|
ANTIMUSLIM
Jakarta, Indonesia
|
KELEMAHAN ISLAM ADALAH ISLAM SENDIRI Oleh Ahmed Simon
Selama kunjunganku ke Manila baru2 ini, aku kaget ketika membaca sejarah lokal tahun 1911. Ternyata banyak yang belum tahu. Namun apakah benar atau tidak, tidak banyak orang setempat yang mengingatnya. Ini singkatnya.
Semasa penjajahan AS atas Filipina tahun 1911, seorang Kolonel yang ditugaskan memimpin Pulau Palawan kewalahan menghadapi pejuang Jihad Islam. Karena prajuritnya cuma satu batalion, dia sudah kalah dalam persenjataan dan jumlah personel. Untung Kolonel ini sadar dari sejarah bahwa mengetahui kelemahan lawan berarti memenangkan separuh peperangan. Dia berpikir, satu2nya cara untuk mengalahkan teroris Islam ini adalah dengan menyelidiki kelemahan agamanya.
Dia sering lihat Muslim berusaha keras untuk menghindari anjing2, bahkan yang kecil sekalipun. Meskipun sering melihat gejala aneh ini, dia sebelumnya belum pernah merasa perlu menyelidikinya. Tapi kali ini dia mulai bertanya. Ternyatav orang Muslim tidak boleh menyentuh anjing.(Di Hadis diterangkan alasannya. Suatu hari, Muhamad tidak sadar dari mana datangnya bau busuk di rumahnya, sampai tiga hari kemudian dia melihat bangkai anak anjing di bawah tempat tidurnya. Lalu dia mengutuk semua anjing, dan sejak saat itu orang Muslim tidak diperkenankan menyentuh anjing, terutama ludah di sekitar mulutnya).
|
|
ANTIMUSLIM
Jakarta, Indonesia
|
(LANJUTAN) Sang Kolonel segera memesan anjing sebanyak mungkin. Begitu dia menerima 37 anjing, dia mengirim para prajuritnya beserta anjing2 itu ke rumah2 para Muslim (masuk ke ruang tidur, dapur, dll) mencari teroris Islam. Ini menyebabkan penduduk Muslim ketakutan. Para pemimpin Muslim segera bersedia bekerja sama dengan pihak AS dengan secara sukarela menangkapi para teroris Islam (hidup atau mati) dan menyerahkan mereka kepada AS.
Tak lama kemudian, seorang Jendral Amerika, John L. Hansen Jr. yang ditugaskan untuk memimpin daerah yang lebih besar di bagian selatan Pulau Mindanao tertarik untuk mengetahui kesuksesan di Pulau Palawan itu. Mindanao juga kewalahan dengan serangan Jihad Muslim yang mengakibatkan kehancuran, pembunuhan, perkosaan, penjarahan, pemboman, penculikan, pemancungan, dll. Jendral Hansen kehabisan akal dan kehilangan banyak prajurit. Tidak juga ada tanda2 kemajuan, sebgm hebatnyapun rencana perangnya.
Bulan Juli 1911, para prajurit sang Jendral berhasil menangkap 8 teroris Islam. Setelah diadili, diputuskan 7 orang teroris harus dihukum mati dan teroris ke-8 dihukum 19 tahun penjara.
Dengan mengambil pelajaran dari Kolonel di Pulau Palawan yang sukses menanggulangi teroris Islam, Jendral Hansen pun bertekad menggunakan Islam melawan Islam. Dia membuat rencana untuk mengakhiri perlawanan Islam di Pulau Mindanao. Di waktu subuh, dia memerintahkan ke 7 teroris untuk menggali lubang kubur mereka. Teroris ke-8 diborgol dan disuruh melihat seluruh proses eksekusi. Ke 7 teroris Islam itu lalu diikat pada 7 tiang, tanpa penutup mata, sehingga mereka bisa melihat seluruh proses eksekusi mereka.
|
|
ANTIMUSLIM
Jakarta, Indonesia
|
(LANJUTAN) Orang Islam percaya bahwa jika seekor babi menyentuh tubuh mereka dan lalu mereka mati, mereka akan masuk neraka dan bukannya ke surga diladeni 72 huri. Prajurit2 sang Jendral lalu membantai seekor babi hidup di hadapan para teroris. Baju dan tubuh para teroris dilumuri darah dan lemak babi. Tubuh babi dibagi 7 dan setiap bagian diletakkan di masing2 kuburan. Kala melihat ini, mata para teroris melotot hampir copot saking ketakutan. Beberapa bahkan kencing di celana dan menjerit-jerit pada Allah minta diselamatkan. Tapi usaha mereka sia2. Mereka dibiarkan memohon, menangis, melolong, menjerit sekuat tenaga sepanjang hari.
