Local News: Jakarta Raya, Ind... 

 | 

Sign Up

 | 

Sign In

Republik Indonesia Pengakses Situs Porno Terbesar?

Posted in the Jakarta Raya, Indonesia Forum

Read

441 Comments

More Jakarta Raya, Indonesia Discussions »

Comments (Page 7)

Showing posts 121 - 140 of441
|
Go to last page| Jump to page:
terorist made in malaysia

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#314
Nov 30, 2009
 
Dalam buku Sejarah Melayu disebut bahwa Melayu adalah nama sungai di Sumatera Selatan yang mengalir disekitar bukit Si Guntang dekat Palembang. Si Guntang merupakan tempat pemunculan pertama tiga orang raja yang datang ke alam Melayu. Mereka adalah asal dari keturunan raja-raja Melayu di Palembang (Singapura, Malaka dan Johor), Minangkabau dan Tanjung Pura.
Sejarah Melayu (Malay Annals) merupakan karya tulis yang paling penting dalam bahasa Melayu yang merupakan sumber yang otentik untuk informasi mengenai ke-Melayu-an. Disusun sekitar tahun 1612 tetapi didasarkan catatan-catatan yang lebih tua.
Disebut juga bahwa anggota kerajaan Malaka menyebut diri mereka keturunan Melayu dari daerah Palembang. Seperti keluarga raja-raja di Negeri Sembilan yaitu: Yang Dipertuan Ali Alamsyah yang dianggap keturunan langsung dari Raja Minangkabau terakhir.
Pada waktu itu sebutan Melayu merujuk pada keturunan sekelompok kecil orang Sumatera pilihan. Seiring dengan berjalannya waktu definisi Melayu berdasarkan ras ini mulai ditinggalkan.
Definisi Melayu menjadi berdasarkan budaya dan adat, dimana orang Melayu adalah orang yang mempunyai etika, tingkah laku dan adat Melayu. Pada waktu Islam mulai dianut didaerah Sumatera dan Semenanjung Malaka, keyakinan dan ketaatan terhadap agama islam menjadi salah satu ciri khas dari orang Melayu.
Pada abad ke-18, William Marsden menyebutkan bahwa dalam percakapan sehari-hari, penyebutan bangsa Melayu adalah sama dengan sebutan bangsa Moor di India dalam artian ketaatannya terhadap agama Islam.
terorist made in malaysia

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#315
Nov 30, 2009
 
gmana sih klo jawab tu yang bener...jgn asal jiplak TANPA ADA ULASAN YANG JELASS
Mereka Buta Mata dan Hati

Semenyih, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#316
Nov 30, 2009
 
terorist made in malaysia wrote:
gmana sih klo jawab tu yang bener...jgn asal jiplak TANPA ADA ULASAN YANG JELASS
Sudah ku katakan yang sebelum persempadanan bermula budaya, bangsa dan cara hidup itu bebas berulang alik tanpa batasan. Bila persempadanan bermula ianya kekal di situ dan turut bercampur dengan budaya tempatan dan lain-lain.

Jiplak itu sepertinya menjiplak bahasa ingerris, menjiplak lagu pinta-pinta, leka-leka, dan menjiplak teknologi.

Kalau Sungai Melayu itu dijadi ukuran, bagaimana degan Indonesia yang susur galur bermula dari HINDU NESIA? Bisa jelaskan itu. Adakah Hindu bermula dari INDON. Seperti Islam yang berkembang dari Tanah AraB. Adakah itu dikira mencuri agama dan budaya Islam. Menutup aurat itu tuntutan dan budaya ISLAM adakah itu mencuri cara pemakaian. Nama yang MUSLIM gunakan adalah dari Bahasa Arab contohnya OMAR, ALI, USMAN, Hassan, Umairah dan sebagainya hingga kini. Adakah itu dikira jiplakkan budaya, Kalau yang INDON dan Melayu masih boleh guna Nama INDON dan NAMA MELAYU sepertinya "SAMBAR GELEDEK", Yudiyono, Toyo,(INDON), atau BESI, Cempaka, Melur dan sebagainya. Kerana sudah jadi budaya Masyarakat muslim lebih senang guna nama ARAB. Di Malaysia itu Dikira Nama Melayu dan Di INDON nama orang INDON, kita tidak panngil nama ARAB. Itu juga Jiplakan?

