|
malindo
Kuala Lumpur, Malaysia
|
The Malay Strategy wrote: DYMM Agung kite pun ambil orang biasa dari Kedah yang berpendidikan ugama yang kuat. Semua rakyat Malaysia respect. Keluarganya dari orang beriman dan bertaqwa. Alahai ... ini ambil banjingan indon. Tak ade pilihan lain ke. Pesan lah ke anak cucu kite jangan buat macam ni lagi. Taubat lah habis-habis. Perangai mereka dari indon ni serupa saja. Suka mencuri harta majikan. Wife kawan aku berasal dari Tanah Merah Kelantan lagi cun. Beramal soleh tiada bandingan. Hidup sekeluarga dilimpahi rahmat dan rezeki yang mengcurah. Fikirkan lah saudara sekelian. Wassalam. manusia tu sume sama jer...tak kira siapa,biru ke,coklat ker hitam ker,putih ker,org msia ker org indonesia ker,jepun,cina,india,negro,omp utih ker apa saja manusia.....yang diambil kira amalan baik dan hati yang bersih....so tak yah lah nak mengajar org yg tu baik yg ni jahat....tengok diri sendiri dulu...jaga anak bini kita sendiri lebih afdal lagi dari buat dosa kering menghina orang
|
|
malindo
Kuala Lumpur, Malaysia
|
Lyn wrote: Minah endon kat Msia ni dah terbukti jahatnya. Guna sihir untuk goda suami orang. Lepas tu kikis harta orang tu. Minah endon ni hati kering. Tak pernah mengaku salah. Sanggup fitnah orang lain. Perangai Minah endon kat Msia ni sama je macam perangai Desy dan Manok tu. boleh tahan mulut ko yer....ko ni tak takut tuhan ker....sedar la saudari...
|
|
malindo
Kuala Lumpur, Malaysia
|
AIRBUS wrote: <quoted text> ntahnye. Cek Mek Molek dan Cik siti wan kembang kan banyak... ko ni nak jadi apa???batu api.....sedar saudara jgn suka menghina org nanti Allah Taala hina kita balik...
|
|
gawojaya
Kuala Lumpur, Malaysia
|
aku paling banyak tengok minah kelantan la yang terukjadi liar...mcmana ko suruh pilih minah kelantan....senang jer ajak main..
|
|
miLaH
Kuala Lumpur, Malaysia
|
INDONiniSIAL wrote: <quoted text> satu2 nya komen yg aku baca di tulis dgn tidak emosi dan bersandarkan pendapat dirinya dan fakta. kalau tak lebih kepada fitnah, maki dan mencarut2 dan lebih menonjolkan kebodohan bangsa mereka sendiri. gua bagi 5 bintang *****.. kekekeke SOKONGGG
|
|
miLaH
Kuala Lumpur, Malaysia
|
mcm dah masuk edisi tarbiah dah nih..huhu...miLaH terharu...
|
|
Justice Pao
Seri Kembangan, Malaysia
|
AHa wrote: maaf aku berbeda pendapat dengan kalian semua... menurutku dua-duanya salah baik pihak mano maupun pihak teuku fachri... fachri memang benar melakukan kekerasan sedangkan mano memang melebih-lebihkan... daisy ibunda mano memang seorang penipu,, tapi hal ini tak ada hubungannya dengan kasus mano-fachri... kalau soalan, media indo yang menayangkan kasus rumah tangga seperti ini... kalian harus tahu, indonesia itu medianya sangat bebas, independen... di indonesia, seorang entertainment pasti sangat dipublikasikan baik kehidupannya, ksus pribadnya, gosip dan lain-lain... yang dinamakan infotaiment. infotaiment ini di indonesia memang sangat berlebihan, terkadang isinya cuma gossip belaka yang tanpa fakta... memang di indonesia tanyangan seperti ini ada pro dan kontra, karena membuka aib orang lain atau membicarakan orang lain... terkadang memang menyebalkan... Termasuk kasus manohara, infotainment terus memberitakan semua kisah mano-fachri secara berlebihan... secara mano itu adalah seorang model... infotaiment indo memang bgitu, tapi kalau news-nya seperti berita di tvone dan metrotv, atau media lain, insyaallah fakta... Menuduh Tengku Fakhri melakukan kekerasan tanpa bukti juga tidak betul. Sebaiknya biar sahaja mahkamah yang menentukan. Kalau di luar mahkamah orang boleh menuduh macam macam tanpa bukti tetapi di mahkamah perlu bukti. Indonesia bereksperimen kebebasan pers tanpa had. Saya perhatikan bukan semua pers itu beretika. Pandangan saya, kebebasan pers tanpa had tidak sesuai untuk negara membangun saperti Indonesia karena rakyatnya belum sampai tahap kebertanggungjawaban yang tinggi di negara maju saperti Amerika,Britain atau Eropah. Kebebasan pers yang tanpa had juga mengundang risiko keselamatan dalam negara karena ada mungkin ada pers yang dipergunakan oleh anasir luar untuk agenda tertentu.
