|
budak palembang
Bandar Lampung, Indonesia
|
Live VIVA Indo wrote: Maka, selama beberapa hari saya terpaksa repot hilir mudik, berawal dari Kanwil Pendidikan untuk pendaftaran siswa, lalu pergi ke semacam kantor pendidikan untuk wilayah lebih kecil guna mendapatkan surat penempatan sekolah. Berdasarkan surat penempatan tersebut, pihak sekolah baru menerima calon siswa. Prosedur itu akan bertambah panjang bila menyangkut siswa dari negara asing karena sebelum diterima bersekolah mesti mendapatkan student pass dari pihak Imigrasi. Berapa uang keluar karena melewati pelbagai meja birokrasi? Di awal masa pengurusan, saya yang terbiasa dengan budaya amplop, sempat kecut karena memikirkan banyaknya biaya kutipan yang harus dikeluarkan. Maka, begitu urusan selesai di kantor pertama, saya telah menyiapkan uang di amplop. Saya sungguh berdebar-debar membayangkan berapa ringgit yang akan melayang. Namun, petugas di layanan counter diam saja kendati saya telah menunggu permintaan uang pungutan. Belakangan, saya baru mengetahui bahwa memang sama sekali tidak ada pungutan kecuali yang telah tertera pada butir peraturan. Saya, orang Jakarta yang terbiasa dengan budaya amplop, sempat shock. Kenapa? Terkecuali membayar uang pendaftaran yang resmi dan student pass, tidak satu ringgit pun uang keluar untuk tambahan pungutan. Bayangkan: berapa kantor yang saya lalui tanpa pungutan "amplop". Saya termangu, bahkan hati menggerung: Malaysia yang sama Melayunya dengan Indonesia, mengapa bisa lebih tertib menjalankan tugas dengan bersih? Sungguh, ini merupakan pengalaman pertama yang berkesan, mendapatkan pelayanan optimal tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra. Saya mengakui, sebagai orang Jakarta yang terbiasa bergegas, pengalaman mengikuti tahap prosedur satu per satu beserta mengantre sungguh menyiksa. Apalagi karena kita telah terbiasa menempuh jalan singkat yang ditawarkan budaya amplop. Tapi, perjuangan tersebut bila telah terbiasa seperti warga negara Malaysia tidak berarti banyak karena pelayanan di counter diusahakan efisien. Kurang merebaknya budaya amplop seperti di Jakarta, agaknya, karena Kerajaan Malaysia keras menerapkan sanksi bagi aparatnya yang rasuah (korupsi). Jangankan meminta uang, memberikan uang suap pun akan ditindak. Petugas yang disodori uang dapat tersinggung dan melaporkan si pemberi kepada pihak yang berwajib. Hal tersebut menyebabkan orang mesti hati-hati ketika hendak menyodorkan amplop. Pakar budaya Melayu dari Universiti Malaya, Bazrul B Bahaman, mengakui adanya aspek psikologis semacam itu di tengah masyarakat Malaysia. "Di sini BPR (Badan Pencegah Rasuah) sangat ditakuti. Mereka memiliki kuasa penuh untuk menyelidik. Orang pun tanpa perlu mencantumkan identitas dapat melapor secara on-line," urai dosen di universitas tertua di Malaysia tersebut. hahah intel malingsia nyamar jadi orang INDO..!!! ooohh cak itu yoo kesian deh looo... daftar jadi siswa harus bayar, aku dipalembang masuk POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA tahun 2001 masuk tanpa sepeser pun biaya.. hari gini era reformasi masih bayar masuk sekolah.. kesian deh looo.. itu cuma kamunya saja yang bego, goblok tolol bin buyan mau saja ditololin orang!!!
|
|
PENGIRAN MAT SALEH
Kuching, Malaysia
|
anti BABI MALAY wrote: <quoted text> Mau tuduhan mau pengakuan itu bukan soalnya, faktanya bangsa Malingsia sudah mencuri dan mengklaim bahwa beberapa hasil karya seni budaya Indonesia adalah budaya kalian, ini kejahatan atas hak intelektual, kejahatan yang sangat dikutuk oleh semua bangsa yang beradab...., kalau mau promosi wisata yang wajar-wajar saja sesuai dengan keberadaan dari masyarakat Malaysia yang sebenarnya....apa kurang percaya diri dengan apa yang sudah dipunyai? SAYA MUA TANYA PADA SAUDARA...ORANG MELAYU D MALAYSIA ITU KETURUNANNYA APA...JAWAB DGN JUJUR...
