Eurico Guterres

Posted in the East Timor Forum

Comments

Showing posts 1 - 7 of7
NEWS

Yogyakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
Sep 3, 2009
 

Judged:

1

1

1

Eurico Gutteres:
Ramos-Horta Berstandar Ganda

Kupang, 3 September 2009 12:00
Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi Timor Timur, Eurico Guterres, menilai bahwa Presiden Timor Leste Josť Ramos-Horta berstandar ganda dalam menentukan sikapnya soal masa depan hubungan negara baru itu dengan Indonesia.

"Pada satu sisi ada kesepakatan Komisi Kebenaran dan Perdamaian (KKP) untuk tidak lagi mengungkit kesalahan masa lalu, namun pada pihak lain Horta meminta Indonesia mengembalikan tulang-belulang seorang pejuang kemerdekaan Timor Leste, Nicalao Lohbato," katanya ketika ditanya pers, di Kupang, Kamis (3/9).

Eurico mengecam permintaan Presiden Ramos-Horta tersebut dan menyebut Ramos-Horta tidak serius membangun hubungan, karena terus-menerus mencari kesalahan Idonesia dan memberikan kesan seolah-olah Timor Leste tidak pernah melakukan kesalahan.

"Kalau Presiden Ramos-Horta minta tulang belulang Nicolau Lohbato dikembalikan, saya juga minta pemerintah Timor Leste mengembalikan tulang-belulang keluarga kami yang dibunuh dalam konflik pada tahun 1912, 1959, 1975 dan sebagainya," katanya menegaskan.

Ketua DPW Partai Amanat Nasional Nusa Tenggara Timur itu diwawancarai oleh sejumlah wartawan di Kupang, ketika mengikuti seminar sehari tentang Peringatan 10 Tahun Timor Timur lepas dari NKRI dan keberadaan warga negara eks Timor Timur di pengungsian.

Eurico mengungkapkan, banyak keluarga dari para pejuang integrasi Timor Timur dengan Indonesia, termasuk keluarga Guterres yang dibunuh, tetapi pihaknya tidak pernah meminta Timor Leste untuk mengembalikan tulang-belulang ke Indonesia.

Permintaan Presiden Ramos-Horta tersebut, disebutnya sebagai tidak sejalan dengan semangat dasar yang tengah dibangun Komisi Kebenaran dan Perdamaian (KKP).

Eurico mengatakan, KKP yang beranggotakan utusan kedua negara sudah sepakat untuk tidak lagi mengungkit-ungkit masa lalu, namun pada saat yang sama, Presiden Ramos-Horta justeru meminta tulang-belulang Lohbato. "Ini sebuah sikap yang bestandar ganda, padahal banyak juga keluarga dan nenek moyang warga eks Timtim yang kini tinggal di Indonesia terbunuh dalam konflik pada tahun 1912, 1959, 1975 dan terakhir 1999," katanya.

Konflik Timor Timur, menurut Eurico, tidak bisa dilihat hanya sepenggal-sepenggal yakni pada tahun 1999 saja, tetapi juga serangkaian konflik lain seperti pada tahun 1912, 1975, dan 1999.

"Kita harus melihat konflik Timtim secara utuh dengan mengacu pada rangkaian peristiwa tersebut. Karena itu, Presiden Ramos-Horta tidak bisa secara sepihak meminta tulang-belulang pejuang kemerdekaan Timor Leste, karena di pihak kelompok pro integrasi pun banyak yang dibunuh," jelasnya.

Eurico memuji kemajuan yang dicapai KKP yang melibatkan utusan kedua negara, seperti dalam kasus pembebasan Maternus Bere, Sekretaris Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Belu yang ditangkap Kepolisian Timor Leste pada bulan lalu. "Ini sebuah kemajuan yang luar biasa...Antara Indonesia dan Timor Leste sudah saling memahami satu sama lain," katanya.[TMA, Ant]
Kodok

Pusan, Korea

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
Sep 6, 2009
 
Kau telah berkorban segalanya demi orang Timor.
Semoga tidak lama lagi kebenaran akan tiba.
Viva Eurico Guterres..!!!!!
Andi Liani