Ketika matahari terbenam, ke 7 teroris ditembak mati dan tubuh mereka diletakkan di kuburan masing2 bersama bagian tubuh babi. Teroris ke-8 disuruh menutup kuburan dan dilepaskan. Teroris ke-8 ini lari sekuat tenaga dan menyebarkan berita ini seperti api membakar ilalang. Begitu Muslim menyadari teknik pembunuhan ala Amerika yang sangat tidak Islami ini seketika pula mereka ngibrit ketakutan.
Semenjak itu kelompok2 Jihad Islam lenyap. Dan damaipun berlaku di seluruh Filipina. Tidak satupun peluru ditembakkan, ribuan nyawa orang2 tak berdosa, laki, perempuan, dan anak2 selamat dan Jihad Islam tidak pernah terdengar lagi sampai 50 tahun kemudian, saat Filipina merdeka.
|
|
ANTIMUSLIM
Jakarta, Indonesia
|
Pekanbaru - Abdul Hamid (4, yang merupakan mantan preman ini memang benar-benar akan bertobat. Karena itulah, dia rajin salat, meski banyak sikapnya yang ganjil. Dengan penampilan berjubah dan berjenggot panjang, Hamid disebut para tetangga sebagai ustad. Sayang, dalam perjalanan tobatnya, dia ternoda kasus sodomi. Sebelum mengubah penampilannya, Hamid dikenal oleh teman-temannya sebagai preman yang cukup disegani di kawasan pelabuhan sungai Siak dan Pasar Bawah Pekanbaru. Sebagai manusia biasa, Hamid memiliki cita-cita mulia untuk meninggalkan dunia hitam yang dia jalani selama ini. Niat untuk bertobat itu sudah dia tunjukkan sejak 3 tahun silam. Hamid yang dulunya preman dengan hidup sering menodong orang, menjambret, serta terlena dalam pelukan WTS, ingin kembali ke jalan yang benar. "Dia keluar masuk masjid baru sekitar 3 tahun belakangan ini," cerita Syarial (45) sahabat Hamid sejak kecil. Syarial mengakui, belakangan ini sobatnya itu memang aktif dalam berbagai bentuk pengajian. Hamid sering terlihat dalam pengajian di sebuah masjid i Jl. Sumatera, Pekanbaru. "Saya bangga juga punya teman yang mencoba untuk kembali ke jalan yang benar," kata Syarial. Selaku teman akrabnya, Syarial paling banyak tahu di balik perjalanan pertobatan sahabatnya itu. Walau dalam perjalanan tobatnya itu, Hamid sudah keluar masuk masjid, ceramah di sana-sini, tapi setahun belakangan ini, Hamid masih dipergoki Syarial tidur bersama wanita yang bukan muhrimnya. "Warga di sekitar rumahnya, memang ada yang menyebut Hamid sebagai ustad. Tapi saya selaku temannya yang pernah di dunia hitam, dia pernah aku lihat masih menjalankan maksiat. Mungkin aku salah satu dari teman sekaligus tetangganya yang tidak percaya dia sudah bertobat. Tapi selama ini saya tidak mau cerita soal di balik baju jubahnya itu," papar Syarial. Syarial mengaku selama ini sobatnya itu sering diundang berceramah. Tapi selaku teman, dia juga tidak ingin menyebar aib temannya di balik ceramah yang tidak sesuai dengan perbutannya itu. "Banyak memang yang bilang dia ustad, tapi bagi aku, cuma kedok saja sebagai ustad," kata Syarial.
|
|
ANTIMUSLIM
Jakarta, Indonesia
|
(LANJUTAN)
Lain lagi cerita Efendi (57) yang juga masih tetangga Hamid. Efendi mengakui, Hamid bekas preman yang mencoba untuk bertobat. Tapi di mata Efendi, perjalanan tobatnya ternyata harus tergilas dari kasus dugaan pencabulan anaknya sendiri.
"Kita salut lihat dia selama ini yang keluar masuk masjid, ngasih ceramah ke sana ke mari. Sayangnya dalam perjalanan tobatnya tidak semulus yang kita bayangkan," kata Efendi.
