Maling Nusantara

Jakarta, Indonesia

#24 Jul 13, 2011
HAKIM NUSANTARA wrote:
<quoted text>
Yup...karena ya itu tadi Bro...telah mengakar kuat sejak jaman Soekarno dan bahkan sekarang ini seperti malah di bina untuk kepentingan pemimpin Indonesia maupun pemimpin Malaysia..Ini sebenarnya permainan yang sulit dan sangat berbahaya lho Bro...hehehehe..
Setuju bro...
Sepertinya mirip benang kusut, jadi sulit diurai...
Maling Nusantara

Jakarta, Indonesia

#25 Jul 13, 2011
HAKIM NUSANTARA wrote:
<quoted text>
Hehehhe...percaya Bro...mang repot kalo pada dasarnya sudah sentimen mendarah daging hehehehe...Tapi coba Bro (jika bisa sih hehehhe...) situ tanya Ibu Ibu ketika era Soeharto...ketika seringya acara RTM dan TVRI bekerjasama dalam membuat hiburan,atau ketika Warkop DKI dan artis artis lain sering syuting dan kerjasama dengan Malaysia...jawabannya pasti lain Bro hehehehhe...Semua tu pada dasarnya tetap pemimpin dan media yang mempengaruhinya
Itulah Bro... acara TV yang kamu maksud adalah TITIAN MUHIBAH,, ini sekarang sudah gak ada lagi. Bahkan sebelum ada Internet dahulu ada ajang SAHABAT PENA dari MALAYSIA.

Kenapa yang baik2 begini ilang yaa?..

“NUSANTARA RAYA”

Since: Jun 11

NUSANTARA

#26 Jul 13, 2011
Gw masih samar samar ingat waktu kecil banget Bro...di TVRI selalu rutin diadakan acara kerjasama denga RTM Malaysia dan tayang bersama dalam bentuk lagu lagu...Wah kakak gw menunggu acara tu dari siangnya,selain tu gw seneng banget ketika nonton film Warkop DKI bermain dengan Mr. Os dan Siti Nurhaliza (masih muda) di KL...Kayaknya hubungan antara Malaysia dan Indonesia pada waktu tu baik banget..Bahkan pernah ada mahasiswa Malaysia yang KKN di tempat gw diperlakukan seperti orang Indonesia pada umumnya...tak menganggap orang asing...

“NUSANTARA RAYA”

Since: Jun 11

NUSANTARA

#27 Jul 13, 2011
Maling Nusantara wrote:
<quoted text>
Itulah Bro... acara TV yang kamu maksud adalah TITIAN MUHIBAH,, ini sekarang sudah gak ada lagi. Bahkan sebelum ada Internet dahulu ada ajang SAHABAT PENA dari MALAYSIA.
Kenapa yang baik2 begini ilang yaa?..
yaaa...betulll tu....iya sekarang dah gak ada lagi yang baik baik seperti...mungkin sentimen ini masih di pelihara dulu Bro...biar awet dan bisa di manfaatkan hehehehe...

“NUSANTARA RAYA”

Since: Jun 11

NUSANTARA

#28 Jul 13, 2011
Maling Nusantara wrote:
Gw tambah pernyataan Amien Rais yang sedikit lucu bro..
Untuk menghadapi provokasi Malaysia, Pemerintah Indonesia diminta bersikap tegas dengan memberi ultimatum kepada Malaysia.
“Cara yang paling tepat untuk menghadapi Malaysia adalah dengan memberi ultimatum agar tidak lagi mengganggu wilayah kita.
Jika sudah diultimatum tetap nekat, ya harus diberi tindakan.
Kenapa takut perang? sekali-sekali perang biar sehat,” kata Amien.(_beritabali.com_)
He he he heee... sekali-kali PERANG biar sehat bro..(Cukup Lucu kan bro..)
wakakakkakakkakaka....Amien Rais ajalah yang terdepan dalam perang,biar dia semakin sehat,bukan hanya mulutnya doang yang sehat hahahhahaha....
Maling Nusantara

Jakarta, Indonesia

#29 Jul 13, 2011
HAKIM NUSANTARA wrote:
<quoted text>
yaaa...betulll tu....iya sekarang dah gak ada lagi yang baik baik seperti...mungkin sentimen ini masih di pelihara dulu Bro...biar awet dan bisa di manfaatkan hehehehe...
Yaa... mudah2an sih ada lagi usaha dari Pemerintah kedua negara untuk memperbaiki citra-nya dan hubungan masyarakat-nya sebagus zaman Suharto-Mahathir.