Tki INDON yang dapat jadi PR di Malaysia dan anak-anak mereka yang telah jadi rakyat Malaysia tapi masih mengamalkan budaya INDON adakah itu Mencuri dan Jiplak? Ibubapa mereka akan ditulis sebagai Bangsa INDONESIA tapi Anak-Anaknya dikira Bangsa Melayu Rakyat Malaysia. Mati hidup balik mereka tidak akan letak anak mereka sebagai Bangsa INDONESIA. Rendang Minang contohnya tetap dipanggil REndang Minang bukan Rendang Malaysia atau Negeri Sembilan. Tapi ada juga versi Rendang Johor dan sebagainya.

Kalau mahu debat haruas menyeluruh dan "RELEVAN" bukas dengan apa yang kamu sangka dan atas dasar tanggapan yang dankal.
Mereka Buta Mata dan Hati

Semenyih, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#317
Nov 30, 2009
 
Sejarah juga menceritakan yang Bung Karno itu tidak punya pendidikan tinggi hanya ada Ilmu Silat. Tidak seperti TEngku Abdul Rahman yang belajar di London dalam bidang guaman.

Jadi taraf pemikiran Tengku lebih tinggi dari Bung Karno. Nyawa Rakyat terselamat dan Negara Merdeka. Dalam Islam itu Meyuwarah itu amat dituntut kalau gagal baru peperangan dilancarkan. Itu namanya rundingan.

INDON setelah dikata menang dengan buluh runcing masih perlu bayar ufti hingga 2003 dan kemudian pakai rayu-rayu segala. Apakah harga Kemerdekaan INDON. INDON hingga kini masih jerit-jerit buluh runcing sedangkan penjajahan ekonomi telah pun bermula. Adakah mereka sedar? Pasti Tidak...
Mereka Buta Mata dan Hati

Semenyih, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#318
Nov 30, 2009
 
Hingga ini Wilayah-Wilayah INDON, AMBON, ACHEH , Maluku semua terus ditentang dengan cara kekerasan dan rakyat tidak berdosa menjadi mangsa. Di MANA Derejat INDON itu kalau Rakyat sendiri di perangi?
Pernah tanya mengapa mereka mahu pembebasan?

INDON itu bangga bila berjaya membunuh orang, tanpa memikrkan kalau kamu itu membunuh seorang Muslim seolah kamu membunuh semua jiwa muslim.

Mengikut permerhatian ku negara yang memerangi rakyatnya sendiri akan selalu di timpa bencana contohnya ..

IRAQ
IRAN
Filipina di wilayah Mindanoa
Myanmar
Pakistan
Mungkin juga Thailand dengan pergolakan di Selatan Thai.
dan juga tidak ketinggalan NEGARA INDONESIA..

Pernah kamu filir itu? Sudah pasti tidak, kerana kekuatan akal kamu hanya senjengkal kaki nyamuk.
terorist made in malaysia

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#319
Nov 30, 2009
 
hahahhaahhaa....tertawa sambil menangislah aku jika membaca itu...
tadinya memperdebatkan BAHASA..krn kehabisan akal dan BUKTI,lari ke AGAMA deh yang ingin diperdebatkan.dasar orang MALON gak punya pendirian..

dari keseluruhan nama2 kota dan negara diatas,hanya satu yang dia ingin bela yaitu"AGAMA ISLAM" dari siksaan agama lain,tetapi tidak untuk NOORDIN M TOP dy membunuh orang muslim sedangkan dy juga muslim,apa itu dosa?sangaaaattt dosaaa dan BIADAB.mau menadihati negara lain tetapi NEGARANYA SENDIRI yang benar2 mengalaminya....
kalau pun benar ada peperangan di dindonesia itupun karena sebab dan akal yang positif pastinya.memangnya MALON ia memfasilitasi tempat BERZINAH.
contohnya
genting dan langkawi
memang tong kosong itu nyaring bunyinya seperti KAU
Guntur

Kota Kinabalu, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#321
Nov 30, 2009
 
yang kuperhatikan, indon2 tak mau mengaku kalah dalam perdebatan walaupun mereka ternyata kalah dari segi fakta dan penyampaian hujah2 dan penggunaan bahasa yg betul..

