Local News: East Timor 

 | 

Sign Up

 | 

Sign In

Advertisment

Bertarung Demi Tulang Belulang

Posted in the East Timor Forum

Comments

Showing posts 1 - 12 of12

Since: Sep 09

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#1
Sep 28, 2009
 
Oleh : Stefanus D. Seran Nahak
Mantan Partisan Brigif-2 /Anggota LVRIIngat tulang dan kata bertarung mungkin orang akan mengarahkan perhatiannya kepada anjing karena makluk ini sering ribut jika dihadapkan pada upaya memperebutkan tulang. Tetapi yang dimaksud penulis disini bukan tulang sembarangan melainkan tulang belulang makluk yang memiliki citra penciptaNya yakni manusia. Hakekat tulang belulang manusia yang dipertarungkan berstatus istimewa, terhormat dan melambangkan suatu nilai perjuangan oleh pihak yang satu, tetapi oleh pihak yang lain sebagai musuh dianggap sepele, dibenci, dibuang, juga sebagai cara menghilangkan jejak bagi para kriminal. Perhatikan berita di TV akhir-akhir ini untuk menguburkan anggota teroris di lingkungan wilayah desa saja warga menolak. Ada tulang belulang manusia berasal dari peperangan, bencana alam, ada juga dari kejahatan, tetapi pada umumnya dari kematian normal.

Sifat-sifat menurun tentang menganggap remeh tulang belulang manusia mungkin telah diturunkan sejak zaman Kain dan Abel. Ketika Kain dihukum Tuhan dengan pengucilan dari taman Firdaus karena membunuh adiknya Abel, karena takut, ia lari dari hadapan Tuhan sambil menyembunyikan diri. Jadi orang-orang yang mempunyai kecenderungan menyembunyikan tulang belulang sesamanya diwarisi oleh sifat Kain yaitu takut. Dulu, Kain melakukan persembunyian fisik terhadap Tuhan, tetapi para keturunannya saat ini cukup melakukannya dengan kata-kata saja, yakni pengingkaran. Kalau pada waktu itu Kain takut terhadap Tuhan, maka pada zaman moderen ini ketakutan bermacam-macam seperti menghilangkan jejak, karena dituduh kriminal.ditangkap polisi dan masuk penjara, ada juga karena malu.

Ada tulang belulang yang bernilai politik sekaligus sejarah yang diperebutkan oleh keluarga, masyarakat atau bangsa dan negara. Tetapi dari semua tulang belulang yang mendapat tempat paling mulia dan agung, terhormat dan istimewa adalah tulang belulang Tuhan Yesus Kristus yang turut bangkit menyatu dengan tubuhNya pada hari ketiga setelah Ia wafat. Sampai-sampai ada bahasa penyesatan sepanjang sejarah yakni “Dan sesudah berunding dengan tua-tua mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata :kamu harus mengatakan bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur (Injil Matius, 3:12-13)..

Since: Sep 09

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#2
Sep 28, 2009
 
->>Peta Pertarungan

Selain tanah/bumi adalah pemilik satu-satunya karena Tuhan meminjam tanah untuk menciptakan manusia, tulang belulang manusia mempunyai pemilik. Pemilik pertama adalah si almahrum yang mempunyai nama ketika ia masih hidup. Setelah pemilik meninggal yang berhak memiliki tulang belulangnya adalah ahli warisnya yakni keluarga. Dalam hal tulang belulang seseorang adalah pahlawan bangsa dan negara maka bangsa dan negara yang bersangkutan berhak memiliknya. Karena mereka pemiliknya maka mereka berusaha untuk mendapatkannya kembali melalui usaha pencarian.

