Local News: East Timor 

 | 

Sign Up

 | 

Sign In

Advertisment

Mimpi Indonesia : Mengasah "Calon Peraih Nobel" dari Papua

Posted in the East Timor Forum

Comments

Showing posts 1 - 20 of38
< prev page
|
Go to last post| Jump to page:
Andi Liani
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
Oct 7, 2009
 
Kamis, 8 Oktober 2009 | 08:17 WIB
Oleh Try Harijono dan Luki Aulia

KOMPAS.com - Berikanlah soal Matematika yang sulit. Terserah soal apa saja. Merlin Enjelin Rosalina Kogoya (9) dan Demira Jikwa (8) pasti bisa menjawabnya dengan benar dan sangat cepat. Padahal, keduanya bukanlah siswa sekolah favorit di kota besar atau di Jakarta.

Kedua anak tersebut adalah siswa kelas III sekolah dasar di Kabupaten Tolikara, daerah pedalaman di Provinsi Papua.
----------

Itulah mimpi Indonesia, mau meraih Nobel. Mereka pikir segampang itu meraih nobel.

Kecuali kalau panitia nobelnya dari Indonesia jadi bisa disogok, maka jadilah Indonesia peraih Nobel Fisika.

Satu hal yang Yohannes Surya lupa bahwa untuk bisa mencetak matematikawan dan fisikawan tidak dengan cara instant seperti ini.
Jinn

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
Oct 8, 2009
 
Kami bermimpi karena masih ada harapan...
Sedangkan negara anda tak berani bermimpi karena tak ada harapan...
Damai...

“DutchEastIndies_ Man”

Joined: Aug 5, 2009

Comments: 3369

B.A.T.A.V.I.A

ISP: Indianapolis, IN

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
Oct 8, 2009
 
Pemenang2 olimpiade sains internasional byk yg berasal dari daerah daripada jakarta.. Dengan keterbatasan sarana dan prasana banya putera puteri daerah yg mengukir prestasi mengharumkan nama bangsa, bukti bhw otak2 anak daerah lebih genius daripada anak kota yg d pusat, seperti di Jakarta..
Kapok

Perth, Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
Oct 8, 2009
 
Jinn wrote:
Kami bermimpi karena masih ada harapan...
Sedangkan negara anda tak berani bermimpi karena tak ada harapan...
Damai...
Hidup kalian hanya untuk mengejar status sosial. Mimpi menjadi anggota G-8 dan negara peraih nobel fisika.
Achtung baby

Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
Oct 9, 2009
 
Kami mungkin tidak punya apa, miskin dan dianggap hina, tapi kami punya mimpi, yang akan kami raih dengan perjuangan yang keras, hidup kami mengajarkan untuk terus memperbaiki diri kami sendiri, tanpa bantuan dan campur tangan bangsa lain, kami akan terus memperbaiki diri, 350 tahun dijajah bangsa lain mengajarkan kami untuk lebih hati-hati terhadap saudara kulit putih.

Apakah kami harus jadi pembokat dulu banting tulang dinegeri orang lain, itu adalah PROSES,kami percaya bahwa segala sesuatu tidak ada yang gratis didunia ini, Kami yakin INDONESIA pasti akan jadi negara yang lebih baik.

Jangan remehkan kami, jangan ganggu anak macan, karena ia akan menjadi besar dan menghajarmu.

Andi Liani

Perth, Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
Oct 11, 2009
 
Achtung baby wrote:
Kami mungkin tidak punya apa, miskin dan dianggap hina, tapi kami punya mimpi, yang akan kami raih dengan perjuangan yang keras, hidup kami mengajarkan untuk terus memperbaiki diri kami sendiri, tanpa bantuan dan campur tangan bangsa lain, kami akan terus memperbaiki diri, 350 tahun dijajah bangsa lain mengajarkan kami untuk lebih hati-hati terhadap saudara kulit putih.
Apakah kami harus jadi pembokat dulu banting tulang dinegeri orang lain, itu adalah PROSES,kami percaya bahwa segala sesuatu tidak ada yang gratis didunia ini, Kami yakin INDONESIA pasti akan jadi negara yang lebih baik.
Jangan remehkan kami, jangan ganggu anak macan, karena ia akan menjadi besar dan menghajarmu.
Meraih Medali emas olimpiade Fisika negara dari benua manapun bisa, asalkan peserta dilatih trainning centre dengan latihan berbagai soal fisika dan matematika.

