[Thread] MEMPERINGATI TRAGEDI BERDARAH MEI 1998

Posted in the Malaysia Forum

First Prev
of 37
Next Last

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#1 Apr 20, 2010
SUDAH SEKIAN LAMA PERISTIWA TRAGEDI BERDARAH KEMANUSIAAN MEI 1998...

NAMUN TIDAK ADA KEADILAN BUAT KORBAN DAN KELUARGANYA...

TIDAK ADA PENGUSUTAN DAN PELAKU YANG DISERET KE PENGADILAN... TIDAK ADA KOMPENSASI DARI PEMERINTAH KEPADA KELUARGA DAN KORBANNYA...

Berikut adalah daftar thread yang memeperingati dan mendiskusikan PERISTIWA TRAGEDI BERDARAH KEMANUSIAAN MEI 1998

1. Kronologis Sejarah PEMBANTAIAN TIONGHOA Indonesia
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T28610UO4EPPJJC7E ]

2. Youtube: JAWA BUNUH TIONGHOA MEI 1998 - SADIS BANGET
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T8UQENIQBTKR5NP98 ]

3. http ://kerusuhan-mei-1998 .blogspot .com
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T6FJ2545RV5I89SBE ]

4. Laporan PBB & KOMNAS HAM Tragedi Mei 1998
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/TBV6R9HG7BU0TK4GU ]

5.[PIC] Modern HOLOCAUST Indonesia, MAY RIOT 1998
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T3SC871K9RD6FCNIQ ]

6. Rumah KENANGAN MEI 1998 - Goethe Institut
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/TPNDM14HVBBA61E2R ]

7. PAMERAN Foto MEI 1998 - UNIKA ATMA JAYA
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T68TA6DG8KBBPR7L4 ]

8. MEI 1998: CINA dibunuh JAWA
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/TM37M7JKRK008B3PE ]

9. Memperingati 10 tahun tragedi kemanusia MAY 1998
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/TK6AL9148MHT7MJO4 ]

10.** Belasungkawa untuk korban Mei 1998 **
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/TI025JD2KVAIQN8FJ ]

11. Tionghoa tak akan lupa KEKEJAMAN TIKO
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/TPIMGM8JA4UAA1MLR ]

MASIH BANYAK LAGI THREAD YANG MEMBONGKAR PERISTIWA INI, NAMUN ANE MEMILIH THREAD YANG PUNYA POSTING TERTINGGI....

SEMOGA KORBAN DAN KELUARGA TIONGHOA PERISTIWA TRAGEDI BERDARAH KEMANUSIAAN MEI 1998 MEMDAPAT PEMBELAAN...

We will never forget...

LANCAU LU TIKO....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#2 Apr 20, 2010
1. Kronologis Sejarah PEMBANTAIAN TIONGHOA Indonesia
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T28610UO4EPPJJC7E ]

Masyarakat Tionghoa telah menjadi tumbal dan kambinghitam rezim demi mempertahankan status quo. Beberapa kali etnis Tionghoa menjadi sasaran pembunuhan massal atau penjarahan dan pembantaian.

berikut adalah sejarah pembantaian tionghoa di di indonesia

1. PEMBANTAIAN TIONGHOA PERISTIWA BATAVIA 1740

2. PEMBANTAIAN TIONGHOA MASA PERANG JAWA 1825-1930

3. PEMBUNUHAN MASSAL ETNIS TIONGHOA DI JAWA 1946-1948

4. PERISTIWA KERUSUHAN RASIALIS 10 MEI 1963

5. PERISTIWA RASIALIS 5 AGUSTUS 1973

6. PERISTIWA RASIALIS MALARI 1974

7. KERUSUHAN MEI 1998

Informasi ringkasnya ada di wikipedia

Sejarah politik diskriminatif terhadap etnis Tionghoa terus berlangsung pada era Orde Lama dan Orde Baru. Kerusuhan-kerusuhan yang menimpa etnis Tionghoa antara lain pembunuhan massal di Jawa 1946-1948, peristiwa rasialis 10 Mei 1963 di Bandung, 5 Agustus 1973 di Jakarta, Malari 1974 di Jakarta dan Kerusuhan Mei 1998 di beberapa kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Solo.[rujukan?] Pada Orde Lama keluar Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1959 yang melarang WNA Tionghoa untuk berdagang eceran di daerah di luar ibukota provinsi dan kabupaten. Hal ini menimbulkan dampak yang luas terhadap distribusi barang dan pada akhirnya menjadi salah satu sebab keterpurukan ekonomi menjelang tahun 1965.

SEJARAH AKAN BERULANG
ferry ffdd castellano

Jakarta, Indonesia

#3 Apr 20, 2010
lancau = kata yang sering di ucapkan cina malon.....

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#4 Apr 20, 2010
2. Youtube: JAWA BUNUH TIONGHOA MEI 1998 - SADIS BANGET
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T8UQENIQBTKR5NP98 ]

Berikut adalah daftar beberapa video di Youtube yang membongkar kekejaman jawa....

