|
Molong
Johor Bahru, Malaysia
|
Aku nak bertanya sedikit kepada kamu Waterloo kamu tahu tak perkembangan di negara kamu sekarang? Semua berita dan peluang peluang berita dipenuhi dengan perkara yang memburukan Malaysia, Tapai berbeza dengan Malaysia Kami sedang mengadakan siaran siaran Drama drama Indonesia, salah satunya ialah Rancangan Lenggang lenggok Jakarta? dan pementasan penyanyi dari Indonesia.
Solannya Adakah aktiviti yang baik baik disiarkan oleh media Indonesia sekarang?"
jikalau Indonesia mengamalkan sikap anti Malaysia di Indonesia adakah ia LOGIK ? beginikah caranya kalian mengamalkan cara hidup haria Kalaian?
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Live VIVA Indo wrote: <quoted text> Kah2 !!! Percuma.. Jakarta yg korup itu mau mempersiapkan strategi.. Mimpi kamu serupa mau mengayang Malaysia. ha3... Rakayat miskin kamu sendri dak dbenarkan masuk ke kota jakarta, sudah ckup menunjukan indon itu bangsa lemah yg penuh koruop cape deh.... macam negara lo gak ada korupsi aja......... negara lo juga biang korupsi....cuma aja rakyatnya penakut semua gak ada yang berani berkoar2..........chicken lo semua........
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Live VIVA Indo wrote: <quoted text> Hello.. lo cuma tau menfitnah.........persis sama media kamu hehehehe..........fitnah???? seniman tarian yang lo bilang "barongan" dah mengakui kalau mereka membeli perlengkapannya di ponorogo.........itu namanya fitnah ya??? tarian barongan lo masukin ke website resmi malingsia sebagai warisan malaysia...kalau gw bilang lo maling itu namanya fitnah ya??? GAK ADA APA KOMENTAR LAEN YANG LEBIH CERDAS DARI FITNAH???? MEDIA LO BACUL SEMUA.....GAK BERANI MENGANGKAT KEBOBROKAN PEMERINTAH LO........ JANGAN SAMAIN DENGAN MEDIA DI INDONESIA..... KALAU EMANG MEDIA DI INDONESIA UDAH MEMFITNAH NEGARA LO...WHY DON'T YOU SUE THE INDONESIAN MEDIA???? JURNALISTIK ITU ADA ETIKANYA........MANA ADA MEDIA YANG BERANI NYEBARIN BERITA YANG CUMA ISAPAN JEMPOL DOANG..........BISA DITUNTUT DONG BEGOOOOOO!!!!!
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Molong wrote: <quoted text> Siapa bilang Malaysia bersaudara dengan INdonesia, Malu saya.... BACA YANG BENER........ GW MALAH BILANG OGAH MENGAKUI MALINGSIALAN SERUMPUN.......SAUDARA KAU YANG MAU DIAKUI SAUDARA.......... GW MAH NGEBAYANGIN AJA DAH NAJIS....APALAGI MAU MENGAKUI .......... BISA MUNTAH DARAH GW.......
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Live VIVA Indo wrote: <quoted text> Hello dimana sumber yg kamu dapat itu.. Adakah ia dari malaysia?? atau dari media fitnah negara kamu... Cuba kamu fikirin, jika rkyat malaysia ini kejam mengapa sih masih ramai rakyat kau itu masih datang kerja dimalaysia??? Mengapakan amah due berbangsa indonesia masih senang bekerja same gue?? Saling hormat menghormati.. Konklusinya disini rakyat indonesia di indonesia sgt cemburu akan saudaranya sampe sanggup menfitnah... SALING MENGHORMATI????? LO PERNAH BACA GAK APA YANG DIPOSTING SAMA ORANG INDONESIA YANG KERJA DIKEDUBES INDONESIA DI MALINGSIA???SAAT NAIK TAKSI DIA DIMAKI JUST BECAUSE SHE IS INDONESIAN..........ITU YANG LO BILANG SALING MENGHORMATI???? WASIT INDONESIA CUMA KARENA BEROLAH RAGA DI MALAM HARI POLISI KALIAN HAJAR SAMPAI PATAH KAKI.......ITU NAMANYA MENGHORMATI?? LUAR BIASA SEKALI ARTI KATA MENGHORMATI DARI NEGARA MALINGSIALAN YA.......... KALAU ITU ARTI KATA MENGHORMATI DARI KALIAN.....NO THANKS WE HAVE ENOUGH!!!!
