MlRISNYA! INDONESIA IMPOR DARl MALAYSIA NAIK 127%!

Posted in the Malaysia Forum

Comments

Showing posts 1 - 20 of56
< prev page
|
Go to last page| Jump to page:

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
Feb 11, 2013
 
Duh mirisnya...

Ketergantungan negara kita dengan produk impor dari tetangga sebelah semakin melonjak!

Ini membuktikan yang Malaysia adalah negara produsen dan negara kita hanyalah negara konsumen.

Soal industri, kita udah tertinggal dari tetangga sebelah hingga kita harus impor dari mereka.

Ini tentunya dikarena kebijakan pemerintah Malaysia yang mendukung industri hingga mereka menjadi global player sedangkan industri kita masih bersifat tradisionil.

Gak tanggung-tanggung, inilah beberapa barang impor kita dari tetangga sebelah:

1. Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik

2. Mesin/Peralatan Listrik

3. Plastik dan Barang dari Plastik

4. Bahan Kimia Organik

5. Besi dan Baja

6. Benda-Benda dari Besi dan Baja

7. Kendaraan dan Bagiannya

8. Kapal Laut dan Bangunan Terapung

9. Perangkat Optik

10. Produk Kimia

11. Kedelai (gak masuk akal)

12. Ikan lele (gak masuk akal)

13. Produk makanan & minuman

14. Bawang merah (gak masuk akal)

15. Minyak goreng (gak masuk akal)

16. Listrik

Selain dari perusahaan Malaysia panen duit di negara kita, Malaysia juga kebanjiran duit dari negara kita lewat produk impor mereka.

Malaysia itu pintar sekali karena bisa mengambil peluang market Indonesia yang ratusan juta penduduknya dan negara kita tergantung produk impor yang murah dari Malaysia atas alasan biaya impor yang murah dikarenakan faktor geografis.

Gak herah jika tetangga kita yang satu ini lebih makmur dan sejahtera dari kita!

Jadi lucu liat forindo nasionalis bego berkoar-koar mengejek Malaysia sedangkan negara kita bergantung kepada Malaysia.

Duh mirisnya...

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
Feb 11, 2013
 
RI Sumbang Rp 60 Triliun untuk Perdagangan Malaysia

Ramdhania El Hida - detikfinance

Rabu, 06/02/2013 17:07 WIB

_http://finance.detik.com/read /2013/02/06/170736/2163005/4/r i-sumbang-rp-60-triliun-untuk- perdagangan-malaysia

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia ke Malaysia mencapai US$ 6,3 miliar atau sekitar Rp 60 triliun. Jumlah tersebut digunakan untuk membeli beberapa produk asal negeri jiran Indonesia tersebut.

Berdasarkan data BPS yang dikutip detikFinance, Rabu (6/2/2013), sebanyak 10 komoditas favorit Indonesia dari Malaysia, antara lain pupuk yang pada bulan Desember 2012 tumbuh 127% dibandingkan bulan November 2012 dengan total impor sebesar US$ 113 juta sepanjang tahun 2012. Selain itu, berbagai makanan olahan yang juga tumbuh sekitar 26,4% di bulan Desember dibandingkan bulan sebelumnya dengan nilai total sebesar US$ 111,4 juta.

Mesin-mesin/pesawat mekanik merupakan produk dengan nilai impor terbesar dari Malaysia, yaitu mencapai US$ 979 juta, kemudian mesin/peralatan listrik sebesar US$ 881 juta sepanjang tahun 2012. Bahan kimia organik dan besi/baja juga merupakan komoditas impor terbesar dari negara Upin Ipin ini dengan nilai masing-masing US$ 577 juta dan US$ 432 juta.

Selain itu, ada juga benda-benda dari besi dan baja yang nilai impornya sepanjang tahun 2012 lalu sebesar US$ 201,8 juta serta kendaraan dan bagiannya yang memiliki nilai impor sebesar US$ 173 juta, juga berbagai produk kimia sebesar US$ 116 juta.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
Feb 11, 2013
 
Ini Dia 10 Barang Impor Favorit RI dari Malaysia

Ramdhania El Hida - detikfinance

Rabu, 12/09/2012 09:55 WIB

_http://finance.detik.com/read /2012/09/12/095510/2015584/4/1 /ini-dia-10-barang-impor-favor it-ri-dari-malaysia#bigpic

Jakarta - Mungkin kita sering bertikai dengan negara Malaysia, tetapi rupanya ketergantungan Indonesia dengan negeri jiran ini cukup besar. Hal ini terlihat masuknya Malaysia dalam 10 negara pemasok barang impor terbesar ke Indonesia.

Pada tahun ini, hingga Juli 2012, nilai impor dengan negara ini mencapai US$ 3,9 miliar. Untuk bulan Juli saja, nilai impornya sebesar US$ 677,4 juta atau naik 23,29 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar US$ 549,5 juta.

Apa saja komoditas yang Indonesia minati dari negara Upin Ipin ini, berikut 10 komoditas terbanyak dari Malaysia berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dikutip detikFinance, Rabu (12/9/2012).

1. Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik

Mesin dan pesawat mekanik merupakan komoditas terbesar yang datang dari Malaysia ke tanah air. Nilainya hingga Juli 2012 sudah mencapai US$ 571,7 juta.

Pada bulan Juli 2012, impor komoditas ini senilai US$ 93,9 juta atau naik 16,45 persen dari nilai impor bulan Juni yang nilainya US$ 80,6 juta.

2. Mesin/Peralatan Listrik

Mesin/ peralatan listrik asal Malaysia yang telah masuk sepanjang tahun ini senilai US$ 557 juta. Pada bulan Juli, nilai impor produk ini sebesar US$ 95,5 juta atau naik 23,67 persen dibandingkan dengan impor bulan Juni yang nilainya US$ 77,3 juta.

3. Plastik dan Barang dari Plastik

Sepanjang tahun ini, Indonesia telah mengimpor komoditas plastik dan barang dari plastik senilai US$ 463,7 juta. Untuk bulan Juli saja, nilai impor komoditas ini mencapai US$ 73,7 juta atau naik 20,08 persen dari nilai impor bulan Juni 2012 sebesar US$ 61,3 juta.

4. Bahan Kimia Organik

Pada bulan Juli, impor komoditas ini naik 16,99 persen dibandingkan dengan nilai impor bulan Juni 2012, yaitu dari US$ 41,9 juta menjadi US$ 49 juta.

Dengan demikian, dari Januari hingga Juli 2012, senilai US$ 349,4 juta komoditas bahan kimia organik ini masuk ke tanah air.

5. Besi dan Baja

Komoditas ini merupakan satu-satunya komoditas yang mengalami penurunan nilai impor dari Juni ke Juli. Pada bulan Juli, nilai impor komoditas ini sebesar US$ 54,2 juta atau turun 7,74 persen dibandingkan nilai impor bulan Juni 2012 yang nilainya sebesar US$ 58,7 juta.

Meskipun demikian, dari Januari hingga Juli 2012, nilai impor komoditas ini sudah cukup besar yaitu US$ 291,7 juta.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
Feb 11, 2013
 
6. Benda-Benda dari Besi dan Baja

Benda-benda dari besi dan baja asal Malaysia yang telah masuk sepanjang tahun ini senilai US$ 108,9 juta. Pada bulan Juli, nilai impor produk ini sebesar US$ 19,5 juta atau naik 58,19 persen dibandingkan dengan impor bulan Juni yang nilainya US$ 12,3 juta.

7. Kendaraan dan Bagiannya

Sepanjang tahun ini, Indonesia telah mengimpor komoditas tersebut senilai US$ 103,8 juta. Untuk bulan Juli saja, nilai impor komoditas kendaraan dan bagiannya ini senilai US$ 17,7 juta atau naik 22,91 persen dari nilai impor bulan Juni 2012 sebesar US$ 14,4 juta.

8. Kapal Laut dan Bangunan Terapung

Rupanya komoditas ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di bulan Juli. Pada bulan ini, nilai impor untuk komoditas ini mencapai US$ 38 juta atau tumbuh 995,28 persen dibandingkan nilai impor pada bulan Juni 2012 yang hanya senilai US$ 3,5 juta. Komoditas inilah yang mengalami pertumbuhan tertinggi untuk beberapa komoditas asal negeri jiran ini.

Dengan demikian, dalam jangka waktu Januari hingga Juli 2012, nilai impor komoditas ini mencapai US$ 79,7 juta.

9. Perangkat Optik

Pada bulan Juli, impor komoditas ini naik 107,84 persen dibandingkan dengan nilai impor bulan Juni 2012, yaitu dari US$ 10,2 juta menjadi US$ 21,3 juta.

Dengan demikian, dari Januari hingga Juli 2012, sebesar US$ 70,6 juta komoditas perangkat optik ini masuk ke tanah air.

10. Produk Kimia

Beberapa produk kimia asal Malaysia yang telah masuk senilai US$ 70,2 juta sepanjang tahun ini. Pada bulan Juli, nilai impor produk ini sebesar US$ 11,6 juta atau naik 27,5 persen dibandingkan dengan impor bulan Juni yang nilainya US$ 9,1 juta

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
Feb 11, 2013
 
RI Impor Kedelai dari AS & Malaysia, Pemerintah 'Main' Salah-salahan

Inka Nesya - detikfinance

Rabu, 25/07/2012 15:27 WIB

_http://finance.detik.com/read /2012/07/25/152047/1974568/4/r i-impor-kedelai-dari-as-malays ia-pemerintah-main-salah-salah an

Jakarta - Kedelai menjadi masalah saat ini karena harganya meroket dan membuat perajin tahu-tempe mogok produksi. Pemerintah mulai salah-salahan soal siapa yang harus bertanggung jawab.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia masih mengimpor kedelai dari beberapa negara. Antara lain dari Amerika Serikat dan Malaysia. Impor dilakukan karena lahan untuk produksi kedelai terbatas sehingga stok tidak bisa memenuhi permintaan yang ada.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, soal terbatasnya lahan produksi kedelai merupakan tanggung jawab menteri pertanian yakni Suswono.