Hamid dilaporkan ke polisi oleh istrinya karena melakukan pencabulan terhadap dua anaknya. Polisi masih menyelidiki hal ini. Memang Hamid belum terbukti melakukan pencabulan. Namun, bila dia tidak merasa bersalah, mengapa dia menghilang? Misteri hilangnya Hamid membubat geger warga, karena dia tiba-tiba menghilang di depan polisi.(cha/asy) __________ The sounds of nature.
|
|
ANTIMUSLIM
Jakarta, Indonesia
|
Kasus Ustad Cabul Belum Tuntas Keluarga Korban Pencabulan Minta Proses Hukum Berjalan
,- BALIKPAPAN. Harapan masih terus dipendam oleh keluarga besar Ai (18), santriwati yang menjadi korban asila oknum ustad berinisial Sut (48). Soalnya proses hukum yang dilakukan Polresta Balikpapan bisa dibilang berjalan lambat, bahkan Sut sendiri sampai saat ini belum juga diperiksa sebagai pihak yang dilaporkan oleh Ai.
Dihubungi Pos Metro malam kemarin, ibu kandung Ai mengungkapkan, dirinya masih amat berharap polisi bisa mengusut kasus ini dengan tuntas. Satu yang paling dia inginkan adalah, Sut bisa meringkuk di dalam sel penjara, mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada anak gadis tercintanya.
"Saya ini bingung, Mas. Kami nggak ngerti proses hukum. Jadi, saat ini yang bisa kami lakukan adalah menunggu kerja dari polisi saja," kata ibu kandung Ai, ketika dihubungi Metro melalui ponselnya, malam kemarin.
Wanita berjilbab itu mengungkapkan, sebenarnya dia sudah mulai jenuh dengan lambannya perkara tersebut. Jika dihitung-hitung, sudah nyaris dua tahun, sejak kasus itu pertama kali diungkap ke permukaan. Tetapi, sampai sekarang tidak ada yang berubah.
"Saya capek, Mas. Sepertinya tidak ada perubahan. Sama saja dengan yang kemarin-kemarin. Sut masih di Ponorogo. Kasusnya juga tetap mengambang, tak jelas," tutur wanita berkulit hitam manis itu.
Ditanya tentang perkembangan Ai, wanita itu mengatakan, saat ini putrinya itu sudah tidak bersekolah di pesantren lagi. Ai kini tinggal di rumah bersama dia. "Ai baik-baik saja. Tapi sudah tidak di pesantren lagi. Dia di rumah saja," tuturnya.
Jika dihitung sejak kejadian perkara pada 2005 lalu, maka kasus pencabulan yang dilakukan oknum ustad berinisial Sut sudah dua tahun bergulir. Tetapi apa daya, sampai sekarang polisi masih tak mampu melakukan penahanan terhadap Sut, pelaku pencabulan. Dulu, saat Kasatreskrim Polresta Balikpapan masih dijabat oleh AKP Agus Setyawan Sik, alasan tidak ditahannya Sut karena polisi masih belum bisa membuktikan bahwa yang dilakukan Sut benar-benar perkosaan.
Nah, kini angin segar diberikan oleh Kasatreskrim AKP Dedy Murti Haryadi Sik. Kepada wartawan, Dedy menjelaskan bahwa dirinya sudah melayangkan surat kepada Sut. Surat yang dikirimkan kepada Sut ini adalah kali kedua. Surat pertama diabaikan oleh pria yang kini diduga berada di Ponorogo, Jatim itu.
Polisi sendiri terkesan hati-hati, atau lebih tepatnya tak berani untuk menjerat Sut. Pasalnya, sampai sekarang status Sut belum ditetapkan sama sekali. Apakah Sut masih tersangka atau hanya sekadar saksi, polisi belum mengambil kesimpulan.
Untuk diketahui lagi, Sut berupaya keras agar terlepas dari tindak pidana kasus asusila meniduri santrinya berulang kali. Caranya menekan Ai agar mau mencabut laporannya di Polresta Balikpapan. Sut mengirim SMS kepada ibu korban yang berisi permintaan agar Ai mencabut laporannya dengan iming-iming diberi uang Rp 50 juta. Puncaknya keluarga Ai mendapat kiriman paket berisi perangkat kematian seperti kain kafan dan surat Yasin. Belum dikletahui pasti si pengirim, namun keluarga Ai yakin pelakunya adalah Sut,(qra)
|
|
shahsukei
Kuala Lumpur, Malaysia
|
ELOI ELOI LAMA SABAKHTANI bermaksud , MARILAH UMAT2 KRISTIANKU BERSETUBUH DENGAN ANJING2 JALANAN , BERSETUBUHLAH DENGAN ANJING MANA2 PUN TANPA MENGIRA WARNA2 ANJING ITU . ini Yesus yang bagitahu sama saya dulu , ( nasib baiklah aku bukan kristian )
|
|
Since: May 08
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
Astagfirullah...salut saya kpd anda..tak lelah anda hina dan provok kami
AntiIslam..antiMuslim or whatever cukuplah penghinaan saudara terhadap kami Apa yg dikatakan diatas jelaslah fitnah. What r u tryin to do?
