|
agung
Jakarta, Indonesia
|
masya Allah,mulut2 munafik suka adu domba,harap jgn ada yg terpancing,indonesia tetep brsatu.mereka hnya ingin kt terpecah belah,dgn adu domba tiap suku.biarlah mulut menjijikkan mereka yg sprti banci kaleng,krn mreka mmg banci,dan ahli2 neraka,akibat mulut yg tdk dijaga
|
|
Ibu2 Jawa Pelonte Asia
Kuala Lumpur, Malaysia
|
anakin skywalker wrote: <quoted text> Tulisan anak Sumatera kalau jawa itu tidak boleh disinggung dan
GAGALNYA KEPEMIMPINAN JAWA DI INDONESIA !!!!!!!!
Baru-baru ini kita agak dikejutkan dengan pemberitaan media terhadap tindakan segelintir masyarakat Nusantara yang tidak bertanggung jawab. Tindakan segelintir itu walaupun hanya beberapa orang saja, tetapi diberitakan seolah-olah mewakili keseluruhan rakyat Indonesia. *** Penulis melihat gerakan memecah belah hubungan persaudaraan, kekeluargaan, suku kaum, agama dan jaringan intelektual khasnya Indonesia dan Malaysia memiliki agenda tersendiri. Kebanyakan tindakan itu dilakukan oleh SUKU KAUM TERTENTU di Indonesia. Hasil dari pengamatan penulis dari beberapa orang mendapati bahawa gerakan mereka ini dibayar. Gerakan ini sepertinya ingin menutupi kegagalan pemerintah yang dimonopoli oleh SUKU KAUM TERTENTU dan mereka tidak ingin melihat melayu menjadi kuat di Nusantara mengalahkan satu suku kaum yang mempercayai mitos lama mereka tentang panglima Gajah Mada.*** Walaupun mitos itu tidak dapat dibuktikan (seperti fakta sejarah Raja Haji Pahlawan Nusantara teragung) secara ilmiyah dengan tidak didapatinya pengaruh, baik bahasa, agama, adat budaya orang Jawa di Nusantara, namun mitos itu menjadi kepercayaan bagaikan agama oleh sebahagian mereka yang fanatik. Pengaruh Jawa hanya dapat dilihat pada masyarakat transmigran (Seperti Felda di Malaysia) di beberapa daerah Indonesia atas kebijakan Presiden Soeharto ketika itu. Selama kepemimpinan mereka, Indonesia tidak pernah keluar dari masalah kemiskinan, pengangguran, kecelaruan, Korupsi, kolusi dan nepotisme lainnya. Konsep kepimpinan anak tuhan (dewa) yang anti kritik, munafik, merasa benar sendiri dan merasa sebagai sumber kebenaran. Boleh menzalimi rakyat jelata, simbol burung elang yang boleh saja mematuk binatang kecil seperti ular, tikus, burung yang ada didekatnya. Konsep kepemimpinan, dimana kelompok elit dan pemimpin beserta kroninya berada di puncak langit ke tujuh dengan berbagai kesenangan dan kemewahan yang ada. Sementara rakyat jelata berada dibawah mengacau tanah dengan segala macam kesusahan dan penderitaan yang ada. Seperti kata Iwan Fals,“peduli apa dengan mereka, yang penting aku senang lenang”.Duduk diatas singgasana istana dengan hanya pandai menitah tanpa berbuat apa-apa. Tetapi tanpa disadari segala titah itu hanyalah untuk kepentingan mereka dan kroni, bukan untuk kemaslahatan rakyat. Mengamalkan teori politik Machiavelli dengan berusaha bagaimana supaya rakyat bawah tetap miskin dan susah agar mereka selamanya memerlukan pemerintahan mereka. Inilah peninggalan budaya kerajaan kuno dengan berlakunya penghambaan terhadap rakyat kecil untuk keperluan raja. Identity kepimpinan seperti itu diantara sebab kegagalan kepemimpinan mereka selama ini. Lagu panglima gajah mada nampaknya selalu didendangkan dan terlalu dibesar-besarkan kerana isu itu sangat menguntungkan pemimpin yang akan selalu mendapatkan sokongan dari rakyat. Rakyat pula tidak perduli walaupun pemimpin itu seorang yang gagal, bodoh dan zalim, Korupsi, kolusi dan nepotisma yang menjadi penyebab mereka menderita selama ini. Sehingga Negara yang kaya sumber daya alamnya, rakyatnya harus bekerja diluar Negara dengan berbagai resiko dan penghinaan lainnya. wowowwowo..Jawa babi of Asia!
