Since: Feb 12
Jakarta, Indonesia
|
Please wait...
|
|
Melayu sejati
Jakarta, Indonesia
|
udah , babi malaysia semua pada iri sama indonesia banyak faktanya.gak perlu ane kasih tau pasti udah tau. banyak banget kejelekan malaysia.
Pesawat tempur Mig29 aja gak mereka ganti karna gak ada duit........
|
|
cinta indonesia
Jakarta, Indonesia
|
indonesia tidak butuh senjata untuk menghancurkan malingsia.
|
|
amir ksatria 074
United States
|
Melayu sejati wrote: udah , babi malaysia semua pada iri sama indonesia banyak faktanya.gak perlu ane kasih tau pasti udah tau. banyak banget kejelekan malaysia. Pesawat tempur Mig29 aja gak mereka ganti karna gak ada duit........ katanya nunggu gula putin.., ada ini gula jawa
|
|
machtor kasamuutMIGAC
Zion, IL
|
HanSolo wrote: Good for ASEAN, Seriously. Military Power Up from Indonesian are always welcomed by neighbors. Cheers...:) omong kosong!! kah kah kah
|
|
TENZIN
Australia
|
TIBET IS DOING BETTER UNDER CHINESE ruleand the world knows it.
there are only a few dissidents who perfer to burnthemselves to death.
|
|
jamilovsky
United States
|
|
|
Sharingan
Tangerang, Indonesia
|
Malaon buduh.....tak biza berfikir hanya mencuri saja pekerjaannya...
|
|
|
|
English pls
Shenzhen, China
|
English,pls.......
|
|
Anonymous
Jakarta, Indonesia
|
English pls wrote: English,pls....... Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang sudah diperbaiki dan disempurnakan; sehingga bahasa Indonesia adalah bahasa baku (standar language of Melayu) Orang2 Indonesia sedang menyebarkan bahasa Indonesia ke dunia; jadi orang2 Indonesia lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dari pada menggunakan bahasa Inggris.
|
|
TKI dinegara Tetangga
Kota Tinggi, Malaysia
|
heii_im indonesian wrote: yaa..yaa... kalian org malay... bisanya cuma menghina.. kami org indonesia bangga krn anak sekolah saja bisa buat mobil.. SMK di Surabaya bisa buat Kapal.. SMK di Bandung sekarang bisa buat pesawat... SMK yag lain membuat Laptop dan Notebook.. kami bangga.. terserah apa kata kalian... suatu saat kalian akan mengakuinya... Sudah lama ku akui bahawa negaraku ini masih ketinggalan saat yang ditunggu itu sudah terlalu lama kalu aku tidak hijrah,kekal aku miskin hina dinegara sendiri
|
|
TKI dinegara Tetangga
Kota Tinggi, Malaysia
|
Haji Muhammad Abdullah wrote: <quoted text> Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang sudah diperbaiki dan disempurnakan; sehingga bahasa Indonesia adalah bahasa baku (standar language of Melayu) Orang2 Indonesia sedang menyebarkan bahasa Indonesia ke dunia; jadi orang2 Indonesia lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dari pada menggunakan bahasa Inggris. Itu yang diajari pemerintah gan. Realitasnya tidak akan pernah terjadi bahasa indonesia jadi bahasa dunia. Kerana tidak tahu inggeris maka majoritas orang indonesia tidak dapat membuka mata dan fikirannya, hidup bagai katak dibawah tempurung, penuh angan dan khayalan.
|
|
TKI dinegara Tetangga
Kota Tinggi, Malaysia
|
PENUTUP CORETAN SAYA UNTUK HARI INI SILA BACA - WALAUPUN INI ARTIKEL TAHUN 2009 TAPI BISA MENGHURAI PERKARA POKOK YAH .. BACA SAJA. GAK PERLU KOMEN.
Jumat, 12/06/2009 16:05 WIB
Pakar: Indonesia Sudah 'Kalah' Perang Lawan Malaysia
Bagus Kurniawan - detikNews
(Foto: dok Rumgapres) Yogyakarta - Indonesia telah teruji melakukan beberapa kali peperangan melawan kekuatan asing atau negara lain seperti melawan Belanda, Jepang, Malaysia, pembebasan Irian Jaya dan Timor Timur. Namun di atas kertas melawan kekuatan Malaysia dan sekutunya, Indonesia lebih banyak kalah.