PERINGATAN: VISUAL NYA SADIS BANGET UNTUK ITU HARUS PUNYA ACCOUNT YOUTUBE DULU UNTUK NONTON

TERJADI PERANG MULUT LEWAT POSTING KOMENTAR DI YOUTUBE TERSEBUT

AYO... DAFTAR... DIJAMIN BAKALAN KAGET MELIAT SECARA JELAS KEKEJAMAN JAWA

YOUTUBE TIDAK BERBOHONG

JUDUL: jakarta 1998 anti-chinese riots (part 1)
http ://www .youtube .com /watch?v= Mhru48BS82k& fmt=18
RAPAT SPASI

JUDUL: Indonesian Anti-Chinese Riot, Jakarta, May 1998 (part 2)
http ://www .youtube .com/ watch?v=pSq3dfZj2Rs &fmt=18
RAPAT SPASI

JUDUL: Indonesian Anti-Chinese Riot, Jakarta, May 1998 (part 4)
http ://www .youtube .com/watch?v= PmnTPt0ENXc &fmt=18
RAPAT SPASI

JUDUL: Indonesian Anti-Chinese Riot, Jakarta, May 1998 (Part 5)
http ://www .youtube .com/ watch?v=P6bSpvQ3d4o &fmt=18
RAPAT SPASI

JUDUL: Indonesian Anti-Chinese Riot, Jakarta, May 1998 (Part 6)
http ://www .youtube .com/ watch?v=1OcASYOQhYY &fmt=18
RAPAT SPASI

JUDUL: Indonesia Brutality Captured On Tape EXTREME GRAPHIC CONTENT
http ://www .youtube .com/ watch?v=pZ2oQhy4Sx0 &fmt=18
RAPAT SPASI

SEMOGA VIDEO NYA BISA MEMBERI PENCERAHAN

Dari Youtube ini bisa kita liat:
1. jawa merusuh
2. jawa menjarah warga Tionghoa
3. jawa membantai warga Tionghoa
4. jawa memperkosa warga Tionghoa
5. jawa mengemis-ngemis uang dari warga Tionghoa
6. jawa membakar kediaman warga Tionghoa
7. jawa menggelar razia warga Tionghoa di jalanan
8. jawa lain cuman cuek dan tidak berbuat apa-apa ketika warga Tionghoa dibantai
9. jawa mengusir warga Tionghoa

POKOKNYA SERU GAN... SEMOGA ANDA SEMUA BISA MENGERTI KENAPA JAWA ITU SANGAT DIBENCI OLEH NON JAWA

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#5 Apr 20, 2010
3. http ://kerusuhan-mei-1998 .blogspot .com
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T6FJ2545RV5I89SBE ]

SEBUAH BLOGSPOT YANG MENGUMPUL FOTO-FOTO KEKEJAMAN JAWA KETIKA PERISTIWA MEI 1998, SADIS FOTONYA GAN...

4. Laporan PBB & KOMNAS HAM Tragedi Mei 1998
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/TBV6R9HG7BU0TK4GU ]

KUMPULAN LAPORAN DARI BADAN DUNIA DAN KOMNAS HAM INDONESIA TENTANG TRAGEDI MEI 1998, BANYAK SEKALI LAPORANNYA DAN SADIS BANGET GAN...

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#6 Apr 20, 2010
5.[PIC] Modern HOLOCAUST Indonesia, MAY RIOT 1998
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/T3SC871K9RD6FCNIQ ]

ADA FOTONYA LHO...

[http://www.fica.org/may-riots /korban/thumb.html\

The following pictures provided by Tim Relawan (The Volunteer Team for Humanitarian Causes) speak very vividly about what took place during May 13-15 HOLOCAUST in Indonesia - Indonesian Holocaust.

Riots were engineered and executed very professionally and viciously. The urban poor were set to be trapped inside buildings and then burnt to dead by these unknown force (and yet they exist till this very day). At the end of the day, there were 2244 burnt bodies collected from various places in Indonesia.

Females from Ethnic Chinese descent, and those who look alike, were raped brutally, the kind of gang rapes that took place in Bosnia and East Timor. Females were raped in front of their families by several people, some of them were killed after being sexually abused and mutilated. Male members of the family were forced to rape the female members of the family. Glasses, curtain rods, metal rods were used to mutilate the female private parts, after they were being raped. On and on are the reports.

People live with very little supplies these days in Indonesia, rapes are still taking place with no effort from government to stop this at all (should we translate the no-real-action from the Government of Indonesia, as their "blessing" to the most evil humiliation to the weakest members of society).

History is writing all these stories, even the stories of those who are very helpless and hopeless today. Victims and families are terrorized and intimidated, their phone lines are tab. Volunteer helpers are harassed and intimidated, including doctors and psychiatrists. The victims are prisoned and confined in their own little rooms, full of trauma and desperation, lonely and full of shame.

History is also writing that today millions of people around the world are not accepting this modern holocaust in Indonesia anymore.

Jealousy, bitterness and grudge towards Chinese have been built among the native Indonesians. The Chinese were always the scapegoat whenever something goes wrong (i.e. economic situation) and they would create riots to express their enviousness. The malice reached it’s peak on May 13th and 14th 1998 with a gigantic organized riots in Jakarta (the capital city of Indonesia), and also other cities such as Solo, Medan, Surabaya, and more!!