Sering terjadi, tulang belulang, digunakan oleh suatu negara sebagai senjata real politik untuk menekan eks negara lawannya yang menjadi penyebab . terjadinya korban. Tulang belulang yang diminta oleh pemerintah TL kepada Indonesia adalah para pahlawannya. Pemerintah TL berpendirian bahwa pemerintah Indonesialah yang harus bertanggung jawab. Di lain pihak para pejuang Integrasi dan para anggota dan simpatisan Apodetti yang keluarganya menjadi korban pembunuham di tangan Fretilin di awal perang tahun 1975, berpendirian bahwa Pemerintah Timor Leste yang harus bertanggung jawab, dimana data korban dan pelakunya seperti yang tercantum dalam buku yang ditulis Dominggos M. Dores Soares tahun 2000, The Perfect Crime, Buku II.

Sedangkan tulang belulang lima wartawan asing yang tewas di Balibo tahun 1975 pemiliknya selain keluarga, juga ada tiga negara pemilik yakni Australia dua orang (reporter Greg Shakleton dan perekam suara Tony Stewart), Inggris dua orang ( juru kamera Brian Peters dan reporter Malcolm Rennie), satu orang milik Selandia Baru ( juru kamera Gary Cunningham). Berbeda dengan Australia, tulang belulang yang diminta TL kepada Indonesia para pahlawan yang jumlahnya dapat mencapai ribuan dan termasuk tokoh seperti Nicolau Lobato yang berarti permintaan itu mewakili rakyat Negara itu. Lain halnya dengan wartawan yang tewas di Balibo tahun 1975, tentu jasadnya sisa tulang belulang saja yang dimiliki oleh keluarga dan tiga Negara.

Jika mereka dikategorikan pahlawan pers masing-masing negara yang bersangkutan maka lingkup dan arena pertarungannya akan semakin luas dan besar. Tetapi kasus Balibo masih dalam tahap penyelidikan dan sesuai informasi, Pemerintah Indonesia tidak mau bekerja sama. karena kasus itu telah ditutup.

Since: Sep 09

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#3
Sep 28, 2009
 
-->>Wacana Pertarungan

Baru berakhir episode Maternus Bere yang mengakibatkan ketegangan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Timor Leste, muncul episode baru yang dihadapi Indonesia yakni jurus dua tulang belulang. Pertama: Jurus tulang belulang dari Timor Leste.

Presiden Ramos Horta pada pidato kenegaraan pada tanggal 30 Agustus 2009 yang dihadiri oleh tamu dari berbagai Negara dan PBB serta komunitas NGO Internasional, termasuk Menlu Indonesia dan rombongan - meminta agar Pemerintah Indonesia menyerahkan semua tulang belulang para pahlawannya, termasuk tulang belulang Nicolau Lobato, Panglima Falintil yang tewas pada akhir Desember 1980. Menindaklanjuti pidato tersebut koran Timor Post edisi 26 Agustus 2009 dalam kolomnya menulis “ TL iha laran diak RI mos tengki hatudu”(TL menunjukkan hati yang baik RI juga perlu tunjukan) dengan mengangkat komentar tiga orang anggota parlemen TL tentang permintaan tulang belulang pejuang mereka 1). Aniceto Guterres dari Partai Fretilin mengatakan “ sejak TL menunjukkan kebaikan hati dengan mengizinkan orang Indonesia datang meletakkan karangan bunga di makam pahlawan mereka di TL, maka pemerintah Indonesia pun perlu menunjukkan kebaikan hati dengan menyerahkan tulang belulang pahlawan TL Nicolau Lobato dan pahlawan yang lain, atau paling tidak nenunjukkan tempat dimana mereka dikuburkan, Ia menyambung bahwa jika jenasah pejuang Timor Leste dibuang saja, Indonesia perlu menunjuk juga, 2) Aderrito Hugo da Costa anggota parlemen dari Partai CNRT, mengatakan bahwa mengenai Nicolau Lobato yang ditembak oleh TNI, mayatnya dilakukan identifikasi, dan disimpulkan bahwa benar cocok dengan Nicolau Lobato, tetapi jenazahnya tidak diserahkan kepada keluarganya. Karena itu ia menghimbau kepada mantan anggota TNI yang orang TL untuk mengetahui dan menyampaikan informasi tentang mereka yang dibunuh TNI. 3). Fransisco Araujo dari Partai ASDT mengemukakan bahwa kebijakkan politik Prasiden Ramos Horta yang meminta pemerintah RI mengembalikan tulang belulang Nicolau Lobatu adalah hal yang positif (Timor Post, edisi 26 Agustus 2009, hal 1). Kedua. Setelah selama 2 tahun mengadakan penyelidikan, pengadilan Coroners Australia mengimpulkan tentara Indonesia terlibat dalam pembunuhan lima wartawan asing yang tewas di Balibo tahun 1975. Bahkan Steven Smith, Menteri Luar Negeri Australia mengungkapkan, Indonesia terkejut dengan keputusan (penyelidikan ini), namun kami tidak menganggap isu ini akan mengganggu fundamental hubungan keduia Negara, seperti dikutip Fajar Media Center (FMC),(Timex, 14/9/09). Perdana Menteri Australia , Kevin Rudd tidak akan membatalkan rencana mengangkat kembali kasus kematian lima wartawan asing (termasuk dari Australia) pada tahun 1975 di Timor Timur, Kevin mengabaikan peringatan Presiden RI Susilo bambang Yodhoyono yang meminta kasus ini tidak diungkit lagi. Selanjutnya PM Rudd mengatakan bahwa “hubungan Negara di dunia tidak selamanya mulus dan dengan pemeriksaan ini pun ia yakin hubungan akan pulih kembali”.“Ada guncangan-guncangan pada hampir semua hubungan di dunia dan saya kira kita harus menyelesaikan hal ini” kata Rudd (PK, 13/9/09).

