Posted in the Jakarta, Indonesia Forum
Comments
|
Jember, Indonesia |
kalau ada bukti kyk gini Maling-asia gk berkutik lg wk..wk..wkk
|
|
Jember, Indonesia |
ya iyalah bro.. dari dulu kan orang maling-sial kuliah di indonesia semua ..,,,wajar saja kalau kualitasnya lebih baik
|
|
Jember, Indonesia |
aq gemes sama malingsial ayo kita bumi hanguskan tu negara yang cuma segumpal tanah aj tp masyarakatx sok berpendidikan ganyang malaysia..
|
|
Jember, Indonesia |
malingsil emang gak berpendidikan
|
|
Jember, Indonesia |
benar broo..,, |
|
Kuala Lumpur, Malaysia |
kualitinya memang bagus,sebab itu ramai rakyatnya yang bodoh dunggu......hahahaha
indon's teacher has done good job!!! |
|
Petaling Jaya, Malaysia |
SALAH.
KUALITAS PENDIDIKAN INDON YANG TERBAIK DI DUNIA. NOKTAH. TITIK. Titiek Puspa. PUAS? BUKTINYA : TIADA, tapi kalau setakat ngomong kosong ada. sila refer post2 terawal diatas. |
|
Semenyih, Malaysia |
Judged: 1 http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/COUN ... MASALAH UTAMA Walaupun Indonesia telah pulih dari krisis ekonomi di akhir tahun 1990-an, negara ini masih tertinggal dari negara-negara tetangga sehubungan dengan akses terhadap layanan pendidikan yang bermutu. Fokus upaya tersebut saat ini adalah pada kualitas lembaga dan pengeluaran publik. Tantangan utama mencakup: Pendaftaran sekolah menengah. Indonesia memiliki pendaftaran sekolah dasar yang hampir universal, tapi di tingkat menengah pertama, peningkatan berjalan lambat. Hanya 55 persen anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah terdaftar di sekolah menengah pertama. Prestasi pembelajaran siswa. Indonesia terus mendapat prestasi yang rendah dalam uji berstandar internasional atas prestasi siswa, bahkan setelah memperhitungkan kondisi sosial ekonomi. Di tahun 2003, Indonesia mendapat posisi ke-33 dari 45 negara dalam Third International Mathematics Science Study (TIMSS). Di tahun 2006, Program for International Student Assessment (PISA), yang menilai seberapa baik kesiapan siswa berumur 15 tahun dalam menghadapi kehidupan, Indonesia mendapat peringkat 50 dari 57 negara dalam bidang ilmu pengetahuan, membaca dan matematika. Alokasi belanja. Walaupun belakangan ini terjadi peningkatan dalam belanja pendidikan secara keseluruhan, investasi Indonesia untuk pendidikan menengah, terutama menengah pertama, masih kurang. Pada saat yang sama, anggaran operasional telah ditekan karena peningkatan substansial dalam pengeluaran untuk gaji. Kembali ke Atas |
| |
|
Bandung, Indonesia |
tolol maneh
|
|
Tangerang, Indonesia |
kita hanya hamba sahaja tak lebih !,
segala puji HANYA MILIK ALLAH SEMATA ! Kontingen Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara umum The 2nd International Junior Science Olympiad (IJSO) 2005. Mengalahkan 200‑an peserta dari 34 negara, tim Indonesia A dan B yang berjumlah 12 orang meraih 6 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu. Selain kembali menjadi juara umum, salah satu peserta dari DIY, yakni Yosua Michael Maranatha berhasil menjadi the best theoritical dan absolute winner. Enam medali emas Indonesia dipersembahkan oleh Yosua Michael, Arie Prasetyo, David halim, M Firmansyah Kasim, Fernaldo Richtia, Winnerdy dan Winson. Empat medali perak diraih oleh Alwi Alfiansyah, Michael Agung Pradana, Saifur Rizal dan Thomas A Nugraha. Sedangkan 2 medali perunggu atas nama Ratih Tri Utami dan Yessy Martha. Sementara peringkat kedua diraih Taiwan dengan mengantongi 5 emas dan 1 perak. Pada posisi ketiga Korea Selatan dengan 2 emas dan 3 perak. Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo kepada wartawan usai penutupan the 2nd IJSO 2005 di Jogja Expo Center (JEC), Senin (12/12) mengungkapkan, IJSO tahun ini lebih kompetitif dibanding 2004 lalu yang digelar di Jakarta. Karena itulah wajar jika terjadi penurunan jumlah medali emas yang diraih Indonesia yang pada tahun lalu mendapatkan 8 medali emas. "Tahun ini banyak negara kuat di bidang science yang ikut kompetisi seperti Taiwan, Rusia dan negara‑negara di Eropa Timur, maka wajar jika ada penurunan jumlah medali emas," paparnya. Menurut Bambang, meski perolehan medali berkurang, Indonesia bisa dikatakan berhasil meraih hasil yang terbaik karena bisa mempertahankan gelar juara umum dan membuktikan pada dunia bahwa banyak anak‑anak negeri menjadi yang terbaik dan tidak kalah kualitasnya dibanding negara‑negara lain. Terlebih lagi, Indonesia saat ini semakin diakui dunia sebagai inisiator penyelenggaraan IJSO. Hasilnya adalah Brazil pada 2006 nanti mau menjadi negara penyelenggara The 3rd IJSO. "Indonesia sudah dua kali berhasil menyelenggarakan IJSO dan dua kali menjadi juara umum. Prestasi tersebut yang kemudian mulai diakui oleh banyak negara sehingga tahun depan di San Paolo Brazil akan digelar The 3rd IJSO," ungkapnya. |
|
Surakarta, Indonesia |
BENAR...BENAR... walau sekolah kita kalah kualitas, tapi orang orangnya pada jenius.lihat aja Profesor termuda di AS Nelson Tansu asalnya dari Indonesia.
Pokoknya kalau masalah lomba Intelegensi Indonesia jagonya deh... Truz Buat apa sekolahnya maju, kalau orang orangnya masih primitif sprti Negara malingsialn tu. yang bisanya cuma ngirim teroris... MEMALUKAN.... |
|
Petaling Jaya, Malaysia |
Iya dong, tiada yang tidak jenius di indon. termasuk pengebom hotel di bali dan jakarta. bom negara sendiri, sunggug jenius. |
|
Tell me when this thread is updated: |
|
Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.
| Topic | Updated | Last By | Comments |
|---|---|---|---|
|
|
3 hr | Yessa | 409 |
|
|
4 hr | ockky666 | 2,592 |
|
|
5 hr | Supardi | 41 |
|
|
6 hr | Kasim Pantalun | 3 |
| Tukeran atau Barter Tante Girang Yuk ? | 9 hr | Tania | 6 |
|
|
16 hr | sid | 14 |
|
|
21 hr | rogoro | 13 |