Hal itu diungkapkan oleh pakar militer Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Nanang Pamudji dalam diskusi di kantor Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) di Blimbingsari, Terban, Yogyakarta, Jumat (12/6/2009).
"Ini terlepas dari masalah nasionalisme, Indonesia itu kalah melawan Malaysia. Dan Malaysia kenyataannya masih tetap ada," ungkap Nanang.
Menurut Nanang berdasakan atas pengalaman, kekuataan Indonesia sudah teruji
yakni ketika berperang dengan Belanda saat pembebasan Irian Jaya dan Timor Timur pada tahun 1970-an.
Namun ketika Bung Karno mengumandangkan 'Ganyang Malaysia' untuk mengganyang kekuatan neokolonialisme yang diwakili Malaysia ternyata tidak bisa. Malaysia dan sekutu-sekutunya ternya masih tetap ada sampai sekarang.
"Malaysia ternyata masih ada dan kuat sampai sekarang. Singapura boleh dikata merupakan negara yang paling kuat di Asia Tenggara untuk persenjataannya. Sekutu-sekutunya seperti AS, Australia juga masih berada di belakang mereka dan terus bermain serta mengawasinya. Bila Indonesia berani berperang lawan mereka dalam sesaat akan habis," jelasnya.
Dengar tu indon. Singapura yang Kecil kamu jangan nak lawan. Ok
Nanang menambahkan konsep pembangunan pertahanan dan kemiliteran Indonesia buruk karena tidak ada perencanaan yang matang. Kasus sengketa Ambalat dengan Malaysia hendaknya dapat menjadi review politik pertahanan Indonesia ke masa depan.
"Harus ada review ulang konsep pertahanan kita terutama mengenai konsep jangka pendek, menengah dan panjang, tidak boleh sesaat saja. Kita tidak bisa hanya berpikir soal wilayah Ambalat saja, wilayah Indonesia itu luas" kata Nanang.
Meski Indonesia sudah mempunyai buku putih mengenai pertahanan dan keamanan
lanjut Nanang, harus perbaikan secara menyeluruh yang fokus pada penangkalan. Namun buku putih itu hanya kalangan militer saja yang mengtahui. Padahal kalangan sipil terutama akademisi perlu diajak untuk membahasnya.
"Kalau ditanya untuk dijabarkan, mereka menjawab tidak bisa. Itu rahasia negara. Padahal dimana-mana menteri pertahanan itu dari sipil, mereka juga ikut merumuskan," papar staf pengajar Fisipol UGM itu.
Dia mengatakan pembelian atau pengadaan peralatan atau persenjataan militer di dunia ketiga termasuk Indonesia bukan semata-mata untuk pertahanan dan keamanan. Namun lebih banyak untuk mendapatkan komisi karena banyak broker-broker senjata yang ikut bermain.
Ada banyak kasus seperti itu terjadi di negara dunia ketiga seperti di Indonesia, Thailand dan Timur Tengah. Komisi yang didapatkan juga sangat besar.
"Lihat saja Adnan Kashogi di Arab yang dilindungi AS, di Indonesia zaman Orde Baru juga ada seperti itu. Yang jadi broker juga banyak dari lingkaran keluarga Soeharto. Dan kasus-kasus sekarang juga banyak melibatkan broker-broker senjata dari Indonesia," pungkas dia. ...BERSAMBUNG
|
|
TKI dinegara Tetangga
Kota Tinggi, Malaysia
|
SAMBUNGAN. Andaikan hari ini perang benar-benar terjadi antara Malaysia dan Indonesia untuk mempertahankan Ambalat, saya yakin Indonesia akan kalah. Begini alasannya. Lihatlah peralatan militer negara kita, sudah usang, rapuh, dan tidak aman. Buktinya dalam dua bulan terakhir ini sudah 4 pesawat TNI yang jatuh dan memakan banyak korban jiwa, khususnya para prajurit terbaik bangsa. Mereka harus gugur bukan karena berperang, tetapi karena faktor teknis pesawat yang sudah tidak aman lagi untuk diterbangkan. Itu baru pesawat udara, kondisi yang sama juga terdapat pada kapal tempur di lautan. Hampir semuanya berusia tua, lamban, dan kurang didukung peralatan canggih. Embargo militer dari AS membuat Indonesia tidak bisa memperbarui peralatan militernya. Banyak onderdil peralatan militer tidak bisa dibeli dari Amerika, akhirnya prinsip kanibalisme pun berlaku. Onderdil peralatan yang satu dicomot dari peralatan yang lain yang tidak terpakai untuk menyiasati onderdil yang tidak bisa dibeli dari AS. Benar-benar menyedihkan. Jadi, bagaimana mau bertempur dengan kondisi peralatan militer yang pas-pasaan itu?
