“Anggota DPR berhak memajukan usul Rancangan Undang-Undang”. UUD 1945 babII pasal 5 ayat (1):“Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat”. Bahkan kekafiran itu tidak terbatas pada pelimpahan wewenang hukum kepada para Thaghut itu, tapi itu semua di ikat dengan hukum yang lebih tinggi, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, rakyat lewat lembaga MPR-nya boleh berbuat, tapi harus sesuai UUD 1945, sebagaimana dalam Bab I pasal 1 ayat (2):“Kedaulatan berada di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”. Begitu juga Presiden, sebagaimana dalam bab III pasal 4 ayat (1) UUD 1945 :“Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar”. Jadi bukan menurut Al Qur’an dan As Sunnah, tapi menurut Undang-Undang Dasar..!!.

Apakah ini Islam atau kekafiran…???.
romeo

Shah Alam, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#14
May 8, 2011
 
faLm wrote:
<quoted text>nape gan lg stres ke.?NUMPANG TANYA BERAPA HARI MIKIRIN N EDIT COMMENT INI.PANJANG BANGET...SAMPE NGILER N MATA AMPIR KELUAR MELOTOTIN TU LAPTOP..KAKAKAKAKAKAKAKA
he he he....males gw mau koment dg penjual jamu kek gini gan ,,,,mgkin dagangan gk laku kali ampe stress,,,,,xi xi xi xi..!
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#15
May 8, 2011
 
Bahkan bila ada perselisihan kewenangan antar lembaga pemerintahan, maka putusan final dikembalikan kepada Mahkamah Thaghut yang mereka namakan “Mahkamah Konstitusi”, sebagai mana dalam bab IX pasal 24C ayat (1):“Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum”.

Padahal dalam ajaran Tauhid, semuanya itu harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya :

“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian”.(QS. An Nisa’:59).

Al imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata :“(firman Allah) ini menunjukkan bahwa orang yang tidak merujuk hukum dalam kasus persengketaannya kepada Al Kitab dan As Sunnah, serta tidak kembali kepada keduanya dalam hal itu, maka dia bukan orang yangberiman kepada Allah dan hari akhir”.(Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim :II / 346).

Ini adalah tempat untuk mencari keadilan dalam Islam, tapi dalam ajaran Thaghut RI, keadilan ada pada hukum yang mereka buat sendiri.

Undang-Undang Dasar 1945, Thaghut memberikan jaminan kemerdekaan penduduk untuk meyakini ajaran apa saja, sehingga pintu-pintu kekafiran, kemusyrikan, dan kemurtadan terbuka lebar dengan jaminan UUD. Orang murtad masuk ke agama lain adalah hak kemerdekaannya dan tidak ada sanksi hukum atasnya. Padahal dalam ajaran Allah subhanahu wata’ala, orang murtad punya dua pilihan, kembali ke Islam atau di hukum mati, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :

“Barangsiapa mengganti agamanya, maka bunuhlah dia”.(HR. Bukhari dan Muslim).

Orang meminta-minta ke kuburan, membuat sesajen, tumbal, mengkultuskan seseorang, dan perbuatan syirik lainnya, dia mendapat jaminan UUD, sebagaimana dalam bab XI pasal 29 ayat (2):“Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu”.

Mengeluarkan pendapat, pikiran, dan sikap meskipun kekafiran adalah hak yang dilindungi Negara dengan dalih HAM, sebagaimana dalam bab XA pasal 28E ayat (2):“Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan fikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya”.

Budaya syirik dan berhalanya mendapat jaminan penghormatan dengan landasan hukum Thaghut, sebagaimana dalam bab yang sama pasal 28I ayat (3):“Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban”.

UUD 1945 juga menyamakan antara orang muslim dengan orang kafir, sebagaimana didalam bab X pasal 27 ayat (1):“Setiap warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Padahal Allah subhanahu wata’ala telah membedakan antara orang kafir dengan orang muslim dalam ayat-ayat yang sangat banyak.
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#16
May 8, 2011
 
Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“Tidaklah sama penghuni neraka dengan penghuni surga”.(QS. Al Hasyr : 20).