|
|
budak palembang
Bandar Lampung, Indonesia
|
scorpion09 wrote: indon sume nk claim die punyer...nila dikatakan cuba nak mengalih pandangan rakyat daripada belenggu kemiskinan indon,masalh dalaman dan sebagainya. bila sesuatu bende itu ada nilai komersial,mesti indon nak claim di nyer.. aku nak tanyer..kalaula tarian indon atau lagu "rasa sayange" tu tak ada nilai komersial,adakah kalian akan marah jikalau malaysia claim itu kami punyer?? rasenyer enggak bukan...pikir2kan kalian FUNYE atau TAK FUNYE NILAI KOMERSIL ITU memang PUNYA dan HAK KAMI.. sebagaimana kebun dibelakang rumah saya, ada atau tidak nilai komersilnya itu tetap kebun saya.. mau saya apakan itu urusan saya..
|
|
“^^DAULAT TUANKU^^”
Since: Dec 07
M@L@Y1S@
|
Please wait...
budak palembang wrote: <quoted text> FUNYE atau TAK FUNYE NILAI KOMERSIL ITU memang PUNYA dan HAK KAMI.. sebagaimana kebun dibelakang rumah saya, ada atau tidak nilai komersilnya itu tetap kebun saya.. mau saya apakan itu urusan saya.. memangla
|
|
budak palembang
Bandar Lampung, Indonesia
|
halim wrote: hairan juga ya. orang malaysia tak sudah2 menganggap indonesia bangsa serumpun. tergila2 melawat indonesia, tapi orang indonesia benci malaysia hampir mati. sadar lah orang2 malaysia hentikalah nostalgia anda terhadap indonesia ! indon benci anda yang hairannya!!! kalau orang indonesia marah2 tanpa alasan itu yang hairan, sudah jelas2 budaya kami diklaim oleh pemerintah anda dan sepertinya rakyat malaysia menyetujui dan membenarkan apa yang dilakukan oleh pemerintah malaysia, tanpa sedikitpun rakyat malaysia memberikan kritiknya kepada pemerintah malaysia (ooh iya saya ingat dimalaysia kalau mengkritik itu ditangkap kemudian dijebloskan dipenjara sampai 100 tahun, iih jadi takuttt)itu yang bikin masyarakat indonesia marah!!! saya asli orang melayu sumatra!!! tapi ketika saya lihat disitus pariwisata malaysia diatas kepala tarian reog ponorogo ada tulisan MALAYSIA besar - besar (mungkin orang rabun pun bisa melihatnya kali..) saya juga sangat marah sekali.. seakan2 pemerintah anda ingin memprovokasi dan mengejek rakyat indonesia!!! buat CATATAN : BALEKKELAH SONGKET PALEMBANG YANG PEMERINTAH ANDA KLAIM DAN PATENKE SEBAGAI ASLI WARISAN SEJARAH MALAYSIA.. WONG PALEMBANG AKAN TETAP NUNTUT ITU!!!
|
|
“I love Flores Tegal Gituh”
Since: Nov 07
cinta toyol cute banget sich!!
|
Please wait...
aimartin wrote: <quoted text> ahah! caught in the act. guys... pernah dengar atau baca kalimat semacan ini kan?: "iya??? jd gimana kepulaun inodon yang akan dtelenggami laut ???" siapa yang pernah berkata semacam ini? FIRAUN. betul sekali. haha, udah gue bilangin dari tadi juga, gue udah bisa baca lagak-lagak manusia sok berkuasa dan sok Dipertuan kayak loe tuh.... Penerus generasi Firaun. dan cuma dinegara loe doang orang islam maunya disembah sembah ------> raja loe Yang Dipertuan Agung. Astaghfirullah.... kukira hanya Firaun lah satu-satunya manusia yang ingin disembah. Ternyata di Malaysia ada generasi penerusnya. La hawlawalakuwata illabillah. Commnent from lunatic.. Kawe ghoyak dio dok pahe.
|
|
Hazri
Kuala Lumpur, Malaysia
|
housemate aku baru balik bercuti dari Bandung. pengalaman dia di sana kekadang ade yang lucu...
ramai2 btul lelaki2 indon di sana yang jadi gay...offer dia tidor sekali..kekeke..suka betul2 jantan2 indon jual bontot di sana..membe aku tak layan sgt sbb dia bukan homoseksual...