Tapi soal Nobel Fisika tidak sembarang negara bisa meraihnya. Bagi Indonesia dengan Yohanes Surya nya itu mimpi di siang bolong!
bingung

Satellite Provider

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
Oct 11, 2009
 
Andi Liani wrote:
<quoted text>
Meraih Medali emas olimpiade Fisika negara dari benua manapun bisa, asalkan peserta dilatih trainning centre dengan latihan berbagai soal fisika dan matematika.
Tapi soal Nobel Fisika tidak sembarang negara bisa meraihnya. Bagi Indonesia dengan Yohanes Surya nya itu mimpi di siang bolong!
kalau di baca secara lengkap, akhir berita di tutup
"Melihat prestasi yang dicapai anak-anak Papua, Yohanes dan Trihadi berkeyakinan, pada masa mendatang dari Papua bisa lahir peraih penghargaan Nobel. Saat ini saja sudah ada beberapa siswa asal Papua yang meraih prestasi internasional.

Kelima siswa itu pun sekarang ini berlatih mengerjakan soal-soal olimpiade internasional selain Matematika. Tinggal menunggu waktu saja ”Mutiara dari Papua” meraih penghargaan Nobel."
sebetulnya, yang saudara mau remehkan itu apakah yohanes nya?, orang papua nya ?, orang indonesia ? ataukah hanya karena anda menganggur dan ingin melatih kemampuan berbahasa Indonesia anda saja ?

berita diatas adalah merangsang generasi muda untuk menggantungkan cita2 setinggi langit, untuk semakin memacunya, indonesia menunjukkan bahwa papua sudah bisa dan mampu untuk berprestasi juga, jadi tidak sepatutnya daerah lain tidak bisa berprestasi juga, jangalah malah mundur kebelakang seperti yg dicontohkan sebuah daerah yang 10 tahun lalu lepas dan ingin mandiri.
Andi Liani
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
Oct 11, 2009
 
bingung wrote:
<quoted text>
kalau di baca secara lengkap, akhir berita di tutup
<quoted text>
sebetulnya, yang saudara mau remehkan itu apakah yohanes nya?, orang papua nya ?, orang indonesia ? ataukah hanya karena anda menganggur dan ingin melatih kemampuan berbahasa Indonesia anda saja ?
berita diatas adalah merangsang generasi muda untuk menggantungkan cita2 setinggi langit, untuk semakin memacunya, indonesia menunjukkan bahwa papua sudah bisa dan mampu untuk berprestasi juga, jadi tidak sepatutnya daerah lain tidak bisa berprestasi juga, jangalah malah mundur kebelakang seperti yg dicontohkan sebuah daerah yang 10 tahun lalu lepas dan ingin mandiri.
Saya hanya ingin mengatakan bahwa jalan hidup seseorang untuk meraih Nobel Fisika yang prestisius itu, tidak sama dengan jenjang prestasi dalam bidang olah raga, dimana setelah menjadi juara PORDA, juara NASIONAL, SEA GAMES, ASIAN GAMES, OLIMPIADE dan kemudian Juara Dunia. Dengan kata lain, perjalanan dari karir amatir ke profesioanal melewati serangkaian tempaan di Trainning Centre.

Inilah yang ingin ditanamkan Yohanes Surya, bahwa setelah mampu menyelesaikan soal-soal Fisika dan Matematika tingkat SD, SMP, SMU, Universitas, dstnya jadilah orang Indonesia meraih Nobel Fisika.