lihat saja posting mereka.. dan komen sendiri
terorist made in malaysia

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#323
Nov 30, 2009
 
Mereka Buta Mata dan Hati wrote:
Sejarah juga menceritakan yang Bung Karno itu tidak punya pendidikan tinggi hanya ada Ilmu Silat. Tidak seperti TEngku Abdul Rahman yang belajar di London dalam bidang guaman.
Jadi taraf pemikiran Tengku lebih tinggi dari Bung Karno. Nyawa Rakyat terselamat dan Negara Merdeka. Dalam Islam itu Meyuwarah itu amat dituntut kalau gagal baru peperangan dilancarkan. Itu namanya rundingan.
INDON setelah dikata menang dengan buluh runcing masih perlu bayar ufti hingga 2003 dan kemudian pakai rayu-rayu segala. Apakah harga Kemerdekaan INDON. INDON hingga kini masih jerit-jerit buluh runcing sedangkan penjajahan ekonomi telah pun bermula. Adakah mereka sedar? Pasti Tidak...
saya ingin bukti bahwa tengku abdul rahman bisa berguna di dunia?
mana linknya?
Mereka Buta Mata dan Hati

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#324
Nov 30, 2009
 
terorist made in malaysia wrote:
<quoted text>
saya ingin bukti bahwa tengku abdul rahman bisa berguna di dunia?
mana linknya?
Itulah INDON yang tahu hanya menyoal tapi tidak langsung mahu buat kajaian sendiri. Bangsa GOBLOK yang masih lagi tiduran sedang Malaysia sudah Berlari. Kejelekan sendiri masih tidak dapat diatasi mahu terus-terusan meminta orang lain mengajarnya.

Kamu tahu tentang Melayu Campa di Kemboja?
Melayu Patani di Selatan Thai?
Melayu Cape Town di South Africa?
Melayu Pulau Christmas di Australia?

Semuanya mirip Malayu Malaysia dari segi budaya, bahasa dan cara hidup. Kecuali Melayu Cape Town dan Melayu Pulau Christmas yang memang asalnya Melayu Malaysia, Melayu Patani dan Campa tidak berkata Mereka Melayu INDON? Mereka sememangnya Melayu Campa dan Patani.

Sejarah Melayu itu Meluas dan bukannya hak MUTLAK INDON. Jadi jangan jadi KODOK dibawah Tempurung yang hanya memandang sejarah INDON, harus belajar sejarah negara lain.

KORUPSI BUNG KARNO dan Suharto itu tiada batasnya.Seluruh dunia tahu itu tapi INDON hanya membutaka mata dan hati mereka tentang sejarah yang ini. Tapi Rakyat INDON masih lagi ada yang kebuluran dan hinnga kini harus mengemis di Negara Orang. Budaya apa itu namanya?

Aku pernah siarkan tulis Joseph Stigliz Economist dan penerima Hadiah NOBEL yang menulis tentang Malaysia.

Sila baca di Link ini. itu semua usaha TENGKU Abdul Rahman yang dikatakan Another Gandhi yang membawa kemerdekaan tanpa pertumpahan darah.

The Malaysian Miracle (Joseph E. Stiglitz)











printable version
send your friend
add comment ()

European Union With Turkey







Friday, 21 September 2007

The Malaysian Miracle

August 31 marked the 50th anniversary of Malaysia's Merdeka: independence after more than 400 years of colonialism. Malaysia's peaceful, non-violent struggle may not have received the attention that Mahatma Gandhi's did in India, but what Malaysia has accomplished since then is impressive ΤΗτ and has much to teach the world, both about economics, and about how to construct a vibrant multi-racial, multi-ethnic, multi-cultural society.

The numbers themselves say a lot. At independence, Malaysia was one of the poorest countries in the world. Though reliable data are hard to come by, its GDP (in purchasing power parity terms) was comparable to that of Haiti, Honduras, and Egypt, and some 5% below that of Ghana. Today, Malaysia's income is 7.8 times that of Ghana, more than five times that of Honduras, and more than 2.5 times that of Egypt. In the global growth league tables, Malaysia is in the top tier, along with China, Taiwan, South Korea, and Thailand
Mereka Buta Mata dan Hati

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#325
Nov 30, 2009
 
Moreover, the benefits of the growth have been shared. Hard-core poverty is set to be eliminated by 2010, with the overall poverty rate falling to 2.8%. Malaysia has succeeded in markedly reducing the income divides that separated various ethnic groups, not by bringing the top down, but by bringing the bottom up.

Part of the country's success in reducing poverty reflects strong job creation. While unemployment is a problem in most of the world, Malaysia has been importing labor. In the 50 years since independence, 7.24 million jobs have been created, an increase of 261%, which would be equivalent to the creation of 105 million jobs in the United States.