Apakah kata damai terlalu mahal harganya untuk saudara? Apakah kebencian dan peperangan lebih saudara cintai?
Apakah agama saudara yang membenarkan saudara memfitnah dan menghina agama lain? Saya yakin bukan Kristen, Hindu, Budha, or else Because I've many friends with these believes...n kita bisa jd good friend.
Kalau saudara sudi, kita kopi darat lah...who knows kita jg bs jd good friend.
salam
|
|
|
LALA
Jakarta, Indonesia
|
shahsukei wrote: ELOI ELOI LAMA SABAKHTANI bermaksud , MARILAH UMAT2 KRISTIANKU BERSETUBUH DENGAN ANJING2 JALANAN , BERSETUBUHLAH DENGAN ANJING MANA2 PUN TANPA MENGIRA WARNA2 ANJING ITU . ini Yesus yang bagitahu sama saya dulu ,( nasib baiklah aku bukan kristian ) astagfirruullohalazim = mari sodomi santri kita insyaallah = moga2 PSK murah hari ini allahuakbar = ahh.. ga tahan mau buang hajat
|
|
raja
Kota Bharu, Malaysia
|
goblok lu antimuslim..apa macam kamu hina kami..setan lu
|
|
ANTIMUSLIM
Jakarta, Indonesia
|
Ustad Cabul Diringkus di Jakarta Tanpa Perlawanan, Kerja Jadi Sopir
BALIKPAPAN - Upaya kerja keras satuan reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polresta Balikpapan membuahkan hasil. Kurang lebih sembilan bulan kabur dari Balikpapan, Ustad cabul berinisial Sut (48), pengasuh pondok pesantren yang tega meniduri santrinya Ai (18) akhirnya berhasil diringkus pada Kamis (24/1) pagi. Tim khusus yang mengemban tugas memburu pelarian Sut ke daerah asalnya di Ponorogo Jawa Timur, berangkat dari Balikpapan Minggu (20/1) lalu dan berhasil menangkap Sut di kawasan bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta.
Saat diringkus, Sut pasrah tanpa melakukan perlawanan. Dan ketika ditangkap tersangka sedang bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan swasta. Lantas, sore harinya, bersama anggota Reskrim Polres, Sut diboyong kembali ke Balikpapan. Kapolresta Balikpapan AKBP Drs M Arkan Hamzah melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Murti Haryadi Sik membenarkan keberhasilan anggotanya menangkap Sut.
“Setelah tiba di Ponorogo, Sut sudah tidak ada disana. Anggota mendapatkan informasi, burunya ada di Jakarta. Dengan melakukan koordinasi kepolisian setempat, kami berhasil meringkusnya saat sedang bekerja,” kata Dedy, kemarin.
Polisi telah pula menetapkan Sut sebagai tersangka serta menjeratnya dengan pasal berlapis, yakni pasal 285 KUHP tentang kesusilaan serta UU Perlindungan Anak pasal 81 dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama 15 tahun.
“Jeratan kedua pasal ini yang kami tetapkan pada Sut, karena semua unsur perbuatan yang dilakukan terhadap Ai, memenuhi kedua pasal yaitu kesusilaan dan perlindungan anak. Saat ini Sut, menjalani pemeriksaan anggota penyidik dan belum boleh ditemui siapa pun,” ujar perwira berpangkat balok tiga ini.
Pihak penyidik telah memberikan kabar pada keluarga korban terkait penangkapan tersangka dan kini sudah diamankan di Mapolresta Balikpapan. Belum diketahui apa hasil pemeriksaan polisi mengenai kronologis perbuatan asusila itu.
Namun polisi belum mengarahkan penyelidikannya kepada pengiriman perlengkapan peralatan kematian, seperti kain kafan, serbuk pewangi dan sebuah surat yasin ke keluarga Ai pada Desember 2007 lalu serta berbagai ancaman melalui pesan singkat, agar kasus tersebut dicabut.