|
|
AHa
Bogor, Indonesia
|
Justice Pao wrote: <quoted text> Menuduh Tengku Fakhri melakukan kekerasan tanpa bukti juga tidak betul. Sebaiknya biar sahaja mahkamah yang menentukan. Kalau di luar mahkamah orang boleh menuduh macam macam tanpa bukti tetapi di mahkamah perlu bukti. Indonesia bereksperimen kebebasan pers tanpa had. Saya perhatikan bukan semua pers itu beretika. Pandangan saya, kebebasan pers tanpa had tidak sesuai untuk negara membangun saperti Indonesia karena rakyatnya belum sampai tahap kebertanggungjawaban yang tinggi di negara maju saperti Amerika,Britain atau Eropah. Kebebasan pers yang tanpa had juga mengundang risiko keselamatan dalam negara karena ada mungkin ada pers yang dipergunakan oleh anasir luar untuk agenda tertentu. menurutku media indonesia bukan menuduh tanpa bukti... hanya saja cara penyampaiannya yang berlebihan...saksinya ada kan, tentu kalian percaya terhadap orang ini yaitu datuk kadar syah... meskipun berlebihan, bisa dilihat yang fakta itu yang mana saja,, aku setuju seharusnya hukumlah yang berbicara,, media hanya menyampaikan... media indonesia sendiri berusaha untuk netral, dengan mencari informasi ke malaysia... namun tak ada yang mau bicara... media malaysia sendiri, adakah yang memiliki 2 pandangan, adakah media malaysia yang ke indonesia untuk mencari tahu pandangan kami disini...
|
|
|
Justice Pao
Seri Kembangan, Malaysia
|
AHa wrote: <quoted text> menurutku media indonesia bukan menuduh tanpa bukti... hanya saja cara penyampaiannya yang berlebihan...saksinya ada kan, tentu kalian percaya terhadap orang ini yaitu datuk kadar syah... meskipun berlebihan, bisa dilihat yang fakta itu yang mana saja,, aku setuju seharusnya hukumlah yang berbicara,, media hanya menyampaikan... media indonesia sendiri berusaha untuk netral, dengan mencari informasi ke malaysia... namun tak ada yang mau bicara... media malaysia sendiri, adakah yang memiliki 2 pandangan, adakah media malaysia yang ke indonesia untuk mencari tahu pandangan kami disini... Datuk Kadar Shah tidak menyaksikan kejadian kekerasan saperti yang di tuduh. Beliau hanyalah seorang ahli politik kenalan kedua pihak Manohara dan Tengku Fakhri. Datuk Kadar sendiri adalah seorang yang bermasalah. Berhutang dengan orang tetapi enggan membayar sehingga mahkamah telah memerintah beliau membayar hutangnya. Tetapi beliau menghilang diri ke luar negara. Pokoknya Datuk Kadar Shah itu bukan saksi yang kukuh. Tidak tahu apa muslihatnya mau menolong Manohara.
|
|
AHa
Bogor, Indonesia
|
Tak menyangsikan?? di tv indo aku lihat dia sedang memperlihatkan secarik tisu, brtuliskan "help me datuk kadar syah" yang ditulis mano kepadanya...
Di topix ini ada satu thread tentang masalah ini, thread itu mengutip media malaysia yang memberikan berita bahwa daisy seorang penipu, disitu pun dikutip wawancara datuk kadar syah, yang memang membenarkan bahwa daisy itu adalah penipu... namun yang menarik dia berkata begini " manohara, keluar dari mulut buaya, masuk ke mulut singa" aku sih berfikir "keluar dari mulut buaya", disitu jelas ini merujuk ke fachri... buaya apakah tak ganas??
tapi tak tahu lah, katamu ternyata datuk kadar syah sendiri seorang penipu... kini kita tinggal serahkan saja masalah ini ke mahkamah...
salah juga klo aku terus-terusan berbicara, toh bukan urusanku... manohara pun sebenarnya belum menjadi warga negara indo asli...
|
|
Salim Hartono
Tangerang, Indonesia
|
WTF . . Manohara, Daisy lawyers withdraw from case = Manohara and Daisy withdraw from case?? . . . not yet beib!! malon tahap bodoh
|
|
mamat
Kuala Lumpur, Malaysia
|
kenapa media indon tak lagi bela mano?? takut kena saman ke?? hoi indon, orang cerdik selalunya berfikir sebelum bertindak, bukan melalak tak tentu pasal.. padan muke ko indon... memalukan diri sendiri.. kahkahkah
|
|
Astaqfirullah Hal Adzim
Satellite Provider
|
Knapa kalian menjelek2an orang lain yang kalian bilang "indon, pelacur, budak, etc"? Apa kalian smua yakin Anda lebih baik? Please, hargai orang lain, kita smua sama. Allah menciptakan kita semua sama, harta, jabatan, etc tidak berarti apa2 di hadapan Allah.
|
|
AHa
Bogor, Indonesia
|
Astaqfirullah Hal Adzim wrote: Knapa kalian menjelek2an orang lain yang kalian bilang "indon, pelacur, budak, etc"? Apa kalian smua yakin Anda lebih baik? Please, hargai orang lain, kita smua sama. Allah menciptakan kita semua sama, harta, jabatan, etc tidak berarti apa2 di hadapan Allah. setuju...
|
|
anakjawa
Johor Bahru, Malaysia
|
kulupbana wrote: <quoted text> aku pun heran, budak2 bawah umur cam tu nak buat bini, buat simpanan dah ler... manoharam tu mmg taraf pmpuan simpanan je. tp dek kerana si jawa ni pandai ilmu santet, dia santet anak sultan kelantan yg baik tu. mmg isteri derhaka. nusyuz. tidak mencium bau surga. takkan ko x tau perangai jawa indon. kat indon ada suami tp kat malaysia katanya belum bersuami. org kg mak aku terkena, dia kawin dgn pmpuan indon yg dah ada suami! dia tau sesudah setahun kawin dgn pmpuan sialan tu. sebab suaminya dtg dr indon mencarinya. aku hrp lpas ni lelaki msia berjaga2lah.
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|