Since: Sep 09

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#4
Sep 28, 2009
 
-->>Reaksi Pemerintah dan pihak yang berkepentingan di Indonesia berbeda terhadap dua jurus tulang belulang itu. Pertama : terhadap permintaan Pemerintah TL melalui Departemen Luar Negeri RI,“hal itu telah disampaikan secara formal kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono”.“Mengenai jazad Lobato Menlu RI telah menyampaikan surat tertulis kepada Bapak Presiden dan nanti Bapak Presiden akan meneruskan kepada pihak-pihak terkait di Indonesia seperti apa tindakannya”, demikian jurubicara Deplu, Teuku Faizasyah ketika dihubungi Timex 12/9/09 (Timex, 14/9/09). Sedangkan tanggapan lain disampaikan oleh Eurico Guterres, mantan Milisi Aitarak TL; Kalau Horta nenuntut seperti itu, pihaknya juga meminta agar Horta mau bertanggung jawab terhadap jasad-jasad tokoh pejuang integrasi yang tergabung dalam partai Apodeti yang dibantai secara masaal saat sebelum Integrasi dan melanjutkan bahwa permintaan Horta ini sesuatu yang mengada ada dan dinilai mengangkangi rekomendasi KKP (Timex, 14/9/09).

Kedua : Terhadap dibukanya kembali kasus Balibo Five yang oleh pengadilan coroners Australia telah dilakukan penyelidikan selama 2 tahun dan mengambil kesimpulan bahwa TNI terlibat dalam pembunuhan 5 wartawan asing tersebut, reaksi pemerintah Indonesia adalah : 1). Juru bicara Deplu Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan “Indonesia tetap bersikap tegas bahwa apa yang tengah dilakukan oleh kepolisian Federal Australia, yang mana akan membuka kembali kasus kematian lima jurnalis Australia di Balibo, Timor Timur atau yang dikenal dengan Balibo Five tahun 1975 silam dianggap sudah selesai dan tidak akan dibuka lagi (Timex, 12/9/09). 2).Menurut pihak Indonesia kelima wartawan tersebut tewas ditengah baku tembak antara sukarelawan Indonesia dan Fretilin. Untuk meredam suasana Deplu segera mengirim beberapa pejabat tingginya ke Australia (Timex, 13/9/09), 3).