|
|
Joni Kemod
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Jawa wrote: Kayaknya lebih baik kalo indo pisah jadi 5 negara..jawa,sumatera,kalimant an dan sulawesi.. bisa aja...deh.
|
|
Budey
Kuala Lumpur, Malaysia
|
|
|
anti jawa
Kuala Lumpur, Malaysia
|
ras jawa harus dimusnahkan sama spt yahudi..
|
|
jawara 089656215224
Satellite Provider
|
korupsi adalah budaya asli jawa karena jawa itu mental kacung yg pamrih dan tidak jujur
|
|
Since: Aug 11
Location hidden
|
Please wait...
betol..jawa itu memang talam 2 muka
|
|
JAVANESE
Satellite Provider
|
kalian semua itu maunya apa. knpa klian menghina" orang jawa. dasar kalian jancokk. hey madura loe sadar ga tragedi smpit itu karna ulah madura sndiri. disana kalian menindas suku dayak akhirnya dayak tdak terima. dan akhirnya madura dibantai semua.. JUJUR JIKA ADA ORANG MENGHINA KAMI wong jowo. q orak ntrimo. kalian semua itu sadar nggak kalian itu di provokasi orang malasya. krna orang malasya orangnya gx kreatif. karena menganggap indonesia adl ancaman negara BODOH itu
|
|
|
Since: Aug 11
Location hidden
|
Please wait...
jowo..kan suka ngentot...dimana2 pasti ada jowo..kerjanya ngentot..habis bini..dicari bini org lain..anak dara,janda..kerjanya ngentot..tidak kira laki perempuan..semuanya ditibai..
|
|
“gw tobat taun 2099”
Since: Sep 11
Satellite Provider
|
Please wait...
galuh wrote: Beginilah akhirnya kalau NKRI dikuasai suku Jawa (yang ngomongnya Bletak-bletuk). tak ada yang merusak NKRI. yg ada manusia manusia oportunis yg egois dan itu tidak ditentukan oleh suku apa melainkan oleh kepentingan politik yg busuk
|
|
“JESUS BUKAN TUHAN”
Since: Feb 12
MENUHANKAN JESUS MASUK NERAKA
|
Please wait...
yang merusak NKRI itu adalah OPM, RMS, GKI YASMIN
|
|
UMNO licik
Satellite Provider
|
bukannya melayu yang sering disebut "pemalas"dan aib malaysia oleh cina dan keling...:-)
|
|
OM USEP 085890586358
Satellite Provider
|
PENCABUT KETUHANAN JESUS wrote: yang merusak NKRI itu adalah OPM, RMS, GKI YASMIN yg merusak NKRI adalah arab dan jawa islam otaknya semua di lubang tai
|
|
keparat_loe
Singapore, Singapore
|
penyodom zubor wrote: <quoted text>tak ada yang merusak NKRI. yg ada manusia manusia oportunis yg egois dan itu tidak ditentukan oleh suku apa melainkan oleh kepentingan politik yg busuk dan majoritinya suku JAWA. keh keh keh
|
|
orang indonesia
Jakarta, Indonesia
|
lo orang knp pada bego2 sih, hari gini masih mau di provokasi. mau jawa, sematera, sulawesi kalimantan semua nya tinggal di Indonesia. HIDUPLAH INDONESIA RAYA
|
|
OM USEP 085890586358
Satellite Provider
|
keparat_loe wrote: <quoted text> dan majoritinya suku JAWA. keh keh keh betul boss, begitulang kalau lutung jawa berpolitik
|
|
OM USEP 085890586358
Satellite Provider
|
orang indonesia wrote: lo orang knp pada bego2 sih, hari gini masih mau di provokasi. mau jawa, sematera, sulawesi kalimantan semua nya tinggal di Indonesia. HIDUPLAH INDONESIA RAYA yang dikuasai oleh lutung lutung jawa
|
|
Hahhaa
Semarang, Indonesia
|
•Statistik artis-model Indonesia kulit putih : 32% etnis Jawa, 6% etnis WNI keturunan Eropa-Jawa, 15% etnis Sunda, 10% etnis Minang, 7% etnis Melayu-Betawi, 5% etnis keturunan Arab-India, 5% etnis WNI Tionghoa, 5% etnis Batak, 4% etnis WNI Eropa-etnis lain, 4% etnis Manado, 7% etnis pribumi lain.