They did the cruel barbarous things such as looting Chinese-owned stores, destroying, burning cars & houses, and the most inhuman was gang raping Ethnic Chinese women & girls and kill them afterward or let them live insane. These activities still continue for months in different cities!

In Jakarta only 40 shopping centres, 2.479 shop-houses and 1.604 houses were burnt and looted and 1.119 cars, 1.026 homes and 383 offices were burnt in two days of rioting

Below are some pictures of evidence showing their inhumanity:

1.[http://www.geocities.com/Ca pitolHill/Senate/9388/article/ shops1.htm]
2.[http://www.geocities.com/Ca pitolHill/Senate/9388/car.htm]
3.[http://www.geocities.com/Ca pitolHill/Senate/9388/riots1.h tm]
4.[http://www.geocities.com/Ca pitolHill/Senate/9388/looting2 .htm]
5.[http://www.geocities.com/Ca pitolHill/Senate/9388/raping.h tm]

WE WILL NEVER FORGET

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#7 Apr 20, 2010
6. Rumah KENANGAN MEI 1998 - Goethe Institut
[http://www.topix.com/forum/wo rld/malaysia/TPNDM14HVBBA61E2R ]

Buat forumer yang pingin ikutan berjuang membela korban Mei 1998, kalian bisa ikutan acara di:

RUMAH KENANGAN MEI 1998

Beralamat : Goethe Institut Jl. Sam Ratulangi 9-15, Jakarta Pusat

Terdapat Pameran Foto, Video, Buku, dan Artifak

Anda bisa dapatkan buku “Kerusuhan Mei 1998”

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#8 Apr 20, 2010
BIAR JELAS YA... FAMILI DAN ANE EXODUS KE MALAYSIA PAKE FASILITAS PROGRAM MALAYSIA MY SECOND HOME AGAR BISA BELI PROPERTI DI PENANG... PAS LIMA TAHUN ANE CONVERT KE PR... UNTUK MELAYAKKAN ANE MENDAPAT BEASISWA PEMERINTAH MALAYSIA... DAN UDAH SELESAI S1 UNIVERSITAS SAINS MALAYSIA... SEKARANG LAGI KULIAH S2 DI USM JUGA...

SEKARANG ANE UDAH PUNYA PERMANENT RESIDENT MALAYSIA...

Aku adalah Cina Medan, asal Medan, lahir di RS Elizabeth Medan, rumah di jl Thamrin, Medan.

"Aku exodus ke P. Pinang Malaysia pada tahun 1998 DAN SEKARANG dapat status permanent resident." Dari pengamatan ku aku dapati bangsa Cina di Malaysia jauh

lebih makmur dan bebas karena:

1. Bisa pake bahasa sendiri
2. Bisa pake tulisan sendiri (dipamer lagi untuk notis umum)
3. Bisa pake nama sendiri (aku ngedaftar nama Cina di mykad - MY PR)
4. Pemerintah Malaysia menghargai budaya kami malah dibanggakan oleh pemerintah Malaysia
5. Aku bangga ada banyak bangsa Cina jadi Menteri dan dihormati
6. Aku bangga ada banyak bangsa Cina jadi pejabat tinggi Malaysia
7. Aku bangga makanan Cina sangat diterima di Malaysia
8. Aku bangga banyak bangsa Cina jadi polisi dan tentera dan punya pangkat tinggi
9. Aku bangga bangsa Cina diberi kebebasan untuk memiliki channel TV dan radio sendiri
10 Aku bangga vihara / temple Cina dibenarkan malah dibantuin sama pemerintah Malaysia
11. Aku bangga bangsa Cina di Malaysia banyak diberikan beasiswa untuk kuliah oleh pemerintah Malaysia (aku sendiri dibiayai sama pemerintah Malaysia di USM)

CINA YANG MASIH DI INDONESIA MASIH DIKEKANG DAN DITINDAS. SESEKALI AKU PULANG KE MEDAN DAN CERITAKAN KEHIDUPAN BANGSA CINA DI MALAYSIA, MEREKA BERDECAK KAGUM

WARGA TURUNAN TIDAK AKAN PERNAH LUPA PERISTIWA MEI 1998

“I'm back!!”

Since: Dec 08

Location hidden

#9 Apr 20, 2010
Oleh karena darah gw mengalir darah cina (Datuk gw) gw dukung loe Cina Medan.. Emang beda sosio ekonomi antara Msia dan INDON.. Di INDON rata2 si jawa memonopoli segalanya.. Aneh!!

^_^

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#10 Apr 20, 2010
Refleksi Tragedi 13-15 Mei 1998
Kapan Ada Keadilan untuk Korban?

Oleh : Mustofa Liem

Para korban dan keluarganya pasti belum bisa melupakan Tragedi 13-15 Mei 1998 di Jakarta. Meski sudah 11 tahun berlalu, tragedi itu tetap menjadi misteri yang menyisakan elegi bagi para korbannya.

Memang keberadaan negeri ini sudah lama kehilangan makna. Bagi para korban HAM, negara sudah lama absen. Ketika tragedi kelabu itu terjadi, tangisan, teriakan, dan jeritan frustrasi para korban tidak pernah didengar oleh negara, oleh pemerintah waktu itu, pemerintah yang menyusulnya kemudian sampai pemerintah di era sekarang.