tapi kesian btul la masyarakat Bandung kt sana, kawasan nak kata maju tak de la sgt..pengemis di tepian jalan, menari2 meminta sedekah...
pemandu teksi ramai plak yg kaki kelentong...nyaris2 jugak la membe aku tu tertipu..
erm, macam manalah kerajaan indon ade hati nak anjurkan "Visit Indon Year 2008"...dgn keadaan persekitaran yg mcm itu...geli dan menjelikkan, tetapi kesian pada rakyatnya...mencari rezeki dgn bermacam cara i.e jual bontot, pengemis etc.
|
|
osman bin badawi
Medan, Indonesia
|
Ini pengalaman saya dan membaca media di Malaysia Sasaran Polisi dan Pasukan Rela umumnya...orang Indonesia , China , Bangladesh , Philipina, Thailand dan Myanmar...jarang terjadi dgn orang kulit putih ..atau bule..karena Goverment mereka cukup kuat utk membela turisnya ......apabila di perlakukan tdk manusiawi . Kasus turis wanita china 128 orang dgn tempat terpisah dan lokasi berbeda...dan sempat heboh di surat kabar Sun dan Utusan Malaysia ..bukti kebiadaban Malaysia akhir akhir..ini. Mereka ditelanjangi ..dan diperkosa...kemudian Kasus Peragawati Cantik dari Mongolia yg di granat oleh 3 orang Polisi dan Polwan Polisi Malaysia..yg sebelumnya sempat dinikmati Menteri pertahanan Malaysia dalam skandal pengadaan kapal selam Scorpion dari Inggriss. Dan Wanita TKI Indonesia yg diambil didepan suaminya dari apartemennya ....sebelumnya disanggah oleh Malaysia pelakunya adalah Rela dan Polisi...ternya pelakunya adalah Polisi Keling dgn pasukan rela Malaysia sebanyak 12 orang ..bukti...Perdana Menteri Malaysia banyak bohong..dan omdo...hati hati
sebagai gambaran kehadiran pasukan rela di malaysia ... sangat berbahaya karena banyak kasus pemerkosaan di Malaysia pelakunya adalah Pasukan rela dan Polisi Diraja Malaysia. Orang yg punya passport resmi..banyak dijadikan kambing hitam untuk ngewek istri orang Indonesia, wanita tourist dari cina ....juga banyak yg ddiperkosa polisi dan pasukan rela. Bayangkan dgn di Indonesia ..paling 2 dideportasi kan ? sangat manusiawi di Indonesia . Banyak wanita indonesia yg berpasspot hanya 1 hari overstay atau visa dlm pengurusan pun...mereka langsung bak bik buk ..dan masukkan ke penjara di Kajang .
Hindari bepergian ke Malaysia...negara tsb akhir akhir ini lebih parah dibanding zaman nya orde baru di Indonesia ....Jangan biarkan istri atau adik perempuan anda bepergian sendiri tanpa ada laki laki mendampingi ke Malaysia. Walaupun sebagai turis. Paspor selalu dibawa kemana saja. tetapi bahayanya ..apabila anda punya passpor dan visa ...resmi jgn dieprlihatkan ke polisi atau rela di tempat sepi...perlihatkan di keramaian ..sambil anda pegang terus paspornya....Apabila Polisi atau rela..tertarik dgn wanita atau istri anda..maka dia akan bilang passpor atau visa anda palsu..selepas itu anda akan dibawa ke penjara. atau hotel dan diperkosa
Supaya luh tahu aja ya malingsia TKI yg dikirim ke Malingsia itu orang orang yg bodoh , jelek tidak punya otak , dan tinggalnya di Indonesia di desa yg sangat terpencil . Mereka pergi kesana karena tidak layak untuk dipakai di Indonesia karena jelek rupanya, bodoh pikirannya, dan pupus harapannya. Kalo yg cantik cantik dan pintar2 mana ada yg mau ke Malingsia. Bodohnya Rela Dan Polis Diraja Malaysia ...yg jelek pun mau dirogol...apa tak malu ke ?. padahal dipundak kanan atas dan kiri bertuliskan ALLAH dan Muhammad .....trus merogol turis china lagi dgn gunakan jilbab berasmah ALLAH ....BIADAB ..tidak pernag terjadi di Indonesia ..memang anda bangsa Malingsia yg munafik....Melayu di dunia terkenal malas..apa kata Mahathir .? orang melayu org paling malas di dunia . Malingsia hanya maju dan kaya karena ada china...ya kan
|
|
|
Hazri
Petaling Jaya, Malaysia
|
encik osman, bisanyer kata2 kau menuduh malaysia sebegitu rupa? keji la ko ni?
|
|
Waterloo
Lebbeke, Belgium
|
Kenyataan yang ada kau bilang menuduh;D Apa kau buta,tuli dan buta huruf? ;D Hazri wrote: encik osman, bisanyer kata2 kau menuduh malaysia sebegitu rupa? keji la ko ni?
|
|
“I love Flores Tegal Gituh”
Since: Nov 07
cinta toyol cute banget sich!!
|
Please wait...