•Artis pria etnis Jawa : Adjie Massaid, Andhika Pratama, Ari Wibowo (Jerman-Jawa), Nicholas Saputra, Piyu Padi, Pongki, Anjasmara, Tora Sudiro, Sheila on 7, Adjie Pangestu, Anang H, Rio Dewanto, Tyo Nugros, Giring, Hengky Kurniawan, Darius Sinathrya, Aldi Bragi, Tukul Arwana, Indra Bekti, Eko, Parto, Anji, Rezky Aditya, Gading Marten, Nugie, Bondan Prakoso, Opick, Bondan Winarno, Wali, Letto, Shaggy Dog, Didi Petet, Doyok, Srimulat, Indra Brasco, Rizki Hanggono, Lucky Perdana, Christian Sugiono, Dwi Sasono, Chrisye, Katon Bagaskara, Ebiet G. Ade, Agus Kuncoro, Dono-Kasino-Indro, Wisnu Witono (Norwegian Idol).
•Artis wanita etnis Jawa : Alexandra Gottardo, Annisa Trihapsari, Luna Maya (Jawa-Austria), Soimah, Wulan Guritno, Asty Ananta, Paula Verhoeven, Velove Vexia (Manado-Jawa), Mayangsari, Ratna Galih, Dian Sastrowardoyo, Diah Permatasari, Krisdayanti, Five Vi, Ririn Dwi Ariyanti, Dhini Aminarti, Inul D, Shinta Bachir, Tyas Mirasih, Alyssa Soebandono, Nana Mirdad, Naysila Mirdad, Ashanty, Dewi Yull, Ine Febriyanti, Ratih Sanggarwati, Diana Pungky, Enno Lerian, Ratna Listy, Cynthiara Alona, Widy Vierra, Nina Warna, Tiara Lestari, Tia AFI, Kinaryosih, Kikan, Dian Nitami, Dewi Persik, Deasy Bouman, Maia Estianti, Kristina, Inneke Koesherawati, Astrid Sartisasari, Endhita, Ayu Dewi, Girindra Kara, Ardina Rasti, Della Puspita, Renata Kusmanto, Indah Kalalo, Sheila Marcia, Anneke Jodi, Cindy Fatika Sari, Nabila Putri, Prita Laura, Indah Kirana, Chacha Frederica (Tionghoa-Jawa), Nagita Slavina (Jawa-Manado-Minang), Winny Charita, Novita Angie, Rheina Maryana, Carissa Putri (Eropa-Jawa-Melayu), Cindy Sistyarani, Jessica Mila (Jawa-Belanda), Sara Wijayanto, Lia Ananta, Gracia Indri, Aulia Sarah (Sunda-Jawa), Yuni Shara, Anggun C Sasmi. Putri Indonesia : 1992 Indira Soediro, 1994 Venna Melinda, 2003 Dian Khrisna, 2004 Artika Sari Devi, 2005 Nadine Chandrawinata (Jawa-Indo), 2006 Agni Pratistha, 2007 Putri Raemawasti, 2010 Nadine Alexandra, 2011 Maria Selena (orang tua Jawa).