Mimpi yang sama pernah hinggap di kepala Habiebie dan Tommy Soeharto, yaitu satu ingin membangun industri pesawat terbang dan yang satunya lagi ingin membangun industri mobil. Padahal kedua beliau tersebut tidak tahu bahwa untuk membangun kedua jenis industri tersebut dibutuhkan banyak hal, terutama upstream industri komponen pesawat dan mobil. Alhasil, industri mobil menuai kritik dari anggota WTO karena masalah kadungan local tidak mencapai 60 %. Tidak kalah, pesawat produksi IPTN tidak laku dijual, kemudian akhirnya dibarter dengan kacang ijo.

Habiebie meninabobokan orang Indonesia dengan prestasi summa cumlaude yang notabene pernah juga diraih oleh banyak mahasiswa dunia ketiga di Eropa. Dengan gampangnya, beliau (Habiebie) memperoleh gelar genius di Indonesia. Padahal sesungguhnya Habiebie hanya tahu soal sayap pesawat. Tapi itu ilmu yang dapat dikuasai oleh siapa aja, karena semuanya saat ini dapat disimulasikan dengan menggunakan komputer.

Sekali lagi dalam industri pesawat diterapkan berbagai macam teknologi, untuk itu dibutuhkan insiyur dari berbagai background. Jadi kalau Habiebie mengatakan dia ahli pesawat, maka itu bullshit.

Saya sarankan sebelum bermimpi membuat mobil dan pesawat, sebaiknya belajarnya dulu membuat sepeda motor.

Sama halnya Yohanes Surya sebelum bermimpi meraih Nobel Fisika, sebaiknya ajak seluruh ahli fisika dan matematika Indonesia untuk menulis buku fisika dan matematika yang berbobot, karena saya lihat buku fisika dan matematika asli karangan orang Indonesia masih sangat kurang, yang ada adalah hasil comot sana, comot sini. Jadilah buku Kalkulus Lanjut karangan orang Indonesia yang dihalaman daftar pustakanya sangat panjang listing pustaka-pustaka referensi.
Kodok

Omgungdong, Korea

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
Oct 12, 2009
 
perhargaan nobel diperoleh dengan lobi-lobi dan voting, tetapi opelimpiade fisika atau matematika dilakukan dengan cara mengadu peserta secara fair.
anak Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi di kancah Internasional dan memiliki nama harum dalam olimpiade fisika dan matematika dengan memiliki prestasi segudang sebagai juaranya.
Kodok

Omgungdong, Korea

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
Oct 12, 2009
 
sumber:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/200...

PT Dirgantara Indonesia sedang mengerjakan 1 dari 4 pesawat CN 235 yang merupakan pesanan baru dari Korea Selatan. Rencana penyerahan pesanan baru untuk Korean Coast Guard itu akan berlangsung secara berjangka mulai November 2010.

Kontrak penjualan 4 pesawat CN 235 untuk Korea Selatan itu mencapai 90 juta dollar AS. Kontrak itu berlangsung setelah PT DI sebelumnya menjual 8 pesawat CN 235 hasil karya anak bangsa ke Korea Selatan.
Andi Liani
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#11
Oct 12, 2009
 
Kodok wrote:
sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/200...
PT Dirgantara Indonesia sedang mengerjakan 1 dari 4 pesawat CN 235 yang merupakan pesanan baru dari Korea Selatan. Rencana penyerahan pesanan baru untuk Korean Coast Guard itu akan berlangsung secara berjangka mulai November 2010.
Kontrak penjualan 4 pesawat CN 235 untuk Korea Selatan itu mencapai 90 juta dollar AS. Kontrak itu berlangsung setelah PT DI sebelumnya menjual 8 pesawat CN 235 hasil karya anak bangsa ke Korea Selatan.
Itu pesawat buatan CASA spanyol. Jadi teknologi kuno dari Spanyol. Coba lihat yang kerja di situ, orang bule semuaaaaa.