“Kami belum mengarah kesana, yang kami dahulukan pemeriksaan atas perbuatannya melakukan asusila. Setelah semuanya dinyatakan cukup oleh penyidik, baru kami mengarah pada pengancaman serta pengiriman paket peralatan kematian,” paparnya.
Seperti diberitakan, ustad cabul, Sut diduga telah mencabuli korbannya Ai, yang adalah murid Sut sejak Mei 2005 silam sampai dengan Agustus 2006. Perbuatannya terbongkar setelah Ai, melaporkan kasus itu kepada polisi Senin 30 April 2007. Kepada polisi, Ai mengaku dicabuli Sut berulang-kali. Kapan persisnya kejadian pencabulan itu, Ai tak mengingatnya dengan pasti. Wanita muda berwajah hitam manis itu hanya menjawab Mei 2005 lalu adalah kali pertama dia diperlakukan tidak senonoh.
Merasa perbuatannya terbongkar, Sut kemudian pada Rabu 12 Desember 2007 mengirimkan paket kepada keluarga Ai di Km 30 Samboja Kutai Kartanegara melalui seorang bocah. Mendapatkan paket yang isinya tak lazin dan aneh, seperti kain kafan, serbuk pewangi dan sebuah surat Yasin disertai pesan yang berisi ancaman membuat keluarga Ai kelabakan. Takut terjadi apa-apa sehingga melapor ke Polresta Balikpapan dengan tuduhan pengancaman. Inilah yang membuat posisi Sut tambah sulit.
Sut setelah mengirimkan paket yang berisi peralatan pemakaman itu, kemudian melarikan diri ke kampung halamannya di Ponorogo dan polisi kemudian memanggil Sut sebanyak tiga kali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, namun tak pernah dihadirinya, hingga akhirnya dia dijemput paksa, dan baru berhasil dikeler ke Balikpapan, kemarin setelah sembilan bulan menghilang.(bai)
|
|
wantOLAugH
Jakarta, Indonesia
|
untuk umat beragama jangan sampai kita terprovokasi dengan forum laknat ini...mrka berniat memecah belah umat beragama...
shalom
|
|
Since: May 08
Bandung, Indonesia
|
Please wait...
wantOLAugH wrote: untuk umat beragama jangan sampai kita terprovokasi dengan forum laknat ini...mrka berniat memecah belah umat beragama... shalom Setuju saudaraku, Wassalam
|
|
ANTIANTI
Jakarta, Indonesia
|
gila yah..
aku ga nyangka segitu kejamnya orang Islam. Saya kecewa sekali dengan agama ini..
|
|
hmmmmm
Heidelberg, Germany
|
shahsukei wrote: ELOI ELOI LAMA SABAKHTANI bermaksud , MARILAH UMAT2 KRISTIANKU BERSETUBUH DENGAN ANJING2 JALANAN , BERSETUBUHLAH DENGAN ANJING MANA2 PUN TANPA MENGIRA WARNA2 ANJING ITU . ini Yesus yang bagitahu sama saya dulu ,( nasib baiklah aku bukan kristian ) orang islam memang pandai merangkai kata indah. terima kasih untuk pujiannya, sebagai tansda terima kasih, kami ucapkan pujian yang sama: allahuakbar bermaksud , MARILAH UMAT2 ISLAMKU BERSETUBUH DENGAN ANJING2 JALANAN , BERSETUBUHLAH DENGAN ANJING MANA2 PUN TANPA MENGIRA WARNA2 ANJING ITU . ini MUHAMET SEORANG YANG MENGAKU NABI yang bagitahu sama saya dulu ,( nasib baiklah aku bukan ISLAM )[/
|
|
Since: Jan 08
Location hidden
|
Please wait...
erm ^_^
aku tidak paham apa yg terjadi kt sini
:)
|
|
“sweetest thing”
Since: Dec 07
Makasar, Indonesia
|
Please wait...
Tomy dari Padang wrote: erm ^_^ aku tidak paham apa yg terjadi kt sini :) tp ttp saja mengamati dan menyimak... ....bahkan ikut2an...^_^
|
|
Since: Jan 08
Location hidden
|
Please wait...
tHyA_cHweeTz wrote: <quoted text> tp ttp saja mengamati dan menyimak... ....bahkan ikut2an...^_^ apa sich mxud thyaChweetz?^_^ akyu tidag terlalu mengerti niyh... :)
|
|
Lho
Jakarta, Indonesia
|
Thread bagus, harus dilestarikan....
|
|
26protokoler
Jakarta, Indonesia
|
hari gini debat agama..baru gede ya..?
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|