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
Sep 8, 2009
 
NEWS wrote:
Eurico Gutteres:
Ramos-Horta Berstandar Ganda
Kupang, 3 September 2009 12:00
Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi Timor Timur, Eurico Guterres, menilai bahwa Presiden Timor Leste Josť Ramos-Horta berstandar ganda dalam menentukan sikapnya soal masa depan hubungan negara baru itu dengan Indonesia.
"Pada satu sisi ada kesepakatan Komisi Kebenaran dan Perdamaian (KKP) untuk tidak lagi mengungkit kesalahan masa lalu, namun pada pihak lain Horta meminta Indonesia mengembalikan tulang-belulang seorang pejuang kemerdekaan Timor Leste, Nicalao Lohbato," katanya ketika ditanya pers, di Kupang, Kamis (3/9).
Eurico mengecam permintaan Presiden Ramos-Horta tersebut dan menyebut Ramos-Horta tidak serius membangun hubungan, karena terus-menerus mencari kesalahan Idonesia dan memberikan kesan seolah-olah Timor Leste tidak pernah melakukan kesalahan.
"Kalau Presiden Ramos-Horta minta tulang belulang Nicolau Lohbato dikembalikan, saya juga minta pemerintah Timor Leste mengembalikan tulang-belulang keluarga kami yang dibunuh dalam konflik pada tahun 1912, 1959, 1975 dan sebagainya," katanya menegaskan.
Ketua DPW Partai Amanat Nasional Nusa Tenggara Timur itu diwawancarai oleh sejumlah wartawan di Kupang, ketika mengikuti seminar sehari tentang Peringatan 10 Tahun Timor Timur lepas dari NKRI dan keberadaan warga negara eks Timor Timur di pengungsian.
Eurico mengungkapkan, banyak keluarga dari para pejuang integrasi Timor Timur dengan Indonesia, termasuk keluarga Guterres yang dibunuh, tetapi pihaknya tidak pernah meminta Timor Leste untuk mengembalikan tulang-belulang ke Indonesia.
Permintaan Presiden Ramos-Horta tersebut, disebutnya sebagai tidak sejalan dengan semangat dasar yang tengah dibangun Komisi Kebenaran dan Perdamaian (KKP).
Eurico mengatakan, KKP yang beranggotakan utusan kedua negara sudah sepakat untuk tidak lagi mengungkit-ungkit masa lalu, namun pada saat yang sama, Presiden Ramos-Horta justeru meminta tulang-belulang Lohbato. "Ini sebuah sikap yang bestandar ganda, padahal banyak juga keluarga dan nenek moyang warga eks Timtim yang kini tinggal di Indonesia terbunuh dalam konflik pada tahun 1912, 1959, 1975 dan terakhir 1999," katanya.
Konflik Timor Timur, menurut Eurico, tidak bisa dilihat hanya sepenggal-sepenggal yakni pada tahun 1999 saja, tetapi juga serangkaian konflik lain seperti pada tahun 1912, 1975, dan 1999.
"Kita harus melihat konflik Timtim secara utuh dengan mengacu pada rangkaian peristiwa tersebut. Karena itu, Presiden Ramos-Horta tidak bisa secara sepihak meminta tulang-belulang pejuang kemerdekaan Timor Leste, karena di pihak kelompok pro integrasi pun banyak yang dibunuh," jelasnya.
Eurico memuji kemajuan yang dicapai KKP yang melibatkan utusan kedua negara, seperti dalam kasus pembebasan Maternus Bere, Sekretaris Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Belu yang ditangkap Kepolisian Timor Leste pada bulan lalu. "Ini sebuah kemajuan yang luar biasa...Antara Indonesia dan Timor Leste sudah saling memahami satu sama lain," katanya.[TMA, Ant]
Eurico, kok sensi banget sih?!
Khan Horta cuma minta tulang-belulang Maun Bo'ot Nicolao Lobato, ini ga ada sangkut pautnya dengan politik untuk mendiskreditkan RI.

Gini jadinye kalo orang bukan sekolahan ikut campur urusan politik. Mendingan elo tanam jagung ke atau apalah asalkan ga ikut bikin reseh gitu.
Bambang Sukendro

Hong Kong

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
Sep 11, 2009
 
Hi Rico... bener juga seperti kata Andi, mendingan lu tanam jagung aja kek mancing kek yg ptg jangan campur urusan politik ntar tambah tak berwibawa gitu loh rico...rico.
Soko

Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
Sep 11, 2009
 
rico,rico. kamu itu seorang peuang kemerdekaan juga. cuma gara-gara srategi kamu yang jatuh demikian pula imanmu jatuh. kita yang dulu mau bunuh Soeharto di Akanunu itu ada yang masih hidup dan mereka itu sekarang dua orang sudah jadi ex deputado, yaitu Antonio dan Kupa. mereka semua pimpinan Partai Lo. Masah kamu ko membela para pembunuh itu kaya nenek myang mu aja. ricu-ricu,
Kodok

Pusan, Korea

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
Sep 15, 2009
 
Soko wrote:
rico,rico. kamu itu seorang peuang kemerdekaan juga. cuma gara-gara srategi kamu yang jatuh demikian pula imanmu jatuh. kita yang dulu mau bunuh Soeharto di Akanunu itu ada yang masih hidup dan mereka itu sekarang dua orang sudah jadi ex deputado, yaitu Antonio dan Kupa. mereka semua pimpinan Partai Lo. Masah kamu ko membela para pembunuh itu kaya nenek myang mu aja. ricu-ricu,
tidak ada orang membela pembunuh, tolol sekali kamu ini, Eurico lebih tahu dari yang kamu tahu.
Besi Merah Putih

Surabaya, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
Oct 10, 2013
 
Bambang Sukendro wrote:
Hi Rico... bener juga seperti kata Andi, mendingan lu tanam jagung aja kek mancing kek yg ptg jangan campur urusan politik ntar tambah tak berwibawa gitu loh rico...rico.
Mendingan km aja yg mati tenggelam di laut! Eurico Guterres adlh pahlawan Indonesia.

Tell me when this thread is updated: (Registration is not required)

Add to my Tracker Send me an email

Showing posts 1 - 7 of7
Type in your comments below
Name
(appears on your post)
Comments
Characters left: 4000

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Other Recent East Timor Discussions

Search the East Timor Forum:
Topic Updated Last By Comments
BNI Segera Buka Cabang di Tiga Kota Arab Saudi (Feb '13) 1 hr pak doni 8
warga indonesia serangan jantung melihat TL per... (Aug '13) 3 hr hhhhh 52
Mengenal special force Indonesia yg melebihi ke... (Feb '13) Tue soebi 350
TIMOR-LESTE BUKAN BAGIAN indog Tue cipi-cipi rarahe 2
prediksi togel (Jan '14) Jul 20 ibu purnama malaysia 13
maluku, papua, aceh: rame2 yuuk merdeka dari i... (Jul '10) Jul 19 Hjr 65
kemerdekaan papua dan aceh semakin dekat.....ay... (Aug '13) Jul 18 dede 178
•••
•••