Sedarlah Indon. Ko xkan dapat mampu mengalahkan Malaysia dengan Senjata cabukmu itu. simpan buat Hiasan dinding sudah.
Malaysia, meski negaranya lebih kecil dari Indonesia, tetapi lebih makmur. Dengan kondisi keuangan mereka yang lebih baik, diam-diam mereka mempercanggih peralatan militer sembari mengamat-amati kondisi militer negara tetangga. Sebagai test case, mereka memprovokasi kapal perang TNI di perairan Ambalat. Maksudnya sih untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kecanggihan kapal tempur TNI itu.
Orang-orang Indonesia yang geram dan marah melihat Malaysia memprovokasi TNI di Ambalat tergugah pula rasa nasionalismenya. Kemarahan itu sebenarnya sudah disulut sejak lama, sejak para TKI kita menjadi bulan-bulanan penyiksaan para majikan di Malaysia. Begitu rendah nilai orang Indonesia di mata orang Malaysia, sehingga di Malaysia para TKI itu dipanggil Indon. Isu TKI belum habis, muncul pula klaim dari Malaysia yang membajak karya budaya yang dianggap milik Indonesia, seperti batik, angklung, reog, lagu rakyat Maluku, dan sebagainya. Lalu terakhir isu si cantik jelita Manohara ikut pula memanasakan suasana. Kloplah semua itu untuk memantik semangat heroik para pemuda. Dimana-mana muncul pasukan sipil dadakan, pasukan bela diri, atau pasukan berani mati yang siap berperang melawan Malaysia. Dengan rasa marah yang memendam, mereka siap dikirim ke Ambalat untuk bertempur. Semangat sih boleh saja, tetapi saya kira sia-sia saja usaha mereka itu. Mau berperang dengan Malaysia pakai apa mereka itu? Pakai bambu runcing atau senjata rakitan? Jelas mereka akan mati duluan dibom pesawat tempur Malaysia yang canggih itu. ...BERSAMBUNG
|
|
TKI dinegara Tetangga
Kota Tinggi, Malaysia
|
Andaikan hari ini perang benar-benar terjadi antara Malaysia dan Indonesia untuk mempertahankan Ambalat, saya yakin Indonesia akan kalah. Begini alasannya. Lihatlah peralatan militer negara kita, sudah usang, rapuh, dan tidak aman. Buktinya dalam dua bulan terakhir ini sudah 4 pesawat TNI yang jatuh dan memakan banyak korban jiwa, khususnya para prajurit terbaik bangsa. Mereka harus gugur bukan karena berperang, tetapi karena faktor teknis pesawat yang sudah tidak aman lagi untuk diterbangkan. Itu baru pesawat udara, kondisi yang sama juga terdapat pada kapal tempur di lautan. Hampir semuanya berusia tua, lamban, dan kurang didukung peralatan canggih. Embargo militer dari AS membuat Indonesia tidak bisa memperbarui peralatan militernya. Banyak onderdil peralatan militer tidak bisa dibeli dari Amerika, akhirnya prinsip kanibalisme pun berlaku. Onderdil peralatan yang satu dicomot dari peralatan yang lain yang tidak terpakai untuk menyiasati onderdil yang tidak bisa dibeli dari AS. Benar-benar menyedihkan. Jadi, bagaimana mau bertempur dengan kondisi peralatan militer yang pas-pasaan itu?
Sedarlah Indon. Ko xkan dapat mampu mengalahkan Malaysia dengan Senjata cabukmu itu. simpan buat Hiasan dinding sudah.