Ya, pemirsa televisi Indonesia era 1980-an hingga 1990-an awal secara rutin disuguhi Titian Muhibah, suatu acara hiburan yang menampilkan penyanyi Indonesia dan Malaysia. Pada acara itu, penyiar televisi dari dua negara bisa saling berkomunikasi secara langsung.

“Apa kabar Kuala Lumpur?” tanya penyiar TVRI penuh senyum.
“Halo Jakarta, kami di Ki El, selalu menanti Titian Muhibah. Serumpun, senada, seirama,” balas penyiar RTM pula.

Mungkin kutipan percakapan dua penyiar tersebut tak pas betul, namun seperti itulah kira-kira kehangatan yang terlihat dalam acara tersebut.

Lalu, setelah berbasa-basi, menanyakan kabar negeri seberang dengan mimik yang penuh perhatian, TVRI akan menampilkan para penyanyi yang terkenal tidak saja di Tanah Air, tetapi juga di Malaysia.

Malaysia juga menghadirkan penyanyinya yang dikenal luas di Indonesia. Benar-benar suatu titian muhibah.

Bangsa serumpun bisa tampil menghibur bersama-sama.
Maling Nusantara

Jakarta, Indonesia

#30 Jul 13, 2011
Penggambaran Titian Muhibah tentunya sangat berbeda ketika televisi swasta nasional menyiarkan final Piala AFF yang digelar di Kuala Lumpur dan Jakarta.

Titian muhibah yang penuh kasih seakan berubah wujud menjadi TITIAN MUSIBAH yang penuh dendam. Bahkan, ketika Indonesia kalah, Malaysia pun dipelesetkan menjadi Malingsia.

Tentunya ini bukan tanpa ada alasan. Ya, Indonesia sebagai negara yang jauh lebih luas dan memiliki sejarah kerajaan yang lebih tua seakan dikangkangi oleh anak kecil.

Hhhmmm...

“NUSANTARA RAYA”

Since: Jun 11

NUSANTARA

#31 Jul 13, 2011
hehehehhe...ternyata situ ingat betul acara Titian Muhibah ya Bro...hehhehehe...Gw hanya samar samar...Ingat aja panggung yang gemerlap gemerlip itu aja...Dulu pun artis artis Malaysia cam Amy Search...trus sapa tu yang nyanyi Suci Dalam Debu dianggap juga sebagai artis nasional..begitupun juga Ikang Fauzi,Gito Rollies dls dianggap artis lokal Malaysia...tu lah akrabnya Malaysia Indonesia waktu tu
Maling Nusantara

Jakarta, Indonesia

#32 Jul 13, 2011
Sejarah Malaysia dan Indonesia kan hanya sebagai korban kekejaman, manipulasi dan penipuan Penjajah (Inggris dan Belanda).

Kenapa kita yang serumpun tak bisa lagi mengatakan:

“Apa kabar Kuala Lumpur?”
“Halo Jakarta, kami di Ki El selalu menanti"

Ya, seperti era 80-an yang terlihat penuh kasih itu.

Hehehehee....
ssst

Indonesia

#33 Jul 13, 2011
kayak judul lagu aj, the answer is not in the tv.
masuk akal juga persepsi org2 awam tapi punya tv tu...

“NUSANTARA RAYA”

Since: Jun 11

NUSANTARA

#34 Jul 13, 2011
Bicara piala AFF kemarin jadi ingat ketika Piala Thomas pada tahun 90an...(kalo tak salah hehehehehe....)...pada saat tu sering sekali Malaysia dan Indonesia bertemu dan pada saat tu juga para penonton baik Indonesia maupun Malaysia masih sangat fanatis dengan perbulutangkisan...lewat Sidek bersaudara (Misbun Sidek dan Rashid Sidek) di kubu Malaysia dan Icuk Sugiarto di kubu Indonesia...mereka bertanding luar biasa..Memang pada saat tu jika Indonesia kalah,memancing sedikit sentimen dengan Malaysia...Tapi tak kan lama dan berlarut larut seperti sekarang ini,karena Pemerintah atau Pengurus PBSI tidak memanfaatkan unsur sentimen itu untuk alasan kekalahan Indonesia..Bahkan kadang kita malah bangga juga dengan Sidek bersaudara,seorang Melayu yang pintar main bulutangkis seperti mereka (Melayu Malaysia) juga bangga dengan Icuk Sugiarto,seorang atlet bulutangkis kawakan yang seorang Melayu juga..
ToR Lee