Memang sudah dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berdasarkan UU No 39/1999 tentang HAM dan UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Menurut Komnas HAM, telah terjadi perkosaan secara masal, sistematis, biadab, dan keji terhadap para wanita etnis Tionghoa di tengah kerusuhan 13-15 Mei 1998 di Jakarta. Pemerintah Habibie juga sudah membentuk Tim Perlindungan Wanita terhadap Kekerasan, juga ada Tim Gabungan Pencari Fakta yang dibentuk pada 23 Juli 1998. Rekomendasi kedua tim tersebut tidak pernah ditindaklanjuti. Jadi, sampai sekarang para pelaku Tragedi Mei itu tak satu pun yang ditangkap atau diadili.

Komnas HAM Tak Berdaya

Komnas HAM yang dulu atau sekarang telah berupaya memanggil para mantan jenderal yang dianggap mengetahui atau bertanggung jawab atas beberapa kasus pelanggaran HAM masa lalu, tapi pemanggilan itu selalu gagal. Polemik antara para mantan jenderal dan Komnas HAM pun tak terelakkan. Semisal Menhan Juwono Sudarsono malah balik "menggugat" kewenangan hukum Komnas HAM.

Pernyataan Menhan (yang mewakili pemerintah) menunjukkan bahwa sesungguhnya komitmen pemerintah menegakkan HAM masih kecil, sementara iklim politik masih didominasi spirit anti-HAM. Padahal, pengungkapan kasus pelanggaran berat HAM yang terjadi di tanah air seperti "Tragedi Mei 1998" memerlukan komitmen dari pemerintah. Tanpa ada komitmen dan good will langsung dari presiden ,kasus tersebut bakal terkubur.

Para pelanggar HAM, apalagi dari kalangan militer, sudah bisa dipastikan akan menolak dituduh sebagai penanggung jawab pelanggaran HAM dengan beragam argumentasi dan rasionalisasi. Mereka akan mengatakan bahwa kesalahan terletak bukan pada diri mereka.

Yang menyedihkan justru ada rasionalisasi bahwa para korban HAM dalam peristiwa 13-15 Mei 1998 itu tidak pernah ada, karena tidak pernah bisa dibuktikan. Apalagi, jika dikaitkan dengan perundang-undangan pemerkosaan di negeri ini. Bagaimana membuktikan bahwa korban sungguh diperkosa?

Seperti dikatakan advokat senior Surabaya Trimoelja D. Soerjadi dalam beragam kesempatan bahwa setiap kasus yang terindikasi melibatkan militer, seperti Tragedi Mei, tidak pernah akan bisa diselesaikan dengan memuaskan. Artinya, para pelaku tetap bisa mengirup udara kebebasan. Tak ada keadilan bagi para korban. Hal ini juga terjadi pada kasus pelanggaran HAM lain, mulai Peristiwa 1965 dan Tragedi Mei 1998.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#11 Apr 20, 2010
SAMBUNGAN

Rekonsiliasi Sejati

Meski demikian, penulis menganjurkan para korban Tragedi Mei untuk berani memaafkan, meskipun memaafkan bukan berarti harus melupakan. Harus selalu dicari ruang untuk mengingat peristiwa buruk seperti Tragedi Mei 1998. Dengan demikian, usul islah atau rekonsiliasi jangan pernah diabaikan meski ada yang bertanya untuk apa rekonsiliasi.

Tentu ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar rekonsiliasi terwujud. Pertama, harus diakui adanya pelanggaran berat HAM dalam Tragedi Mei 1998. Itu berarti ada pelaku yang harus bertanggung jawab. Kedua, keadilan harus ditegakkan. Artinya, pelaku harus mendapatkan sanksi hukum. Dengan demikian, luka hati korban dan keluarganya mendapatkan pemulihan. Setelah proses hukum ditegakkan, antara korban dan pelaku harus diupayakan perdamaian, supaya kebencian dan dendam tidak hidup terus sepanjang tujuh turunan.

Uskup Desmond Tutu, ketua Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Afrika Selatan, menulis bahwa rekonsiliasi sejati mengekspos kekejaman, kekerasan, kepedihan, kebejatan, dan kebenaran, bahkan terkadang dapat memperburuk keadaan. Ini adalah perbuatan berisiko. Meski begitu, pada akhirnya akan ada pemulihan nyata setelah menyelesaikan situasi yang sebenarnya. Rekonsiliasi yang palsu hanya dapat menghasilkan pemulihan palsu (Buku No Future Without Forgivenes, 1999).

Akhirnya untuk negara dan pemerintah, sekali lagi utang-utang pada para korban harus dilunasi. Tocqueville (1805-1859) mengingatkan: "Karena masa lalu gagal menerangi masa depan, benak manusia mengelana di tengah kabut". Kabut dari peristiwa gelap masa lalu itulah yang harus disingkap negara demi keadilan pada para korban, termasuk korban Tragedi Mei.