Allah subhanahu wata’ala berfirman seraya mengingkari kepada orang yang menyamakan antara dua kelompok dan membaurkan hukum-hukum mereka :

“Maka apakah Kami menjadikan orang-orang islam (sama) seperti orang-orang kafir, mengapa kamu (berbuat demikian), bagaimanakah kamu mengambil keputusan?”.(QS. Al Qalam : 35-36).

Dia subhanahu wata’ala berfirman :

“Maka apakah orang mukmin (sama) seperti orang yang fasik?(tentu) tidaklah sama”.(QS. As Sajdah :18).

Allah subhanahu wata’ala menginginkan adanya garis pemisah yang syar’i antara para wali-Nya dengan musuh-musuh-Nya dalam hukum dunia dan akhirat. Namun orang-orang yang mengikuti syahwat dari kalangan budak Undang-Undang negeri ini ingin menyamakan antara mereka.

Siapakah yang lebih baik…???
Tentulah aturan Allah Yang Maha Esa yang lebih baik.
faLm

Mount Morris, MI

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#17
May 8, 2011
 
Jihadist wrote:
Hidoep moelia atawa syahid
Allahu Akbar!
Wallahualam
JANGAN BAWA NAMA ALLAH TUK NGINA GAN DOSA..APALAGI AYAT..NTAR LU KENA GAMPAR KHODAM AYAT..INI HANYA SARAN GAN CIMED..HEHEHE
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#18
May 8, 2011
 

Judged:

1

1

1

Yaa Allah, aku memohon kepadaMU CintaMu dan cinta orang yang mencintaiMU, agar aku mencintai amalan yang dapat mendekatkan kepada CintaMU (Shahih Tirmidzi :2582)

Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan KepadaMu dari kemungkaran akhlak, perbuatan dan hawa nafsu (Shahih Tirmidzi :2840)

Hidoep moelia atawa syahid

Allahu Akbar!

Wallahualam
Jihadist

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#19
May 8, 2011
 

Judged:

1

1

1

faLm wrote:
<quoted text>nape gan lg stres ke.?NUMPANG TANYA BERAPA HARI MIKIRIN N EDIT COMMENT INI.PANJANG BANGET...SAMPE NGILER N MATA AMPIR KELUAR MELOTOTIN TU LAPTOP..KAKAKAKAKAKAKAKA
faLm wrote:
<quoted text>CIMED EMANG GAK ADA KERJAAN LAEN..STRES AMA JAWA Y?BILANG ADA KAU IRI SANGAT KARNA NEGARA KAU TAK ADA IDELOGI SEPERTI PANCASILA..CUMA ADA LAMBANG HARIMAU BERAT JUBOR..KAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAK AKA
Astaghfirullah hal azim, astaghfirullah hal azim, astaghfirullah hal azim, astagfirullah hal azim, wali wali daa ya, wali ask ha bill, qu khu ki alai ya, wali jamie eel muslimin nawal muslima, tiwal mukmini nawal mukmina tee ah ya imin home wal am watt
faLm

Mount Morris, MI

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#20
May 8, 2011
 
Jihadist wrote:
Hidoep moelia atawa syahid
Allahu Akbar!
Wallahualam
MAAF GAN LU SAYA NYATAKAN SESAT..DIZAMAN ROSULALLAH PUN TAK ADA PAKSAAN UTK MASUK AGAMA TERTENTU..DAN ASAL KAU TAU YG MENYUSUN PANCASILA BUKAN ORG OTAK SEMPIT KYAK LU..JADI LU DPT CAPEKNYE DOANG..HEHEHEHE..

Tell me when this thread is updated: (Registration is not required)

Add to my Tracker Send me an email

First Prev
of 7
Next Last
Type in your comments below
Name
(appears on your post)
Comments
Characters left: 4000

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

•••
•••