Presdien SBY angkat bicara dengan menyesalkan penyelidikan Balibo Five. Menurutnya penyelidikan yang dilakukan Polisi Federal Australia (AFP) atas tuduhan kejahatan perang dalam kasus Balibo Five tahun 1975 bertentangan dengan semangat rekonsiliasi Indonesia dan Timor Leste yang telah mengakiri segala sesuatu yang mengganggu hubungan kedua negara dengan membentuk Comission Truth and Friendship (CTF). Demikian juga Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono “ Indonesia sudah memiliki sikap dan pendapat mengenai Balibo Five dan sudah diterima pemerintah Australia.

Penyelidikan kembali Balibo Five merupakan respons atas tuntutan politik Negara bagian Australia yang mengungkit lagi kasus itu. Jadi ini fenomena local saja tidak perlu ditanggapi (Timex,14/9/09). 4) Tanggapan dari Eurico Guterres adalah : Saya anggap Australia dengan Timor Leste bersekongkol di dalam kasus lima orang wartawan yang mati di Balibo tahun 1975, meskipun Timor Leste mengatakan tidak lagi mengungkit masalah masa lalu antara Indonesia dan Timor Leste (Timex, 13/9/09).

Since: Sep 09

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#5
Sep 28, 2009
 
-->>Kebenaran Versi

Tidak ada kebenaran absolut, yang ada adalah kebenaran versi dimana dan bagaimana setiap orang memberi visi pada suatu masalah lalu meyakininya. Kebenaran versi berjalan seiring dengan lintasan ruang dan waktu dan manusia insan pencari kebenaran. Sering pertarungan antara kebenaran versi mengakibatkan benturan atau riak-riak dalam perjalanan bangsa maupun hubungan antar negara. Sebagai contoh: retorika kebenaran sejarah peristiwa G-30-S PKI. Kebenaran versi sering dieksploitasi oleh para diplomat/politikus yang mengedepankan setengah kebenaran lalu diberi hormon melalui pemberitaan media.

Tetapi manusia beriman dan beradab berupaya menemukan kebenaran yang mendekati kebenaran hakiki. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan (Injil Matius, Khotbah di Bukit: 5:6). Di sekitar kita terdapat banyak hal yang tidak kita ketahui. Suatu proses yang menciptakan momentum terjadi bukan saja dipengaruhi oleh hal-hal yang kita ketahui tetapi juga yang tidak kita ketahui yang sama pentingnya yang pada akhirnya dapat merubah kebenaran versi yang sebelumnya telah kita yakini.
Di media pengadilan, kita dapat mengikuti bagaimana debat pengungkapan kebenaran versi itu berlangsung dipimpin langsung oleh majelis hakim.

Pada akhirnya hakim membacakan putusan perkara dengan antara lain menyebut. kata baku “secara syah dan meyakinkan’ untuk memberi keabsahan dan ketegasan agar orang percaya akan kebenaran putusan perkara. Berbeda dengan para hakim, apa yang disampaikan para diplomat/politikus belum tentu memberikan keyakinan kepada kita karena mereka adalah para demagog yang menggali sebatas setengah kebenaran.

Dalam hubungan diplomatik Indonesia dan TL, pemerintah Indonesia sering menggunakan alasan kesepakatan KKP produk real politik di atas kertas sebagai senjata diplomatik dalam permainan aktor tunggal Negara. Akan tetapi, medan pertarungan kebenaran versi bukan hanya milik aktor tunggal Negara semata yang menjalakan politik luar negeri. Kegagalan penyelesaiaan politik Integrasi secara de jure yang telah diusahakan selama puluhan tahun oleh para diplomat yang akhirnya masih meyisahkan berbagai persoalan yang menyakitkan, antara lain bagi para pejuang Integrasi tahun 1975, telah membuka mata kita lebar-lebar sehebat apa kualitas para diplomat kita.

Yang perlu diingat bahwa mengangkat kesepakatan KKP tanpa memperhatikan para korban dan keluarga korban, baik di Indonesia dan Timor Leste seperti pemulihan hak dan martabat mereka sebagai warga negara antara lain hak atas kehidupan yang layak, sama dengan mencari rasa aman sementara, tanpa menyelesaikan fundamental permasalahan.

