Child Prostitution in Indonesia

Posted in the Indonesia Forum

Fazri

Malaysia

#1 Feb 5, 2008
mari kita meliat beberapa komen PAKAR:

The sex industry accounts for an estimated 1.2 billion dollars to 3.3 billion dollars in annual earnings, or between 0.8 and 2.4% of the country's GDP, the study said. In Jakarta alone, prostitution-related activities are estimated to be worth 91 million dollars annually.(Dario Agnote, "Sex trade key part of S.E. Asian economies, study says," Kyodo News, 18 August 1998)

There are between 140,000 and 230,000 prostituted persons in Indonesia (1993-1994 estimates). Prostituted persons are mainly adult women, but there are also male, transvestite and child prostitutes, both girls and boys.(International Labor Organization. Dario Agnote, "Sex trade key part of S.E. Asian economies, study says," Kyodo News, 18 August 1998)

There are at least 650,000 prostitutes in Indonesia. In 1998 there were 150,000 registered prostitutes compared to 72,000 in 1995. 30 percent are children.(Yogyakarta Free Children Society, Mohammad Farid, "Indonesian economic crisis boosts prostitution," Reuters, 26 July 1998)

There were 65,582 registered prostitutes in 1994. The highest estimate is 500,000 women in prostitution.(CATW - Asia Pacific, Trafficking in Women and Prostitution in the Asia Pacific)

Earnings from prostitution average $600 a month in Indonesia and are higher than in other unskilled jobs.(International Labor Organization, Elif Kaban, "UN labour body urges recognition of sex industry,")

Particularly because of the economic crises in Asia, women in Indonesia are increasingly forced into prostitution as the only means of survival.("Women Workers Are Last in, First Out," Associated Press)

In Indonesia the economic crisis has driven thousands of women into prostitution for economic survival. Although "streetwalkers" are prohibited in Jakarta, there is no law prohibiting the sale of sexual services.(Yogyakarta Free Children Society, Mohammad Farid, "Indonesian economic crisis boosts prostitution,")

The city of Surbaya, with tens of thousands of prostitutes, is the largest sex industry center in South East Asia, which consists of hectares and hectares of modest houses with large, plate-glass windows where bored girls sit waiting: "streets full of human aquariums". It is also a magnet for the divorced and dispossessed women of the strict Islamic villages. The sex industry serves as a source of women for prostitution in provincial towns, through a black market network of pimps.(Louise Williams, "Sex in the Cemetary," Sydney Morning Herald)

30% of the girls in Semarang, Indonesia who are homeless are forced into prostitution for survival.(University Diponegoro study, Nicholas D. Kristof "Asian Crisis Deals Setbacks to Women")

Indonesian women are being forced into prostitution as the economic crisis worsens say human rights groups.("Indonesian mob torches prostitution complex," Reuters)

A red-light district in Jakarta was burned by a group of 100 citizens who would not tolerate its existence any longer. The area had been raided numerous times over the course of 15 years, but never closed down. No casualties occurred.("Indonesian mob torches prostitution complex," Reuters)
Fazri

Malaysia

#2 Feb 5, 2008
FENOMENA ANAK-ANAK YANG DILACURKAN DI SUMATERA UTARA

Oleh :
Ahmad Sofian

Anak-anak yang dilacurkan telah cukup menggejala di kota-kota besar di
Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan bahkan kota-kota
yang kecil seperti Yogyakarta dan Surakarta. Masalah ini cukup
memprihatinkan karena korbannya adalah penduduk yang dari sudut kematangan
seksual belum dewasa. Mereka belum cukup mengetahui risiko dari hubungan
seksual sehingga kehamilan dini dan penularan PMS (Penyakit Menular Seksual)
dengan seluruh implikasinya dapat terjadi pada mereka. Prakktik itu juga
dapat mempengaruhi perkembangan pribadi dan masa depan mereka

Masalah anak-anak yang dilacurkan merupakan masalah yang sampai hari ini
belum terpecahkan. Pemerintah menganggap masalah ini adalah masalah kecil
yang tidak begitu menganggu stabilitas dan atmosfer politik di Indonesia.
Belum ada pemikiran pemerintah untuk menyusun program mengentaskan masalah
ini. Pemerintah masih terlalu sibuk menyelesaikan konflik antar kepentingan
yang sedang bermain. Sayangnya anak-anak terus saja dikirim ke ladang-ladang
pelacuran apakah itu lokalisasi terselubung, hotel, karaoke dan sebagainya.
Artinya korban demi korban terus saja berjatuhan sementara respon atas
masalah ini masih sedikit yang memberikannya. Dalam masalah anak-anak yang
dilacurkan ini banyak pihak yang terlibat dan menerima manfaat atas
berlangsungnya bisnis ilegal ini. Namun bagi anak, hal ini sangat merugikan
khususnya bagi masa depannya.