Malaysia, meski negaranya lebih kecil dari Indonesia, tetapi lebih makmur. Dengan kondisi keuangan mereka yang lebih baik, diam-diam mereka mempercanggih peralatan militer sembari mengamat-amati kondisi militer negara tetangga. Sebagai test case, mereka memprovokasi kapal perang TNI di perairan Ambalat. Maksudnya sih untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kecanggihan kapal tempur TNI itu.
Orang-orang Indonesia yang geram dan marah melihat Malaysia memprovokasi TNI di Ambalat tergugah pula rasa nasionalismenya. Kemarahan itu sebenarnya sudah disulut sejak lama, sejak para TKI kita menjadi bulan-bulanan penyiksaan para majikan di Malaysia. Begitu rendah nilai orang Indonesia di mata orang Malaysia, sehingga di Malaysia para TKI itu dipanggil Indon. Isu TKI belum habis, muncul pula klaim dari Malaysia yang membajak karya budaya yang dianggap milik Indonesia, seperti batik, angklung, reog, lagu rakyat Maluku, dan sebagainya. Lalu terakhir isu si cantik jelita Manohara ikut pula memanasakan suasana. Kloplah semua itu untuk memantik semangat heroik para pemuda. Dimana-mana muncul pasukan sipil dadakan, pasukan bela diri, atau pasukan berani mati yang siap berperang melawan Malaysia. Dengan rasa marah yang memendam, mereka siap dikirim ke Ambalat untuk bertempur. Semangat sih boleh saja, tetapi saya kira sia-sia saja usaha mereka itu. Mau berperang dengan Malaysia pakai apa mereka itu? Pakai bambu runcing atau senjata rakitan? Jelas mereka akan mati duluan dibom pesawat tempur Malaysia yang canggih itu.
|
|
vandelezep
Surabaya, Indonesia
|
kapal siapa yang lari ketika dikejar kapal indonesia di ambalat..........hayo jawab??????????
bisa jawab g malon??????????
|
|
Anonymous
Jakarta, Indonesia
|
vandelezep wrote: kapal siapa yang lari ketika dikejar kapal indonesia di ambalat..........hayo jawab?????????? bisa jawab g malon?????????? Orang2 Indonesia yang pintar tidak mau Indonesia terbabit, terlibat perang antara Malaysia, Singapura, Australia atau negara2 jiran yang lain; karena perdamaian dan persahabat antara Indonesia dengan Malaysia, Singapura, Australia dll meningkatkan pertubuhan ekonomi Indonesia. Hanya orang2 Indonesia yang bodoh ingin perang antara Indonesia melawan negara2 jiran
|
|
NASIONALISME
Cilegon, Indonesia
|
TKI dinegara Tetangga wrote: PENUTUP CORETAN SAYA UNTUK HARI INI SILA BACA - WALAUPUN INI ARTIKEL TAHUN 2009 TAPI BISA MENGHURAI PERKARA POKOK YAH .. BACA SAJA. GAK PERLU KOMEN. Jumat, 12/06/2009 16:05 WIB Pakar: Indonesia Sudah 'Kalah' Perang Lawan Malaysia Bagus Kurniawan - detikNews (Foto: dok Rumgapres) Yogyakarta - Indonesia telah teruji melakukan beberapa kali peperangan melawan kekuatan asing atau negara lain seperti melawan Belanda, Jepang, Malaysia, pembebasan Irian Jaya dan Timor Timur. Namun di atas kertas melawan kekuatan Malaysia dan sekutunya, Indonesia lebih banyak kalah. Hal itu diungkapkan oleh pakar militer Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Nanang Pamudji dalam diskusi di kantor Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) di Blimbingsari, Terban, Yogyakarta, Jumat (12/6/2009). "Ini terlepas dari masalah nasionalisme, Indonesia itu kalah melawan Malaysia. Dan Malaysia kenyataannya masih tetap ada," ungkap Nanang. Menurut Nanang berdasakan atas pengalaman, kekuataan Indonesia sudah teruji yakni ketika berperang dengan Belanda saat pembebasan Irian Jaya dan Timor Timur pada tahun 1970-an. Namun ketika Bung Karno mengumandangkan 'Ganyang Malaysia' untuk mengganyang kekuatan neokolonialisme yang diwakili Malaysia ternyata tidak bisa. Malaysia dan sekutu-sekutunya ternya masih tetap ada sampai sekarang. "Malaysia ternyata masih ada dan kuat sampai