Tentang permintaan tulang belulang para pahlawan Timor Leste termasuk Nicolau Lobato, kita dapat menangkap bahwa terdapat kecenderungan mereka menggunakan makam pahlawan pejuang Indonesia di Taman-makam pahlawan yang berada di Timor Leste sebagai bargaining (Timor Post, edisi 26 Agustus 2009). Tetapi apa yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia belum dapat diketahui; apakah mendiamkannya? Perlu dipertanyakan juga: Apakah Presiden Ramos Horta ketika menyampaikan pidato kenegaraan pada tanggal 30 Agusttus 2009 dengan mengangkat isu tulang belulang para pejuangnya sebelumnya tidak memiliki kebenaran informasi melalui jaringan intelijennya tentang keberadaan tulang belulang para pejuangnya termasuk tulang belulang Nicolau Lobato.

Since: Sep 09

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#6
Sep 28, 2009
 
-->>Jika ia telah mengetahuinya maka boleh jadi isu itu adalah umpan untuk membuat penilaian sejauhmana komitmen Pemerintah Indonesia dalam melihat masa lalu dan memetakan masa depan dengan Timor Leste. Sam Wineburg, pakar sejarah kognitif mengutip Woodrow Wilson, menulis “Sejarah lebih dari sekadar menceritakan kisah-kisah dan nama-nama tertentu untuk mencapai tujuannya yang tertinggi, yakni memberikan kepada kita kemampuan mental yang tidak ternilai yang kita namakan penilaian”.(Berpikir Historis, 2006, hal 5).

Menyangkut penyelidikan pengadilan Coroners Australia tentang tewasnya 5 orang wartawan asing di Balibo, TL tahun 1975, pemerintah RI mengatakan posisi Indonesia sudah jelas dan tidak akan bekerja sama karena kasus tersebut telah ditutup.Tetapi yang perlu diingat bahwa tuntutan pihak keluarga korban terhadap ditemukannya informasi baru yang mengarah kepada kebenaran versi yang lain tentu akan didengar dan diperhatikan oleh pemerintah Australia. Salah satu tujuannya adalah untuk menemukan dimanakah tulang belulang para wartawan itu dimakamkan karena sebagai keluarga mereka berhak mengetahui dan tentu saja mengambilnya untuk dimakamkan secara layak. Tetapi tanpa kerja sama pemerintah Indonesia barangkali penyelidikan tersebut akan tetap dilanjutkan karena locus deliktinya adalah Balibo Negara Timor Leste.

Jika diteruskan tanpa kerjasama pemerintah Indonesia yang mungkin dapat terjadi adalah pengadilan in absentia. Terdapat hal-hal yang menggerogoti dan menjadi titik lemah pemerintah Indonesia dalam kasus Balibo Five adalah 1). Saksi perintiwa itu, para mantan partisan termasuk Thomas Goncalves Mantan Panglima Apodeti dalam perang Integrasi tahun 1975 sebagian dari mereka telah menjadi Warga Negara TL. 2) Karena Lokasi itu berada di Timor Leste maka Indonesia tidak dapat mencegah agar tidak dapat dilaksanakannya penyelidikan bukti autentik seperti penggalian tulang belulang sebagai dasar pembuktian berdasarkan teknologi forensik Mungkin usaha maksimal yang dapat dilakukan adalah tekanan melalui jalur diplomatik, sebagaimana yang dilakukan Deplu dengan mengirim diplomatnya ke Australia. 3) Yang menjadi bahan pertimbangan adalah pada saat ini selain berhubungan baik dengan Indonesia, TL mengikat pertahanannya dengan Australia, di mana pada saat ini yang bertugas membantu pertahanan TL paska insiden konflik tahun 2006 adalah Tentara Australia, 4). Pada saat isu ini diangkat, di Timor Leste masih bertugas Unmiset, Badan PBB yang membantu TL. 5). Yang tidak boleh dianggap remeh adalah perang dunia maya, hacker; Timor Leste, Australia, Inggris, Selandia baru dan juga masyarakat internasional dalam pengungkapan kebenaran versi peristiwa tersebut. Dalam hal ini, sinyalemen Eurico Guterres bahwa Timor Leste bersekongkol dengan Australia tentang isu tulang belulang pahlawan TL dan kasus Balibo Five ada benarnya, apalagi digulirkannya kedua isu itu hampir bersamaan.waktunya.