Selama orang terus mencari alasan guna lari dari tanggung jawab terhadap para korban HAM dan kekuasaan negara memberi perlindungan terhadap sikap pengecut ini, sehingga para pelaku terus menikmati impunitas di atas derita para korban HAM, negeri ini tetap akan susah mencapai masa depan. Sebab, pelanggaran HAM di masa silam selama terus dibiarkan justru menjadi kabut yang menghalangi perjalanan bangsa ini ke depan.

Kabut itu harus disingkap dan para korban dijamin mendapatkan keadilan yang setimpal. Dengan demikian, kita bisa menyongsong masa depan tanpa ada yang dikorbankan lagi.

*). Mustofa Liem PhD, Dewan Penasihat Jaringan Tionghoa untuk Kesetaraan.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#12 Apr 20, 2010
Antara Militer Keterlibatannya dalam Peristiwa Mei 1998

TANGGAL 13-15 Mei lima tahun lalu, terjadi peristiwa menakutkan, mengejutkan, sekaligus memalukan di Jakarta dan beberapa kota lain di Indonesia. Orang ramai meneriakkan yel-yel. Terjadi pembakaran di mana-mana, toko-toko dirusak, barangnya dijarah.

Korban berjatuhan, banyak orang yang cedera dan mati terbakar, bahkan ada berita terjadi pemerkosaan massal atas etnis Tionghoa, disusul gelombang eksodus WNI etnis Tionghoa ke luar negeri.

Peristiwa itu menandai saat-saat runtuhnya kekuasaan Orde Baru dan lahirnya era reformasi. Era reformasi yang ditandai keterpurukan ekonomi dan eforia politik, merupakan bangunan awal proses demokratisasi dan kini telah berusia lima tahun. Berbagai upaya telah dilakukan demi bangkitnya kembali bangsa Indonesia dari krisis berkelanjutan di sela munculnya berbagai persoalan baru. Namun, belum juga diketahui pasti apa yang telah terjadi pada kerusuhan Mei 1998? Mengapa bisa terjadi? Siapa yang harus bertanggung jawab? Siapa saja korbannya? Apa yang harus dilakukan agar hal itu tidak terulang di masa datang?

Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan dalam kerusuhan Mei 1998. Di antaranya pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan baru-baru ini juga telah dilakukan pengkajian dan akan dilanjutkan dengan penyelidikan oleh Tim Ad Hoc Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Hasil TGPF menunjukkan, benar telah terjadi kerusuhan yang meluas pada 13-15 Mei 1998 yang menimbulkan banyak korban. Juga disimpulkan, kerusuhan itu tidak semuanya terjadi secara spontan, tetapi terlihat adanya unsur sistematis dan meluas serta ketiadaan aparat keamanan saat itu. Namun, sebelum hasil kerja TGPF ditindaklanjuti Komnas HAM saat itu, DPR yang bukan lembaga hukum menyatakan, tidak terjadi pelanggaran berat HAM pada peristiwa itu.

TUNTUTAN penyelesaian kasus-kasus pelanggaran berat HAM banyak bermunculan pada masa transisi ini. Kasus Kerusuhan Mei 1998 merupakan salah satu kasus yang banyak mendapat perhatian. Di sisi lain, ada yang berpendapat, pengungkapan kasus-kasus masa lalu akan memecah-belah bangsa. Seyogianya, kasus-kasus masa lalu ditutup dan dilupakan demi masa depan bangsa. Pengungkapan kasus-kasus masa lalu pun dituding mengandung unsur-unsur politis untuk mendapatkan popularitas.

Sebagai bangsa yang beradab, yang mengakui supremasi hukum dan menjunjung tinggi harkat kemanusiaan, tentu akan menyetujui prinsip suatu tindakan kejahatan harus mendapat hukuman. Setiap hukuman merupakan wujud penegakan keadilan sekaligus pelajaran untuk tidak mengulangi hal yang sama. Siapa pun orangnya yang berposisi sebagai korban dan keluarga korban tindak kejahatan tak akan bisa menerima imbauan untuk melupakan sesuatu bila keadilan tidak ditegakkan dan tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Bila belum jelas peristiwanya, lalu apa yang harus dilupakan?

Kasus tragedi Mei 1998 harus diungkap dan diproses secara hukum demi menegakkan keadilan. Bangsa Indonesia tidak akan menjadi bangsa utuh bila ketidakadilan berlangsung di antara sesama warga negara yang seharusnya diperlakukan secara sama dan sederajat di hadapan hukum. Pembiaran terhadap berlangsungnya ketidakadilan akan menimbulkan ketidakpercayaan rakyat terhadap institusi negara. Persatuan nasional yang dibangun di atas ketidakadilan dan ketidakpercayaan adalah persatuan semu. Ironisnya, masalah ketidakpercayaan adalah salah satu akar persoalan sulitnya bangsa ini keluar dari masa-masa sulit hingga sekarang.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#13 Apr 20, 2010
SAMBUNGAN

Pengungkapan dan penyelesaian kasus Mei 1998, seperti halnya kasus-kasus pelanggaran HAM lain, juga sekaligus merupakan proses sosial untuk belajar dari sejarah kesalahan masa lalu. Hanya dengan mengungkap kebenaran peristiwa Mei 1998, bangsa ini bisa menentukan masa depannya dengan lebih baik. Pengetahuan yang benar merupakan prasyarat mutlak bagi korban dan keluarga korban untuk bisa menentukan sikap dan membangun kepercayaan sebagai landasan persatuan nasional.