Anak-anak dijadikan pelacur lebih dikarenakan oleh permintaan pasar yang
meningkat. Tingginya permintaan terhadap anak-anak terutama yang berusia
14-17 tahun karena mereka dianggap "suci" dari berbagai virus dan penyakit.
Seorang mucikari yang berhasil menyediakan seorang gadis muda yang masih
perawan maka dia bisa meraup untung jutaan rupiah untuk satu kali transaksi
dengan seorang pelanggan. Dengan alasan-alasan ini pula maka mucikari dengan
segala upaya berusaha mendapat "rumput muda". Upaya ini biasanya mereka
lakukan secara terorganisir, dengan jalur-jalur yang tertutup-rapi, dan
hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memasukinya.

Anak-anak yang di bawah umur lebih mudah dibujuk dan diming-imingi
kesenangan dan pekerjaan, sehingga dengan gampang dijual ke lokasi-lokasi
yang memerlukannya. Para pembujuk ini dalam istilah sindikat disebut
"kolektor" beroperasi di pusat-pusat keramaian seperti mal, plaza bahkan
sampai ke desa-desa. "Kolektor" ini biasanya sudah terlatih mengenali
calon-calon mangsa yang gampang tergiur dengan tawaran sejumlah uang atau
pekerjaan. "Kolektor" ini sendiri sebenarnya dipekerjakan oleh bos sindikat
(mucikari/germo).

investigasi terhadap para
"kolektor" di beberapa plaza dan mal di Medan. Hasilnya para calon korban,
yang biasa mereka sebut ABG (Anak Baru Gede) yang umumnya berasal dari
daerah pinggiran kota dan memiliki latar belakang keluarga menengah ke
bawah. Mereka ini sangat mudah diajak ke tempat-tempat mewah dan jarang
menolak ajakan trsebut. Setelah calon korban menerima ajakan tersebut
"kolektor" membawanya ke tempat mucikari. Di sini "kolektor " akan mendapat
tips yang besarnya sekitar Rp.100.000-Rp.200.000, tergantung pada kecantikan
dan keperawanan si korban.

Dan ternyata begitu banyak dijumpai kasus anak-anak yang dilacurkan di
Sumatera Utara. Anak-anak ini biasanya dikirim ke lokalisasi pelacuran di
Pulau Sicanang, Belawan (Medan) dan Bandar Baru (Deli Serdang), Warung Bebek
(Deli Serdang), hotel-hotel kecil di Medan bahkan sampai ke Pulau Batam
(Riau).

Di Sumatera Utara faktor yang lebih banyak mempengaruhi munculnya anak-anak
yang dilacurkan lebih dominan disebabkan oleh faktor penipuan oleh para
sindikat penjual wanita yang berkedok sebagai perantara pencari kerja. Ini
bisa dibuktikan dengan berbagai dokumen pemberitaan media massa yang
mengungkap pengalaman anak-anak yang berhasil kabur dari "ladang pelacuran".
Fazri

Malaysia

#3 Feb 5, 2008
Pekerjaan Seks Komersial Sebagai Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Departemen Tenaga Kerja di Indonesia selama ini tidak mengakui pelacuran sebagai jenis pekerjaan sehingga emngecualikannya dari peraturan perlindungan tenaga kerja. Bahkan sampai Depnaker pun enggan menggunakan istilah “pekerja seks komersial”n untuk para pelacur. Istilah tersebut mengisyaratkan pengakuan “pelacuran” sebagai salah satu alternatif jenis kesempatan kerja, padahal alternatifvkesempatan kerja sebagai pelacur tidak diterima dan tidka diakui dalam konsep definisi statistik. Menurut Prof. Dr. saparinah Sadli lebih baik dipakai istilah “pekerja seks komersial” dari pada “pelacur” karena mereka bekerja, memberikan pelayanan dan karenanya mereka harus mendapat perlindungan seperti tenaga kerja lainnya.

Depkes mengakui keberadaan pelacur sebagai salah satu kelompok sasaran yang dijadikan target untuk menyukseskan program pencegahan penyakit kelamin. Depsos menerima legalitas pelacuran ini setengah-setengah, dan adanya lokalisasi prostitusi digunakan untuk memuluskan program rehabilitasi. Sedangkan Menneg UPW mempromosikan perkawinan yang sah dan menentang pelacuran. Tapi pada tingkat Pemerintah daerah, pengakuan diam-dian diberikan bersamaan dengan adanya kegiatan pemungutan pajak, biaya dan uang izin usaha.