"Ini mentan kan yang seharusnya bertanggung jawab dalam meningkatkan produktivitas. Harus dicari lahan ke depan," tegas Gita di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Dikatakan Gita, saat ini berat bagi pemerintah mengendalikan harga kedelai dalam negeri, karena Indonesia masih sangat bergantung kepada kedelai impor.

"Saya rasa berat karena kita ketergantungan terhadap impor tinggi sekali kebetulan sedang ada anomali cuaca di Brasil dan Argentina. Panasnya tidak bisa dkendalikan. Kita mungkin harus lebih arif dan bijak dalam mengkonsumsi," cetus Gita.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam 5 bulan pertama tahun ini, Indonesia telah mengimpor 750,1 ribu ton kedelai dengan nilai US$ 424,2 juta. Impor terbesar datang dari Amerika Serikat, yaitu sebanyak 721,1 ribu ton dengan nilai US$ 401,6 juta.

Kemudian, Malaysia dengan 26 ribu ton kedelai senilai US$ 20,8 juta dan Kanada dengan total impor kedelai dalam 5 bulan sebanyak 1.525 ton dengan nilai US$ 887 ribu.

Ukraina juga mendatangkan kedelai asal negerinya sebanyak 738 ton dengan nilai US$ 370,1 ribu. Begitu juga dengan China, sebanyak 281,8 ton kedelai dengan nilai US$ 279 ribu masuk dari negeri tirai bambu tersebut.Dalam 5 bulan pertama tahun ini, Indonesia telah mengimpor 750,1 ribu ton kedelai dengan nilai US$ 424,2 juta. Impor terbesar datang dari Amerika Serikat, yaitu sebanyak 721,1 ribu ton dengan nilai US$ 401,6 juta.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
Feb 11, 2013
 
Batam Impor Lele Malaysia

Inno Jemabut | Jumat, 07 September 2012 - 15:43:26 WIB

http://www.sinarharapan.co/detile-7474-batam-...

Rakyat sulit peroleh kredit dari bank.
JAKARTA – Provinsi Kepulauan Riau mengimpor ikan lele dari Malaysia sekitar 60 ton per tahun. Impor tersebut dilakukan karena pasokan lele dari Pulau Jawa ke Kepulauan Riau lebih mahal dibandingkan jika dipasok dari Malaysia.

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Djasarmen Purba kepada SH, di Jakarta, Rabu (5/9), berdasarkan temuan hasil kunjungan kerja Komite II DPD beberapa waktu lalu ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau. "Sangat disayangkan kita tidak bisa penuhi kebutuhan ikan lele, harus impor dari Malayasia,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Kepulauan Riau bisa membudidayakan ikan lele. Namun, kendala utama saat ini adalah permodalan yang tidak mencukupi, sementara kebutuhan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

"Masyarakat sangat sulit mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) dari bank. Pemerintah daerah juga tak berupaya membantu masyarakat atau memberi bimbingan," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, saat membuka pembukaan Indonesia Marine and Fisheries Expo, Kamis (6/9), menuturkan, mahalnya ikan beberapa wilayah selain disebabkan masalah distribusi, di beberapa wilayah juga masih ada yang tidak cocok untuk budi daya ikan seperti lele.

"Distribusi masih jadi kendala utama, sehingga ikan seperti lele ini menjadi mahal harganya. Kendala lainnya, seperti di Provinsi Kepulauan Riau ini kurang cocok untuk budi daya lele," tuturnya.

Diakuinya, beberapa waktu lalu ia baru saja menghentikan kegiatan impor empat perusahaan di Jakarta karena telah memasukkan lele konsumsi dari luar negeri. "Kami sudah setop empat perusahaan di Jakarta, dan di Medan juga ada yang dicabut izinnya," kata Sharif.

Ketika disinggung tentang masih adanya perusahaan di Batam yang mengimpor lele, Sharif meminta hal tersebut dilaporkan pada dirinya. Larangan impor berlaku bagi lele ukuran konsumsi. Impor masih diperbolehkan jika lele digunakan untuk keperluan pembenihan.

Ia berharap pemerintah daerah, termasuk Batam, bisa meningkatkan produksi lokalnya melalui kegiatan budi daya. Ini perlu dilakukan agar bisa melepaskan diri dari ketergantungan impor. "Kalau masih ada yang impor laporkan sama saya, akan kami setop," ia menegaskan.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
Feb 11, 2013
 
Impor Makanan dari Malaysia Naik Empat Kali Lipat

Penulis : Eny Prihtiyani | Minggu, 27 November 2011 | 16:15 WIB

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11...

JAKARTA, KOMPAS.com -- Sekretaris Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Frangky Sibarani mengemukakan, lonjakan impor juga terjadi pada produk makanan dan minuman. Sampai dengan Oktober, impor makanan dan minuman tercatat 197,5 juta dolar AS. Sekitar 24,7 persen berasal dari Malaysia.