Kamu aja yang nggak tahuuuu!
Andi Liani
|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
Oct 12, 2009
 
Kodok wrote:
perhargaan nobel diperoleh dengan lobi-lobi dan voting, tetapi opelimpiade fisika atau matematika dilakukan dengan cara mengadu peserta secara fair.
anak Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi di kancah Internasional dan memiliki nama harum dalam olimpiade fisika dan matematika dengan memiliki prestasi segudang sebagai juaranya.
Kamu sebaiknya belajar lebih banyak lagi agar bisa memahami pemikiran saya. Kesian, kamu cuma kerja di rental komputer. Jadi pengetahuan kamu sangat rendah.
Andi Liani

Perth, Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#13
Oct 12, 2009
 
Kodok wrote:
perhargaan nobel diperoleh dengan lobi-lobi dan voting, tetapi opelimpiade fisika atau matematika dilakukan dengan cara mengadu peserta secara fair.
anak Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi di kancah Internasional dan memiliki nama harum dalam olimpiade fisika dan matematika dengan memiliki prestasi segudang sebagai juaranya.
hahahaha....

Jadi, dengan kata lain anak-anak asuhan Yohanes Surya itu jauh lebih genius dari pada para peraih Nobel fisika seperti Gustav Hertz peraih Nobel fisika 1925, Niels Bohr peraih Nobel 1922, Albert Einstein peraih Nobel 1921, Max Plank peraih Nobel 1918 , Erwin Schrödinger dan Paul A.M. Dirac peraih Nobel fisika 1933, dst

hahahahaha....huuuuuuuuuuuuuuu u!
Kodok

Omgungdong, Korea

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#14
Oct 12, 2009
 
Andi Liani wrote:
<quoted text>
Itu pesawat buatan CASA spanyol. Jadi teknologi kuno dari Spanyol. Coba lihat yang kerja di situ, orang bule semuaaaaa.
Kamu aja yang nggak tahuuuu!
kasihan sekali kamu,..
pengetahuan sedikit, hanya modal ngeyel,.. oin aat.
bingung

Satellite Provider

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#15
Oct 12, 2009
 
membaca ulasan panjang lebar anda, hanya satu kata buat anda, "sok tahu", anda hanya tahu dari berita dan buku tapi membahas pengetahuan semua orang, hahahahaha... kalau anda kebetulan orang Timor Leste, tidak salah bila akhirnya TL keadaannya spt sekarang ini, banyak orang yg terlalu banyak membaca, berteori dan berkesimpulan seakan2 sudah ahli.
dari semua yg anda bahas, saya katakan kepada anda, satu yg tidak pernah anda sadari dan pelajari, yaitu PROSES, anda hanya melihat kondisi awal dan hasil akhir, tanpa pernah mempelajari ada apa proses di dalamnya.
untuk IPTN, anda boleh tertawa melihat kondisi awal (pesawat CASA, habibie yg sok pinter, etc) dan hasil akhir, Pesawat yg laku cuman dng kacang ijo, tapi anda tidak akan pernah tertawa bila hasil proses berjalannya IPTN dari berdiri sampai jatuh spt sekarang ini, telah menghasilkan ratusan ahli Indonesia di bidang dirgantara, silahkan anda kunjungi industri2 pesawat terbang spt boeing, airbus, atau casa sendiri, anda akan lihat banyak pakar dari Indonesia bekerja disana, mereka hanya perlu waktu yg tepat untuk nanti bisa bergabung dan membangun bersama kembali di indonesia.
bagi yang berpikir sehat, tidak ada yg bisa jadi bahan tertawaan dari sebuah proses yang melibatkan ilmu pengetahuan, yang jadi tertawaan adalah orang2 spt anda yg hanya bisa berkesimpulan, membuat pesawat bisa di hitung dan disimulasikan cukup dengan komputer saja... hahahahhaa....
mungkin sama tertawanya dunia bila ada orang Indonesia yg berpendapat, apa dan bagaimana timor2 setelah merdeka, bisa cukup di simulasikan dengan komputer, dan kita semua bisa tahu hasilnya tanpa perlu di aplikasikan kemerdekaannya ... hahahaha..
Andi Liani wrote:
<quoted text>
Saya hanya ingin mengatakan bahwa jalan hidup seseorang untuk meraih Nobel Fisika yang prestisius itu, tidak sama dengan jenjang prestasi dalam bidang olah raga, dimana setelah menjadi juara PORDA, juara NASIONAL, SEA GAMES, ASIAN GAMES, OLIMPIADE dan kemudian Juara Dunia. Dengan kata lain, perjalanan dari karir amatir ke profesioanal melewati serangkaian tempaan di Trainning Centre.
Inilah yang ingin ditanamkan Yohanes Surya, bahwa setelah mampu menyelesaikan soal-soal Fisika dan Matematika tingkat SD, SMP, SMU, Universitas, dstnya jadilah orang Indonesia meraih Nobel Fisika.
Mimpi yang sama pernah hinggap di kepala Habiebie dan Tommy Soeharto, yaitu satu ingin membangun industri pesawat terbang dan yang satunya lagi ingin membangun industri mobil. Padahal kedua beliau tersebut tidak tahu bahwa untuk membangun kedua jenis industri tersebut dibutuhkan banyak hal, terutama upstream industri komponen pesawat dan mobil.
Habiebie meninabobokan orang Indonesia dengan prestasi summa cumlaude yang notabene pernah juga diraih oleh banyak mahasiswa dunia ketiga di Eropa. Dengan gampangnya, beliau (Habiebie) memperoleh gelar genius di Indonesia. Padahal sesungguhnya Habiebie hanya tahu soal sayap pesawat. Tapi itu ilmu yang dapat dikuasai oleh siapa aja, karena semuanya saat ini dapat disimulasikan dengan menggunakan komputer.
Sekali lagi dalam industri pesawat diterapkan berbagai macam teknologi, untuk itu dibutuhkan insiyur dari berbagai background. Jadi kalau Habiebie mengatakan dia ahli pesawat, maka itu bullshit.
Saya sarankan sebelum bermimpi membuat mobil dan pesawat, sebaiknya belajarnya dulu membuat sepeda motor.
Sama halnya Yohanes Surya sebelum bermimpi meraih Nobel Fisika,
Andi Liani