BANGSA ini tentu tidak berharap peristiwa Mei 1998 terulang kembali. Kita juga harus membuktikan, peralihan kekuasaan tidak harus selalu ditandai dengan tragedi kemanusiaan yang sering didengungkan sebagai ciri khas kekuasaan jawa. Penuntasan kasus Mei 1998 adalah keharusan untuk bisa merumuskan sikap dan kebijakan pemerintah. Bagaimana masyarakat harus bersikap menghadapi pergantian kekuasaan, bagaimana seharusnya struktur dan organisasi Keamanan dan Pertahanan yang tangguh sekaligus menjunjung tinggi hukum dan HAM serta tidak mudah terseret dalam pertarungan kekuasaan, hanya bisa dirumuskan atas dasar pengetahuan yang benar terhadap pengalaman kesalahan masa lalu. Jika tidak diketahui kebenaran tentang “kesalahan” masa lalu, maka kesalahan tersebut sangat mungkin terulang kembali. Tentunya bangsa ini tidak ingin seperti keledai yang terperosok dalam lubang yang sama.

Komitmen terhadap kebenaran, keadilan, dan penghormatan terhadap harkat kemanusiaan, serta dilandasi oleh keinginan agar kasus Mei 1998 tidak terulang, maka Komnas HAM membentuk Tim Ad Hoc Kerusuhan Mei 1998. Tim ini telah melakukan pemeriksaan terhadap empat puluh enam saksi korban dan saksi mata. Berdasarkan pemeriksaan itu, kesimpulan sementara menunjukkan, kerusuhan Mei 1998 terjadi secara meluas, terencana, dan sistematis. Unsur meluas dan sistematis ini mengarah pada dugaan keras bahwa telah terjadi pelanggaran berat HAM pada kerusuhan Mei 1998. Tim Ad Hoc selanjutnya akan melakukan penyelidikan projustisia terhadap aparat keamanan, baik polisi maupun tentara yang bertanggung jawab atas keamanan dan penegakan hukum saat itu, mulai dari struktur tertinggi hingga yang terendah.

Namun, tugas ini akan banyak mengalami hambatan jika kurang mendapatkan dukungan dari masyarakat dan institusi negara lainnya. Apalagi kekuasaan mulai menunjukkan adanya konsolidasi otoritarian akibat belum berhasilnya konsolidasi demokrasi. Namun, bukan berarti kita harus menyerah dan melupakannya begitu saja. Selalu mengingat untuk selalu menyuarakan dan menuntut keadilan serta untuk tidak mengulanginya.

Salahuddin Wahid, Wakil Ketua Komnas HAM

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#14 Apr 20, 2010
SAMBUNGAN & TANGGAPAN

11 tahun sudah 13 -15 Mei berlalu, namun tidak ada sedikit pun gejala dari pemerintah untuk menyelesaikan kasus tersebut secara tuntas. Padahal sangat jelas bahwa peristiwa tersebut terjadi secara sistematis, terorganisir dan teren cana. Peristiwa itu pun telah membuat begitu banyak korban. Data Tim Relawan untuk Kemanusiaan menunjukkan bahwa ribuan orang telah kehilangan pekerjaan, ribuan orang kehilangan harta benda karena perusakan, penjarahan dan pembakaran, ada 1.190 orang meni nggal ter/dibakar, lebih dari 100 perempuan diperkosa dan dilecehkan secara seksual.(data Tim Relawan per Juni 1998) dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang ditugaskan untuk mengusut kasus tersebut telah mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah.

Penderitaan korban dan keluarganya berlanjut ketika sebagian besar korban yang meninggal di dalam pusat-pusat perbelanjaan yang dibakar dituduh sebagai penjarah. Padahal tidak sedikit di antara mereka merupakan pengunjung toko biasa, penjaga toko, bahkan kelompok yang memang dipancing masuk ke dalam pertokoan-pertokoan tersebut. Dengan stigma ini, seakan-akan kematian mereka merupakan sesuatu yang merupakan kesalahankorban sendiri. Sementara perempuan korban perkosaan mesti menjalani hidup mereka dalam t rauma berkepanjangan.

Perjuangan korban untuk menuntut hak-haknya telah melalui proses yang amat panjang. Hampir dua puluh lembaga pemerintah, baik sipil maupun militer,yang dipandang korban dapat dimintai pertanggungan jawab sebagai institusi atas tragedi ini, atau yang dapa t ikut mengangkat persoalan korban, telah didatangi. Namun dari sekian panjangnya waktu dan jalan yang telah dilalui korban, tidak satupun lembaga mampu mendesak upaya penegakkan keadilan bagi korban. Upaya untuk membebaskan keluarga korban dari pembayaran retribusi makam–sebagai usaha simbolik pemenuhan tanggung jawab negara atas peristiwa tersebut serta sebagai bagian dari upaya pemulihan korban–tidak mendapat tanggapan. Tidak jarang korban dan keluarga korban mendapatkan tindakan yang tidak simpatik dan represif dari aparat keamanan ketika menuntut haknya.