sekarang. Singapura boleh dikata merupakan negara yang paling kuat di Asia Tenggara untuk persenjataannya. Sekutu-sekutunya seperti AS, Australia juga masih berada di belakang mereka dan terus bermain serta mengawasinya. Bila Indonesia berani berperang lawan mereka dalam sesaat akan habis," jelasnya. Dengar tu indon. Singapura yang Kecil kamu jangan nak lawan. Ok Nanang menambahkan konsep pembangunan pertahanan dan kemiliteran Indonesia buruk karena tidak ada perencanaan yang matang. Kasus sengketa Ambalat dengan Malaysia hendaknya dapat menjadi review politik pertahanan Indonesia ke masa depan. "Harus ada review ulang konsep pertahanan kita terutama mengenai konsep jangka pendek, menengah dan panjang, tidak boleh sesaat saja. Kita tidak bisa hanya berpikir soal wilayah Ambalat saja, wilayah Indonesia itu luas" kata Nanang. Meski Indonesia sudah mempunyai buku putih mengenai pertahanan dan keamanan lanjut Nanang, harus perbaikan secara menyeluruh yang fokus pada penangkalan. Namun buku putih itu hanya kalangan militer saja yang mengtahui. Padahal kalangan sipil terutama akademisi perlu diajak untuk membahasnya. "Kalau ditanya untuk dijabarkan, mereka menjawab tidak bisa. Itu rahasia negara. Padahal dimana-mana menteri pertahanan itu dari sipil, mereka juga ikut merumuskan," papar staf pengajar Fisipol UGM itu. Dia mengatakan pembelian atau pengadaan peralatan atau persenjataan militer di dunia ketiga termasuk Indonesia bukan semata-mata untuk pertahanan dan keamanan. Namun lebih banyak untuk mendapatkan komisi karena banyak broker-broker senjata yang ikut bermain. Ada banyak kasus seperti itu terjadi di negara dunia ketiga seperti di Indonesia, Thailand dan Timur Tengah. Komisi yang didapatkan juga sangat besar. "Lihat saja Adnan Kashogi di Arab yang dilindungi AS, di Indonesia zaman Orde Baru juga ada seperti itu. Yang jadi broker juga banyak dari lingkaran keluarga Soeharto. Dan kasus-kasus sekarang juga banyak melibatkan broker-broker senjata dari Indonesia," pungkas dia. ...BERSAMBUNG Dari kesimpulan diatas sekarang berani ga perang 1 negara dengan 1 negara,tp tidak meminta bantuan sekutu, aku kira malay tidak akan berani.... contohnnya sewaktu terjadi ganyang malaysia di era persiden Sukarno, ternyata tidak ad tentara malay yang melawan indo,yang terjadi peperangan malah, indonesia melawan tentara sekutu.Jadi pada intinya negara kau tidak memiliki kekuatan apa2 alias pengecut berani dibelakang layar...puih...
|
|
Since: Aug 12
Jakarta, Indonesia
|
Please wait...
malaysian boys wrote: tni level udah up...sekarang udah di lengkapi taksi tercangih kalis peluru dan bom...sekarang tni udah ada 100bijik taksi utk kegunaan tni....dgn kelengkapan sebanyak itu tni bisa kbur dr medan perang tanpa ada masaalh dan selamat...sopir taksi nya di import khas dr labenon...kata sby smalam We as Indonesian have to admit that malaysian military is superior because their royal air force are flying planes without engines.(kasus korupsi angkatan udara malaysia) HAHAHAHAHA!!!
|
|
bolongjilu
San Juan, Puerto Rico
|
TKI dinegara Tetangga wrote: Pakar: Indonesia Sudah 'Kalah' Perang Lawan Malaysia Timor Timur tdk bisa dipakai acuhan karena memang dari awal Indonesia merasa tdk mempunyai kepentingan disana jadi jelas akan mempengaruhi spirit dari perang itu sendiri makanya kehilangan Timor Timur tdk terlalu dirasakan sakit oleh bangsa Indonesia lain dengan kasus Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan itu sangat menyakitkan hati bangsa Indonesia... jadi spirit perangnya akan lain bila mau dibandingkan dengan perang di timtim kah kah kah kah
|
|
Tell me when this thread is updated:
(Registration is not required)
Add to my Tracker
Send me an email
|