Perth, Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#16
Oct 18, 2009
 
bingung wrote:
membaca ulasan panjang lebar anda, hanya satu kata buat anda, "sok tahu", anda hanya tahu dari berita dan buku tapi membahas pengetahuan semua orang, hahahahaha... kalau anda kebetulan orang Timor Leste, tidak salah bila akhirnya TL keadaannya spt sekarang ini, banyak orang yg terlalu banyak membaca, berteori dan berkesimpulan seakan2 sudah ahli.
dari semua yg anda bahas, saya katakan kepada anda, satu yg tidak pernah anda sadari dan pelajari, yaitu PROSES, anda hanya melihat kondisi awal dan hasil akhir, tanpa pernah mempelajari ada apa proses di dalamnya.
untuk IPTN, anda boleh tertawa melihat kondisi awal (pesawat CASA, habibie yg sok pinter, etc) dan hasil akhir, Pesawat yg laku cuman dng kacang ijo, tapi anda tidak akan pernah tertawa bila hasil proses berjalannya IPTN dari berdiri sampai jatuh spt sekarang ini, telah menghasilkan ratusan ahli Indonesia di bidang dirgantara, silahkan anda kunjungi industri2 pesawat terbang spt boeing, airbus, atau casa sendiri, anda akan lihat banyak pakar dari Indonesia bekerja disana, mereka hanya perlu waktu yg tepat untuk nanti bisa bergabung dan membangun bersama kembali di indonesia.
bagi yang berpikir sehat, tidak ada yg bisa jadi bahan tertawaan dari sebuah proses yang melibatkan ilmu pengetahuan, yang jadi tertawaan adalah orang2 spt anda yg hanya bisa berkesimpulan, membuat pesawat bisa di hitung dan disimulasikan cukup dengan komputer saja... hahahahhaa....
mungkin sama tertawanya dunia bila ada orang Indonesia yg berpendapat, apa dan bagaimana timor2 setelah merdeka, bisa cukup di simulasikan dengan komputer, dan kita semua bisa tahu hasilnya tanpa perlu di aplikasikan kemerdekaannya ... hahahaha..
<quoted text>
Saya terpaksa menulis agak frontal karena orang seperti Yohanes Surya dan B.J. Habiebie itu TAKABUR. Sangat risih mendengar pernyataan-pernyataan mereka terlampau mengangkat diri.

