|
Bulak
Apo, AE
|
Radio Timor-Leste, 27 June 2012
Residents of Oecussi district are dissatisfied with the Indonesian officials at the border who ask them for money in order to cross the border.
Juliao de Araujo, an Oecussi resident, said that it is not the first time that the Indonesian police and military officers have asked for money from land travellers crossing the border.
De Araujo said that the Indonesian authorities at the border pretend to close the border during work hours, so that they can ask for money to approve our papers in order to allow us to pass the border.
De Araujo said that the Indonesian border patrols collect US$20 from each person. He calls on the Timorese Ministry of Foreign Affairs to look into the case
|
|
Lesteman
Apo, AE
|
pungut liar itu sudah barang biasa bagi aparat indon. LAGU LAMA....(-_-)
|
|
Soares
Jakarta, Indonesia
|
Rasain loe, memang mau lewat negara orang gratis.
|
|
Lestemen
Apo, AE
|
Pungut Liar di legalkan? Dasar negara koruptor seharusnya bayar ke pihak beasukai atu imigran, atu aparat keparat loe itu gajinya ngak GEDE makanaya minta EXTRA terus. Lagian sejak thun 2011 masyarakat TL dan NTT yg tinggal sepanjang perbatasan diperlakuakan border pass tapi aparat keparat kamu ngak ngerti arti border pas yg diberlakukan oleh kedua negara itu. Memalukan sekali..memang orang indog mentalnya begitu semua.
Aparat kamu rakus dolllar!!
|
|
Soares
Jakarta, Indonesia
|
Disengaja supaya kalian stress terkurung di enclave Oecusi, habis kalian nyebrang nyolong sepeda motor dan nyolong ternak sih.
|
|
Lestemen
Apo, AE
|
Orang2 mu lah selaluh tertankap oleh pihak polisi TL karena nyuri batu mangan, cendana dan ternak diwilyah oekuse.
Apaarat keparat kamu itu memang selalu minta uang rokok walau orang masuk pake border pass dan pasport termasauk yg kerja diimigran kalo ditanya bilang itu uang adminstrasi.
Kalo dikasih 10-20 mereka aparat kamu senang sekali bahkan yg masuk ilegal pun dilegalkan diantar sampai kota pokoknya keamanan terjamin.
Dasar lu negara Koruptor aparatnya otak pengemis seperti pengamen jalanan. shame on you..
|
|
Soares
Jakarta, Indonesia
|
Lestemen wrote: Orang2 mu lah selaluh tertankap oleh pihak polisi TL karena nyuri batu mangan, cendana dan ternak diwilyah oekuse. Apaarat keparat kamu itu memang selalu minta uang rokok walau orang masuk pake border pass dan pasport termasauk yg kerja diimigran kalo ditanya bilang itu uang adminstrasi. Kalo dikasih 10-20 mereka aparat kamu senang sekali bahkan yg masuk ilegal pun dilegalkan diantar sampai kota pokoknya keamanan terjamin. Dasar lu negara Koruptor aparatnya otak pengemis seperti pengamen jalanan. shame on you.. Bohong loe....Orang TL yang suka curi motor lalu dilegalkan oleh PNTL lalu diberi plat TL. Orang TL uja menyelundupkan BBM dari NTT. Jika kamu nggak mau bayar, mendingan kamu terbang kaya burung supaya tidak lewat daratan NTT jika mau ke DILI. Tak usah merengek-rengek , pemerintahmu juga nggak bisa apa-apa... lebih baik Oekusi gabung NTT saja supaya masalahmu selesai
|
|
Lestemen
Apo, AE
|
Haha...memang pencuri selalu nyanngkalll...!
|
|
|
|
Soares
Bekasi, Indonesia
|
Nah tepat sekali... kamu tak mau mengaku. So kamu pencurinya
|
|
Soares
Bekasi, Indonesia
|
Lestemen wrote: Haha...memang pencuri selalu nyanngkalll...! Kamu mencuri nick lesteman yang dipopulerkan oleh forindo Obama di thread2 sebelum ini,kamu liat thread2 lama ,kamu akan mendapati istilah lesteman digunakan obama untuk menyebut orang Tiles. Nggak kreatif,nick aja mencuri,jadi kamu pencurinya
|
|
Lestemen
Apo, AE
|
Soares wrote: <quoted text> Kamu mencuri nick lesteman yang dipopulerkan oleh forindo Obama di thread2 sebelum ini,kamu liat thread2 lama ,kamu akan mendapati istilah lesteman digunakan obama untuk menyebut orang Tiles. Nggak kreatif,nick aja mencuri,jadi kamu pencurinya Haha,,tambah kaco pencuri satu ini atau kamu pasti anggota aparat keparat INDOG yg suka pungut ilegal dispenjang perbatasan itu karena gajinya ngak gede. huaa....go to hell aja kamu
|
|
Soares
Bandung, Indonesia
|
SUNDAY, JULY 17, 2011
Penegakan hukum di wilayah perbatasan Indonesia
Kasus pencurian sepeda motor dan ternak di Indonesia bukanlah sebuah kasus baru. Tindakan tersebut termasuk masalah hukum yang paling banyak terjadi dan ditangani kepolisian. Pada dasarnya kasus pencurian sepeda motor dan ternak tidak dapat dipandang sebagai sebuah kasus pidana saja, melainkan mencakup pula ruang lingkup hukum yang lebih luas, termasuk di dalamnya hukum bisnis.