Persaingan di bidang seks di Indonesia kian ketat, karena peminat perempuan penghibur dari luar negeri ini cukup besar dan menempatkan posisi mereka sama dengan pelacur kelas tinggi di dalam negeri dengan tarif sekitar Rp. 1- 2 juta per malam. Jaringan ini sempat berjalan mulus selama beberapa bulan,s ebelum polisi berhasil meringkus pelaku. Pelacuran tingkat paling tinggi hanyalah bagian kecil yang dibahas dibuku yang embrionya berupa laporan penelitian The sex Industri : Prostition and Development in Indonesia yang ditulis Endang Sulistyaningsih dan Yudo Swasono untuk Universitas Madidol, Bangkok.

Sebuah kajian antropologi sosial tentang pelacuran pernah dilakukan oleh Alison J.Murray. Menurut Murray, pengamatan-pengamatan yang ia lakukan mendukung pandangan bahwa pelacuran adalah suatu tindakan pilihan rasional dan bukanlah perbudakan tau patologi, yang memberikan pemasukan ekonomi dan kebebasan dari kekangan-kekangan sosial terhadap perempuan kelas bawah. Dalam kompleks (lokalisasi) sekalipun, perempuan memperoleh pendapatan jauh lebih banyak daripada pekerja-pekerja kelas bawah lainnya. Menurut Murray, kita tidak bisa membongkar atau menggusur lokasi pelacuran, dan mengusir pelacurnya, tanpa menyertai dengan perlindungan hak-hak terhadap buruh dan pekerja kasar perempuan kelas bawah.

hmm...
Fazri

Malaysia

#4 Feb 5, 2008
Pelacur Cenderung Meningkat di Indonesia
Penulis: Agus Utantoro

YOGYAKARTA--MIOL: Jumlah pelacur di Indonesia cenderung meningkat. Peningkatan terjadi terutama di tiga daerah di Indonesia, yakni Batam, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kecenderungan peningkatan jumlah pelacur itu terutama di daerah-daerah objek wisata.

Padahal, menurut Dirjen Pengembangan Destinasi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sambudjo Parikesit, Indonesia tidak mengenal wisata seks.

Sambudjo Parikesit hadir pada Workshop Peningkatan Kapasitas Operator di Jogjakarta Plaza, yang diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata bersama Magister Pariwisata (MPAR) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sambudjo Parikesit mengatakan, untuk melakukan pencegahan peningkatan pelacur, perlu ada kerja sama instansi terkait. Mulai dari aparat kepolisian, pemda, dinas, dan lain sebagainya. Sebab, kata dia, tanpa ada kerja sama instansi terkait mustahil pencegahan itu bisa terlaksana dengan baik. "Saya khawatir jumlah PSK akan terus meningkat."
dodol

Malaysia

#5 Feb 6, 2008
really bad..
gandring

Kuala Lumpur, Malaysia

#6 Feb 6, 2008
thats mean so many bastard in indon..
ermm maybe sby one of them..
or maybe soekarno
indons - son of the bitch
stockwatch

Ipoh, Malaysia

#7 Feb 7, 2008
boycott terrorism indonesia!

“Big Boy's Been Busy..LOL!!!”

Since: Aug 07

The Creative EPIDEMIOLOGY.....

#8 Feb 12, 2008
ouch!
Smith

Adelaide, Australia

#9 Feb 12, 2008
OMG...

child prostitution...

HELL FOR YOU GUYS!!

“Big Boy's Been Busy..LOL!!!”

Since: Aug 07

The Creative EPIDEMIOLOGY.....

#10 Feb 14, 2008
darn..
duran

Johor Bahru, Malaysia

#11 Feb 14, 2008
up up

“Big Boy's Been Busy..LOL!!!”

Since: Aug 07

The Creative EPIDEMIOLOGY.....

#12 Apr 2, 2008
erk
adi isa

Wan Chai, Hong Kong

#13 Apr 2, 2008
Fazri wrote:
FENOMENA ANAK-ANAK YANG DILACURKAN DI SUMATERA UTARA
Oleh :
Ahmad Sofian
Anak-anak yang dilacurkan telah cukup menggejala di kota-kota besar di
Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan bahkan kota-kota
yang kecil seperti Yogyakarta dan Surakarta. Masalah ini cukup
memprihatinkan karena korbannya adalah penduduk yang dari sudut kematangan.
tau apa kau ini dengan kota di indon,
you never visit them, couse you don't have so much money, to get vacation....oh...how poor you...,
you cann't not imaging how big and busy that city, not like you'r cty KL...bau lumpur, petronal macam lampu pelita sajakah....
how wonder and modern jakrta, palembang, makassar, surabaya and medan and still each city...
so, the problem like that ist not be big issue,
its common issue like the big city in the world like beijing, tokyo and paris or new york...
guoblok...!!!