B.J. Habiebie dulu malah pernah ngaku dirinya mau dikontrak NATO untuk mendisain pesawat NATO. Apa nggak lucu namanya?!

Bangsa kamu itu sombong karena ditopang oleh kekayaan alamnya Papua. Yang ada di negara kamu cuma kepalsuan semuanya. Tidak pernah ada satupun kata-kata yang dikeluarkan dapat menyentuh hati manusia. Jadinya, hambar ketika berbicara dengan orang Indonesia.
Lebih jijik lagi kalau mendengar mereka menyelipkan istilah inggris dalam percakapan mereka. Rasanya mual aku.
Kodok

Omgungdong, Korea

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#17
Oct 19, 2009
 
Andi Liani wrote:
<quoted text>
B.J. Habiebie dulu malah pernah ngaku dirinya mau dikontrak NATO untuk mendisain pesawat NATO. Apa nggak lucu namanya?!
lucu apanya?
heran ya... di TL nggak ada khan??... hehehe..
Siti isep kontol gw

Indianapolis, IN

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#18
Oct 19, 2009
 
Andi Liani wrote:
<quoted text>
Meraih Medali emas olimpiade Fisika negara dari benua manapun bisa, asalkan peserta dilatih trainning centre dengan latihan berbagai soal fisika dan matematika.
Tapi soal Nobel Fisika tidak sembarang negara bisa meraihnya. Bagi Indonesia dengan Yohanes Surya nya itu mimpi di siang bolong!
Apakah salah bila kami punya mimpi?
Mimpilah yg menggerakkan kemajuan.

Wake up, kami lebih bangga berdiri tertatih dengan kaki sendiri. Ketimbang tegap karena dipapah orang lain.

Mimpi, itulah yg coba kami raih. Yg membuat kami tersenyum saat sedih, yg membuat kami kembali bangkit saat terjatuh, yg membuat kami maju walau banyak rintangan menghadang, yg membuat kami sadar bahwa HIDUP INI ADALAH PERJUANGAN, dan PERJUANGAN INI adalah UNTUK HIDUP yg lebih baik.
Siti isep kontol gw

Indianapolis, IN

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#19
Oct 19, 2009
 
Andi Liani wrote:
<quoted text>
Saya hanya ingin mengatakan bahwa jalan hidup seseorang untuk meraih Nobel Fisika yang prestisius itu, tidak sama dengan jenjang prestasi dalam bidang olah raga, dimana setelah menjadi juara PORDA, juara NASIONAL, SEA GAMES, ASIAN GAMES, OLIMPIADE dan kemudian Juara Dunia. Dengan kata lain, perjalanan dari karir amatir ke profesioanal melewati serangkaian tempaan di Trainning Centre.
Inilah yang ingin ditanamkan Yohanes Surya, bahwa setelah mampu menyelesaikan soal-soal Fisika dan Matematika tingkat SD, SMP, SMU, Universitas, dstnya jadilah orang Indonesia meraih Nobel Fisika.
Mimpi yang sama pernah hinggap di kepala Habiebie dan Tommy Soeharto, yaitu satu ingin membangun industri pesawat terbang dan yang satunya lagi ingin membangun industri mobil. Padahal kedua beliau tersebut tidak tahu bahwa untuk membangun kedua jenis industri tersebut dibutuhkan banyak hal, terutama upstream industri komponen pesawat dan mobil. Alhasil, industri mobil menuai kritik dari anggota WTO karena masalah kadungan local tidak mencapai 60 %. Tidak kalah, pesawat produksi IPTN tidak laku dijual, kemudian akhirnya dibarter dengan kacang ijo.
Habiebie meninabobokan orang Indonesia dengan prestasi summa cumlaude yang notabene pernah juga diraih oleh banyak mahasiswa dunia ketiga di Eropa. Dengan gampangnya, beliau (Habiebie) memperoleh gelar genius di Indonesia. Padahal sesungguhnya Habiebie hanya tahu soal sayap pesawat. Tapi itu ilmu yang dapat dikuasai oleh siapa aja, karena semuanya saat ini dapat disimulasikan dengan menggunakan komputer.
Sekali lagi dalam industri pesawat diterapkan berbagai macam teknologi, untuk itu dibutuhkan insiyur dari berbagai background. Jadi kalau Habiebie mengatakan dia ahli pesawat, maka itu bullshit.
Saya sarankan sebelum bermimpi membuat mobil dan pesawat, sebaiknya belajarnya dulu membuat sepeda motor.
Sama halnya Yohanes Surya sebelum bermimpi meraih Nobel Fisika, sebaiknya ajak seluruh ahli fisika dan matematika Indonesia untuk menulis buku fisika dan matematika yang berbobot, karena saya lihat buku fisika dan matematika asli karangan orang Indonesia masih sangat kurang, yang ada adalah hasil comot sana, comot sini. Jadilah buku Kalkulus Lanjut karangan orang Indonesia yang dihalaman daftar pustakanya sangat panjang listing pustaka-pustaka referensi.
inilah ...
Saya tahu mengapa Timor Leste walau sudah 10 tahun merdeka, sama sekali tak punya apa2. Coz Timorese tak punya apa yg Bangsa Indonesia punya, yaitu MIMPI. Lihat, Industri pesawat Indo, PT DI, kembali berkibar. Sekarang banyak mengekspor pesawat dan suku cadang pesawat ke negara lain. Bahkan Boeing pun memiliki kontrak tetap untuk terus mengimpor suku cadang yg diproduksi PT DI. Dan kau pasti tahu awal dari semua kesuksesan itu, MIMPI.
Andi Liani

