|
TTS
Sandakan, Malaysia
|
BIN wrote: hahahahaha...... boleh saya masuk sini....?? saya pantau dulu seberapa hebat sih otak2 beruk malon ya.. hahahahaha.... malon nampak akan belajar demokrasi dengan indo nih kayanya.....,tapi pada malu2.... hahahaha...... gengsi ya lon....?? Belajar demokrasi sama negara FASIS?? Nick anda aja berbau "militer aparat". Seharusnya anda ganti nick lagi ke "M16" dan "KRI CAKRA" atau "secret operation" kerana anda berfahaman FASIS yang anti-demokrasi. FASIS itu militerisme nya kental loh! Orang Amrik aja kalah. Damai xD
|
|
“TEAM PEMBURU MALON”
Since: May 10
Jakarta, Indonesia
|
Please wait...
TORA SUDIRO wrote: <quoted text> kau jangan malukan negara kita dengan kebodohan kau ngok xixixi lwkakaka lucu ada malon bodoh mengakui memalukan negaranya..
|
|
“TEAM PEMBURU MALON”
Since: May 10
Jakarta, Indonesia
|
Please wait...
Indon Berak Alam Terbuka wrote: demokrasi ala indon mengorbankan maruah dan hargadiri jawa.. kih kih kih dari jawa utk jawa mangsanya jawa kih kih kih demokrasi indon = demokrasi pelenyapan maruah jawa kih kih kih kahkahkahkah malon seperti biasa.. Phobia empat huruf.. J.....A.....W.....A....
|
|
“TEAM PEMBURU MALON”
Since: May 10
Jakarta, Indonesia
|
Please wait...
TTS wrote: <quoted text> Contoh kasus melayu malon vs china rebutan kfc??? Kamu bercanda kaleeee... mueheheheh xD ---------- KRONOLOGI PEMBANTAIAN JAWA TERHADAP ETNIS LAIN: 1. Peristiwa pembantaian terhadap lebih dari 500 orang (Sultan-sultan Melayu dan ahli warisnya di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan) oleh TNI dalam dekade Desember 1945-1947, yang Sukarno sebut sebagai Revolusi sosial; 2. Pembantaian terhadap 20,000 bangsa Sunda oleh TNI semasa meletusnya Darul Islam antara 1950-1958; 3. Pembantaian terhadap 30,000 bangsa Acheh oleh TNI semasa meletusnya Darul Islam antara 1953-1961; 4. Pembantaian terhadap 30,000 bangsa Minangkabau, Riau dan Jambi oleh TNI semasa meletusnya PRRI antara 1957-1959; 5. Pembantaian terhadap 5,000 bangsa Melayu di Kalimantan oleh TNI semasa meletusnya Permesta PRRI tahun 1957-1958 oleh TNI; 6. Pembantaian terhadap 6,000 bangsa Papua oleh TNI sejak tahun 1962-63; 7. Pembantaian terhadap 1000,000 (1 juta) manusia dalam peristiwa G-30S/PKI tahun 1965 oleh TNI. Sebelumnya telah terjadi pembantaian terhadap 7000 orang Jawa dalam peristiwa PKI di Madiun, tahun 1948. 8. Pembantaian terhadap lebih dari 6,000 bangsa Papua oleh TNI sejak tahun 1969-sekarang; 9. Pembantaian terhadap lebih dari 450,000 (1/4% dari bangsa Timor Timur)oleh TNI antara tahun 1975-1998; 10. Pembantaian terhadap 20,000 bangsa Acheh antara tahun 1976-sekarang; 11. Pembantaian terhadap 900 jama'ah Masjid At-Taqwa Tanjung Priok oleh TNI tahun 1994; 12. Pembantaian terhadap 1,500 penduduk Talang sari, Palembang Sumatera, oleh TNI tahun 1995; 13. Pembantaian terhadap 39 penduduk Bima oleh TNI tahun 1994; 14. Pembantaian terhadap 1,600 penduduk bekas tahanan PKI Pulau Buru di Kedung Gemboh oleh TNI tahun 1994; 15. Pembantaian terhadap 700 penyokong PDI kubu Megawati di jln. Diponegoro, Jakarta oleh TNI pada 27 Maret 1997; 16. Pembantaian terhadap 1,300 bangsa Dayak di Kalimantan Barat dan Utara oleh TNI tahun 1998; 17. Pembantaian terhadap 200 orang penyokong PPP dan PDI di Kalimantan oleh TNI antara April-Mei tahun 1998; 18. Pembantaian terhadap 300 orang penyokong PPP dan PDI di Tasik Malaya oleh TNI yang menuntut reformasi, April tahun 1997; 19. Pembantaian terhadap 150 orang penyokong PPP dan PDI di Situbondo oleh TNI yang menuntut reformasi, April tahun 1997; 20. Pembantaian terhadap 100 orang penyokong PPP dan PDI di Sampang, Madura oleh TNI yang menuntut reformasi, April tahun 1997; 21. Pembantaian terhadap 1,500 orang pro reformasi di Jakarta oleh TNI yang menuntut reformasi, tahun 1998; 22. Pembantaian terhadap 3,000 bangsa Maluku oleh TNI yang menuntut merdeka awal tahun 2000 ---------- Ada contoh lagi ga? muehehehe xD ada.. Pembantaian malon masa konfrontasi sehingga banyak atuk2 malon yang buat lubang macam tikus..dan terpaksa berlindung dibelakang bontot british...kih kih kih kih.