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Molong wrote: <quoted text> INDON Bangsat, tak mengerti langsung apabila orang bilang Budaya itu hak bersendirian dan individu itu bebas melakukannya, Tak Paham Ke/ Phueeeet,tolol MALINGSIALAN BANG SAT.......... GAK PUNYA BUDAYA CUMA BISA MALING AJA....... DASAR MUKA BADAK.......... GAK MENGERTI DIBILANGIN KALAU KAU MAU PAKAI BUDAYA KAMI SILAHKAN PAKAI TAPI JANGAN DIAKUI KARENA ITU DUA HAL YANG BERBEDA.......
|
|
Waterloo
Lebbeke, Belgium
|
Ya harap maklum, itulah cara orang Malaysia menghormati orang INDONESIA ... Jadi, ya jangan lah ke MALAYSIA ;D Dan satu lagi, jangan klaim budaya warisan Nusantara sebagai milik Malaysia ;D Kita tidak SERUMPUN ... Hiduplah Indonesia Raya wrote: <quoted text> SALING MENGHORMATI????? LO PERNAH BACA GAK APA YANG DIPOSTING SAMA ORANG INDONESIA YANG KERJA DIKEDUBES INDONESIA DI MALINGSIA???SAAT NAIK TAKSI DIA DIMAKI JUST BECAUSE SHE IS INDONESIAN..........ITU YANG LO BILANG SALING MENGHORMATI???? WASIT INDONESIA CUMA KARENA BEROLAH RAGA DI MALAM HARI POLISI KALIAN HAJAR SAMPAI PATAH KAKI.......ITU NAMANYA MENGHORMATI?? LUAR BIASA SEKALI ARTI KATA MENGHORMATI DARI NEGARA MALINGSIALAN YA.......... KALAU ITU ARTI KATA MENGHORMATI DARI KALIAN.....NO THANKS WE HAVE ENOUGH!!!!
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Molong wrote: <quoted text> Kamu cari bukti, bila ke masanya Malaysia memilik negarakan Barongan, jangan salah tafsir, kalau yang bercakap itu Individu jangan ingat ia mewakili negara? GOBLOK....JELAS-JELAS NEGARA MALINGSIA KAU MEMASUKAN BARONGSAI KEDALAM SITUS HERITAGE MALINGSIA.........MASIH BERANI KAU BILANG SECARA INDIVIDU..........DASAR OTAK UDANG KAU!!!!
|
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Live VIVA Indo wrote: <quoted text> Hello dimana sumber yg kamu dapat itu.. Adakah ia dari malaysia?? atau dari media fitnah negara kamu... Cuba kamu fikirin, jika rkyat malaysia ini kejam mengapa sih masih ramai rakyat kau itu masih datang kerja dimalaysia??? Mengapakan amah due berbangsa indonesia masih senang bekerja same gue?? Saling hormat menghormati.. Konklusinya disini rakyat indonesia di indonesia sgt cemburu akan saudaranya sampe sanggup menfitnah... sedikit tambahan......... beberapa tahun yang lalu negara indonesia sempat mengajukan protes untuk hukuman yang tidak manusiawi yang malingsia lakukan.......... lo cari sendiri deh....... gw lupa tahunnya..........