Perth, Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#20
Oct 21, 2009
 
Kodok wrote:
<quoted text>
lucu apanya?
heran ya... di TL nggak ada khan??... hehehe..
TL kalau nggak ada mimpi, maka TL tidak akan seperti sekarang:

Mall dan hotel berbintang mulai tumbuh dipelosok kota Dili. Gedung-gedung mewah tahun-tahun terakhir ini tumbuh dimana-mana. Ruang hijau atau taman kota sudah direhabilitasi semuanya.

Kalau dari segi sumber daya manusia, lima tahun lagi hampir semua orang Timor Leste sudah fasih bahasa Portuguese. Indonesia pun kita masih kuasai dan tentu saja Tetum. Artinya, orang Timor Leste adalah polyglot. Mampu berbicara dalam banyak bahasa. Apalagi kedekatan kami dengan Australia, sudah otomatis bahasa Inggris sudah menjadi bukan bahasa asing lagi.

Dari segi tingkat pendidikan. Banyak sekali pelajar dan mahasiswa (S-1) yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Sebut saja, Australia, Inggris, Norwegia, Finlandia, Italia, Perancis, dst nya. Tercatat mahasiswa TL yang saat ini kuliah di Australia dan New Zealand 500 orang, Eropa 2000, Korsel 20, Jepang 30, Amerika Serikat 15 dan Amerika Latin 1000. Setiap tahun akan dikirim terus. Mereka semua itu sedang menperjuangkan mimpi bangsa kami, yaitu menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat dan makmur.

Bilionan dolar yang TL miliki saat ini akan digunakan untuk mengirim mahasiswa kuliah di luar negeri, sisanya akan digunakan untuk membangun infrastruktur. Jadi apalagi yang kurang sih!
Sign up to receive email when someone responds
(registration is not required)
Showing posts 1 - 20 of38
< prev page
|
Go to last post| Jump to page:
Type in your comments to post to the forum
Name
(appears on your post)
Comments
Type the numbers you see in the image on the right:

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Click Here

Install the Topix Community Toolbar

Never miss another reply to your comments, no matter where you are on the web.

Daily Horoscope for November 29

Leo

Deceptive Neptune blends with the Moon to create confusion today; be on your toes at work, where misunderstandings are likely to originate. Organize yourself well today in preparation for tomorrow, when the real fun begins. The more you can clear things up now, the better you will fare tomorrow when everyone seems to go mad.

Get your Horoscope »