Waterloo wrote: Kenyataan yang ada kau bilang menuduh;D Apa kau buta,tuli dan buta huruf? ;D <quoted text> Fact by courupter...
|
|
Waterloo
Lebbeke, Belgium
|
A new vocabulary? ;D Live VIVA Indo wrote: <quoted text> Fact by courupter...
|
|
kemasan baru isi ulang
Osaka, Japan
|
Coba misalnya kita sedang tugas belajar atau bekerja di China misalnya, sendiri tidak bersama keluarga atau kawan senegara. Ketika hari raya, kita pergi jauh-jauh ke masjid yang cuma satu adanya. Setelah shalat, berjumpa dengan orang Malaysia atau Indonesia, bercakap-cakap dengan bahasa yang hampir sama dengan bahasa kita. Kita diundang kerumahnya, disana kita makan makanan yang amat mirip dengan makanan dari negara kita. Keramahan dan adat istiadat mereka mirip sekali dengan kebiasaan yang kita pahami. Saya yakin tidak akan terlintas dalam benak mereka untuk saling mencaci seperti ini.
|
|
Waterloo
Lebbeke, Belgium
|
Itu hanya contoh segelintir ;D Kenyataannya, mayoritas orang MALAYSIA itu sombong dan angkuh di luar negeri ;D kemasan baru isi ulang wrote: Coba misalnya kita sedang tugas belajar atau bekerja di China misalnya, sendiri tidak bersama keluarga atau kawan senegara. Ketika hari raya, kita pergi jauh-jauh ke masjid yang cuma satu adanya. Setelah shalat, berjumpa dengan orang Malaysia atau Indonesia, bercakap-cakap dengan bahasa yang hampir sama dengan bahasa kita. Kita diundang kerumahnya, disana kita makan makanan yang amat mirip dengan makanan dari negara kita. Keramahan dan adat istiadat mereka mirip sekali dengan kebiasaan yang kita pahami. Saya yakin tidak akan terlintas dalam benak mereka untuk saling mencaci seperti ini.
|
|
pam_pam
Surabaya, Indonesia
|
Live VIVA Indo wrote: <quoted text> ihh, nyantai aje omm... nggak perlu emosi gitu ah, cepet tua loh (apa emang udah tuak kali!!) Timur laste itu shj satu contoh rompakan Indonesial.. he goblok baca sejarah gak u..???? timor leste tu yang minta sendiri integrasi ke indonesia... dia ngusir portugis pake nama, bendera indonesia... karena mereka merasa bersaudara dgn kita yang sudah lebih dulu merdeka.. DASAR TOLOLLL...
|
|
“Tertawa Itu Sehat”
Since: Oct 07
mari kita tertawakan mereka :)
|
Please wait...
Live VIVA Indo wrote: <quoted text> Commnent from lunatic.. Kawe ghoyak dio dok pahe. Thanks to admit your loss, by saying some "lunatic" language... hahaha. Loser!
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
Hazri wrote: housemate aku baru balik bercuti dari Bandung. pengalaman dia di sana kekadang ade yang lucu... ramai2 btul lelaki2 indon di sana yang jadi gay...offer dia tidor sekali..kekeke..suka betul2 jantan2 indon jual bontot di sana..membe aku tak layan sgt sbb dia bukan homoseksual... tapi kesian btul la masyarakat Bandung kt sana, kawasan nak kata maju tak de la sgt..pengemis di tepian jalan, menari2 meminta sedekah... pemandu teksi ramai plak yg kaki kelentong...nyaris2 jugak la membe aku tu tertipu.. erm, macam manalah kerajaan indon ade hati nak anjurkan "Visit Indon Year 2008"...dgn keadaan persekitaran yg mcm itu...geli dan menjelikkan, tetapi kesian pada rakyatnya...mencari rezeki dgn bermacam cara i.e jual bontot, pengemis etc. itu namanya kebebasan berekspresi choy.......... emangnya lo.......munafik..........bobr ok didalam tapi diluar dibuat seolah2 bagus..........capeee deeeeehhhhh........ dibandingin ma negara lo....visit malingsia dengan kebudayaan serba maling........ bener2 malingsialan........!!