There were many reasons not to have expected Malaysia to be a success. Just as Malaysia was gaining its independence, the Nobel Prize winning economist Gunnar Myrdal wrote an influential book called Asian Drama , in which he predicted a bleak future for the region.

Malaysia is rich in natural resources. But, with few exceptions, such countries are afflicted with the so-called "natural resource curse": countries with an abundance of resources not only do not do as well as expected, but actually do worse than countries without such benefits. While natural resource wealth should make it easier to create a more equalitarian society, countries with more resources, on average, are marked by greater inequality.

Moreover, Malaysia's multiracial, multi-cultural society made it more vulnerable to civil strife, which has occurred in many other resource-rich countries, as one group tried to seize the wealth for itself. In many cases, minorities work hard to garner the fruits of this wealth for themselves, at the expense of the majority ΤΗτ Bolivia, one of the many rich countries with poor people, comes to mind.

At independence, Malaysia also faced a Communist insurgency. The "hearts and minds" of those in the countryside had to be won, and that meant bringing economic benefits and minimizing "collateral" damage to innocent civilians ΤΗτ an important lesson for the Bush administration in Iraq, if it would only listen to someone outside its closed circle.

And Malaysia had a third strike against it: for all the talk of the "white man's burden," the European powers did little to improve living standards in the countries they ruled. The dramatic decline in India's share of global GDP under Britain's rule, as Britain passed trade laws designed to benefit its textile producers at the expense of those in its colony, is the most visible example.

The colonial powers' divide-and-rule tactics enabled small populations in Europe to rule large numbers outside of Europe, pillaging natural resources while investing little in the physical, human capital, and social capital necessary for an economically successful, democratic self-governing society. It has taken many of the former colonies decades to overcome this legacy.

How, then, does an economist account for Malaysia's success? Economically, Malaysia learned from its neighbors. Too many of the ex-colonies, rejecting their colonial heritage, turned to Russia and communism. Malaysia wisely took an alternative course, looking instead to the highly successful countries of East Asia. It invested in education and technology, pushed a high savings rate, enacted a strong and effective affirmative action program, and adopted sound macroeconomic policies.
Mereka Buta Mata dan Hati

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#326
Nov 30, 2009
 
Continue..

Malaysia also recognized that success required an active role for government. It eschewed ideology, following or rejecting outsiders' advice on a pragmatic basis. Most tellingly, during the financial crisis of 1997, it did not adopt IMF policies ΤΗτ and as a result had the shortest and shallowest downturn of any of the afflicted countries. When it re-emerged, it was not burdened with debt and bankrupt firms like so many of its neighbors.

This success was, of course, not only a matter of economics: had Malaysia followed the policies recommended by the IMF, it would have torn apart the social fabric created over the preceding four decades.

Malaysia's success thus should be studied both by those looking for economic prosperity and those seeking to understand how our world can live together, not just with toleration, but also with respect, sharing their common humanity and working together to achieve common goals.

Secure rights Send link Printer friendly version
del.icio.us | Digg it | Tailrank | Reddit | Newsvine

Joseph Stiglitz is a Nobel laureate in economics. His latest book is Making Globalization Work.
Mereka Buta Mata dan Hati

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#327
Nov 30, 2009
 
Coba cerita apa pemerintah INDON telah agihkan pada rakyatnya? Ceritakan pujian yang pernah dikatakan tentang Pemerintah INDON? Ada NGAK? Yang ada HANYA BANGSA YANG PALING KORPI DALAM DUNIA>

Semua maklumat (informasi bagi bahasa jiplakan INDON) ada dihujung jari ku. Bagaimana kamu? yang INDON tahu hanya Tarian PENDET, PELACURAN, GEMBLAKAN, BULUH RUNCING, MEMFITNAH orang lain..

Mereka Buta Mata Dan Hati

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#328
Nov 30, 2009
 
Kalau di tanya INDON Blogger Soalan, mereka akan segera bertanya kembali tanpa dapat menilai dan membuat rumusan.

KEGOBLOKAN MEREKA TENTANG DUNIA LUAR MEMANG NYATA. TAPI MEREKA MASIH LAGI KETAWA_KETAWA lucu kalau Bangsa INDON sebenarnya telah dibudakan Oleh Negara Lain sepertinya Malaysia, Singapura, Amerika, Australia, BRITISH, Belanda dan yang lain lain.