|
|
Molong
Johor Bahru, Malaysia
|
Hiduplah Indonesia Raya wrote: <quoted text> GOBLOK....JELAS-JELAS NEGARA MALINGSIA KAU MEMASUKAN BARONGSAI KEDALAM SITUS HERITAGE MALINGSIA.........MASIH BERANI KAU BILANG SECARA INDIVIDU..........DASAR OTAK UDANG KAU!!!! Kau otak Barongan, Bagus
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Molong wrote: <quoted text> Kau otak Barongan, Bagus KENAPA??GAK BISA NEMUIN ARGUMEN LAEN YANG BISA MEMBERIKAN ALASAN KENAPA KEBUDAYAAN INDONESIA ADA DI SITUS HERITAGE MALINGSIA????
|
|
“I love Flores Tegal Gituh”
Since: Nov 07
cinta toyol cute banget sich!!
|
Please wait...
Hiduplah Indonesia Raya wrote: <quoted text> SALING MENGHORMATI????? LO PERNAH BACA GAK APA YANG DIPOSTING SAMA ORANG INDONESIA YANG KERJA DIKEDUBES INDONESIA DI MALINGSIA???SAAT NAIK TAKSI DIA DIMAKI JUST BECAUSE SHE IS INDONESIAN..........ITU YANG LO BILANG SALING MENGHORMATI???? WASIT INDONESIA CUMA KARENA BEROLAH RAGA DI MALAM HARI POLISI KALIAN HAJAR SAMPAI PATAH KAKI.......ITU NAMANYA MENGHORMATI?? LUAR BIASA SEKALI ARTI KATA MENGHORMATI DARI NEGARA MALINGSIALAN YA.......... KALAU ITU ARTI KATA MENGHORMATI DARI KALIAN.....NO THANKS WE HAVE ENOUGH!!!! heloo.. Adakah kes negative itu mewakili semua rakyat malaysia??? Gimana ribuan yg positif??\ Pernah kah kamu pikirin yg positifnya? Saya mempunyai pembantu rumah yg sagt saya sayangi.. gimana? kok kamu mau saya membencinya?
|
|
“I love Flores Tegal Gituh”
Since: Nov 07
cinta toyol cute banget sich!!
|
Please wait...
Bukan semua majikan aniaya pekerja Indonesia Oleh SYED AZWAN SYED ALI SUJEK menyalakan sebatang rokok Gudang Garam yang dikepit di bibirnya sebelum menyedut dan menghembus keluar asap rokok. Sambil menghembus nafas panjang Sujek berkata: “Saya tidak jaga kemungkinan masalah orang, saya jaga kemungkinan sendiri. Tetapi setakat ini, saya tiada masalah dengan majikan. Mungkin kawan-kawan yang majikannya lari tak bayar gaji.” “Bukan semua majikan tak bagus,” kata buruh binaan berumur 42 tahun itu yang berasal dari Bangkalan, Surabaya, dan telah bekerja di Malaysia sejak 15 tahun lepas. “Soal majikan kejam itu bergantung kepada yang menilai. Selagi mereka bayar gaji, saya dapat beli rokok untuk diri dan makan untuk anak-anak sudah kira bagus,” katanya ketika ditemui di sebuah kedai makan di Serdang, baru-baru ini. Isterinya, Midah, yang bekerja sebagai pencuci pinggan di kedai makan itu berkata kebanyakan pekerja Indonesia yang lari atau bermasalah dengan majikan kerana tiada pengalaman atau gagal menyesuaikan diri dengan keadaan baru. “Ada majikan kasar tapi itu bergantung kepada kita. Saya baik-baik saja, majikan semua baik, orang Melayu pun baik- baik,” katanya yang sudah 10 tahun bekerja di negara ini sebagai pencuci pinggan, menyusun batu-bata, menyapu sampah hingga kepada mencuci longkang. “Pokoknya rezeki halal dan saya kerja dengan hati senang,” kata Midah, 40, yang menerima upah daripada RM20 hingga RM50 sehari bergantung kepada keuntungan majikannya. Temu bual Bernama dengan beberapa orang lagi warga Indonesia mendapati kebanyakan mereka mengakui datang ke negara ini untuk mencari