Since: Sep 09

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#7
Sep 28, 2009
 
-->>Martabat manusia

Umat beriman percaya bahwa manusia terdiri dari badan, jiwa.dan didalamnya bersemayam Roh Allah. Badan dapat mati tetapi jiwa tidak dan keduanya akan bersatu lagi setelah kiamat (Credo). Dengan demikian dunia beradab dan umat beriman sangat menghargai orang yang telah meninggal dengan .kegiatan seperti membuat munumen, kubur yang indah, menabur/meletakan karangan bunga, bakar lilin, intensi misa. Gereja Katolik secara khusus menyiapkan waktu untuk mengenang dan menghornati arwah pada bulan November dan tanggal khusus 2 November.

Suku Tetun/Timor sangat menghargai orang yang telah meninggal, bahkan sampai memberi nama sebuah bukit di Timor Leste dekat Baucau “Foho Matebian” yang berarti bukit arwah. Akibat perang sejak tahun 1975 dan teror sipil tahun 1999 antara pihak yang bertikai, Indonesia dan Timor Leste ribuan orang telah menjadi korban baik serdadu maupun orang sipil tidak berdosa. Sampai saat ini banyak dari mereka pekuburan dan tulang belulangnya.belum diketemukan.

Adalah tuntutan iman dan moral masyarakat beradab agar Negara; baik Indonesia dan Timor Leste mengambil alih tanggung jawab terhadap permintaan keluarga para korban yang telah tewas selama konflik berlangsung. Salah satu bentuk pertanggungjawaban adalah dengan membuat monumen bersama untuk para pahlawan dan korban tidak dikenal.

Pertangungjawaban masa lalu membutuhkan komitmen moral yang kuat, jiwa besar dan kata kuncinya adalah kejujuran. Apakah kita akan jujur apa adanya terhadap masa lalu - karena kita tidak dapat mempengaruhinya dengan merubah atau menambahkan sesuatu kepada masa lalu. Mengingkari kebenaran masa lalu hanya mewariskan dengan menambah lagi salah satu beban moral kepada generasi yang akan datang yakni berbohong.

Apakah membahas masa lalu adalah membuka luka lama, balas dendam atau pesekongkolan politik, atau bagian dari pertarungan kebenaran versi? yang terjadi saat ini mengenai pertarungan demi tulang belulang antara Indonesia versus Timor Leste dan Australia. Sangat menarik untuk kita ikuti. karena masa lalu dapat dimaafkan tetapi tidak mungkin dilupakan.