|
|
pemandu teksi
Kuala Lumpur, Malaysia
|
parah! kapan sampai bila aparat militer menguasai indonesia! bapak presiden mana?
|
|
“your friendly postman”
Since: Dec 11
Location hidden
|
Please wait...
TTS wrote: <quoted text> Contoh kasus melayu malon vs china rebutan kfc??? Kamu bercanda kaleeee... mueheheheh xD ---------- KRONOLOGI PEMBANTAIAN JAWA TERHADAP ETNIS LAIN: 1. Peristiwa pembantaian terhadap lebih dari 500 orang (Sultan-sultan Melayu dan ahli warisnya di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan) oleh TNI dalam dekade Desember 1945-1947, yang Sukarno sebut sebagai Revolusi sosial; 2. Pembantaian terhadap 20,000 bangsa Sunda oleh TNI semasa meletusnya Darul Islam antara 1950-1958; 3. Pembantaian terhadap 30,000 bangsa Acheh oleh TNI semasa meletusnya Darul Islam antara 1953-1961; 4. Pembantaian terhadap 30,000 bangsa Minangkabau, Riau dan Jambi oleh TNI semasa meletusnya PRRI antara 1957-1959; 5. Pembantaian terhadap 5,000 bangsa Melayu di Kalimantan oleh TNI semasa meletusnya Permesta PRRI tahun 1957-1958 oleh TNI; 6. Pembantaian terhadap 6,000 bangsa Papua oleh TNI sejak tahun 1962-63; 7. Pembantaian terhadap 1000,000 (1 juta) manusia dalam peristiwa G-30S/PKI tahun 1965 oleh TNI. Sebelumnya telah terjadi pembantaian terhadap 7000 orang Jawa dalam peristiwa PKI di Madiun, tahun 1948. 8. Pembantaian terhadap lebih dari 6,000 bangsa Papua oleh TNI sejak tahun 1969-sekarang; 9. Pembantaian terhadap lebih dari 450,000 (1/4% dari bangsa Timor Timur)oleh TNI antara tahun 1975-1998; 10. Pembantaian terhadap 20,000 bangsa Acheh antara tahun 1976-sekarang; 11. Pembantaian terhadap 900 jama'ah Masjid At-Taqwa Tanjung Priok oleh TNI tahun 1994; 12. Pembantaian terhadap 1,500 penduduk Talang sari, Palembang Sumatera, oleh TNI tahun 1995; 13. Pembantaian terhadap 39 penduduk Bima oleh TNI tahun 1994; 14. Pembantaian terhadap 1,600 penduduk bekas tahanan PKI Pulau Buru di Kedung Gemboh oleh TNI tahun 1994; 15. Pembantaian terhadap 700 penyokong PDI kubu Megawati di jln. Diponegoro, Jakarta oleh TNI pada 27 Maret 1997; 16. Pembantaian terhadap 1,300 bangsa Dayak di Kalimantan Barat dan Utara oleh TNI tahun 1998; 17. Pembantaian terhadap 200 orang penyokong PPP dan PDI di Kalimantan oleh TNI antara April-Mei tahun 1998; 18. Pembantaian terhadap 300 orang penyokong PPP dan PDI di Tasik Malaya oleh TNI yang menuntut reformasi, April tahun 1997; 19. Pembantaian terhadap 150 orang penyokong PPP dan PDI di Situbondo oleh TNI yang menuntut reformasi, April tahun 1997; 20. Pembantaian terhadap 100 orang penyokong PPP dan PDI di Sampang, Madura oleh TNI yang menuntut reformasi, April tahun 1997; 21. Pembantaian terhadap 1,500 orang pro reformasi di Jakarta oleh TNI yang menuntut reformasi, tahun 1998; 22. Pembantaian terhadap 3,000 bangsa Maluku oleh TNI yang menuntut merdeka awal tahun 2000 ---------- Ada contoh lagi ga? muehehehe xD Wow. Dapat dari mana data ni bro?