rezeki bagi mengubah taraf hidup keluarga masing-masing malahan ada yang mahu memulakan kehidupan baru. Rata-rata yang ditemui menolak tanggapan sebahagian besar majikan Malaysia menganiaya pekerja dari Indonesia memandangkan banyak kes seperti itu dilaporkan oleh media massa. “Kehidupan di Medan amat susah. Orang terlalu ramai. Kerja ada tapi gajinya kecil. Banyak yang menganggur,” kata Norhayati Hasan, 28, pembantu rumah, ketika ditemui di Taman Selayang, Batu Caves, Selangor. Berasal dari Kisaran, kira-kira enam jam perjalanan darat dari Medan, Norhayati bersyukur kerana mempunyai seorang majikan yang baik dan bertanggungjawab. Beliau merupakan antara dua orang gaji kepada Mohamed Sura Sulaiman, 80, bekas tentera. Norhayati mula bekerja di Malaysia sejak lapan tahun lepas. Bagi seorang lagi orang gaji Mohamed Sura, Norfah Susanti Jamimu, 22, pula mahu memulakan kehidupan baru di Malaysia. Berasal dari kota Medan, Norfah yang pernah bekerja sebagai tukang jahit berkata beliau tidak bersetuju dengan tanggapan yang kebanyakan majikan Malaysia tidak berhati perut berdasarkan pengalaman beliau bekerja di sini sejak 2003. Selain tempat tinggal selesa dan diberi kebebasan untuk beribadat, mereka juga diberi cuti rehat panjang (balik kampung) di atas permintaan. “Kalau diizinkan Tuhan, saya mahu terus bekerja di sini,” kata Norfah yang berketurunan Minang. Apabila ditanya kenapa mahu terus bekerja di Malaysia, Norfah menjawab ringkas, “Di sini lebih baik”. Setiap tahun Malaysia menerima masuk tidak kurang daripada sejuta tenaga kerja asing berikutan pembangunan pesat negara. Sehingga 31 Januari 2006, jumlah warga Indonesia yang bekerja di negara ini ialah seramai 1.2 juta orang dengan kebanyakannya bekerja sebagai buruh perladangan, pembantu rumah dan buruh pembinaan.
|
|
Waterloo
Lebbeke, Belgium
|
Mencoba membela diri dengan berita dari Malaysia? Oh no, I don't believe it.... Berita Malaysia, penuh rekayasa ;D Live VIVA Indo wrote: Bukan semua majikan aniaya pekerja Indonesia Oleh SYED AZWAN SYED ALI SUJEK menyalakan sebatang rokok Gudang Garam yang dikepit di bibirnya sebelum menyedut dan menghembus keluar asap rokok. Sambil menghembus nafas panjang Sujek berkata:“Saya tidak jaga kemungkinan masalah orang, saya jaga kemungkinan sendiri. Tetapi setakat ini, saya tiada masalah dengan majikan. Mungkin kawan-kawan yang majikannya lari tak bayar gaji.”“Bukan semua majikan tak bagus,” kata buruh binaan berumur 42 tahun itu yang berasal dari Bangkalan, Surabaya, dan telah bekerja di Malaysia sejak 15 tahun lepas.“Soal majikan kejam itu bergantung kepada yang menilai. Selagi mereka bayar gaji, saya dapat beli rokok untuk diri dan makan untuk anak-anak sudah kira bagus,” katanya ketika ditemui di sebuah kedai makan di Serdang, baru-baru ini. Isterinya, Midah, yang bekerja sebagai pencuci pinggan di kedai makan itu berkata kebanyakan pekerja Indonesia yang lari atau bermasalah dengan majikan kerana tiada pengalaman atau gagal menyesuaikan diri dengan keadaan baru.