********** END **********
Andi Liani

Perth, Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#8
Sep 28, 2009
 
Lorohoras wrote:
-->>Martabat manusia
Umat beriman percaya bahwa manusia terdiri dari badan, jiwa.dan didalamnya bersemayam Roh Allah. Badan dapat mati tetapi jiwa tidak dan keduanya akan bersatu lagi setelah kiamat (Credo). Dengan demikian dunia beradab dan umat beriman sangat menghargai orang yang telah meninggal dengan .kegiatan seperti membuat munumen, kubur yang indah, menabur/meletakan karangan bunga, bakar lilin, intensi misa. Gereja Katolik secara khusus menyiapkan waktu untuk mengenang dan menghornati arwah pada bulan November dan tanggal khusus 2 November.
Suku Tetun/Timor sangat menghargai orang yang telah meninggal, bahkan sampai memberi nama sebuah bukit di Timor Leste dekat Baucau “Foho Matebian” yang berarti bukit arwah. Akibat perang sejak tahun 1975 dan teror sipil tahun 1999 antara pihak yang bertikai, Indonesia dan Timor Leste ribuan orang telah menjadi korban baik serdadu maupun orang sipil tidak berdosa. Sampai saat ini banyak dari mereka pekuburan dan tulang belulangnya.belum diketemukan.
Adalah tuntutan iman dan moral masyarakat beradab agar Negara; baik Indonesia dan Timor Leste mengambil alih tanggung jawab terhadap permintaan keluarga para korban yang telah tewas selama konflik berlangsung. Salah satu bentuk pertanggungjawaban adalah dengan membuat monumen bersama untuk para pahlawan dan korban tidak dikenal.
Pertangungjawaban masa lalu membutuhkan komitmen moral yang kuat, jiwa besar dan kata kuncinya adalah kejujuran. Apakah kita akan jujur apa adanya terhadap masa lalu - karena kita tidak dapat mempengaruhinya dengan merubah atau menambahkan sesuatu kepada masa lalu. Mengingkari kebenaran masa lalu hanya mewariskan dengan menambah lagi salah satu beban moral kepada generasi yang akan datang yakni berbohong.
Apakah membahas masa lalu adalah membuka luka lama, balas dendam atau pesekongkolan politik, atau bagian dari pertarungan kebenaran versi? yang terjadi saat ini mengenai pertarungan demi tulang belulang antara Indonesia versus Timor Leste dan Australia. Sangat menarik untuk kita ikuti. karena masa lalu dapat dimaafkan tetapi tidak mungkin dilupakan.
********** END **********
Saya rasa ada pihak yang berwenang dari RI dan RDTL untuk menangani hal ini. Tergantung posisi tawar-menawar (bargainning position) antara pejabat tinggi kedua negara.

Kita sebagai rakyat biasa, sebaiknya sibuk mencari nafkah untuk dapat hidup secara bermartabat.

Konflik antara ketiga partai UDT, FRETILIN dan APODETI lenyap di otak kami. Karena tidak ada yang hebat dalam konflik tersebut, selain adanya kebodohan para pemimpin ketiga partai yang memicu perang saudara.

Banyak sisa-sisa '75 itu yang mulutnya lebih banyak memicu konflik, ketimbang memperbaiki situasi.

“Haters you can't be me!! ;D”

Since: Aug 09

B.A.T.A.V.I.A

ISP: Oslo, Norway

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#9
Sep 28, 2009
 
Apakah TL menganggap Indonesia sebagai penjajah??
Andi Liani

Perth, Australia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#10
Sep 29, 2009
 
Nico van Dijk wrote:
Apakah TL menganggap Indonesia sebagai penjajah??
Let bygones be bygones...
Koli_Koli

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#11
Sep 30, 2009
 
Andi Liani wrote:
<quoted text>
Banyak sisa-sisa '75 itu yang mulutnya lebih banyak memicu konflik, ketimbang memperbaiki situasi.
Betul Sekali Dan sisa-sisa '75 itu sekarang tinggal dan menjadi warga negara Timor Leste,.

“Haters you can't be me!! ;D”

Since: Aug 09

B.A.T.A.V.I.A

ISP: Oslo, Norway

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#12
Oct 6, 2009
 
Andi Liani wrote:
<quoted text>
Let bygones be bygones...
You r rite! ;)
Sign up to receive email when someone responds
(registration is not required)
Showing posts 1 - 12 of12
Type in your comments to post to the forum
Name
(appears on your post)
Comments
Type the numbers you see in the image on the right:

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Put a lid on it

Get your topix hats, t-shirts & more!

Shop our store now!

Daily Horoscope for January 2

Scorpio

Something about your personality or appearance is drawing a lot of attention today, Scorpio. People insist on watching when you'd rather that they minded their own business. Your stubborn streak at a time when flexibility would be easier. Be kind to those with long memories, especially if you think you might run into them again at some point in your life. If you can't think of anything nice to say, don't say anything at all.

Get your Horoscope »