Tindakan pencurian sepeda motor dan ternak ditinjau dari aspek hukum pidana merupakan pelanggaran yang berdimensi sosial. Para pelaku pencurian dapat saja melakukan tindakan kriminal dengan tujuan mendapatkan uang guna bertahan hidup, karena tidak memiliki pekerjaan. Ada pula pelaku yang mengaku mencuri untuk biaya operasi atau pengobatan anggota keluarga. Beberapa pelaku yang masih tergolong usia muda, bahkan melakukan pencurian hanya karena ingin memiliki motor. Pada intinya banyak alasan-alasan subyektif yang dapat dikemukakan pelaku kejahatan pencurian.
Hasil aksi kejahatan berupa motor dan ternak tentunya akan dijual oleh para pelaku kejahatan. Berbagai macam cara dilakukan untuk menjual hasil curian tersebut. Jika hasil curian berupa kendaraan, dapat saja dijual setelah kendaraan tersebut dipretelin. Dapat pula kendaraan bermotor tersebut dijual kepada penadah. Rentetan lebih jauh dari penadahan hasil curian adalah pemalsuan berbagai dokumen kendaraan bermotor. Dengan demikian selain berdimensi pidana, kasus pencurian ini juga menyangkut beberapa pelanggaran yang dapat dikaji dengan dimensi Hukum Bisnis.
Permasalahan pencurian sepeda motor dan hewan ternak (sapi), jika menyangkut warga dari negara yang sama tentu akan lebih mudah untuk diselesaikan ketika pelaku tertangkap. Kasus yang disajikan Forum Keadilan No 18, 7 September 2003, menyangkut tindakan pencurian yang dilakukan warga negara lain terhadap milik warga Indonesia. Tentu saja tidak akan mudah untuk menangkap pelaku, dan jika tertangkap, proses hukum terhadap para pelaku juga akan berekses pada hubungan antarnegara.
Masalah yang ada menjadi semakin rumit, ketika para pencuri melintasi batas-batas negara dengan cara yang tidak legal. Sementara aspek “tidak legal” dari lintas batas warga tersebut tidak dapat dengan begitu saja bisa ditangani akibat suatu perubahan tatanan yang memang masih baru dalam proses hubungan kebangsaan Indonesia dengan Timor Leste. Timor Leste memiliki hubungan historis yang sangat mendalam dengan Indonesia dalam periode waktu yang panjang. Timor Leste pernah menjadi salah satu propinsi di Indonesia dalam proses sejarah pengintegrasian pada tahun 1978. Proses panjang sejarah pada akhirnya selesai ketika sebagian besar rakyat Timor Leste memilih untuk menjadi sebuah negara merdeka berdasarkan jajak pendapat 30 Agustus 1999.
Sejarah Timor Leste yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia membuat warga yang ada di kedua negara juga memiliki hubungan historis bahkan perkerabatan yang sangat erat. Tidak jarang karena memiliki kekerabatan, warga di perbatasan kedua negara melakukan lintas batas untuk saling berkunjung satu sama lain. Hanya saja lintas batas tersebut tidak melalui prosedur yang resmi (dalam arti dilengkapi dengan dokumen, misalnya paspor). Warga Timor Leste maupun warga Indonesia di Nusa Tenggara Timur seringkali melalui “jalan-jalan tikus” melintas ke wilayah negara lain untuk saling berkunjung.
|
|
Lestemen
Apo, AE
|
Penjualnya (indon) yg meencuri sebagai pembeli tenang saja tinggal terima ditempat.
|
|
Bocah
Bekasi, Indonesia
|
Lestemen wrote: Penjualnya (indon) yg meencuri sebagai pembeli tenang saja tinggal terima ditempat. Cihaha....orang timor lesbian PD banget hehe...gak tau malu dasar negara sampah ^_^
|
|
Lestemen
Apo, AE
|
Haha..lu bangga dengan aparat keparat kamu yg suka pungut duit haram karena kere. Dasar koruP..
|
|
Bocah
Bekasi, Indonesia
|
Lestemen wrote: Haha..lu bangga dengan aparat keparat kamu yg suka pungut duit haram karena kere. Dasar koruP.. Lebih kere mana negara lu kan hahahaha.....sana jilat pantatnya ausi dulu baru di kasi gaji hahaha....
|
|
Lestemen
Apo, AE
|
Bocah wrote: <quoted text> Lebih kere mana negara lu kan hahahaha.....sana jilat pantatnya ausi dulu baru di kasi gaji hahaha.... Hahaa,,,,lu bela sama aparat keparatmu yg korup itu. that's good
|
|
Bocah
Bekasi, Indonesia
|
Lestemen wrote: <quoted text> Hahaa,,,,lu bela sama aparat keparatmu yg korup itu. that's good lu mau tinggal di negara mana pun pasti ada oknum yg nakal/bermain ,lu harus melihat masalah secara utuh itu kan hanya oknum mau di US mau Irak sekalipun sama jing pasti ada orang yg seperti itu, so santai aja lah... warga TL juga banyak yg mencuri motor dari sorum kita hahh.. munafik lu
|
|
Bocah
Bekasi, Indonesia
|
Susah memang ngomong sama orang yg otaknya sedikit hehe...
|
|
Lestemen
Apo, AE
|
Bocah wrote: <quoted text> lu mau tinggal di negara mana pun pasti ada oknum yg nakal/bermain ,lu harus melihat masalah secara utuh itu kan hanya oknum mau di US mau Irak sekalipun sama jing pasti ada orang yg seperti itu, so santai aja lah... warga TL juga banyak yg mencuri motor dari sorum kita hahh.. munafik lu Akhirnya kamu ngaku juga.
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|