“Ada majikan kasar tapi itu bergantung kepada kita. Saya baik-baik saja, majikan semua baik, orang Melayu pun baik- baik,” katanya yang sudah 10 tahun bekerja di negara ini sebagai pencuci pinggan, menyusun batu-bata, menyapu sampah hingga kepada mencuci longkang.“Pokoknya rezeki halal dan saya kerja dengan hati senang,” kata Midah, 40, yang menerima upah daripada RM20 hingga RM50 sehari bergantung kepada keuntungan majikannya. Temu bual Bernama dengan beberapa orang lagi warga Indonesia mendapati kebanyakan mereka mengakui datang ke negara ini untuk mencari rezeki bagi mengubah taraf hidup keluarga masing-masing malahan ada yang mahu memulakan kehidupan baru. Rata-rata yang ditemui menolak tanggapan sebahagian besar majikan Malaysia menganiaya pekerja dari Indonesia memandangkan banyak kes seperti itu dilaporkan oleh media massa.“Kehidupan di Medan amat susah. Orang terlalu ramai. Kerja ada tapi gajinya kecil. Banyak yang menganggur,” kata Norhayati Hasan, 28, pembantu rumah, ketika ditemui di Taman Selayang, Batu Caves, Selangor. Berasal dari Kisaran, kira-kira enam jam perjalanan darat dari Medan, Norhayati bersyukur kerana mempunyai seorang majikan yang baik dan bertanggungjawab. Beliau merupakan antara dua orang gaji kepada Mohamed Sura Sulaiman, 80, bekas tentera. Norhayati mula bekerja di Malaysia sejak lapan tahun lepas. Bagi seorang lagi orang gaji Mohamed Sura, Norfah Susanti Jamimu, 22, pula mahu memulakan kehidupan baru di Malaysia. Berasal dari kota Medan, Norfah yang pernah bekerja sebagai tukang jahit berkata beliau tidak bersetuju dengan tanggapan yang kebanyakan majikan Malaysia tidak berhati perut berdasarkan pengalaman beliau bekerja di sini sejak 2003. Selain tempat tinggal selesa dan diberi kebebasan untuk beribadat, mereka juga diberi cuti rehat panjang (balik kampung) di atas permintaan.“Kalau diizinkan Tuhan, saya mahu terus bekerja di sini,” kata Norfah yang berketurunan Minang. Apabila ditanya kenapa mahu terus bekerja di Malaysia, Norfah menjawab ringkas,“Di sini lebih baik”. Setiap tahun Malaysia menerima masuk tidak kurang daripada sejuta tenaga kerja asing berikutan pembangunan pesat negara. Sehingga 31 Januari 2006, jumlah warga Indonesia yang bekerja di negara ini ialah seramai 1.2 juta orang dengan kebanyakannya bekerja sebagai buruh perladangan, pembantu rumah dan buruh pembinaan.
|
|
MalingINDO
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Pergi mampus dengan budaya ... yang penting kemajuan rakyat, tari tari, nyanyi nyanyui tidak boleh buat duit, ekonomi tak maju dengan semangat nyanyi atau dancing, bangang. Yang nyata rakyat masih miskin bolong,
|
|
Waterloo
Lebbeke, Belgium
|
;D Ya sudah, jangan pakai deh itu budaya kami ;D Beli saja tuh budaya Malay ;D MalingINDO wrote: Pergi mampus dengan budaya ... yang penting kemajuan rakyat, tari tari, nyanyi nyanyui tidak boleh buat duit, ekonomi tak maju dengan semangat nyanyi atau dancing, bangang. Yang nyata rakyat masih miskin bolong,
|
|
Since: Dec 07
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Please wait...
buat apa kaya, tapi tak punya jatidiri
AGAMA ITU BUDAYA TOLOLLL
|
|
Since: Dec 07
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Please wait...
