|
Pasca Gempa Padang
Jakarta, Indonesia
|
Saudaraku di Tanah Air dan di Malaysia.. Mari Stop/hentikan caci maki, hina menghina dan jelek menjelekan antara kita dengan Malaysia,,,saya menghimbau semua pihak dapat menyadari bahwa, 20 persen orang warga Malaysia adalah keturunan nenek moyangnya dari Indonesia,,dan yang ada sekarang adalah generasi ke-2 dan ke-3 berasal keturunan Indonesia. Dan di negara bagian yaitu negeri sembilan adalah mayoritas keturunan Minangkabau (sumatera barat). Bahkan Raja Seremban (negeri sembilan) Malaysia adalah keturunan orang Minangkabau yang ada hubungan pertalian darah/kekerabatan dengan kerajaan Pagarurung, Batusangkar, Sumatera Barat. Sewaktu kerajaan Pagaruyung berjaya telah mengutus beberapa Datuk ke negeri Sembilan. Jadi mayoritas orang negeri Sembilan (Seremban) adalah keturunan orang Minang, Sumatera Barat. Sampai saat ini tradisi Minang masih berjalan pada gelar Datuk dan Tuanku yang disebut : Tagak Bagala dengan acara tradisi dan kesenian Minangkabau serta baralek gadang tiga hari tiga malam di Sumatera Barat. Karena kebanyakan orang Minang merantau ke negeri Sembilan, maka muncul lah lagu "Semalam di Malaysia" dan Malaysia disebut tanah rantau pada zaman itu. Gelar Datuk bagi orang Minang adalah kehormatan..gelar Tuanku orang Minang adalah sangat dekat kekerabatan keturunan kerajaan Pagaruyung. Yang mana saat ini masih ada keturunan Raja Pagaruyung tersebar di Malaysia dan Indonesia. Jadi...antara suku Melayu dan Minang adalah satu ninik/nenek yang serumpun. Kerajaan Melayu dan kerajaan Pagaruyung dahulu nya berebut menguasai kekuasaan di wilayah pulau Sumatera, sebelah Barat Malaysia dan sebelah Barat Kalimantan. Tetapi karena orang Minang dan Melayu adalah serumpun akhirnya Orang Minang hanya menguasai sebagian Jambi, Pekanbaru sekitarnya karena pasukan kerajaan Pagaruyung jumlahnya sedikit. Namun tradisi dan budaya Melayu dan Minangkabau tak dapat terpisahkan hingga saat ini walau zaman modern ini..ibarat pepatah Minang : "TAK LAPUAK DEK HUJAN TAK LEKANG DEK PANEH"
|
|
“"NAGARI NAN TUO"”
Since: Oct 09
Seri Menanti, NEGERI SEMBILAN
|
Please wait...
Pasca Gempa Padang wrote: Saudaraku di Tanah Air dan di Malaysia.. Mari Stop/hentikan caci maki, hina menghina dan jelek menjelekan antara kita dengan Malaysia,,,saya menghimbau semua pihak dapat menyadari bahwa, 20 persen orang warga Malaysia adalah keturunan nenek moyangnya dari Indonesia,,dan yang ada sekarang adalah generasi ke-2 dan ke-3 berasal keturunan Indonesia. Dan di negara bagian yaitu negeri sembilan adalah mayoritas keturunan Minangkabau (sumatera barat). Bahkan Raja Seremban (negeri sembilan) Malaysia adalah keturunan orang Minangkabau yang ada hubungan pertalian darah/kekerabatan dengan kerajaan Pagarurung, Batusangkar, Sumatera Barat. Sewaktu kerajaan Pagaruyung berjaya telah mengutus beberapa Datuk ke negeri Sembilan. Jadi mayoritas orang negeri Sembilan (Seremban) adalah keturunan orang Minang, Sumatera Barat. Sampai saat ini tradisi Minang masih berjalan pada gelar Datuk dan Tuanku yang disebut : Tagak Bagala dengan acara tradisi dan kesenian Minangkabau serta baralek gadang tiga hari tiga malam di Sumatera Barat. Karena kebanyakan orang Minang merantau ke negeri Sembilan, maka muncul lah lagu "Semalam di Malaysia" dan Malaysia disebut tanah rantau pada zaman itu. Gelar Datuk bagi orang Minang adalah kehormatan..gelar Tuanku orang Minang adalah sangat dekat kekerabatan keturunan kerajaan Pagaruyung. Yang mana saat ini masih ada keturunan Raja Pagaruyung tersebar di Malaysia dan Indonesia. Jadi...antara suku Melayu dan Minang adalah satu ninik/nenek yang serumpun. Kerajaan Melayu dan kerajaan Pagaruyung dahulu nya berebut menguasai kekuasaan di wilayah pulau Sumatera, sebelah Barat Malaysia dan sebelah Barat Kalimantan. Tetapi karena orang Minang dan Melayu adalah serumpun akhirnya Orang Minang hanya menguasai sebagian Jambi, Pekanbaru sekitarnya karena pasukan kerajaan Pagaruyung jumlahnya sedikit. Namun tradisi dan budaya Melayu dan Minangkabau tak dapat terpisahkan hingga saat ini walau zaman modern ini..ibarat pepatah Minang : "TAK LAPUAK DEK HUJAN TAK LEKANG DEK PANEH" Hidup Minang....hehe
|
|
Anak Melayu Indonesia
Bekasi, Indonesia
|
Urang Awak harus bersatu,,,
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|