"Dibandingkan periode Januari-April, impor dari Malaysia periode Januari-Oktober naik 400 persen," kata Frangky, Minggu (27/11/2011) di Jakarta.

Volume makanan impor dari negara-negara ASEAN juga mengalami kenaikan. Dibandingkan periode Januari-April, impor dari ASEAN periode Januari-Oktober naik tiga kali lipat dari 31,37 juta dolar AS menjadi 96,5 juta dolar AS. Kenaikan ini akan terus meningkat menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Menurut Frangky, lemahnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan daya saing dan perlindungan pasar dalam negeri mengakibatkan pasar makanan dan minuman semakin dinikmati produk asing.

"Pertumbuhan ekonomi dan daya tarik investasi hanya membuat pamerintah terbuai, tanpa serius mendukung kenaikan daya saing sektor ini," ungkap Frangky.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
Feb 11, 2013
 
RI Impor Bawang Merah Rp 400 Miliar dari Thailand, Malaysia & Vietnam

Maikel Jefriando - detikfinance

Kamis, 03/01/2013 11:21 WIB

_http://finance.detik.com/read /2013/01/03/112121/2132046/4/r i-impor-bawang-merah-rp-400-mi liar-dari-thailand-malaysia-vi etnam

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat akumulasi impor bawang merah Januari-November 2012 sebesar 95.000 ton senilai US$ 42 juta atau kurang lebih Rp 400 miliar.

BPS juga mencatat penurunan impor bawang merah pada November 2012. Tercatat impor bawang merah 1.175 ton pada Oktober 2012, lalu turun menjadi 385 ton pada November 2012.

Tercatat penurunan impor dari beberapa negara di beberapa bulan terakhir. Filipina dan Vietnam bahkan tidak melakukan ekspor bawang merah ke Indonesia selama dua hingga tiga bulan terakhir.

Sedangkan negara lainnya, seperti Thailand masih tetap catatkan ekspor bawang merah ke Indonesia sebesar 169 ton atau senilai US$ 57 ribu. Angka ini turun dari bulan Oktober yang mencapai 248 ton atau US$ 114.000. Komulatifnya ekspor bawang merah dari Thailand selama 2012 (hingga November) mencapai 32.000 ton atau US$ 16 juta.

Bawang merah asal India juga masuk ke pasar Indonesia dengan laporan bulan November sebesar 138 ton atau US$ 43.000 dan komulatif 22.000 ton atau US$ 7 juta.

Akan tetapi, ekspor bawang merah dari Malaysia ke Indonesia November naik tipis menjadi 78 ton atau US$ 88 ribu dari yang bulan lalu 52 ton atau US$ 51. Secara komulatif Malaysia hanya impor bawang merah lebih rendah dibanding negara lainnya, yakni sebesar 678 ton atau US$ 552.000.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
Feb 11, 2013
 
Parah! Kaya Sawit, RI Impor Minyak Goreng dari Malaysia

Ramdhania El Hida - detikfinance

Kamis, 03/05/2012 13:03 WIB

_http://finance.detik.com/read /2012/05/03/130314/1908072/103 6/parah-kaya-sawit-ri-impor-mi nyak-goreng-dari-malaysia

Jakarta - Indonesia masih memegang rekor sebagai negara penghasil crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, mengalahkan Malaysia. Sayangnya, ternyata Indonesia masih mengimpor minyak goreng dari Negeri Jiran itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, sepanjang tahun ini Indonesia telah mengimpor 4.035 ton minyak goreng asal Malaysia dengan nilai US$ 6,2 juta.

Bahkan pada tahun 2011 lalu, impor minyak goreng asal Malaysia mencapai US$ 55 juta dengan volume sebanyak 42,4 ribu ton. Jumlah tersebut, merupakan yang paling besar dibandingkan negara lainnya. Total impor minyak goreng pada tahun 2011 sebesar 44,6 ribu ton dengan nilai US$ 59 juta.

Meski demikian, pada triwulan I-2012, tercatat juga Malaysia tetap menjadi negara pengimpor terbesar minyak goreng dari Indonesia, dari total impor sebanyak 5.382 ton dengan nilai US$ 8,3 juta.

Negara lain selain Malaysia yang mengimpor minyak goreng dari Indonesia adalah Singapura dengan total impor sepanjang tahun ini sebanyak 822 ton dengan nilai US$ 1,3 juta. Kemudian Thailand sebanyak 200 ton dengan nilai US$ 294 ribu, Amerika Serikat sebanyak 117 ton dengan nilai US$ 230 ribu, Korea Selatan sebanyak 65 ton dengan nilai US$ 124.000.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
Feb 11, 2013
 
Selasa, 16 Oktober 2012 07:02:00

Memalukan, Indonesia impor listrik dari Malaysia

http://m.merdeka.com/uang/memalukan-indonesia...