Ilmuwan etnis Jawa : Prof. Khoirul Anwar (ilmuwan 2 paten koneksi telepon 4G OFDM NAIST Jepang), Irawan Satriotomo (ilmuwan neurosains University Wisconsin AS), Harry Sutjahyo (ahli erosi University Louisiana AS), Adi Rahman Adiwoso (penemu telepon satelit), Warsito Taruno (penemu ECVT 4D NASA dan alat terapi kanker), Yudi Kurniawan (petani Ashitaba obat kanker Rp. 1 Miliar, melatih petani Fiji-Gambia), Bambang Sutiman (pencipta filter rokok sehat), Ratno Nuryadi (penemu Nanoscope), Ali Zum Mashar (penemu pupuk mikroba penyubur tanah di Arab Saudi-China, 4 paten WIPO), Yudi Utomo (penemu kontainer limbah nuklir), Andrias Wji Setio (penemu reaktor biogas), M. Arief Budiman (ilmuwan genetika Orion Genomics AS), Prof. Eko Supriyanto (Dekan UTM Malaysia 14 hak paten biomedis), Lindarti Purwaningsih (ilmuwan Max Planck Jerman), Bambang Widiatmoko (ilmuwan laser OFCG Jepang, 30 hak paten), Fajar Budiprasetyo (pencipta game di Facebook), JT. Sri Sumantyo (penemu radar satelit di 118 negara), Haryo Sumowidagdo (ilmuwan CERN Swiss).
|
|
Hahhaa
Semarang, Indonesia
|
•Statistik artis-model Indonesia kulit putih : 32% etnis Jawa, 6% etnis WNI keturunan Eropa-Jawa, 15% etnis Sunda, 10% etnis Minang, 7% etnis Melayu-Betawi, 5% etnis keturunan Arab-India, 5% etnis WNI Tionghoa, 5% etnis Batak, 4% etnis WNI Eropa-etnis lain, 4% etnis Manado, 7% etnis pribumi lain.
•Artis pria etnis Jawa : Adjie Massaid, Andhika Pratama, Ari Wibowo (Jerman-Jawa), Nicholas Saputra, Piyu Padi, Pongki, Anjasmara, Tora Sudiro, Sheila on 7, Adjie Pangestu, Anang H, Rio Dewanto, Tyo Nugros, Giring, Hengky Kurniawan, Darius Sinathrya, Aldi Bragi, Tukul Arwana, Indra Bekti, Eko, Parto, Anji, Rezky Aditya, Gading Marten, Nugie, Bondan Prakoso, Opick, Bondan Winarno, Wali, Letto, Shaggy Dog, Didi Petet, Doyok, Srimulat, Indra Brasco, Rizki Hanggono, Lucky Perdana, Christian Sugiono, Dwi Sasono, Chrisye, Katon Bagaskara, Ebiet G. Ade, Agus Kuncoro, Dono-Kasino-Indro, Wisnu Witono (Norwegian Idol).
•Artis wanita etnis Jawa : Alexandra Gottardo, Annisa Trihapsari, Luna Maya (Jawa-Austria), Soimah, Wulan Guritno, Asty Ananta, Paula Verhoeven, Velove Vexia (Manado-Jawa), Mayangsari, Ratna Galih, Dian Sastrowardoyo, Diah Permatasari, Krisdayanti, Five Vi, Ririn Dwi Ariyanti, Dhini Aminarti, Inul D, Shinta Bachir, Tyas Mirasih, Alyssa Soebandono, Nana Mirdad, Naysila Mirdad, Ashanty, Dewi Yull, Ine Febriyanti, Ratih Sanggarwati, Diana Pungky, Enno Lerian, Ratna Listy, Cynthiara Alona, Widy Vierra, Nina Warna, Tiara Lestari, Tia AFI, Kinaryosih, Kikan, Dian Nitami, Dewi Persik, Deasy Bouman, Maia Estianti, Kristina, Inneke Koesherawati, Astrid Sartisasari, Endhita, Ayu Dewi, Girindra Kara, Ardina Rasti, Della Puspita, Renata Kusmanto, Indah Kalalo, Sheila Marcia, Anneke Jodi, Cindy Fatika Sari, Nabila Putri, Prita Laura, Indah Kirana, Chacha Frederica (Tionghoa-Jawa), Nagita Slavina (Jawa-Manado-Minang), Winny Charita, Novita Angie, Rheina Maryana, Carissa Putri (Eropa-Jawa-Melayu), Cindy Sistyarani, Jessica Mila (Jawa-Belanda), Sara Wijayanto, Lia Ananta, Gracia Indri, Aulia Sarah (Sunda-Jawa), Yuni Shara, Anggun C Sasmi. Putri Indonesia : 1992 Indira Soediro, 1994 Venna Melinda, 2003 Dian Khrisna, 2004 Artika Sari Devi, 2005 Nadine Chandrawinata (Jawa-Indo), 2006 Agni Pratistha, 2007 Putri Raemawasti, 2010 Nadine Alexandra, 2011 Maria Selena (orang tua Jawa).