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
PENGIRAN MAT SALEH wrote: <quoted text> SAYA MUA TANYA PADA SAUDARA...ORANG MELAYU D MALAYSIA ITU KETURUNANNYA APA...JAWAB DGN JUJUR... itu lagi yang lo bilang........ bego banget sih..... dikasih tau gak ngerti2........ mau kau bilang 100% bangsa malingsialan....berasal dari indonesia..... tetap tidak memberikan hak bagi kalian mengakui kebudayaan yang DICIPTAKAN SERTA tumbuh dan besar di Indonesia....... hak intelektual untuk budaya itu ada di negara indonesia.......... KALAU KAU MAU PAKAI.......SILAHKAN PAKAI....... JANGAN KAU AKUI SEBAGAI MILIK MALINGSIA........ COS MASIH ADA INDONESIA YANG LEBIH BERHAK ATAS HAK INTELEKTUAL ITU........GOBLOK!!!!!
|
|
“I love Flores Tegal Gituh”
Since: Nov 07
cinta toyol cute banget sich!!
|
Please wait...
Hiduplah Indonesia Raya wrote: <quoted text> itu lagi yang lo bilang........ bego banget sih..... dikasih tau gak ngerti2........ mau kau bilang 100% bangsa malingsialan....berasal dari indonesia..... tetap tidak memberikan hak bagi kalian mengakui kebudayaan yang DICIPTAKAN SERTA tumbuh dan besar di Indonesia....... hak intelektual untuk budaya itu ada di negara indonesia.......... KALAU KAU MAU PAKAI.... ...SILAHKAN PAKAI....... JANGAN KAU AKUI SEBAGAI MILIK MALINGSIA........ COS MASIH ADA INDONESIA YANG LEBIH BERHAK ATAS HAK INTELEKTUAL ITU........GOBLOK!!!!! halo goblok..budaya itu bukan milik Indonesia... mana 2 keturunan indonesia itu boleh mempraktikannya.. Jgn loh mngaku itu budaya kamu jika ga pernah mempratikkannya Gue sebagai keturunan INDONeSIA, bangga menjadi anak malaysia dan sampe bila2 akan mempratikan budaya nenek moyang kami...
|
|
Hiduplah Indonesia Raya
Jakarta, Indonesia
|
pegaga wrote: <quoted text> Apakah maksud curi (maling)? iaitu mengambil sesuatu yang bukan haknya atau yang tidak ada berkait dengannya. Adakah budaya yang diamalkan oleh anak-cucu daripada nenek moyang yang sama dianggap curi? Jadinya, hanya anak cucu tertentu saja yang boleh mengamalkannya dan anak cucu lain tidak berhak mengamalkannya? adakah begitu yang mau diclaim oleh Indon? Adakah Indon saja yang layak mengamalkan budaya itu? Apakah keturunan jawa dan Melayu di Malaysia tidak boleh mengamalkan budaya yang diwarisi dari nenek moyang yang sama??? Ini budaya nenek moyang bukannya budaya buatan sendiri dong. cape deh ngomong sama otak mada macam lo........ orang cina di indonesia juga banyak menarikan barongsai..........karena itu warisan leluhur mereka tapi indonesia gak pernah klaim kalau barongsai miliki indonesia........kita gak pernah menarikan tarian barongsai ke luar negeri....... gak pernah menaruh tarian barongsai sebagai warisan leluhur kita di website indonesia... inget...lo ngerasa berhak untuk menggunakan karena lo ngerasa itu warisan leluhur kalian.. tapi yang berhak untuk mematenkan adalah negara tempat warisan itu dilahirkan..........INDONESIA LEBIH BERHAK UNTUK MEMATENKAN KEBUDAYAAN JAWA COS JAWA ADA DIINDONESIA......DEMIKIAN JUGA DENGAN KEBUDAYAAN2 LAENNYA.........NGERTI GAK??? kalau lo ada otaknya lo tau perbedaannya antara menggunakan dengan mengakui.......... walaupun gw sedikit ragu kalau lo bakal ngerti.....habis ga yakin sih gw malingsia punya otak..........gak pernah teruji gak pernah terbukti sih.......... capeeeh deh.....
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|