Molong wrote: <quoted text> Kau otak Barongan, Bagus BUKTIKAN KEPADA DUNIA,MALAYSIA TEMPAT CAMPUR ADUK SEGALA BUDAYA... KASIHAN MALAYSIA
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Live VIVA Indo wrote: <quoted text> heloo.. Adakah kes negative itu mewakili semua rakyat malaysia??? Gimana ribuan yg positif??\ Pernah kah kamu pikirin yg positifnya? Saya mempunyai pembantu rumah yg sagt saya sayangi.. gimana? kok kamu mau saya membencinya? itu cuma contoh kecil doang.......... mau gw buat daftar??baiklah kalau begitu....: kasus penyiksaan TKI (there's a lot of them) Penangkapan orang kedutaan indonesia di malaysia usaha kalian mencuri kebudayaan indonesia memindahkan patok batas wilayah indonesia di kalimantan....... mencuri kayu Indonesia.......... mau mencuri ambalat.......... sikap kalian yang tidak menghargai bangsa indonesia dengan memotong nama indonesia.....(jangan bilang indonesia manggil negara kalian dengan sebutan tidak pantas.......kami baru mulai memanggil kalian begitu beberapa bulan ini saja..sementara kalian sudah memanggil kami dengan sebutan merendahkan dari dulu..........now jangan lo tanya apa artinya indon..........sehingga indonesia bisa sangat marah..........gw jelasin ya... itu nama dari sebuah negara....dengan lo gak memanggil secara benar berarti merupakan penghinaan terhadap kedaulatan negara tersebut........ngerti??!!) belum lagi blog gak jelas yang dibuat orang negara lo yang menghina bendera negara, lambang negara, n landasan negara gw--->lo harus akui...blog goblok yang dibuat sama bangsa lo yang mengundang pemuda indonesia untuk melakukan pembelaan.......because we love indonesia alasan lo indonesia mengeneralisir perbuatan satu orang kepada semua orang malaysia.....well...ingat usaha dalam mencuri kebudayaan indonesia dilakukan oleh sebuah negara bukan individu..........jangan bilang gak pernah berniat mencuri cos jelas2 negara lo masukin kedalam daftar heritage malaysia...n that's not happened just by mistake...itu ada unsur kesengajaan.......karena kalian ingin melegalkan istilah truly asia bagi negara kalian... n..hmmm.....let me see.......bukannya sikap mengeneralisir kepada satu bangsa juga kalian lakukan dengan mengatakan kami bangsa kuli???? coba itung prosentase orang yang kerja jadi babu dinegara lo sama jumlah penduduk indonesia???apakah sebutan itu sepadan??? n karena orang bangsaku yang jadi babu dinegara lo...trus lo mengeneralisir orang indonesia sebagai bangsa bodoh.......hmm...untuk ini gw gak perlu jelasin prestasi bangsa gw didunia science.....dah banyak saudara2 gw laennya yang menjelaskan.........n bangsa lo yang selalu ngaku sebagai bangsa cerdas...mana bukti prestasi lo di dunia internasional???? gimana gw mau mikirin yang positif dari bangsa lo kalau yang gw liat cuma penghinaan yang bangsa lo berikan kepada bangsa gw........ n perlu lo tau.........gw hanya berkata kasar sama orang yang terlebih dulu berkata kasar.... n panggilan hinaan kenegara lo baru mulai gw pakai saat bangsa lo gak mau mengganti sebutannya kepada bangsa gw......... ingat ada aksi ada reaksi.........
|
|
budak palembang
Bandar Lampung, Indonesia
|
MalingINDO wrote: Pergi mampus dengan budaya ... yang penting kemajuan rakyat, tari tari, nyanyi nyanyui tidak boleh buat duit, ekonomi tak maju dengan semangat nyanyi atau dancing, bangang. Yang nyata rakyat masih miskin bolong, oii tolol kau kate nyanyi tak boleh duit, what an stupid statement, nyanyi itu merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang dapat menghasilkan uang, buyan pulok budak sikok ni!!!!!
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|