Ilmuwan etnis Jawa : Prof. Khoirul Anwar (ilmuwan 2 paten koneksi telepon 4G OFDM NAIST Jepang), Irawan Satriotomo (ilmuwan neurosains University Wisconsin AS), Harry Sutjahyo (ahli erosi University Louisiana AS), Adi Rahman Adiwoso (penemu telepon satelit), Warsito Taruno (penemu ECVT 4D NASA dan alat terapi kanker), Yudi Kurniawan (petani Ashitaba obat kanker Rp. 1 Miliar, melatih petani Fiji-Gambia), Bambang Sutiman (pencipta filter rokok sehat), Ratno Nuryadi (penemu Nanoscope), Ali Zum Mashar (penemu pupuk mikroba penyubur tanah di Arab Saudi-China, 4 paten WIPO), Yudi Utomo (penemu kontainer limbah nuklir), Andrias Wji Setio (penemu reaktor biogas), M. Arief Budiman (ilmuwan genetika Orion Genomics AS), Prof. Eko Supriyanto (Dekan UTM Malaysia 14 hak paten biomedis), Lindarti Purwaningsih (ilmuwan Max Planck Jerman), Bambang Widiatmoko (ilmuwan laser OFCG Jepang, 30 hak paten), Fajar Budiprasetyo (pencipta game di Facebook), JT. Sri Sumantyo (penemu radar satelit di 118 negara), Haryo Sumowidagdo (ilmuwan CERN Swiss). Haaa
|
|
Hahhaa
Semarang, Indonesia
|
•Estimasi jumlah etnis tahun 2011 : 100 Juta orang etnis Jawa (41,6%), 37 Juta orang etnis Sunda (15,4%), 10 Juta orang etnis Banten-Betawi (4,2%), 10 Juta orang etnis Madura (4,2%), 9 Juta orang etnis Melayu (3,7%), 9 Juta orang etnis WNI Tionghoa (3,7%), 9 Juta orang etnis NTB-NTT (3,7%), 8 Juta orang etnis Minang (3,3%), 8 Juta orang etnis Batak (3,3%), 8 Juta orang etnis Bugis-Makassar (3,3%), 7 Juta orang etnis Mandar-Toraja-Gorontalo-Buton- Kaili-Tolaki-Minahasa(3 %), 4,5 Juta orang etnis Banjar-Sambas-Kutai (1,87%), 4 Juta orang etnis Aceh (1,6%), 3,5 Juta orang etnis Dayak (1,45%), 3,5 Juta orang etnis Bali (1,45%), 3,5 Juta orang etnis Maluku-Papua (1,45%), 5 Juta orang etnis lain (2%).
10 Juta orang Jakarta : 35% etnis Jawa, 27% etnis Betawi, 15% etnis Sunda, 5% etnis WNI Tionghoa, 5% etnis Minang-Melayu, 4% etnis Batak, 9% etnis lain.
50 Juta orang Sumatera : 15 Juta orang Jawa, 7,5 Juta orang Melayu, 6,5 Juta orang Batak, 6 Juta orang Minang, 4 Juta orang Aceh, 2 Juta orang Lampung, 3 Juta orang China, 1,5 Juta orang Sunda, 1,5 Juta orang Nias-Banjar-Komering, 3 Juta orang lain.