Jakarta, Indonesia

#35 Jul 13, 2011
HAKIM NUSANTARA wrote:
Bicara piala AFF kemarin jadi ingat ketika Piala Thomas pada tahun 90an...(kalo tak salah hehehehehe....)...pada saat tu sering sekali Malaysia dan Indonesia bertemu dan pada saat tu juga para penonton baik Indonesia maupun Malaysia masih sangat fanatis dengan perbulutangkisan...lewat Sidek bersaudara (Misbun Sidek dan Rashid Sidek) di kubu Malaysia dan Icuk Sugiarto di kubu Indonesia...mereka bertanding luar biasa..Memang pada saat tu jika Indonesia kalah,memancing sedikit sentimen dengan Malaysia...Tapi tak kan lama dan berlarut larut seperti sekarang ini,karena Pemerintah atau Pengurus PBSI tidak memanfaatkan unsur sentimen itu untuk alasan kekalahan Indonesia..Bahkan kadang kita malah bangga juga dengan Sidek bersaudara,seorang Melayu yang pintar main bulutangkis seperti mereka (Melayu Malaysia) juga bangga dengan Icuk Sugiarto,seorang atlet bulutangkis kawakan yang seorang Melayu juga..
Sidek bersaudara; Rashid Sidek, Misbun Sidek, Razif Sidek & Jalani Sidek itu dahulu sering ke Indonesia dan mendapat publikasi positif dan ramah dari media-media di Indonesia.

Bahkan cerita kedekatan Icuk Sugiarto dan Misbun Sidek sudah bukan rahasia lagi.

Cerita Nostalgia ya?
ToR Lee

Jakarta, Indonesia

#36 Jul 13, 2011
Saya teringat bayangan masa kecil tentang Malaysia, sebuah negara tetangga yg memiliki kesamaan rumpun di mana banyak orang2 Indonesia merasa sayang padanya... Janganlah merasa ganyang Malaysia oleh Soekarno karena dia benci pada Malaysia, NO, dia benci pada British... ganyang Malaysia bukan perang antara rakyat Malaysia dengan Indonesia tapi antara Indonesia dengan British...

Jadi bayangan seperti itu yg saya miliki tentang Malaysia dulu...

Seiring dengan waktu, tidak banyak yg saya ketahui tentang Malaysia. Pada masa Orde Baru saya hanya tahu bahwa Indonesia adalah pemimpin ASEAN, mudah saja melihatnya karena ASEAN secretariat adanya di Jakarta.. media di Indonesia juga banyak memberitakan pengaruh besar Indonesia pada ASEAN, dan betapa Indonesia turut melindungi Malaysia...

Masa Orde Baru, media di Indonesia lebih banyak menceritakan kehebatan pembangunan Indonesia, tapi tidak pernah menjelekan negara2 tetangga... jadinya saya tetap tidak banyak tahu tentang Malaysia...yg saya ingat ketika masa kuliah di universitas, kami kedatangan rombongan tamu mahasiswa dari University of Malaya... kami menyambut mereka dengan baik... walau saya agak menyesal karena rekan2 Malaysia begitu santun menggunakan jas formal, sedangkan kami mahasiswa Indonesia hanya pakai jaket universitas dengan sebagian kawan pakai sendal jepit saja...

saya ingat banyak orang Indonesia mengagumi Mahathir Muhamad, terutama ketika dia tulis buku The Malay Dilemma... banyak orang Indonesia mengagumi beliau dan tulisannya... banyak yg merasa betapa Malaysia beruntung memiliki pemimpin yg cakap dan pintar, sedangkan Indonesia hanya memiliki pemimpin yg bengis dan otoriter (Soeharto)... Orang Indonesia kagum pada Soekarno, dan melihat sosok Soekarno tidak pada Soeharto tapi pada Mahathir...

Sampai terjadi kasus Anwar Ibrahim... orang2 Indonesia tercengang, apakah Mahathir sama saja dengan Soeharto?

Tapi banyak orang Indonesia, khususnya yg bukan di Sumatera, tidak tahu banyak soal Malaysia...

Krisis ekonomi membawa bencana untuk Indonesia. Kami kagum pada Mahathir karena keputusannya tidak melepas nilai tukar ringgit ke dollar ke pasar membawa Malaysia sukses melalui krisis. Kami kagum pada Malaysia karena sukses dengan kelapa sawit (bukan Proton)... kami merasa turut senang dengan kesuksesan Malaysia karena kami serumpun...
ToR Lee

Jakarta, Indonesia

#37 Jul 13, 2011
Tapi perlahan muncul berita-berita: TKI disiksa, diperkosa, dizalimi, dibunuh, gaji tak dibayar, dsb... muncul berita bahwa kayu2 di hutan Kalimantan dan Papua banyak dicuri oleh perusahaan Malaysia, Rimbun Hijau misalkan, kemudian di ekspor ke China...mulai timbul rasa tidak suka terhadap Malaysia...