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menandatangani kerja sama dengan Serawak Energy Berhad (SEB). Salah satu isinya adalah, Indonesia akan mendatangkan energi listrik dari negeri jiran Malaysia sebesar 50 Mega Watt (MW).

Alasan PLN, impor listrik dari Malaysia terpaksa dilakukan mengingat kebutuhan energi di sebagian wilayah Kalimantan Barat cukup besar. Terutama untuk sektor industri. Kebutuhan listrik bagi energi harus dipenuhi agar sesuai dengan program hilirisasi pemerintah.

Anggota Komisi VII DPR Ismayatun menuturkan, sebagian wilayah Kalimantan memang masih diselimuti kegelapan. Impor listrik dari Malaysia ditempuh pemerintah demi mewujudkan ketahanan energi. "Tapi jika dilihat dari sisi kedaulatan energi, saya tidak setuju (impor)," ungkap Ismayatun kepada merdeka.com , Senin (15/10).

Menurutnya, untuk jangka pendek, mungkin kebijakan ini bisa diterima. Mengingat kebutuhan energi yang besar di wilayah itu. Apalagi jika harga listrik yang ditawarkan dari pihak Malaysia, termasuk murah karena menggunakan PLTA, sementara di Indonesia masih menggunakan energi minyak. Tapi, untuk jangka panjang perlu sangat diperhatikan.

"Kalau suatu saat misalnya Indonesia konflik dengan Malaysia, lalu mereka hentikan pasokan listrik, harus seperti apa? iya (jangan malu-maluin) bergantung sama negara lain," tegasnya.

Menurutnya, pemerintah harus mulai mempersiapkan dari saat ini. Pesatnya laju pertumbuhan ekonomi nasional, mendorong tingginya kebutuhan energi dalam negeri. Kebutuhan ini idealnya dipenuhi dari kemampuan produksi nasional. "Itu namanya kedaulatan energi," katanya.

Sebelumnya, Direktur Umum PT PLN Nur Pamudji menyatakan impor listrik adalah salah satu kebijakan untuk mendukung hilirisasi tambang dilakukan di Kalimantan Barat. Provinsi ini memiliki belasan industri batu bara aktif, salah satu nama besar di sana adalah PT Berau Coal.

"Kita mengambil listrik dari PLTA Bakun Serawak, Malaysia sehingga bisa mendukung pembangunan smelter di Provinsi Kalimantan Barat, karena kebutuhan listriknya besar sekali," ujar Nur Pamudji saat ditemui selepas pembukaan Konferensi Industri Penyedia Tenaga Listrik (CEPSI) di Nusa Dua, Bali, Senin (15/10).

Indonesia berencana membeli listrik dari Serawak Energy Berhad (SEB) mulai 2014. PLN bakal mengambil pasokan 50 Mega Watt (MW) dari perusahaan listrik negeri jiran itu. Kabarnya harganya mencapai USD 9 sen per kwh. Kontrak kedua negara direncanakan hingga 25 tahun ke depan.

Kerja sama PLN dan SEB dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama, perusahaan plat merah itu bakal mengimpor listrik sepenuhnya dari Malaysia. Pada 2017, ganti PLN yang mengekspor listrik ke negeri jiran sebesar 120 MW.

Agar rencana dua tahap sukses, kedua belah pihak telah menyiapkan infrastruktur sejak setahun terakhir. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak agar rencana ini berjalan lancar adalah pembangunan transmisi tegangan berdaya 275 kilovolt di jalur darat sepanjang 122 kilometer, menembus perbatasan kedua negara.

"Kita sudah kerja mulai dari pembebasan tanah, pembangunan transmisi, dan lain-lain, jadi akhir 2014 diharapkan sudah selesai," katanya.

Orang nomor satu PLN itu mengaku pembangkit milik PLN di provinsi Kalimantan Barat kurang cocok untuk kebutuhan smelter. "Sistemnya kecil, hanya 200 MW, paling besar 400 MW. Smelter butuh 140 MW dan pemakaiannya naik turun, kalau sistem kecil dibebani smelter menjadi tidak stabil," paparnya.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#11
Feb 11, 2013
 
Impor RI dari Malaysia Melonjak Tajam!

Ramdhania El Hida - detikfinance

Kamis, 01/12/2011 12:54 WIB

_http://finance.detik.com/read /2011/12/01/125441/1779990/4/i mpor-ri-dari-malaysia-melonjak -tajam

Jakarta - Nilai impor Indonesia dari Malaysia melonjak tajam hingga 60%. Hal itu disebabkan karena adanya lonjakan impor digital automatic data dari negeri jiran tersebut.

Demikian diungkapkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Djamal dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Kamis (1/12/2012).

"Saya melihat impor Malaysia naik cukup signifikan pada bulan Oktober ini. Setelah saya lihat ternyata karena adanya operator komputer yang tidak bisa saya sebutkan namanya, impor digital automatic data," ujarnya

Pada bulan Oktober 2011, impor Indonesia dari Malaysia senilai US$ 138 juta. Padahal pada bulan September, nilai impor Indonesia dari Malaysia hanya US$ 55 juta.