14 Juta orang Kalimantan : 3,5 Juta orang Dayak-Ngaju-Kendayan-Bakumpai, 3,2 Juta orang Banjar, 2 Juta orang Melayu-Sambas-Kutai, 2 Juta orang Jawa, 850.000 orang Bugis, 150.000 orang Madura, 800.000 orang etnis WNI Tionghoa, 1,5 Juta orang etnis lain.
Orang Jawa : 65 Juta orang di Jateng-DIY-Jatim, 15 Juta orang di Jabar-Banten-Jakarta, 15 Juta orang di Sumatera, 2 Juta orang di Kalimantan, 3 Juta orang di Indonesia Timur, Malaysia.
•Data 200 orang konglomerat Indonesia dengan harta diatas Rp. 300 Miliar : 140 orang etnis WNI Tionghoa, 28 orang etnis Jawa, 7 orang etnis Minang- Melayu, 5 orang etnis Arab-India, 5 orang etnis Sunda, 4 orang etnis Bugis, 4 orang etnis Batak, 7 orang lain (Aceh, Lampung, Sulawesi).
•4.000 orang Indonesia dengan harta antara Rp. 50 Miliar-Rp. 300 Miliar : 34% etnis WNI Tionghoa, 34% etnis Jawa, 12% etnis Sumatera, 20% etnis lain.
•400.000 orang kaya Indonesia dengan harta antara Rp. 1 Miliar-Rp. 30 Miliar : 42% etnis Jawa, 14,4% etnis Sunda, 11% etnis WNI Tionghoa, 9% etnis Minang-Melayu, 4% etnis Batak, 4% etnis Bugis-Makassar, 3,7% etnis Banten-Betawi, 3,7% etnis Madura, 8,2% etnis lain (Aceh, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Minahasa, Toraja, Mandar, Maluku, Papua, WNI keturunan Arab-India-Eropa). Profesi : 35% pengusaha UKM, 25% pejabat (pejabat PNS, pejabat BUMN, anggota DPR/DPRD, perwira TNI-Polri), 20% profesional (pengacara, dokter, notaris, pemasar, dosen, TKI, teknokrat, arsitek, artis), 20% eksekutif swasta.
•Profesi etnis Jawa kaya : 50.000 orang pejabat negara, 62.000 orang pengusaha UKM, 20.000 orang dokter, 20.000 orang profesional, 16.000 orang swasta.
•Wilayah orang kaya Indonesia : Jateng-DIY-Jatim 120.000 orang, Jakarta 80.000 orang, Jabar-Banten 80.000 orang, Sumatera 60.000 orang, Indonesia Timur 35.000 orang, Sulawesi 25.000 orang. Daerah etnis Jawa kaya : Jateng-DIY-Jatim 98.000 orang, Jakarta-Jabar-Banten 45.000 orang, luar Jawa 25.000 orang.
•35 Juta keluarga kelas menengah Indonesia : 47% etnis Jawa, 20% etnis Sunda-Banten-Betawi, 13% etnis Sumatera, 16% etnis lain, 4% etnis WNI Tionghoa.
•Kepemilikan rumah di Indonesia : 40% Jateng-DIY-Jatim, 28% Jakarta-Jabar-Banten, 18% Sumatera, 4% Sulawesi, 3% Kalimantan, 7% Bali-NTB-NTT-Papua.
•Kepemilikan mobil di Indonesia : 30% Jateng-DIY-Jatim, 23% Jakarta, 17% Jabar-Banten, 16% Sumatera, 5% Kalimantan, 5% Sulawesi, 4% Indonesia Timur.
•Simpanan perbankan di Indonesia : 48% Jakarta, 17% Jateng-DIY-Jatim, 13% Sumatera, 10% Jabar-Banten, 5% Kalimantan, 3% Sulawesi, 4% daerah lain.
•Penduduk Jakarta : 35% etnis Jawa, 27% etnis Betawi, 15% etnis Sunda, 6% etnis WNI Tionghoa, 5% etnis Minang-Melayu, 4% etnis Batak, 8% etnis lain.
•80.000 orang kaya Jakarta : 35% etnis Jawa (pejabat PNS), 20% etnis WNI Tionghoa, 15% etnis Sunda, 10% etnis Betawi, 10% etnis Minang, 10% etnis lain. Hhaaa
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|