Munculah masalah bom Bali, bom Marriot, bom kedubes Australia, dll... kami bingung, siapa pelaku2 ini? dari mana mereka datang? hasil investigasi ternyata mereka orang2 Indonesia dan Malaysia yg baru datang dari persembunyian mereka selama ini di Malaysia. Selama Orde Baru mereka diburu, tapi dilindungi oleh Mahathir... ada rasa marah dalam hati, kenapa tak kalian bikin onar di Malaysia? Kenapa Mahathir dulu melindungi mereka?

Muncul masalah Sipadan Ligitan. Kenapa Malaysia bersikap begitu? dulu kami pikir Malaysia saudara kami yg baik, mengapa menikam dari belakang?...

Pandangan pribadi saya tentang orang2 Malaysia pun agak berubah, dulu saya pikir mereka saudara yg ramah... dalam satu pertemuan rombongan ASEAN di Bangkok, banyak kawan Malaysia selalu berkata bahwa kami Malaysia sudah merupakan negara maju, kami tidak perlu bantuan.

Pertemuan ASEAN dengan Jepang itupun merupakan bantuan Jepang terhadap negara2 ASEAN tapi tidak untuk Malaysia, Malaysia tidak minta bantuan itu, orang Jepanglah yg memaksa membantu... saya bersikap santai terhadap omongan begitu... tidak saya ambil pusing...tetapi ketika rombongan Indonesia lengkap datang dan pakaian kami lebih baik dari pakaian kawan2 Malaysia, mereka mulai bilang: Indonesia kesenjangan sosial ekonomi tinggi.

Banyak yg pakaiannya baik tapi banyak juga yg miskin.(rombongan Malaysia banyak yg bukan dari KL, rombongan Indonesia banyak dari Jakarta, jadi wajar kalau pakaian kami lebih baik)... saya juga tidak ambil pusing dg omongan seperti itu...

Tapi mulai ada pikiran: ada apa dgn orang Malaysia ini? mengapa mereka selalu mebanding2kan diri dengan Indonesia?

Sekali waktu saya ke Malaysia. Banyak berita tentang Indonesia, termasuk artis2 Indonesia... saya jadi tahu, ternyata selama ini masyarakat Malaysia banyak yg mengamati Indonesia, sebaliknya orang Indonesia tidak banyak tahu tentang Malaysia... kalau bahasa slang Jakarta: emang gue pikirin?

Berita2 tentang perilaku buruk thd warga Indonesia di Malaysia semakin banyak: pemukulan wasit, penghinaan thd diplomat, terhadap student Indonesia di Malaysia dll. membuat orang Indonesia terperangah, kok saudara2 Malaysia begini terhadap Indonesia yg masih dilanda susah akibat krisis 1998? kok bukannya membantu malah menyerang, menghina, mencuri kayu dll.?

Jadi banyak orang Indonesia termasuk saya yg marah terhadap orang Malaysia... orang Indonesia di forum ini cuma sedikit, tapi yg marah bukan hanya yg ada di forum ini... dan yang marah bukan lapisan bawah atau elit pemimpin...yg marah saat ini adalah kelas2 menengah Indonesia...

Jadi mohon rekan2 Malaysia coba fahami, mengapa banyak orang Indonesia marah... kami dulu merasa Malaysia adalah saudara jauh kami...

Tapi walaubgaimanapun saya mengerti bahwa kesalahan pemerintah dan segelintir oknum Malaysia tidak dapat ditimpakan pada seluruh masyarakat Malaysia... oleh karenanya marilah bersilaturahmi, saling memahami masing2, sehingga kesalahpahaman dapat dikurangi...

salam hormat saya untuk semua forumer Indonesia dan Malaysia yg berniat baik di sini...
ToR Lee

Jakarta, Indonesia

#38 Jul 13, 2011
Sebetulnya yg dipermasalahkan orang2 Indonesia adalah pandangan rendah terhadap orang2 Indonesia dari orang2 Malaysia yg direpresentasikan dengan penyiksaan thd TKI dan panggilan Indon...

apa betul begitu?

ini pertanyaan banyak orang Indonesia saat ini...mungkin saja tidak begitu, mungkin saja kami hanya salah faham...

nah dengan prasangka seperti itu maka sudah ada bibit2 ketidak sukaan kami pada orang2 Malaysia sehingga ketika ada masalah sepele dengan lagu Rasa Sayange maka orang Indonesia banyak yg meledak...

nah permasalahan ini yg seharusnya dijelaskan oleh Pemerintah kedua negara...