|
|
Since: Jan 12
Location hidden
|
Please wait...
PARA MALON.....SUDAHKAH ANDA MAKAN PISANG HARI INI...??DAN MALON JANGAN MENCURI YAH HARI INI,,,>????oke
|
|
“your friendly postman”
Since: Dec 11
Location hidden
|
Please wait...
ple_setan wrote: PARA MALON.....SUDAHKAH ANDA MAKAN PISANG HARI INI...??DAN MALON JANGAN MENCURI YAH HARI INI,,,>????oke kami sangat sibuk bekerja untuk memberi makan pisang babu2 indonesia kami di rumah. Babu kami sangat riang bila lihat kami pulang bawa pisang kesukaannya :-D
|
|
|
|
“your friendly postman”
Since: Dec 11
Location hidden
|
Please wait...
Saya akan bakar rumah ku kalau Indonesia mengerti apa itu demokrasi :-D
|
|
pemandu teksi
Kuala Lumpur, Malaysia
|
saya akan beri babu saya gaji RM 800 kalau indon tau apa itu demokrasi..
|
|
“your friendly postman”
Since: Dec 11
Location hidden
|
Please wait...
pemandu teksi wrote: saya akan beri babu saya gaji RM 800 kalau indon tau apa itu demokrasi.. wahahahaha :-D
|
|
pemandu teksi
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Nasional Kontras: TNI Jangan Ikut Amankan Pilkada Aceh VIVAnews - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Aceh (KontraS) Aceh, meminta Komando Daerah Militer Iskandar Muda membatalkan rencana mengerahkan 4.000 pasukan untuk diperbantukan dalam pengamanan pemilihan kepala daerah Aceh. Koordinator KontraS Aceh, Destika Gilang Lestari, mengatakan, rencana tersebut melanggar Undang-undang TNI No 34 Tahun 2004. Gilang meminta Pangdam Iskandar Muda, agar tidak terlalu jauh terlibat dalam pengamanan pilkada. "Peran TNI itu diatur dalam pasal 5, disebutkan sebagai alat negara di bidang pertahanan," kata Gilang, dalam siaran persnya Senin 13 Februari 2012. KontraS Aceh meminta Kodam Iskandar Muda, dalam menjalankan tugas dan fungsinya taat pada perundang-undangan. "Keamanan itu urusan polisi bukan TNI. Kami yakin Pangdam Iskandar Muda tahu, dalam undang-undang pengerahan pasukan itu harus putusan Presiden, bukan rapat pimpinan TNI dan Polri di Aceh," ujarnya. KontraS Aceh meminta Kodam Iskandar Muda dapat menjaga independensi dan netralitas dalam pilkada Aceh, bukan sekadar pernyataan semata. Kata dia, Pasal 2, UU TNI menegaskan bahwa tentara profesional tidak berpolitik praktis. "Keterlibatan TNI dalam pengamanan pilkada itu tindak politik, tentara tidak dibutuhkan dalam pengamanan pilkada apalagi Aceh sudah tertib sipil," ujar Gilang. Mereka juga mempertanyakan statemen yang dikeluarkan oleh Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda tanpa melihat kondisi dan situasi Aceh yang memang kondusif. Menurut Gilang, kendati diatur fungsi perbantuan TNI harus sesuai prosedur. "Perbantuan TNI itu tetap assessmentnya harus kondisi luar biasa yang butuh bantuan TNI, jadi kalau asumsinya pemilu sangat tidak aman, baru TNI bisa dikerahkan berdasarkan status yang dinyatakan oleh kepala pemerintahan sipil, yaitu Gubernur," ujarnya. "Kapolda Aceh saja menyatakan kondisi saat ini sangat kondusif, jadi tentara untuk apa menyuplai pasukan tambahan, itu hanya akan menambah beban anggaran." KontraS Aceh juga meminta Kapolda Aceh tidak melibatkan tentara dalam pengamanan pilkada, sebab Mabes Polri telah mempersiapkan 780 personil Brimob BKO yang sudah dipersiapkan untuk dikirimkan ke Aceh. "Dengan jumlah personel, fasilitas dan kemampuan Polda Aceh yang berpengalaman dalam pengamanan pilkada, Kapolda harusnya malu bila meminta bantuan tentara," katanya.