KASIHAN, SADARLAH BANGSA INDON, INI ZAMAN PENJAJAHAN EKONOMI BUKAN BULUH RUNCING..

YANG PINTAR itu akan MAJU dan yang sukanya "PINTA-PINTA, LEKA-LEKA", akan terus tertwawa tapi tidak sadar yang JENAKA itu sebenarnya tentang MEREKA.

MALU deh terus-terusan jadi Bangsa PEGAMEN, itu sifatnya bangsa yang tidak punya Derajat. Masih INGAT SBY minta Sama Kevin RUDD USD50 juta untuk halang kaum TAMIL dari Memasuki Australia. Tapi itu ditentang oleh rakyat OZ. Bila berita itu disiarkan rata-rata teman ku yang juga ANALYST berkata " LA MENGEMIS LAGI INDON NI".

Jadi mana baiknya emerintah INDON? Cuba Ceritakan secara jujurnya
Mereka Buta Mata Dan Hati

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#329
Nov 30, 2009
 
Guntur wrote:
yang kuperhatikan, indon2 tak mau mengaku kalah dalam perdebatan walaupun mereka ternyata kalah dari segi fakta dan penyampaian hujah2 dan penggunaan bahasa yg betul..
lihat saja posting mereka.. dan komen sendiri
Itu seoronoknya debat dengan dia orang. Makin lama KEGOBLOKAN DAN KEJELEKAN MEREKA MAKIN TERSERLAH.

Kalau kita cut and Paste dia kata tak Original dan tidak ada "OPINI". Kalau kita bagi ulasan dan pandangan dia orang nak Bukti.Itu aje lah yang dia orang boleh Buat.

Cuba tanya soalan pada mereka, ianya amat bersifat "ETHOCENTRIC", seolah-olah INDON itu "Center of the UNIVERSE". Separuh benar pndangan itu keran INDON itu CENTER segala kejelekan dunia.

Keh..Keh...INDON..INDON...yang mereka baca hanya koran INDON dan nonton METRO TV. Maklum saja penguasaan bahasa ingeris dan bahasa melayu amat kurang. Jadi yang bisa dilihat dan didengar hanya BERTA INDON.

Masyarakat Dunia Becerita tentang Corporate Social Responsibility (CSR), mereka juga ikut ajuk-ajukan tanpa mengetahui apa maknanya. JADI CSR itu hanya tinggal nama....
Mereka Buta Mata Dan Hati

Kuala Lumpur, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#330
Nov 30, 2009
 
In 1918, Abdul Rahman was awarded a Kedah State Scholarship to further his studies at St Catharine's College in the University of Cambridge, where he obtained his Bachelor of Arts degree in 1925. He was the first student from Kedah to study in the United Kingdom under the sponsorship of the Kedah State Government.

Prior to joining St Catherine's, he was being coached in the little village of Little Stukeley in Huntingdon, England for entry to a public school

The Tunku was fond of fast driving during his days in England and had amounted 28 traffic offences.

He is also said to be quite superstitious. He does not cut his hair or nails on Friday or walk under a ladder. So now days people also follow him which he did on Friday.

Upon his return home, Abdul Rahman worked in the Kedah public service and was appointed as District Officer of Kulim and Sungai Petani. In colonial Malaya, almost all the District Officers were British. Abdul Rahman who was the only Malay District Officer at that time had the people's interest at heart. This made him cross swords with the British Administration many times.

However, the British Administration in Kedah could not do anything as he was a prince and the son of the Sultan. However, him angering the colonial administration cost him many chances of promotion to higher offices.

Some time later, he returned to England to complete his law studies at the Inner Temple but was forced to stop in 1938. At the outbreak of World War II, he returned to Malaya.

During the Japanese Occupation of Kedah, the Tunku was responsible for saving many lives, both Malay and Chinese. He being of royal blood was highly revered by the Japanese and could not be touched by them, and he used this to his advantage. Many people from Kulim today lay claim to owing their lives to the Tunku.

He resumed his studies at the Inner Temple in 1947. And in 1949, he qualified for the Bar. During this period, Abdul Rahman met Abdul Razak Hussein (later known as Datuk and Tun). He was elected president of the Malay Society of Great Britain, and Abdul Razak, who was twenty-six, was his secretary. He beefor this ayah angkat Tan Sri Dato' Mansor MD Noor. Tan Sri has cucu is name Syaharil and Ashraff

In 1954 Abdul Rahman led a delegation to London to seek independence for Malaya, but the trip proved to be unfruitful. The British were reluctant to grant independence unless there was evidence that the different races in Malaya were able to work together and cooperate in a new and independent country.