Keprihatinan ini masih juga ditambah dengan pandangan masyarakat yang melihat sebuah upaya mengingat tragedi kemanusiaan dari sudut patriotik atau tidaknya persitiwa itu. Banyak pihak pengelola pusat pertokoan yang dibakar pada saat terjadi Tragedi Mei 19 98, seperti ex Palaza Yogya (sekarang Mal Citra) Klender dan Slipi Jaya, Slipi yang tidak memberi ijin penggunaan tempat parkir, bahkan juga menilai bahwa kasus tersebut tidak layak diperingati karena tidak patriotik. Pernyataan ini menunjukkan bahwa mere ka bukan hanya tidak kooperatif tehadap perjuangan korban, melainkan juga tidak memberi ruang kepada korban untuk mengekspresikan suara mereka sebagai korban tragedi kemanusiaan.

Apakah sebuah peristiwa hanya layak diperingati karena patriotik? Bisakah masyarakat dengan jujur mulai saat ini menerima bahwa sejarah bangsa ini memang diisi pula dengan tragedi kemanusiaan, dan bahwa pengakuan itu bukan sekadar upaya untuk tidak melupa kan melainkan sebagai bagian dari refleksi atas berbagai peristiwa kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak boleh dibiarkan terulang.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#15 Apr 20, 2010
SAMBUNGAN & TANGGAPAN 2

Keluarga korban dan korban tidak berkumpul dan menabur bunga di tempat-tempat di mana keluarga mereka meninggal dibakar untuk sekadar memperingati sebuah kejadian. Upaya hadir bersama dan berdoa ini adalah jejak peristiwa berdarah yang sekarang menjadi su mber solidaritas antar korban, keluarga korban, dan masyarakat umum. Korban dan keluarga korban berkumpul setiap tahun, bukan sekedar untuk mengingat dan memperingati, tapi untuk saling menguatkan dalam perjalanan perjuangan menegakkan keadilan bagi kepen tingan diri mereka sendiri, maupun bagi korban-korban lain. Mereka berkumpul untuk menunjukkan bahwa keluarga korban akan terus berupaya mendesakkan kepada pihak-pihak yang berwenang dan bertanggung jawab, bahwa tragedi Mei 1998 belum juga diselesaikan da n Pemerintah harus segera menindaklanjuti Rekomendasi TGPF Mei 1998 yang menyebutkan bahwa Peristiwa Mei berdarah merupakan dampak dari pertarungan elit-elit politik akibat munculnya krisis kepercayaan nasional, dan Tragedi Mei merupakan kejahatan publik yang berpola, sistematis, dan terorganisir.

TGPF menyebut ada tiga kategori pelaku, yaitu: kelompok provokator, kelompok massa aktif, dan kelompok massa pasif. TGPF menemukan fakta keterlibatan organisasi pemuda dan aparat keamanan sebagai provokator. Sekalipun angka pasti korban jiwa, korban perko saan, maupun kerugian material tidak dapat diungkapkan namun korban jiwa terbesar adalah rakyat kebanyakan, sementara sebagian besar korban perkosaan adalah WNI etnis Cina. Aparat keamanan te;ah gagal dalam mencegah perluasan dan eskalasi kerusuhan, bahka n ada indikasi aparat membiarkan/mengabaikan kejadian tersebut.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#16 Apr 20, 2010
SAMBUNGAN & TANGGAPAN 3

Kesimpulan TGPF melahirkan beberapa rekomendasi bagi pemerintah:

1.. Pemerintah perlu melakukan penyelidikan lanjutan terhadap sebab-sebab pokok dan pelaku utama peristiwa Kerusuhan 13 -15 Mei 1998, dan kemudian menyusun serta mengumumkan buku putih mengenai peranan, tanggung jawab, serta keterkaitan semua pihak yang bertalian dengan kerusuhan tersebut. Untuk itu, Pemerintah perlu
melakukan penyelidikan terhadap pertemuan di Makostrad pada tanggal 14 Mei 1998 guna mengetahui dan mengungkap serta memastikan peranan Letjen.
Prabowo dan pihak-pihak lainnya, dalam seluruh proses yang menimbulkan terjadinya kerusuhan.

2.. Pemerintah perlu sesegera mungkin menindaklanjuti kasus-kasus yang diperkirakan terkait dengan rangkaian tindakan kekerasan yang memuncak pada kerusuhan 13 - 15 Mei 1998 yang dapat diungkap secara yuridis, baik terhadap warga sipil maupun militer ya ng terlibat, dengan seadil-adilnya, guna menegakkan wibawa hukum, termasuk mempercepat proses yudisial yang sedang berjalan, dalam kerangka ini Pangkoops Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin perlu dimintakan pertanggungjawabannya. Dalam kasus penculikan, Letjen Prabowo dan semua pihak yang terlibat harus dibawa ke Pengadilan Militer. Demikian juga dalam kasus Trisakti, perlu dilakukan berbagai tindakan lanjutan yang sungguh-sungguh untuk mengungkapkan
peristiwa penembakan mahasiswa.

3.. Pemerintah harus segera memberikan jaminan keamanan bagi saksi dan korban dengan membuat undang-undang dimaksud. Sementara undang-undang
tersebut belum terbentuk, pemerintah segera membuat badan permanen untuk melaksanakan program perlindungan terha dap para korban dan saksi (victims and witness protection program).