Wassalam..

“NUSANTARA RAYA”

Since: Jun 11

NUSANTARA

#39 Jul 13, 2011
@Bro Tor Lee:Tks atas komentarnya yang panjang lebar n very good comment..stand applaus for u Bro...:-)...Sedikit berkomentar Bro..Coba tengok saja Bro...siapa yang sangat menggemborkan pemberitaan keburukan Malaysia akhir akhir ini?Media kita kan Bro..Coba tengok juga komentar komentar dari pejabat kita sekarang ini...agak miring juga kan Bro...Ini lah yang sangat mempengaruhi unsur sentimen kita terhadap orang Malaysia...Gw juga tak menyalahkan pejabat atau media kita aja...Kita coba tengok media Malaysia dan Pejabat Malaysia..Karena untuk mencegah arus demokrasi merambat ke Negara Malaysia...banyak pejabat Malaysia dan media Malaysia juga mendiskreditkan Indonesia karena demokrasi nya...Huru hara,demonstrasi ekonomi yang tidak stabil dan rakyat yang masih banyak yang miskin..Inilah yang di hembuskan oleh Media Malaysia dan pejabat Malaysia untuk memberikan contoh bahwa demokrasi tu buruk...seperti Indonesia..Tak pelak akhirnya rakyat Malaysia pun memandang buruk dan rendah rakyat Indonesia..Inilah hasil yang ditanamkan kedua pejabat dan media Indonesia maupun Malaysia...Btw good comment juga tentang Mahathir..Dulu sempat di juluki Little Soekarno dan kita pun orang Indonesia sangat bangga dengan beliau...

“NUSANTARA RAYA”

Since: Jun 11

NUSANTARA

#40 Jul 13, 2011
sebenarnya lucu juga lho...ketika Sidek bersaudara,Amy Search,Salem Iklim dan Siti Nurhaliza dianggap sebagai orang kita juga dan Icuk Sugiarto,Gito Rollies,Atiek CB,Ikang Fauzi dianggap artis kebanggan Malaysia...apa tu tak terjadi klaim mengklaim juga?hehehehe...Tapi jaman dulu tak masalah hal tu terjadi,tapi kenapa ya,sekarang jadi sangat sensitif dan membikin ribut kedua rakyat negara sejiran hehehehe....
MALON BANGSA BUDAK

Indonesia

#41 Jul 13, 2011
ati ati aja nanti yang akan datang budaya apalagi yang akan di jiplak negara maling..........
BEGOKNYA MALINGSIAL

Jakarta, Indonesia

#42 Jul 13, 2011
rakyat Indonesia wajar marah ! setelah perlakuan menghina, melecehkan, arogan dan maling2 budaya Indonesia, membuat rasa hormat dan bersahabat kami kpd bangsa Malingsial dalam sekejab berubah menjadi rasa benci, marah dan rasa2nya tak sabar ingin menghajar habis mereka semua bro...!
truly PENCURI dari Asia

Jakarta, Indonesia

#43 Jul 13, 2011
tarian POCO-POCO dari Menado aja udah mau diklaim sama Malingsial bro..

untuk mengaburkan fakta, mereka cerita seolah2 tarian Poco-poco itu asal muasalnya dari JAMAIKA
padahal di jamaika itu, nggak ada yg namanya Poco-poco, yang ada dan terkenala hanya musik REGGAE !

itulah liciknya bangsa melayu jadi-jadian ini !

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Malaysia Discussions

Title Updated Last By Comments
DEBAT ISLAM VS KRISTEN. Fakta: ISLAM GAK AKAN M... (Jun '13) 3 min No-tulen 99,053
GAY JAKARTA, ayo berhimpun disini (Oct '11) 3 min rendra 2,640
Jokowi PIDATO , Dunia Berdecak KAGUM ada yang I... 4 min Ricky 752
Sriwijaya sudah terbukti berpusat dan bermula d... 5 min kharym 1,159
Mana lebih Tampan orang Malaysia Vs Indonesia (Dec '07) 6 min Elishaa 1,526
Forumer Malaysia SUJUD kepada JOKOWI?? 6 min HANZIP_RONDA 33
Mengapa Cewek Cina suka Baju SEKSI di tempat um... 9 min romeo 2
KESIAN, INDONESIA DIPIMPIN Oleh DEWA BADUT JOKOWI 28 min kharym 4,175
Saya baby mila , cewek bispak (Apr '08) 2 hr Aldi 13,373
More from around the web