Race relations was the cause of Onn Jaafar stepping down. He wanted UMNO to be open to the Chinese and Indians but UMNO members were not ready to accept this. His successor, Abdul Rahman saw a way around this by forming a political alliance with the Malayan Chinese Association called the Alliance Party. The coalition proved to be popular among the people. The Alliance was later joined by the Malayan Indian Congress (MIC) in 1955, representing the Indian community.

In the same year, the first federal general election was held, and the Alliance Party (Perikatan) won fifty-one out of the fifty-two seats contested. Abdul Rahman was selected as Malaya's first Chief Minister.


Tunku Abdul Rahman proclaiming Malayan independence.Later in 1955 Abdul Rahman made another trip to London to negotiate Malayan independence, and 31 August 1957 was decided as the date for independence. When the British flag was lowered in Kuala Lumpur on independence day, Abdul Rahman led the crowd in announcing "Merdeka!" (independence). Photographs of Abdul Rahman raising his hand, and recordings of his emotional but determined voice leading the cheers, have become familiar icons of Malaysian independence.

Dan yang yang diceritakan oleh Joseph Stigliz. Cerita pula apa yang Pemerintah INDON telah buat?
Ayuh..
aku

Shah Alam, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#331
Nov 30, 2009
 
INDON..mengaku saja..kalian memang begitu..
Kita Hamba

Puchong, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#332
Nov 30, 2009
 
Malingsia Asu wrote:
<quoted text>
Jojo loe itu sampah taik anjing di malingsia, malahan taik anjing tu lebih berharga dari pada dirimu. Jojo bajingan, malingsia asu. From juventini sejati.
Mamat dari indianapolis ni lagi....tak habis habis jadi batu api...da la batu....bila digesek berapi....
Guntur

Kota Kinabalu, Malaysia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#333
Nov 30, 2009
 
Mereka Buta Mata Dan Hati wrote:
Posting2 di atas banyak beri maklumat yg betul mengenai Tunku ABdul Rahman. Ternyata TAR telah mengambil langkah bijaksana memerdekakan malaya (kini Malalysia) tanpa pertumpahan darah.
TAR menjadi pemimpin tepat pada waktunya.
terorist made in malaysia