"Pada Juli nilai impornya US$ 72 juta, Agustus US$ 65 juta, September US$ 55 juta, terus turun, tapi tiba-tiba Oktober US$ 138 juta. Setelah usut-usut ternyata karena impor tersebut," ujarnya.

Menurut Djamal, speksifikasi barang impor tersebut diperkirakan merupakan barang yang tidak bisa diproduksi dalam negeri.

"Ya pastinya, karena barang-barang ini tidak bisa diproduksi di sini (Indonesia)," pungkasnya.

Sementara total nilai impor di Oktober 2011 mencapai US$ 15,65 miliar atau naik 29,14% dibanding periode yang sama tahun lalu. Total impor dari Januari hingga Oktober 2011 mencapai US$ 145,68 miliar atau naik 33,03% dibandingkan tahun lalu.

Impor terbesar Indonesia berasal dari China dengan nilai US$ 20,71 miliar, Jepang US$ 15,6 miliar, Singapura US$ 8,86 miliar, ASEAN US$ 24,96 miliar, dan Uni Eropa US$ 10,01 miliar untuk periode Januari hingga Oktober 2011.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
Feb 11, 2013
 
BPS: Impor dari Malaysia Naik, China Turun

Penulis : Ester Meryana | Kamis, 1 Desember 2011 | 13:39 WIB

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/12...

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik mengumumkan, adanya kenaikan impor non-minyak dan gas yang signifikan dari Malaysia sepanjang bulan September-Oktober 2011. Kenaikan ini mencapai 46,99 persen. Ini menjadi yang tertinggi diantara negara asal impor non-migas Indonesia lainnya.

"(Kenaikan impor dari Malaysia) karena ada operator telepon yang saya tidak bisa sebutkan namanya itu mengimpor digital automatic data," sebut Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Badan Pusat Statistik, Djamal, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/12/2011).

Menurut dia, nilai impor barang tersebut bisa sampai 55 juta dollar AS. Berdasarkan angka, nilai impor sektor non-migas dari Malaysia mencapai 578,4 juta dollar AS pada Oktober 2011. Sedangkan, pada bulan sebelumnya impor hanya mencapai 393,5 juta dollar AS.

Di sisi lain, terang Djamal, nilai impor dari Cina justru turun selama September- Oktober lalu. China berada di antara Australia, Perancis, Jerman, dan Thailand sebagai negara asal impor produk non-migas Indonesia yang mengalami penurunan nilai. Impor dari China pada bulan September mencapai 2,2 miliar dollar AS merosot menjadi 2,134 miliar dollar AS pada Oktober. Nilai impor itu turun 3,01 persen. Penurunan terbesar dicatat oleh Jerman dengan 13,43 persen.

Sedangkan, Australia hanya turun 4,53 persen, Perancis dengan 2,31 persen, dan Thailand merosot 4,46 persen sepanjang September-Oktober 2011. "Ini mungkin banyak pengaruh bulan Oktober mungkin karena dulu ada persoalan-persoalan yang akibatnya baru sekarang ini," sebut Djamal.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#13
Feb 11, 2013
 
Rabu, 03 Oktober 2012 | 20:11 WIB

Impor Makanan dari Malaysia Capai US$ 500 juta

http://www.tempo.co/read/news/2012/10/03/0904...

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Gabungan Industri Makanan dan Minuman (Gappmi), Yusuf Hady, mengatakan tumbuhnya pasar industri makanan dan minuman nasional ternyata belum membawa keuntungan bagi produsen lokal. Sebab, tahun lalu saja, sektor industri mencatatkan defisit sebesar US$ 908 juta.

“Nilai ekspor dan impor makanan dan minuman Indonesia tahun lalu mengalami defisit yang cukup besar,” ungkapnya di Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2012.

Menurut dia, negara yang paling menikmati pasar Indonesia adalah Malaysia. Berdasarkan data Gabungan Industri Makanan, impor dari Malaysia capai 50 persen dari total impor makanan dan minuman.“Impor 2011 lalu dari ASEAN mencapai US$ 1 miliar dan hampir setengahnya atau US$ 500 juta produk dari Malaysia,” katanya.

Yusuf mengatakan ketersediaan bahan baku di dalam negeri juga harus lebih ditingkatkan. Sebab, 12 persen dari Rp 700 triliun pasar makanan dan minuman Indonesia berasal dari aktivitas impor bahan baku makanan minuman.“Tapi kami tetap berharap tahun ini ekspor dan impor kita bisa lebih berimbang,” ujarnya.

Sebelumya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan angka impor barang konsumsi Indonesia sudah turun dari 34,8 persen menjadi 1,8 persen. Hal itu disebutnya karena arah kebijakan ekspor Indonesia yang lebih difokuskan menjadi barang yang memiliki nilai tambah.“Dan untuk barang konsumsi, yang bisa diproduksi di Indonesia terus ditekan, sehingga impor bisa diminimalkan,” katanya.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#14
Feb 11, 2013
 
2014, Indonesia Impor Listrik Dari Malaysia

11:33 am

http://pasardana.com/tag/jarman/

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jarman, mengumumkan bahwa PLN berencana untuk mengimpor listrik dari Malaysia sebesar 50 megawatt (MW) mulai tahun 2014 mendatang.