“*Yang kafir saja. ;D”

Since: Apr 08

Puchong, Malaysia

#14 Apr 2, 2008
adi isa wrote:
<quoted text>
tau apa kau ini dengan kota di indon,
you never visit them, couse you don't have so much money, to get vacation....oh...how poor you...,
you cann't not imaging how big and busy that city, not like you'r cty KL...bau lumpur, petronal macam lampu pelita sajakah....
how wonder and modern jakrta, palembang, makassar, surabaya and medan and still each city...
so, the problem like that ist not be big issue,
its common issue like the big city in the world like beijing, tokyo and paris or new york...
guoblok...!!!
majunya negeri kamu hingga lebih 1.5 juta (tak termasuk 1 juta lagi yang masuk secara haram) orang indon kerja di malaysia yang busuk. Apa kamu mahu buktikan? dangkal dan kebodohan sahaja...

“Salam Tahun Baru Masehi”

Since: Mar 08

Mohon Ampun Maaf Lahir Batin

#15 Apr 2, 2008
Fazri wrote:
Pelacur Cenderung Meningkat di Indonesia
Penulis: Agus Utantoro
YOGYAKARTA--MIOL: Jumlah pelacur di Indonesia cenderung meningkat. Peningkatan terjadi terutama di tiga daerah di Indonesia, yakni Batam, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kecenderungan peningkatan jumlah pelacur itu terutama di daerah-daerah objek wisata.--snip--"
Bagus!! Saya percaya semua indonian sama sama memikirkannya. bukanlah tujuan kita untuk membobrok-bobrokan indon tetapi menyedarkan mereka bahawa keadaan amatlah mengkhawtir kan.

"a bene placito"

“*Yang kafir saja. ;D”

Since: Apr 08

Puchong, Malaysia

#17 Apr 2, 2008
Otoh Charachat wrote:
<quoted text>
Bagus!! Saya percaya semua indonian sama sama memikirkannya. bukanlah tujuan kita untuk membobrok-bobrokan indon tetapi menyedarkan mereka bahawa keadaan amatlah mengkhawtir kan.
"a bene placito"
harap2 mereka ni reti la berfikir seperti yang kita harapkan. Amin..
adi isa

Wan Chai, Hong Kong

#18 Apr 2, 2008
indon bangsatku wrote:
<quoted text>
harap2 mereka ni reti la berfikir seperti yang kita harapkan. Amin..
anabulemu...peang ha..ha..ha..

“*Yang kafir saja. ;D”

Since: Apr 08

Puchong, Malaysia

#19 Apr 2, 2008
adi isa wrote:
<quoted text>
anabulemu...peang ha..ha..ha..
ni lah contoh org2 yang tidak mampu berfikir sendiri. Tapi Xpe, dia fikir atau Xfikir sama je. Kosong.
adi isa

Wan Chai, Hong Kong

#20 Apr 2, 2008
indon bangsatku wrote:
<quoted text>
ni lah contoh org2 yang tidak mampu berfikir sendiri. Tapi Xpe, dia fikir atau Xfikir sama je. Kosong.
uh...bad boys....
do you think you are a good person?
look your women malay....biadab sangat, teruk kalau nak cakap....they never use nice word....shit!!!!
its attact for you..evil malay melo...homo(anwarmu)
dasar peang, lonte taidahu...tile mowowo...
DR MANDANG MICHAEL

Jakarta, Indonesia

#22 Dec 5, 2012
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Tell me when this thread is updated:

Subscribe Now Add to my Tracker

Add your comments below

Characters left: 4000

Please note by submitting this form you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Indonesia Discussions

Title Updated Last By Comments
saya gigolo berpengalaman dalam memuaskan nafsu... 5 min Edi gigolo ambon 46
Cowok Cari Pacar Cewek Hypersex suka Phonesex (Nov '12) 8 min piece 24,000
Gigolo jakarta chinese club handsome (Apr '11) 23 min arga 2,347
cari brondong jakarta (Dec '13) 32 min arifsurahman 272
Latest rebuttals to the DPM and PM's boasts of ... 36 min Haji Muhammad Abd... 1
tukar no hp jablay, bisyar, bispak, tante girang (Aug '13) 36 min arga 12,043
buat grup BBM sex aja lebih jelas 43 min adi 33
phonesex dan smsex (May '12) 1 hr BadBoy Bogor 6,253
nomor tante girang (Oct '12) 7 hr Maulani 8,918
forum tukar pasangan / swinger & threesome solo (Jul '13) 10 hr dilla 6,965

Indonesia People Search

Addresses and phone numbers for FREE