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#334
Nov 30, 2009
 
Mereka Buta Mata dan Hati wrote:
Coba cerita apa pemerintah INDON telah agihkan pada rakyatnya? Ceritakan pujian yang pernah dikatakan tentang Pemerintah INDON? Ada NGAK? Yang ada HANYA BANGSA YANG PALING KORPI DALAM DUNIA>
Semua maklumat (informasi bagi bahasa jiplakan INDON) ada dihujung jari ku. Bagaimana kamu? yang INDON tahu hanya Tarian PENDET, PELACURAN, GEMBLAKAN, BULUH RUNCING, MEMFITNAH orang lain..
Menlu: Internasional Puji HAM di Indonesia
Kapanlagi.com - Indonesia melihat pandangan internasional terhadap keadaan hak asasi manusia di Tanah Air semakin baik, antara lain terlihat dari apresiasi yang ditujukan kepada Indonesia di bidang HAM dan demokrasi.
"Sebagai contoh, Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya yang sebelumnya bersikap miring terhadap kondisi HAM dan demokratisasi di Indonesia, secara terbuka dalam berbagai persidangan internasional telah memuji Inodnesia yang berhasil menjalankan proses demokratisasi sehingga menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia," kata Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda di Jakarta, Rabu (14/06).
Ia memberikan sambutannya di depan para peserta seminar nasional "Partisipasi Aktif Indonesia di Dewan HAM PBB" yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri RI.
Pengakuan internasional, menurut Menlu, juga terlihat dari berbagai pencapaian diplomasi Indonesia sepanjang tahun 2005 hingga pertengahan 2006.
Pada periode tersebut, Indonesia terpilih pada seluruh badan baru yang saat ini dibentuk di bawah program reformasi menyeluruh PBB, seperti Dewan HAM, Peace Building Commission, dan Democracy Fund's Advisory Board.
"(Itu) menunjukkan adanya pengakuan bahwa reformasi dan demokratisasi di Indonesia membawa perbaikan dan kemajuan. Hal ini membuat kita bisa lebih percaya diri untuk terus tampil dan berperan dalam hubungan antar-bangsa," katanya.
Menurut Hassan, kemajuan proses reformasi dan demokratisasi telah membuat Indonesia lebih siap dalam menghadapi proses globalisasi dan menempatkan RI dalam arus utama masyarakat global.
"Tidak ada kecanggungan sama sekali bagi Indonesia dalam diskursus global mengenai globalisasi, good governance, pemajuan dan perlindungan HAM, anti-korupsi dan perdagangan bebas," katanya.
Tentang seminar sendiri, Menlu Hassan menyatakan harapannya bahwa seminar yang diikuti oleh kalangan DPR, pakar, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, aparat keamanan, pegiat LSM, pengusaha serta akademisi itu akan memunculkan gagasan dan pemikiran baru yang realistis.
Gagasan dan pemikiran tersebut akan dijadikan dasar penyusunan posisi dan rekomendasi Indonesia untuk disampaikan dalam pertemuan-pertemuan Dewan HAM tentang upaya pemajuan dan perlindungan HAM.
Indonesia bersama 46 negara lainnya pada 9 Mei 2006 terpilih menjadi anggota Dewan HAM pada Sidang Majelis Umum PBB melalui dukungan 165 suara, jumlah yang jauh di atas suara yang dibutuhkan, yaitu 96 suara.
Sejalan dengan itu, kata Menlu Hassan, Indonesia dan anggota Dewa HAM lainnya dihadapkan pada banyak pekerjaan menyangkut operasionalisasi Dewan HAM, terutama untuk menetapkan struktur, mandat, dan prosedur.
Para anggota juga dituntut dapat mempersiapkan agenda sidang perdana Dewan HAM yang akan diselenggarakan pada 19-30 Juni 2006 di Jenewa, Swiss.
Tampil sebagai pembicara dalam seminar dua hari di Jakarta itu antara lain Wakil Tetap RI di Jenewa, Makarim Wibisono, Wakil Tetap RI di New York, Rezlan Ishar Jenie, Ketua Working Group for an ASEAN Human Rights Mechanism yang juga anggota DPR-RI, Marzuki Darusman, Dekan Fakultas Hukum UI Hikmahanto Juwana, anggota Komnas HAM Enny Soeprapto dan Pimpinan Kontras
terorist made in malaysia

Jakarta, Indonesia

|
Report Abuse
|
Judge it!
|
#335
Nov 30, 2009
 
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri menyatakan pujiannya atas tewasnya buronan teroris Noordin M Top dalam penggerebekan di Solo, Jawa Tengah, Kamis kemarin.

"Ini merupakan langkah maju yang signifikan bagi Indonesia dalam memerangi ekstrimis," kata Philip Crowley, juru bicara Deplu AS seperti dikutip AFP, Jumat (18/9/2009).

Ia menjelaskan pihaknya tidak berpartisipasi dalam operasi penggerbekan tersebut, juga tidak memberikan informasi.

Noordin beserta empat tiga tersangka teroris lainnnya tewas dalam penggerebekan di Kampung Kepuh Sari RT 03/11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis kemarin. Penggerebeklan sendiri sudah berlangsung sejak Kamis malam.

DPO Mabes Polri sejak sembilan tahun lalu itu dipastikan menjadi salah satu korban tewas, berdasarkan pemeriksaan sidik jari di RS Polri Soekanto. Meski demikian RS Polri masih melakukan identifikasi lanjutan dengan tes DNA

Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)

Add to my Tracker

Send me an email

Showing posts 121 - 140 of441
|
Go to last page| Jump to page:
Type in your comments below
Name
(appears on your post)
Comments
Characters left: 4000
Type the numbers you see in the image on the right:

Please note by clicking on "Post Comment" you acknowledge that you have read the Terms of Service and the comment you are posting is in compliance with such terms. Be polite. Inappropriate posts may be removed by the moderator. Send us your feedback.

Daily Horoscope for June 4

Cancer

If you want to make changes to your working environment or career prospects, do your best to get on with your colleagues today. It's a powerful Lunar Eclipse, so the Moon-ruled could encounter opposition as the knives come out. Perhaps someone objects to the way you're doing things, or maybe they're just plain jealous. Ensure that you're acting in everyone's best interests and not just your own, or you'll really land in hot water!

Get your Horoscope »