|
|
bismi
Satellite Provider
|
Judged:
1
1
pemandu teksi wrote: Nasional Kontras: TNI Jangan Ikut Amankan Pilkada Aceh VIVAnews - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Aceh (KontraS) Aceh, meminta Komando Daerah Militer Iskandar Muda membatalkan rencana mengerahkan 4.000 pasukan untuk diperbantukan dalam pengamanan pemilihan kepala daerah Aceh. Koordinator KontraS Aceh, Destika Gilang Lestari, mengatakan, rencana tersebut melanggar Undang-undang TNI No 34 Tahun 2004. Gilang meminta Pangdam Iskandar Muda, agar tidak terlalu jauh terlibat dalam pengamanan pilkada. "Peran TNI itu diatur dalam pasal 5, disebutkan sebagai alat negara di bidang pertahanan," kata Gilang, dalam siaran persnya Senin 13 Februari 2012. KontraS Aceh meminta Kodam Iskandar Muda, dalam menjalankan tugas dan fungsinya taat pada perundang-undangan. "Keamanan itu urusan polisi bukan TNI. Kami yakin Pangdam Iskandar Muda tahu, dalam undang-undang pengerahan pasukan itu harus putusan Presiden, bukan rapat pimpinan TNI dan Polri di Aceh," ujarnya. KontraS Aceh meminta Kodam Iskandar Muda dapat menjaga independensi dan netralitas dalam pilkada Aceh, bukan sekadar pernyataan semata. Kata dia, Pasal 2, UU TNI menegaskan bahwa tentara profesional tidak berpolitik praktis. "Keterlibatan TNI dalam pengamanan pilkada itu tindak politik, tentara tidak dibutuhkan dalam pengamanan pilkada apalagi Aceh sudah tertib sipil," ujar Gilang. Mereka juga mempertanyakan statemen yang dikeluarkan oleh Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda tanpa melihat kondisi dan situasi Aceh yang memang kondusif. Menurut Gilang, kendati diatur fungsi perbantuan TNI harus sesuai prosedur. "Perbantuan TNI itu tetap assessmentnya harus kondisi luar biasa yang butuh bantuan TNI, jadi kalau asumsinya pemilu sangat tidak aman, baru TNI bisa dikerahkan berdasarkan status yang dinyatakan oleh kepala pemerintahan sipil, yaitu Gubernur," ujarnya. "Kapolda Aceh saja menyatakan kondisi saat ini sangat kondusif, jadi tentara untuk apa menyuplai pasukan tambahan, itu hanya akan menambah beban anggaran." KontraS Aceh juga meminta Kapolda Aceh tidak melibatkan tentara dalam pengamanan pilkada, sebab Mabes Polri telah mempersiapkan 780 personil Brimob BKO yang sudah dipersiapkan untuk dikirimkan ke Aceh. "Dengan jumlah personel, fasilitas dan kemampuan Polda Aceh yang berpengalaman dalam pengamanan pilkada, Kapolda harusnya malu bila meminta bantuan tentara," katanya. kenapa lak tentera indon boleh ikut campur dalam hal mcm ni? Tak demokrasi langsung.
|
|
malon dongo
Pasuruan, Indonesia
|
malon ngomong demokrasi...lawak giler !!! merdeka dulu lon !!!