4.. Pemerintah harus memberikan rehabilitasi dan kompensasi bagi semua korban dan keluarga korban kerusuhan. Pemerintah juga perlu memudahkan
korban untuk mengurus surat-surat berharga milik korban. Terhadap gedung-gedung yag terbakar, pemerintah perlu segera membantu pembangunan
kembali gedung-gedung tersebut, terutama sentra-sentra ekonomi dan perdagangan serta fasilitas-fasilitas sosial.

5.. Pemerintah perlu segera meratifikasi konvensi internasional mengenai anti-diskriminasi rasial dan merealisasikan pelaksanaannya dalam produk
hukum positif, termasuk implementasi konvensi anti-penyiksaan.

6.. Pemerintah perlu segera membersihkan segala bentuk premanisme yang berkembang di semua lingkungan, lapisan dan profesi masyarakat sesuai
dengan hukum yang berlaku, dan menetapkan secara hukum pelarangan penggunaan seragam-seragam militer atau yang menyerupai seragam militer
bagi organisasi massa yang cenderung menjadikannya satuan organisasi paramiliter.

7.. Pemerintah perlu segera menyusun undang-undang tentang intelijen negara yang menegaskan tanggung jawab pokok, fungsi dan batas ruang lingkup pelaksanaan operasi intelijen pada badan pemerintah/negara yang berwenang, sehingga kepentingan keamanan dihormati. Yang tak kurang
penting adalah bahwa kegiatan operasi intelijen dapat diawasi secara efektif oleh lembaga-lembaga pengawas, sehingga tidak berubah menjadi instrumen kekuasaan bagi kepentingan politik dari pihak tertentu.

8.. Pemerintah perlu membentuk mekanisme pendataan lanjutan yang dapat menampung proses pemutakhiran data-data tentang semua aspek yang menyangkut kerusuhan tanggal 13 -15 Mei 1998.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#17 Apr 20, 2010
SAMBUNGAN & TANGGAPAN 4

Pemulihan hak-hak dan rasa keadilan korban dan keluarga korban Tragedi Mei hanya dapat dicapai jika pemerintah menindaklanjuti rekomendasi TGPF Peristiwa Mei. Keberhasilan menindaklanjuti rekomendasi ini jelas akan merupakan salah satu langkah untuk memut us salah satu mata rantai impunity yang telah dinikmati oleh para pelaku kejahatan hak asasi di negeri ini selama lebih dari tiga puluh tahun. Pembiaran dan penguburan berbagai peristiwa kekerasan, kejahatan hak asasi dan kejahatan lainnya, hanya akan sem akin mengaburkan perbedaan antara apa yang ‘beradab’ dan yang ‘biadab’, serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam sebuah negara hukum. Kepentingan politik yang melatarbelakangi peristiwa itu dan banyak peristiwa kekerasan lainnya di negara ini memang sangat kental, dan merupakan alasan sampai saat ini belum satupun tragedi kemanusiaan bisa terungkap dengan tuntas.

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#18 Apr 20, 2010
Sebuah thread kemanusiaan yang menuntut keadilan

Mohon pencerahannya jawa?

“Ane Cina Dari Medan”

Since: May 08

Cina Medan Ori Since May 08

#19 Apr 20, 2010
Thread ini bagi memperingati kekejaman dan kebobrokan jawa pada Mei 1998

“"dont cry for me malgaysial"”

Since: Feb 10

Jakarta, Indonesia

#20 Apr 20, 2010
cina medan mengenang emaknya yg dirogol 20 orang tapi lepas dirogol malah minta tambah...wakakakakakakakaka :D
berikut investigasi Polisi thd emaknya cina medan :
Polisi :"apakah ibu mengenali wajah pelaku pemerkosa ibu?"
emak cina medan :"tidak pak,soalnya saya diperkosa dari belakang,posisi saya dogystyle"
polisi :"kan ibu bisa berbalik lihat wajahnya si pelaku,kenapa tidak ibu lakukan?"
emak cina medan :"kalau saya berbalik rugi donk pak,lagi enak2nya entar malah lepas "katanya sambil senyum senyum

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker
First Prev
of 37
Next Last

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
No telefon gay 0175322044 (Nov '10) 2 min bikers 4,523
pesawat malon jatuh lagi dan lagi 7 min bazlabadarsila 9
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 10 min Cbr 100,913
PM Najib MEMPERLEKEHKAN mangsa banjir Malaysia 43 min makdatok 23
ISLAM ANJING, MUHAMMAD BABI, AULLOH SWT MoNYET (Apr '13) 46 min pembela islam 60
* Sumatra itu milik Malaysia * (Dec '10) 1 hr Indonesia Cinta D... 14,956
PESAWAT AIRASIA hilang hubungan di surabaya.. 1 hr makdatok 1
Saya baby mila , cewek bispak (Apr '08) 1 hr frets cornelis 13,380
Cina Ahok malu Rupiah kalah sama Ringgit? 1 hr makdatok 14
Sriwijaya sudah terbukti berpusat dan bermula d... 1 hr makdatok 1,818
More from around the web