Impor listrik tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kalimantan Barat. Impor listrik tersebut akan berlangsung selama 5 tahun untuk mengurangi operasi pembangkit listrik berbahan bakar minyak.

Menurut Jarman, biaya pokok produksi listrik dari pembangkit berbahan bakar minyak cenderung lebih mahal. Harga impor listrik dari Malaysia hanya sekitar 9 sen per kwH sedangkan biaya produksi pembangkit listrik berbahan bakar minyak mencapai 30 sen per kwH.

Untuk itu, PLN memutuskan untuk mengimpor listrik sementara waktu sambil membangun pembangkit listrik lain yang biaya produksinya lebih murah.

Jarman juga menjelaskan bahwa impor listrik dari Malaysia dilakukan untuk mencapai tingkat elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini, tingkat elektrifikasi nasional hanya sekitar 70%.

Sementara itu, Jarman menegaskan bahwa impor listrik dari Malaysia tidak akan mengakibatkan PLN menjadi bergantung pada Malaysia. Pasalnya, impor listrik dilakukan hanya untuk menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar minyak, bukan sebagai pasokan listrik PLN secara keseluruhan.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#15
Feb 11, 2013
 
Penyelundupan Makanan Impor dari Malaysia Rp 60 Triliun

Tribunnews.com - Selasa, 2 Oktober 2012 00:40 WIB

http://www.tribunnews.com/2012/10/02/penyelun...

TRIBUNNEWS.COM , JAKARTA - Kamar Dagang Industri mendesak Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, mengevaluasi regulasi perdagangan di kawasan perbatasan terutama di wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Hal ini dikarenakan regulasi yang selama ini bertumpu pada pusat dinilai tidak sesuai untuk diterapkan di kawasan perbatasan.

Bupati Sanggau (Kalimantan Barat) Setiman H. Sudin mengatakan kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok nasional terkendala oleh biaya tinggi. Pasalnya hambatan infrastruktur di daerah perbatasan menjadi kendala lainnya, sehingga barang dari negara tetangga harganya lebih murah jika dibandingkan dengan barang dari dalam negeri.

"Peredaran produk makanan dan minuman ilegal hasil penyelundupan berkisar Rp 60 triliun per tahun, sekitar 10 persen dari total omzet industri makanan dan minuman,"ujar Setiman, Senin (1/10/2012).

Indonesia dan Malaysia telah menandatangani perjanjian lintas batas kedua negara dan telah menyepakati Border Trade Agreemnet pada tahun 1970. Berdasarkan peraturan tersebut, masyarakat wilayah perbatasan mendapat perlakuan kgusus untuk memperdagangkan barang yang diproduksi dengan nilai perdagangan lintas batas di darat sebesar 600 Ringgit Malaysia atau Rp 1,7 juta perbulan.

"Ketentuan itu meman banyak dimanfaatkan oleh warga Indonesia, hanya saja tidak ada kontrol yang tegas di perbatasan, sehingga banyak terjadi penyelundupan,"ungkap Setiman H Sudin.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#16
Feb 11, 2013
 
Silahkan ke thread 2013 saya yang lain (20 thread):

MlRISNYA! INDONESIA IMPOR DARl MALAYSIA NAIK 127%!
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TPH...

MENTERI MALAYSlA MINTA INDONESlA GUNA B MELAYU!
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/T7T...

DUH MIRlSNYA... ALJAZEERA: GOODBYE INDONESlA!
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TVU...

PT DIRGANTARA INDONESlA UDAH PHK 12.000 KARYAWAN
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/T2M...

LUCU! PESAWAT TNl AU GAGAL TERBANG REM BLONG!
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TUM...

KATANYA SDA INDONESIA MELIMPAH, KOG MASlH lMPOR?
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TBC...

AS, AUSTRALl, KANADA & SELANDIA ADUKAN Rl KE WTO
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TSA...

MlRIS! NASIB MERPATI NUSANTARA KAYAG BATAVlA AIR
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TER...

PANJAT TOWER KRN STRESS NGETREND Dl INDONESlA
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TC7...

2012, XL (MALAYSlA) RAUP RP21,3 TRlLLUN DARI INDONESIA
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/T6O...

GAK KUAT DILECEH MALAYSlA, TNl BELI LEOPARD!
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TU2...

MlRIS! MAKASSAR, PENDUKUNG CAGUB SULSEL BENTROK
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TCF...

DAFTAR MASKAPAl INDONESIA YG UDAH BANGKRUT
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/T1G...

BATAL DIBELl AIR ASIA, BATAVIA AIR AKHIRNYA BANGKRUT
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TUB...

BlAR GAK SETUJU, GAS KALTlM TETAP DIBOYONG KE JAWA
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/T3G...

MIRlS! PELATIH TENIS NASIONAL RI SODOMI ANAK DIDIK
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TFA...