|
|
lolwut
Bangi, Malaysia
|
malon dongo wrote: malon ngomong demokrasi...lawak giler !!! merdeka dulu lon !!! mak janda baru bangun tidur? kahKAHkah!!! =D
|
|
BIN
Satellite Provider
|
pemandu teksi wrote: Nasional Kontras: TNI Jangan Ikut Amankan Pilkada Aceh VIVAnews - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Aceh (KontraS) Aceh, meminta Komando Daerah Militer Iskandar Muda membatalkan rencana mengerahkan 4.000 pasukan untuk diperbantukan dalam pengamanan pemilihan kepala daerah Aceh. Koordinator KontraS Aceh, Destika Gilang Lestari, mengatakan, rencana tersebut melanggar Undang-undang TNI No 34 Tahun 2004. Gilang meminta Pangdam Iskandar Muda, agar tidak terlalu jauh terlibat dalam pengamanan pilkada. "Peran TNI itu diatur dalam pasal 5, disebutkan sebagai alat negara di bidang pertahanan," kata Gilang, dalam siaran persnya Senin 13 Februari 2012. KontraS Aceh meminta Kodam Iskandar Muda, dalam menjalankan tugas dan fungsinya taat pada perundang-undangan. "Keamanan itu urusan polisi bukan TNI. Kami yakin Pangdam Iskandar Muda tahu, dalam undang-undang pengerahan pasukan itu harus putusan Presiden, bukan rapat pimpinan TNI dan Polri di Aceh," ujarnya. KontraS Aceh meminta Kodam Iskandar Muda dapat menjaga independensi dan netralitas dalam pilkada Aceh, bukan sekadar pernyataan semata. Kata dia, Pasal 2, UU TNI menegaskan bahwa tentara profesional tidak berpolitik praktis. "Keterlibatan TNI dalam pengamanan pilkada itu tindak politik, tentara tidak dibutuhkan dalam pengamanan pilkada apalagi Aceh sudah tertib sipil," ujar Gilang. Mereka juga mempertanyakan statemen yang dikeluarkan oleh Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda tanpa melihat kondisi dan situasi Aceh yang memang kondusif. Menurut Gilang, kendati diatur fungsi perbantuan TNI harus sesuai prosedur. "Perbantuan TNI itu tetap assessmentnya harus kondisi luar biasa yang butuh bantuan TNI, jadi kalau asumsinya pemilu sangat tidak aman, baru TNI bisa dikerahkan berdasarkan status yang dinyatakan oleh kepala pemerintahan sipil, yaitu Gubernur," ujarnya. "Kapolda Aceh saja menyatakan kondisi saat ini sangat kondusif, jadi tentara untuk apa menyuplai pasukan tambahan, itu hanya akan menambah beban anggaran." KontraS Aceh juga meminta Kapolda Aceh tidak melibatkan tentara dalam pengamanan pilkada, sebab Mabes Polri telah mempersiapkan 780 personil Brimob BKO yang sudah dipersiapkan untuk dikirimkan ke Aceh. "Dengan jumlah personel, fasilitas dan kemampuan Polda Aceh yang berpengalaman dalam pengamanan pilkada, Kapolda harusnya malu bila meminta bantuan tentara," katanya. hahahaha....... kau tahu tak kontras punya sejarah pahit dengan TNI...?? pandainya hanya main copas saje kau ni...... tak mampu berfikir kah.....?? hahahaha......... malon hanya mampu demokrasi lewat internet kah.....?? hahaha...... TOLOL.....!!
|
|
pemandu teksi
Kuala Lumpur, Malaysia
|
BIN wrote: <quoted text> hahahaha....... kau tahu tak kontras punya sejarah pahit dengan TNI...?? pandainya hanya main copas saje kau ni...... tak mampu berfikir kah.....?? hahahaha......... malon hanya mampu demokrasi lewat internet kah.....?? hahaha...... TOLOL.....!! mengaku aja indon masih negara militer ^_^
|
|
malon dongo
Jakarta, Indonesia
|
lolwut wrote: <quoted text> mak janda baru bangun tidur? kahKAHkah!!! =D malon raja lawak...apalagi kalau ngomong soal demokrasi...hahaha
|
|
“TEAM PEMBURU MALON”
Since: May 10
Jakarta, Indonesia
|
Please wait...
Kah kah kah jangan buat lawak lagi lon..nak pecah perut aq tengok klien cakap demokrasi..
|
|
Debater
Sandakan, Malaysia
|
hah?? Ada demokrasi di indon???
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|