DUH MALUNYA, 2013 lNTERNET INDONESIA TETAP LEMOT
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TBF...

PENGKRlTIK: KOLEKSl THREAD TAHUN 2012
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/T6T...

PROFESOR KORSEL: MAHASlSWA RI IDIOT, PIG & MONKEY
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/T5D...

UDAH 2013, BUSUNG LAPAR & GlZI BURUK MAKAN KORBAN
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TD5...

NTB: BALl DIUSIR, RUMAH, TOKO, PURA DlJARAH & BAKAR
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TEG...

2013, MALAYSlA MASIH JADl BENCHMARK INDONESIA
http://www.topix.net/forum/world/malaysia/TGE...

Jika udah banyak, akan saya kategorikan.

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#17
Feb 11, 2013
 
Ironisnya...

Ekspor Indonesia ke Malaysia yang terbesar adalah TKI!

Yang bekerja di pabrik-pabrik dan perkebunan di Malaysia di mana produknya di impor oleh negara kita.

Malaysia benar-benar panen duit dari kita.

Sementara para nasionalis kita masih sok berkoar-koar alutsista tapi secara ekonomi kita dijajah Malaysia.

Duh mirisnya mentalitas bangsa kita!

“Putri Melayu Deli”

Since: Aug 12

Bandung, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#18
Feb 11, 2013
 
Gak heran jika bangsa kita benchmark ke Malaysia:

Sehingga ke tanggal hari ini udah ada 17 benchmark dari media kita untuk tahun 2013

----------

Koleksi berita Malaysia dibenchmark Indonesia untuk tahun 2013 (update 8 Februari 2013):

2013, Indonesia benchmark ke Malaysia soal:

1. Biaya travel
2. Kualitas durian
3. Cadangan minyak
4. Harga daging sapi
5. Pajak ekspor CPO
6. Wisata Muslim
7. Solusi atasi banjir
8. Pindah ibu kota
9. Tingkat bongkar muat di pelabuhan
10. Upah buruh
11. Harga minyak sawit
12. Harga mobil hybrid
13. Kualitas konsumen

FEBRUARI 2013 (6 BERITA)

Wah, Biaya Travel di Indonesia Lebih Mahal Ketimbang Malaysia
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/...
William Wongso: Durian Indonesia Kalah dengan Malaysia
http://travel.kompas.com/read/2013/02/03/1720...
Durian Indonesia Dinilai Kalah Bersaing dengan Malaysia
http://www.republika.co.id/berita/nasional/da...
Waduh… Cadangan Minyak Mentah RI Cuma 3,5 Miliar Barel Kalah dari Malaysia
http://suarapengusaha.com/2013/02/01/waduh-ca...
Cadangan minyak Indonesia kalah dari Malaysia
http://www.merdeka.com/uang/cadangan-minyak-i...
Harga Daging Sapi RI Dua Kali Lipat Lebih Mahal dari Malaysia
http://bisnis.liputan6.com/read/502162/harga-...

JANUARI 2013 (11 BERITA)

Pajak Ekspor Naik, CPO Indonesia Kalah Saing dari Malaysia
http://www.tribunnews.com/2013/01/08/pajak-ek...
Alasan Wisata Muslim Indonesia Kalah dari Malaysia
http://travel.okezone.com/read/2013/01/17/407...
Untuk Atasi Banjir, Jokowi Belajar Dari Malaysia!
http://www.rimanews.com/read/20130101/86838/u...
Gerindra: Pindah Ibu Kota, Indonesia Bisa Belajar dari Malaysia
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/201...
Marzuki Alie: Pindah Ibu Kota Contoh Malaysia
http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/...
Tiru Malaysia, Angkasa Pura I terapkan sistem keuangan online
http://m.merdeka.com/uang/tiru-malaysia-angka...
Menko: Tingkat Bongkar Muat Pelabuhan Harus Samai Malaysia
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/01...
Buruh Katakan Upah di Indonesia Kalah dari Malaysia
http://suarapengusaha.com/2013/01/15/buruh-ka...
Minyak Sawit RI Kalah Murah dari Malaysia
http://us.bisnis.news.viva.co.id/news/read/38...
Di Malaysia Mobil Hybrid Diberi Insentif
http://oto.detik.com/read/2013/01/31/163737/2...
Konsumen Indonesia kalah kritis dibanding Malaysia
http://www.merdeka.com/uang/konsumen-indonesi...
kontol malon jepit pintu

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#19
Feb 11, 2013
 
mimpi lon..ga salah tuh malaysia di ganti indo..hak hak hak hak di edit beritanya lon.kah kah kah
upin ipin

United States

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#20
Feb 11, 2013
 
ngakak hahahahahaha

Tell me when this thread is updated: (Registration is not required)

Add to my Tracker Send me an email

Showing posts 1 - 20 of56
< prev page
|
Go to last page| Jump to page:
Type in your comments below
Name
(appears on your post)
Comments
Characters left: 4000

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

•••
•••
•••
•••